Nasib Kaum Nyinyir

Oh nyinyir…
Senang mencibir…
Sukanya nyindir…
Ternyata pandir…

Oh nyinyir…
Jualan bibir…
Tanpa mikir…
Sampai tuwir…

Tak ada yg benar
Untuk si nyinyir
Dirinyalah yang benar
Yang lain disangka pandir

Kasihan nasib si nyinyir
Ternyata dia tak bahagia
Dia tak punya keluarga
Yang menyayangi dirinya

Karena terlalu nyinyir
Akhirnya dia tersingkir
Hidup jauh dari zikir
Menderita sampai akhir

Iklan

Surga dajjal

Akan datang saatnya nanti
kejahatan memenangkan kebaikan
semua menjadi kebalikkan
kejahatan dianggap kebaikan
kebaikan adalah kejahatan
surga dianggap neraka
neraka sudah menjadi surga

Akan datang saatnya nanti
Dajjal akan datang
menawarkan neraka yang disulap menjadi surga
menipu manusia tanpa iman

Akan datang saatnya nanti
Orang-orang memanggul emasnya
untuk disedekahkan
tapi tak ada yang menerima

Akan datang saatnya nanti
manusia kelaparan
tak memperoleh makanan
kecuali harus mengikuti dajjal

Akan datang saatnya nanti
istri diikat pun berlari mengikuti dajjal
tak tahan dengan penderitaan iman
tergoda iming-iming surga dajjal

Orang beriman yang masih bertahan
dengan menyebut Asma-Nya
sebagai penghilang rasa lapar
akhirnya mereka dimatikan
dengan menghirup hawa segar
sehingga kematiannya
menjadi nikmat yang terindah

***
Gunawan – Medan, 12 Maret 2013