Pemadaman Listrik Picu Kerusuhan Lapas Tanjung Gusta Medan

Domisili saya tidak jauh dari LP Tanjung Gusta medan, hanya sekitar 20 – 30 menit berkendaraan roda dua sudah sampai di sana. Kerusuhan yang menyebabkan banyaknya napi yang kabur membuat bergidik warga di sekitar lapas dan termasuk warga di kompleks perumahan kami.

Kejadian yang memalukan pihak rutan dan para penegak hukum ini sebenarnya hanya masalah sepele. Konon pemadam listrik yang akhir-akhir ini memang sering terjadi di Medan dan daerah lain di Sumut. Apalagi pemadaman terjadi di bulan puasa seperti ini sungguh sangat disayangkan.

Kerugian  akibat pemadaman listrik ini sudah banyak diderita oleh konsumen PLN khususnya warga kota Medan. Baik peralatan yang rusak maupun hentakan meteran listrik yang melonjak saat aliran listrik menyala dengan tiba-tiba. Sedangkan konsumen hanya pasrah dan tak bisa menuntut ke pihak PLN, padahal kalau terlambat atau menunggak saja sudah langsung didenda oleh pihak PLN.

Puncak kerugian akibat pemadaman listrik ini menimbulkan efek yang besar dengan terjadinya kerusuhan di lapas Tanjung Gusta Medan. Puluhan napi kabur dan ada pula sipir yang disekap dan meninggal dunia. Para napi yang berjubel di lapas marah karena listrik tidak menyala akibatnya pompa air tidak bekerja dan air tidak mengalir di kamar mandi dan wc lapas.  Apalagi kipas angin yang biasa memberi sedikit kesejukan di lapas juga tidak berputar karena ketiadaan arus listrik. Konon genset yang ada di lapas juga tidak bisa memasok daya listrik untuk semua ruangan di lapas itu.

Jadi kalau listrik padam di rumah istri hanya bisa merepet dan para suami yang kena dampaknya. Tapi kalau kejadiannya di lapas dan  para penghuni lapas marah, terjadilah kerusuhan dan dimanfaatkan napi untuk bisa kabur maka jadi kacau akibatnya.

Artikel ini tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tetapi hanya sebagai bahan renungan saja.

Ramadhan Datang Semua Senang

inilah bulan yang kutunggu
dengan penuh rindu menggebu
ramadhanku telah datang
tersenyum kusambut dengan riang

ramadhan ku sambut engkau dengan suka cita
walau selaksa beban menghimpit jelata
namun engkau selalu memberi berkah
bagi para pencinta Nya

ramadhan tamu yang agung
bagi orang-orang yang mau beruntung
bulan inilah saatnya menabung
amalan setinggi gunung

ramadhan datang ahok pun senang
tokonya laris alang kepalang
senyumnya pun mengembang
pundi-pundi menjulang

lain lagi dengan si rajit sing
petasannya laris tak ada pesaing
kadang membuat bising
anak-anak tak bergeming

ada lagi bang togar pedagang pasar
ramadhan dagangannya lancar
membuat matanya berbinar
hutangnya lunas terbayar

ramadhan datang ada juga yang sedih
tempat hibuan malamnya menjadi sepi
apalagi ada mas fpi
yang siap meraziai

mbak lastri turut berduka
takut disergap pak pamong praja
tapi itu hanya sementara
itu hanya diawal ramadhan saja

#Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan bagi yang menjalankannya
Gunawan – 1 Ramadhan 1435H / 10-07-2013

 

Rahasia Puasa

Puasa itu rahasia
rahasia orang yg puasa
dengan Yang menyuruh puasa

Puasa tidak bisa dinilai dari lahirnya
puasa bisa berpura-pura
puasa juga bisa tak kelihatan seperti orang berpuasa
karena fit dan biasa saja

ada juga yang tidur saja
tapi tetap berpuasa
ada juga yang kerja banting tulang
peras keringat
tapi masih sanggup berpuasa

puasa tak bisa dipaksa
yang renta boleh membayar fidyah
yang anak-anak cukup setengah hari saja
inilah kemurahan dariNya
untuk hambanya
yang mengharap ridhoNya

#Gun110713

 

Puisi ini juga ditayangkan di sini : http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/07/11/rahasia-puasa-572720.html