• AYO KITA BERDAKWAH MENJADI UMAT TERBAIK

    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran:110)
  • Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS: Muhammad:7)

  • BISNIS YANG TAK PERNAH RUGI

    Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS: ASHAAF 10-12)
  • Berlomba-Lomba dalam Kebaikan dan Taqwa

    1animated183
  • Jangan Sakiti Saudaramu

    movingfunnypenguins
  • free counters
  • Anda Pengunjung ke:

    • 6,740,180
  • MARI KITA MAKMURKAN MASJID….

    Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS: AT TAUBAH:18)
  • Laman

  • Februari 2009
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  

MENGAPA HARUS KE INDIA…???


Mengapa harus ke India ? Hampir semua orang selalu mengajukan pertanyaan semacam ini kepada setiap orang yang akan, sedang maupun telah “khuruj” ke India (juga Pakistan dan Bangladesh).

Pertanyaan ini sebenarnya adalah pertanyaan yang sangat wajar dan itu bukan hanya datang dari mereka yang belum pernah terjun dalam usaha Dakwah & Tabligh, bahkan mereka yang sudah terjun dalam usaha ini pun masih sering mengajukan pertanyaan semacam itu. Mengapa tidak khuruj ke Mekkah, Madinah atau minimal negeri-negeri yang berbahasa Arab semisal Mesir, Libia atau Yaman.

Dalam pemberitaan di media massa, India biasanya selalu dikaitkan dengan kemiskinan, keterbelakangan, kerusuhan, Hinduisme dan kalau sesekali dikaitkan dengan Islam biasanya dikaitkan dengan Islam garis “keras” atau dengan Mirza Ghulam Ahmad dengan Ahmadiyyah-nya.

***

Jawaban dari pertanyaan tentang mengapa “Agama” seringkali dibangkitkan di tempat-tempat yang tidak pernah dipandang orang, dalam kasus ini adalah India, sebenarnya mempunyai sejarah yang panjang.

Allah SWT menurunkan Musa AS ditengah-tengah kebiadaban raja Fir’aun la’natullah alaih. Allah SWT juga menurunkan Dawud AS, yang bertubuh kecil, di tengah kekuatan dan kejahilan bangsa Palestina di bawah kekuasaan Jalut la’natullah alaih yang gagah perkasa. Allah SWT juga menurunkan Isa AS, di tengah kebiadaban pendeta-pendeta Yahudi Israel di Jerusalem.

Dan terakhir Allah SWT mengutus Rasulullah SAW, yang ummi di tengah-tengah kejahilan bangsa Arab. Pengikut-pengikut Rasulullah SAW pada masa-masa awal kebanyakan juga terdiri dari orang-orang yang lemah, miskin dan para budak yang eksistensinya seringkali dianggap tidak ada.

***

Kembali ke pertanyaan mengapa kita harus ke India ? Banyak sekali jawaban yang bisa diberikan untuk pertanyaan tersebut. Setiap orang yang sudah melakukan perjalanan ke sana, insyaallah dapat memberikan jawaban sesuai dengan versinnya sendiri-sendiri.

Di masjid Banglawali, Nizamuddin, New Delhi, India, saat ini setiap harinya ratusan orang dari seluruh dunia datang untuk belajar usaha dakwah ini, dari benua Amerika, Eropa, Asia, Australia dan Afrika. Selama di masjid ini mereka dilayani secara istimewa oleh para jamaah yang sedang hidmat di Nizamuddin, mulai dari makan, tidur, pengurusan tiket, visa, rute dan lain sebagainya, semuanya gratis, tidak ada iuran sedikit pun dikeluarkan selama di masjid ini. Masjid ini selama 24 jam penuh dengan amalan ; dakwah, ta’lim, dzikir ibadah & hidmat.

Setelah tiga atau empat hari di masjid ini, kemudian akan dibentuk rombongan-rombongan yang terdiri dari 10-15 orang yang kemudian akan dikirim ke berbagai kota di India. Yang memimpin rombongan ini adalah orang-orang dari India sendiri yang sedang hidmat selama 2 bulan di markaz Nizamuddin, mereka siap membawa rombongan kemana saja dan kapan saja di seluruh wilayah India. Untuk membawa rombongan ini mereka juga menyiapkan segala keperluannya sendiri. Berapa pun jamaah yang datang, mereka selalu siap untuk membawa jamaah dari luar negeri ini.

Kemudian di tempat-tempat yang kita tuju, orang-orang tempatan selalu siap untuk “menusrah” jamaah-jamaah yang datang ke tempat mereka. Mulai dari segala keperluan makan dan minum dan terutama siap membawa jamaah-jamaah tersebut untuk menemui orang-orang di sekeliling masjid yang kita kunjungi.

Tiga hal yang kelihatannya sederhana tersebut tentu bukan pekerjaan yang mudah, apalagi kalau dilihat dari kacamata ekonomi rata-rata kehidupan mereka bisa dibilang miskin. Tetapi untuk usaha agama ini, mereka rela mengorbankan apa saja yang mereka bisa lakukan.

Sungguh rumah-rumah mereka keadaannya sangat sederhana, ladang-ladang terbuat bata yang tidak diplester, kadang juga diplester dengan tanah, lantainya rata-rata terbuat dari tanah, di rumah-rumah mereka juga tak ada mebelair, tv, kulkas maupun perkakas lainnya seperti yang biasa ada di rumah-rumah kita. Untuk memasak kadang-kadang mereka menggunakan bahan bakar yang terbuat dari kotoran kerbau.

Di samping selalu siap melayani tamu-tamu yang datang dari seluruh penjuru dunia, banyak di antara mereka yang paspornya telah berkeliling dunia untuk menyebarkan hidayah, bahkan sampai ke tempat-tempat yang belum pernah kita dengar sekalipun.

Mereka sanggup melakukan seperti itu adalah merupakan buah dari pendidikan dan latihan keras yang sangat panjang dari “orang-orang yang istimewa” yang sanggup mengorbankan sebagian besar hidup -diri, harta dan waktu – mereka untuk agama.

***

Dengan pengorbanan orang-orang seperti mereka lah insyaallah agama ini akan bangkit kembali. Memang, mereka seringkali terlihat seperti rayap-rayap kecil yang tak berdaya, tetapi sungguh mereka mampu menumbangkan pohon-pohon besar.

Sejarah Rasulullah SAW dan para sahabat telah membuktikan hal ini, mereka mampu mengharubiru dunia dengan cahaya Islam hanya dalam waktu yang sangat singkat. Kisra Persia dan kekaisaran Romawi jatuh berlutut di bawah kaki orang-orang yang selama ini tidak pernah diperhitungkan dalam percaturan dunia.

Sungguh keadaan seperti itu pun insyaallah akan berulang kembali. Dengan apa ? Dengan kekuatan kebendaan ? Bukan ! Tetapi dengan kekuatan iman !

Sumber:http://aldjo.wordpress.com/2009/01/27/mengapa-harus-ke-india-juga-pakistan-dan-bangladesh/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: