Ulama Tuntut Pemeran Video Porno ‘Ariel-Luna-Cut Tari’ Dirajam!!

Inilah berita bahwa Ulama Tuntut Pemeran Video Porno ‘Ariel-Luna-Cut Tari’ Dirajam!!

JAKARTA (voa-islam.com) – Maraknya kejahatan moral dan seksual yang dilakukan anak bangsa akibat pengaruh video zina yang diduga dilakukan oleh artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, membuat geram ulama. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh dan Bogor menuntut ketiga artis pelaku video zina itu dihukum rajam.

Para ulama di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam menilai Cut Tari layak dikenakan hukuman rajam.

“Dalam pandangan Islam, pelaku zina itu harus dihukum rajam. Namun jika menggunakan hukum nasional maka saya berharap pelakunya diberikan hukuman yang berat,” seru Ketua PWNU NAD Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Sabtu (19/6).

Faisal yang juga Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) itu menilai kasus penyebaran video mesum yang diduga melibatkan artis terkenal tersebut merupakan perbuatan yang tidak hanya melanggar hukum, tapi juga budaya bangsa.

Khusus untuk Pemerintah Aceh, Faisal Ali mendesak agar Rancangan Qanun (Perda) tentang hukum acara jinayat yang telah disahkan oleh legislatif sebelumnya (DPRA periode 2004-2009) agar segera ditandatangani gubernur.

“Qanun hukum acara jinayat itu merupakan produk hukum Syariat yang harus segera diberlakukan di Aceh. Itu juga bertujuan mencegah terjadinya pelanggaran syariat Islam, termasuk masalah pornografi,” kata dia menjelaskan.

Senada itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Jawa Barat, membuat wacana ekstrim terkait pemberian hukuman terhadap Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, apabila terbukti memerankan film porno.

…Sanksi yang diusulkan bagi pemeran video zina adalah hukuman rajam atau cambuk hingga mati…

Sanksi yang diusulkan adalah hukuman rajam atau cambuk hingga mati. Demikian diungkapkan Ketua MUI Kota Bogor KH Adam Ibrahim kepada wartawan di Jawa Barat, Jumat (18/6/2010).

Usulan KH Adam Ibrahim merujuk pada sanksi terhadap pelaku zina dalam hukum Islam. Para pelaku perbuatan keji itu apabila sudah menikah maka harus dihukum rajam atau cambuk hingga mati. “Hukuman tersebut dilakukan karena ketiganya menganut agama Islam,” terang dia.

Selain jeratan hukum secara syar’i, menurut KH Adam Ibrahim, Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari juga harus menjalani proses hukum berdasarkan hukum positif di Indonesia. Dalam kaitan ini, ketiga artis di atas bisa jadi dijerat dengan UU ITE dan KUHP.

Tuntutan hukuman keras yang diwacanakan para ulama itu makin menguat, karena peredaran video mesum yang diperankan oleh ketiga artis itu sudah terbukti merusak moral dan pranana sosial bangsa.

Seperti diberitakan voa-islam sebelumnya, usai menonton video adegan mesum ‘Ariel-Luna-Cut Tari,’ dua orang siswa SD dan SMP di Surabaya ramai-ramai mencabuli seorang siswi SD. [taz/inl, okz]

Sumber: http://www.voa-islam.com

Penyebar Video Luna Maya-Ariel Terancam 12 Tahun Penjara


JAKARTA – Pakar Hukum Universitas Indonesia Edmon Makarim menyatakan orang yang menyebarluaskan video mesum yang diduga Luna Maya dan Ariel dapat dijerat UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.

Sementara orang yang memperoleh video, kemudian menyebarkannya lagi kepada orang lain, atau dengan kata lain ‘turunannya’, takkan dikenai sanksi, karena tujuannya berbeda dengan yang pertama kali menyebarkan.

Berdasarkan ketentuan Pidana UU pornografi disebutkan bahwa orang yang menyebarluaskan pornogarfi akan dikenai hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara sebagaimana dimuat pasal 29 UU nomor 44 tahun 2008.

Pasal tersebut menyatakan, “Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah),”

Menurut Edmon, UU pornografi lebih cocok digunakan untuk menjerat pelaku ketimbang UU ITE nomor 11 tahun 2008. “Tapi UU ITE juga bisa digunakan untuk menjerat pelaku penyebaran, memang kalau kesusilaan itu agak sedikit lentur jadi harus dilihat konteksnya, kontennya. Kesusilaam itu batasan normatifnya norma yang berlaku di masyarakat,” kata Edmon.

Sebelumnya, dunia maya kembali dihebohkan dengan video porno mirip dua artis Indonesia, yaitu Luna Maya-Ariel. Akan tetapi belum dapat dipastikan apakah video tersebut benar dibintangi kedua artis tersebut.

Dalam dua video yang masing-masing berdurasi 2 menit 37 detik, dan berurasi 6 menit, 39 detik. Tampak seorang wanita tampak mirip Luna Maya sedang berada di bawah dan melakukan oral terhadap pria di atasnya. Adegan seks tersebut dilakukan di dalam kamar.

Sumber: http://news.id.msn.com/okezone/sci-tech/article.aspx?cp-documentid=4129075