[Hardiknas] Kegagalan Pendidikan akhlak dan moral bangsa….

Ditengah carut marut dan centang perenang dunia pendidikan Indonesia yang diwarnai dari berderet kasus asusial,pencabulan,kasus foto dan video porno yang diproduksi oleh dunia pendidikan Indonesia. Menandai gagalnya sistem pendidikan akhlak dan moral bangsa Indonesia.

Mengapa bisa sedemikian parah wajah pendidikan di Indonesia…?
Ya…bangsa ini memang bisa dikatakan berhasil mendidik anak bangsa menjadi orang yang cerdas atau sedikit cerdas, tetapi gagal mendidik anak bangsa menjadi orang yang berakhlak dan bermoral…

Mengapa ini terjadi….?
Negara ini menganggap bahwa kemajuan pendidikan hanya dari segi kecerdasan otak saja. Sedangkan pendidikan moral dan akhlak yang menyangkut kepada pendidikan agama sangat kurang dan hampir tidak terpikirkan oleh pemerintah. Inilah yang membuat akhlak dan moral anak bangsa hancur…

Mungkin sebahagian dari kita mengalaminya, waktu di sekolah dulu berapa jam pelajaran agama yang kita peroleh di Sekolah….. Sedangkan pendidikan agama untuk anak-anak tanggung jawabnya diberikan kepada keluarga masing-masing.
Inilah ciri dari pendidikan sekuler…dan inilah hasilnya…
Untuk apa orang pandai tetapi tidak berakhlak….

Solusi yang ditawarkan….

Indonesia banyak mengadopsi sistem pendidikan sekuler, inilah yang membuat hancur pendidikkan di Indonesia terutama pendidikan akhlak dan moral.
Indonesia harus mengembangkan pola pendidikan asli dari Indonesia sendiri yaitu pesantren.

Jika dikelola dan dikembangkan dengan baik dan didukung oleh pemerintah, maka pola pesantren ini sangat baik dalam mendidik moral dan akhlak anak-anak ketika menimba ilmu…

Disiplin yang keras dan pengawasan anak-anak selama 24 jam melatih moral dan akhlak untuk selalu disiplin dan terbiasa mematuhi aturan yang ada….
Sudah banyak yang merasakan manfaat sistem pesantren ini. Memang ada yang gagal dan itu sebagaian kecil saja, karena pastilah tidak semua benih yang ditanam akan berhasil.

Sistem barat mengadopsi pesantren dengan menjalankan sistem asrama bagi pelajar dan siswanya yang diawasi sangat ketat, dan mereka berhasil.
Sayangnya sistem pesantren ini hanya diadakan sampai tingat pendidikan menengah atas saja. Untuk tingkat pendidikan tinggi sistem pesantren ini tidak dikembangkan. Hal ini menyebabkan anak didik yang biasa terawasi menjadi lepas kendali setelah mereka masuk ke dunia pendidikan tinggi.

Kurangnya pemerataan pendidikan di Indonesia juga menjadi penyebab rusaknya moral dan akhlak bangsa. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa perbandingan orang-orang yang terdidik dengan akhlak yang baik sangat sedikit dibanding dengan rakyat yang tidak terdidik dengan akhlak yang rusak.

Menghilangkan image bahwa pesantren hanya untuk mendidik anak buangan atau anak yang bandel atau anak yang telah rusak akhlaknya. Sedangkan anak yang tidak bermasalah tidak mau bersekolah di pesantren. Jika anak bermasalah saja bisa dibuat baik, konon lagi anak yang baik akan semakin menjadi baik jika mau bersekolah di pesantren.

Semoga pendidikan Indonesia tidak hanya memajukan kecerdasan bangsa tapi juga memajukan moral dan akhlak bangsa…

.

LAGI-LAGI VIDEO MESUM PELAJAR SMP DAN SMA……

Sebuah rekaman video mesum siswi sebuah sekolah menengah pertama dengan pelajar sekolah menengah atas beredar luas di Magetan, Jawa Timur. Selain dimiliki kalangan anak usia sekolah, video porno itu sudah menyebar di mayarakat umum.

090130avideo_mesum
Dalam adegan tersebut, siswi berinisial T masih mengenakan seragam. Wajahnya juga jelas terekam dalam kamera telepon seluler. pihak sekolah bergerak cepat. Karena dianggap mencemarkan nama baik, siswi tersebut dikeluarkan dari sekolah. Sebelumnya pihak sekolah sudah memanggil pelaku.

Video adegan mesum pelajar juga beredar luas di Pekalongan, Jawa Tengah. Adegan diduga diperankan pelajar sebuah SMA swasta elite setempat. Saat dikonfirmasi, pihak sekolah tidak menolak perbuatan asusila yang telah dilakukan salah satu siswinya itu.

Pihak sekolah mengatakan, siswi yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari sekolah awal Januari lalu. Kasusnya kini masih dalam penanganan Kepolisian Wilayah Pekalongan.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Berita ini sangat mengkhawatirkan orang tua… Inilah kerusakan sistem pendidikan di Indonesia… Pendidikan yang hanya mengandalkan lmu dan teknologi tanpa membekali anak didik dengan agama dan moral.. Pelajaran moral agama hanya beberapa persen di selah dan itupun sambil lalu saja..yang penting ada.

Maka bertahun-tahun seperti itu dan hasilnya mulai kelihatan sekarang.. akahnkah terus seperti ini nasib pendidikan kita…bagaimana nasib bangsa ini kedepan jika generasi mudah sudah rusak moral dan akhlaknya…

Marilah kita sebagai pribadi-pribadi muslim harus segera bertindak mulai dari keluarga kita agar memeberikan pendidikan agama kepada anak-anak dan istri kita …kemudian kita juga harus mengajak para tetangga kita untuk mengamalkansegala perintah agama… Karena dengan amalan agama saja kita bisa membentengi tindakan-tindakan asusila dan maksiat pada diri kita …ingat firman Allah dalam surat Al Angkabut ayat 45

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan

Maka dirikanlah sholat ajak dan ingatkan istri dan anak-anak kita untuk sholat …..

Wallahu ‘alam bishowab.