Nasib Kaum Nyinyir


Oh nyinyir…
Senang mencibir…
Sukanya nyindir…
Ternyata pandir…

Oh nyinyir…
Jualan bibir…
Tanpa mikir…
Sampai tuwir…

Tak ada yg benar
Untuk si nyinyir
Dirinyalah yang benar
Yang lain disangka pandir

Kasihan nasib si nyinyir
Ternyata dia tak bahagia
Dia tak punya keluarga
Yang menyayangi dirinya

Karena terlalu nyinyir
Akhirnya dia tersingkir
Hidup jauh dari zikir
Menderita sampai akhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s