(Berita Video) Pengejaran Teroris di Serdang Bedagai Sumut

Serdang Bedagai, (tvOne).

Aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap perampok bersenjata sekitar perkebunan sawit di Dolong Penampang, Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut). Penyisiran tersebut dilakukan karena kelompok bersenjata melakukan perlawanan dan terjadi kontak senjata antara polisi dengan komplotan bersenjata tersebut pada pukul 03:00, Jumat dini hari (1/10).

Lihat Videonya di sini
http://video.tvone.co.id/arsip/view/44187/2010/10/01/polisi_buru_kelompok_bersenjata/

(Berita Video) Pengejaran Teroris di Serdang Bedagai Sumut

Serdang Bedagai, (tvOne).

Aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap perampok bersenjata sekitar perkebunan sawit di Dolong Penampang, Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut). Penyisiran tersebut dilakukan karena kelompok bersenjata melakukan perlawanan dan terjadi kontak senjata antara polisi dengan komplotan bersenjata tersebut pada pukul 03:00, Jumat dini hari (1/10).

Lihat Videonya di sini
http://video.tvone.co.id/arsip/view/44187/2010/10/01/polisi_buru_kelompok_bersenjata/

Inilah Isi Surat Pelaku Bom Kalimalang Jakarta

VIVAnews — Sebuah surat ditemukan polisi dari lokasi ledakan di depan Pasar Sumberarta, Kalimalang, Bekasi. Surat tersebut diduga dibawa oleh pria berinisial ‘AH’ yang membawa sepeda kayuh yang diduga membawa bahan peledak.

Ini isi surat terduga pelaku yang diperoleh dari lokasi kejadian: “Ini adalah pembalasan pada kalian, sekutu-sekutu setan. Membunuh, menghukum mati mujahidin. Kami siap mati untuk agama yang mulia ini.”

Surat tersebut menggunakan tulisan tangan dengan tinta berwarna hitam.

Belum ada keterangan dari polisi terkait isi surat ini. Meski demikian, Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar sebelumnya telah mengkonfirmasi keberadaan surat itu.

“Surat itu kita temukan dibawa oleh korban, sudah kami amankan,” kata Kombes Boy, Kamis 30 September 2010.

Selain surat, barang bukti lain yang ditemukan di lokasi kejadian adalah sepeda kayuh, tas hitam, uang Rp 3.000 dan paling atas ditaruh panci.

Juga ditemukan serpihan ledakan seperti paku dan serbuk. Saat ini barang-barang bukti tersebut dibawa ke Polres Metro Bekasi.

Benda diduga bom meledak sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi. Paku-paku berserakan di lokasi ledakan.

Menurut Kepala Densus 88 Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Romano Angesta Yoyol, pelaku di melintas Jalan Kalimalang, tepatnya di Pasar Sumberarta. Lokasi ledakan sekitar 100 meter dari pos polisi. (umi)

Pengalamanku Betemu Syekh Usamah bin Ladin

Inilah kisah seorang ikhwan yang berjihad di bumi Afghanistan dan mendapatkan kesempatan langka bertemu langsung dan bertatap muka dengan Syekh Usamah bin Ladin. Seperti apa Syekh Usamah bin Ladin ketika berada di bumi jihad ? Bagaimana akhlak dan perilaku beliau ? Berikut penuturannya…!

Di Medan Pertempuran

Ada beberapa jabhah (front) yang pernah saya terjuni dan adapula beberapa kali operasi perang yang saya ikuti, tetapi rasanya tidak ada faedahnya sama sekali jika saya ceritakan disini, terutama bagi saya sendiri.

Saya disini hanya akan menceritakan sedikit kenangan manis saya, semasa di Front Joji Paktia Afghanistan, terutama perjumpaanku dan perkenalanku dengan Asy-Syekh Usamah bin Ladin rhm pada sekitar pertengahan tahun 1987.

Joji adalah suatu tempat pegunungan atau perbukitan yang letaknya di wilayah Paktia, wilayah bagian selatan Afghanistan, perbatasan dengan wilayah Pakistan tempatnya sangat indah dibandingkan dengan
tempat-tempat lain yang pernah saya kunjungi karena dipenuhi dengan pepohonan sejenis cemara atau pinus, sedang di tempat lain hanya terlihat bebatuan belaka, tempatnya sangat dingin lagi sejuk, jika datang musim dingin saljunya tinggi bisa mencapai dua meter atau lebih.

Pegunungan dan perbukitan ini sangat strategis baik untuk pertahanan maupun penyerangan bagi kedua belah pihak baik bagi mujahidin maupun bagi pasukan kafir komunis Rusia.

Strategis bagi mujahidin karena ia merupakan pintu masuk utama untuk pengiriman logistik, amunisi, pasukan dan sebagainya dan sangat strategis untuk penyerangan sebab tempatnya tinggi, sangat membantu para mujahidin untuk menyerang tempat-tempat di sekitarnya yang belum dikuasai baik dengan pasukan infantri maupun artilerinya.

Adapun bagi tentara kafir komunis Rusia, tempat ini sangat berharga lagi mahal, mereka siap membeli tempat ini seandainya dijual dengan berapapun bayarannya, sebab dengan menguasai Joji, akan dapat mengunci mati pergerakan mujahidin di daerah ini, dengan kata lain, mujahidin tidak bisa memasuki wilayah Afghan, jika hendak memasuki akan dengan mudah disekat dan dipatahkan, maka dengan terpaksa mujahidin akan meletakkan basenya di daerah wilayah Pakistan.

Jika para mujahidin tidak dapat memasuki wialyah Afghanistan, maka mereka tidak dapat melancarkan serangan, khususnya dengan
senjata-senjata Artilery, sebab serangan tidak mungkin dilancarkan dari negeri tetangga, sebab ketika itu tentunya sangat sensitif sekali disamping menjaga hubungan saudara sesama muslim dengan Pakistan terutama dengan Almarhum Dhiya-Ul-Haq selaku Presiden Pakistan pada saat itu dan pada saat itu boleh dikata beliau adalah bapak asuh para Mujahidin.

Karena begitu strategisnya Joji bagi kedua belah pihak yang sedang bertempur, maka tempat ini sering sekali menjadi ajang pertempuran baik daratnya maupun udaranya, hingga dikuasai oleh mujahidin sepenuhnya dan menjadi aman dari serangan musuh karena tempat-tempat lain di sekitarnya telah dapat ditaklukan semuanya kalau tidak salah pada akhir 1987 atau awal 1988-an.

Di medan Joji juga terkenal dengan bunker-bunkernya (rumah bawah tanah) hampir seluruh mujahidin yang berada di front tersebut, camp mereka berada di dalam tanah, ada satu terowongan raksasa di bawah gunung yang dibuat oleh Mujahidin yang mana ribuan senjata bisa masuk bahkan berpuluh-puluh kendaraan berat bisa sampai di dalamnya.

Bertemu Syekh Usamah bin Ladin

Ikhwah mujahidin Arab mencatat sejarah rekor yang gemilang dalam peperangan Afghanistan dari melawan tentara kafir beruang merah dan bonekanya, kemudian memerangi kaum bughot dan munafikin hingga perang melawan tentara Salibis kafir yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Sungguh jasa mereka besar sekali dalam membangun jabhah (front pertempuran) dan pertahanan di Joji, mereka membuat bunker-bunker dan trenche-trenche (parit perlindungan), bekerjasama dengan
tandzhim-tandzhim Mujahidin Afghanistan terutama dengan Ittihad Al-Islamyyah yang dipimpin oleh Asy-Syekh AbdurRabbi Rasul Sayyaf pada saat itu, mereka tidak hanya berjasa dalam menyediakan fasilitas bahkan dalam setiap penyerangan ditempat tersebut, merekalah yang menjadi ujung tombaknya.

Hampir setiap petahanan terdepan Joji yang berdekatan dengan musuh diduduki oleh Ikhwah Arab ada satu-dua camp yang diduduki oleh mujahidin Afghanistan termasuk dari tandzhim Hizbul Islam pimpinan Al-Muhandis Ghulbuddin Hikmatyar, mereka berhasil menggali trenches dan membuat bunker di daerah paling depan yang menjorok ke daerah musuh, di daerah dan tempat ini mereka namakan “Ma’sadah” (tempat berkumpulnya para singa), maksudnya tempat berkumpulnya para mujahidin yang senantiasa siap menerkam dan mengganyang musuh-musuhnya, di tempat inilah Asy-Syekh Usamah bin Ladin hfz berada, beliau adalah komandan umum bagi seluruh mujahidin Arab yang ada di tempat itu, beliaulah yang memimpin pertempuran secara langsung.

Di ma’sadah inilah saya diperkenalkan oleh Allah swt dengan beliau yaitu di sebuah bunker bawah tanah yang tertutup dengan salju yang sangat tebal dalam keadaan gelap gulita hanya ada pelita kecil yang menyinarinya.

Semula saya tidak menyangka sama sekali kalau beliau itu Asy-Syekh Usamah bin Ladin, karena sebelumnya saya belum mengenali secara pasti atau dari dekat, memang saya pernah melihat sekilas saja lagi pula hanya dari kejauhan, disamping itu saya tidak mendengar seorangpun dari ikhwah Arab yang memanggil beliau dengan namanya pada saat itu, semuanya memanggil dengan nama Kuniyah yaitu : Abu Abdullah, sedangkan pada begitu banyaknya nama kuniyah dengan nama depan Abu, termasuk Abu Abdullah.

Tetapi alhamdulillah ada salah seorang mujahid Arab pelan-pelan membisikkan di telinga saya, katanya : “Ta’rif Anta ya Akhi?” (Kenalkah anda wahai saudaraku?), sayapun bertanya kembali, “Maaza?” (Apa?), Akhi itu mengatakan, “Haaza…Huwa Asy-Syekh Usamah Ibnu Ladin.” Saya ketika itu merasa kurang percaya, lalu akh tersebut menambahkan “Uqsimu Billah” (Saya bersumpah demi Allah), begitulah kebiasaan orang Arab untuk mempercayai apa yang disampaikan.

Dengan informasi ini saya tidak menyia-nyiakan kesempatan dan peluang yang berharga ini, sayapun mulai memperkenalkan nama kuniah saya kepada beliau dengan tambahan ucapan-ucapan yang bersifat familier seperti : “Kaifa Hallukum?”, “Kaifa Shihatukum”, “Kaifa Akhbarukum?” (bagaimana keadaanmu, kesehatanmu, berita-beritamu), maka beliaupun menanggapi dengan senyum dan pandangan matanya yang khas sambil bertanya juga, “Kaifa Hallukum?”, “Kaifa Shihatukum”, “Kaifa Akhbarukum?

Hanya sebatas inilah perkenalanku dengan beliau, memang begitulah adab-adab perkenalan yang biasa dilakukan oleh mujahidin,
masing-masing menjaga kerahasiaan satu dengan yang lain, sehingga satu sama lain saling tidak mengenali berasal dari negara mana ia datang, paling-paling sebatas terka-menerka, kecuali orang-orang tertentu saja yang mengetahui, jadi tidak ada seorang mujahidpun yang menyibukkan diri dengan bertanya, misalnya, Anda dari mana?, dengan siapa? Naik apa? dan lain sebagainya.

Biasanya orang yang menyibukkan diri dengan hal ini adalah para intel yang ditugaskan meskipun tidak semuanya, ada juga yang karena kebiasaan dan pembawaan sehingga sukar merubahnya, biasanya kalau ternyata dia seorang intel atau munafikin yang ditugaskan, pasti tidak betah untuk tinggal lama berada di Front bahkan ada juga yang baru satu atau dua hari, karena serangan bom musuh yang bertubi-tubi dia seperti cacing kepanasan ingin kembali ke negerinya atau ke tempat yang aman, bahkan ada yang akhirnya mengaku bahwa sebenarnya dirinya itu adalah seorang intel sembari merajuk dengan penuh kehinaan.

Dari masa-ke masa dari waktu-ke waktu dari hari-kehari saya dengan diam-diam memperhatikan kepribadian beliau sebab pada saat itu saya punya satu keyakinan bahwa Allah swt telah memberkati umur saya dengan dipertemukan bersama sosok hamba Allah yang memiliki keutamaan, dengan kelebihan yang tidak diberikan kepada yang lainnya.

Jika melihat beliau seolah-olah saya dipertemukan dengan salah seorang sahabat Nabi saw, yaitu Utsman bin Affan r.a atau Abdurrahman bin Auf, r.a karena pada beliau-beliau r.a ada salah satu sifat yang
menyamainya, yaitu terjun ke medan perang dengan harta dan jiwanya.

Asy-Syekh Usamah bin Ladin hfz, sebagaimana yang telah dimaklumi umum bahwa beliau adalah seseorang yang boleh dikatakan bukan hanya sebagai millioner saja tetapi billioner atau lebih dari itu, namun beliau tidak menggunakan kekayaannya seperti kebiasaan orang kaya menggunakan hartanya, malah beliau terjun ke medan perang dnegan harta dan jiwanya dan siap hidup zuhud di medan perang sebagaimana mujahidin yang lain, maka ketika itu bisikan hati saya mengatakan orang seperti ini bukan mansuia sembarangan belum tentu dalam jutaan manusia ada satu orang dan sayapun hingga hari ini belum menemukan orang yang menyamainya.

Memang ada satu tabiat pada diri saya mudah-mudahan tabiat ini baik menurut Allah swt yaitu, saya dengan hamba allah yang punya kelebihan dan keutamaan, khususnya dalam urusan dien, meskipun orang tersebut dalam pandangan orang lain tidak ada kedudukan apa-apa bahkan dipandang remeh, sebab sangat sulit untuk mencari seseorang yang mempunyai satu kelebihan kemudian dengan kelebihannya itu berperan penting dalam suatu program yang sesuai sehinga dengan kehadirannya menambah kemajuan besar bagi Isalm dan kaum muslimin.

Rasulullah saw bersabda :

“Manusia itu bagaikan unta, dalam seratus unta anda tidak mendapati satu ekorpun darinya yang bisa dijadikan tunggangan yang baik.”

Maka kalau kita perhatikan sepanjang sejarah perjalanan manusia sebenarnya tidak banyak orang-orang yang diberi kelebihan oleh Allah swt. Manusia yang dipilih menjadi Rasul-Nya hanya 25 orang saja, Ash-Shodiqin, Asy-Syuhada’, Ash-Sholihihnnyapun terbatas jika dibandingkan dengan jumlah mayoritasnya.

Ulama’ fuqoha’, pakar-pakar tafsir (mufassirin) dari zaman sahabat r.a, hingga tabi’ut-tabi’in pun sangat terbatas, perawi-perawi hadits khususnya yang bertitel mukhorrij hanya beberapa orang saja, tidak sampai seratus jumlahnya.

Bersambung…

(Lucu) Humor Nabi Muhammad…bagian 1

Hehe ini lucu dan mengandung banyak pelajaran. Jangan dipikir Nabi Muhammad seorang yang serius kejam dan suka berperang. Ternyata Rasulullah ini sosok yang suka humor dan bercanda dengan teman-temannya (para sahabatnya).
Jadi salah jika kita selalu menganggap bahwa sosok Rasulullah itu serius,seram, dan arogan bahkan pemarah seperti orang-orang yang katanya mengaku pengkutnya dan menjalankan sunnahnya itu (maaf yang merasa).
Postingan ini sebagai renungan juga bahwa untuk menjalani kehidupan ini kita perlu enjoy dan selalu ceria dan bahagia agar tidak stres menghadapi kehidupan ini yang sebenarnya tidak berat tapi dibuat berat oleh diri kita sendiri.


Tapi perlu diingat bahwa humoran dan candaan rasulullah mengandung kebenaran dan bukan dusta dan tidak ada menghina atau mencela orang lain dan tidak menyinggung orang yang diajak bercanda. Beda dengan lawakan sekarang ini yang penuh dengan ejekan,kadang hinaan dan menyinggung perasaan. Sehingga tak jarang kita lihat perkelahian atau pembunuhan diakibatkan candaan yang sepertinya sepele dan berakhir malapetaka.
Maka ingatlah kalau anda membuat humor atau bercanda jangan mengandung kebohongan dan jangan menghina orang lain.


Berikut ini humor-humor Rasulullah yang saya kutip dari beberapa sumber.

Humor Ali Makan Kurma

Suatu hari Rasulullah bersama Ali dan sahabat yang lain sedang makan kurma bersama-sama. Pada saat makan kurma itu biji kurma bekas Ali diletakkan di depan Rasul. Ketika hampir selesai Ali berkata “Ya, Rasulullah kelihatan engkau sangat lapar karena makan kurma begitu banyak, lihat biji kurma itu banyak di depan engkau.”
Kemudian rasulullah mejawab,”Bukannya engkau yang sangat lapar karena makan kurma bersama biji-bijinya”.
“Lihat tidak ada biji kurma di depan mu”?

Nenek-Nenek Gak Masuk Surga

Ini kisah terjadi ketika seorang nenek-nenek yang datang menjumpai rasulullah dan bertanya,”ya Rasulullah apakah saya masuk surga?”.
Lalu rasulullah menjawab,” Maaf Nek, orang yang sudah tua (nenek-nenek) tidak ada di dalam surga”… Belum selesai rasulullah berbicara nenek-nenek itu kemudian bersedih….
Kemudian rasul meneruskan perkataannya, “Di Surga nanti umur manusia berkisar antara 30-35 tahun (dimudakan lagi) muda,cantik dan tampan kembali”.
Baru nenek-nenek itu tersenyum senang .

Kurma dan Sakit Mata
Suatu saat Ali sakit mata dan duduk bersama Rasulullah.
Kemudian datang sahabat lain membawa kurma untuk mereka santap.
Kemudian Mereka asyik makan kurma. Ketika makan rasulullah berkata kepada Ali.
“Mengapa kamu makan kurma sedang matamu sakit?”
Kemudian Ali spontan menjawab “ya rasulullah saya makan dengan sebelah mata saya yang masih sehat?” mendengar jawaban Ali Rasulullah pun tersenyum lebar.

Bersambung bagian 2…

Awas Indonesia dan Malaysia Sedang Diadu Domba

Sedang terjadi skenario besar untuk menghancurkan negara2 dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Siapa dalangnya? Coba para pembaca tebak sendiri.
Indonesia dan Malaysia adalah negara yg memiliki jumlah penduduk beragama Islam mayoritas menjadi sasaran berikutnya. Sedang terjadi adudomba yg memancing emosi rakyat dari kedua belah negara. Isu-isu klaim mulai digencarkan untuk memancing pihak Indonesia agar terjadi konflik.
Jika Indonesia dan Malaysia berperang, maka semua negara superpower akan membela Malaysia dan ini sbagai batu loncatan bagi pihak2 yg ingin menghancurkan Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.
Semoga ini tidak akan terjadi dan kita sebagai rakyat jangan sampai terprovokasi. Semoga Allah melindungi umat Islam di seluruh dunia, amin.
Wallahu ‘alam bi showab.

Arrahmah.com M Jibril Copy Paste

Muhammad Jibriel Abdul Rahman Akhi (Saudaraku) Jibril, Kami Ingin Menemuimu…! Meskipun sudah empat hari, pen’culik’an pimpinan sekaligus pendiri Ar Rahmah Media, M. Jibril Abdul Rahman terjadi, namun hingga hari ini keberadaan beliau belum diketahui. Majelis Mujahidin yang dipimpin langsung oleh Amir ( pimpinan)nya, Ustadz Muhammad Tholib, Ketua Lajnah Tanfiziyah, sekaligus paman beliau, Irfan S Awwas, dan Ustadz Abu Jibril, ayah beliau, Kamis, 27 Agustus 2009 mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan tuntutan dan memastikan keberadaan M Jibril. Bersama perwakilan Majelis Mujahidin dari beberapa daerah, seperti Sumatra, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta, rombongan berangkat dari rumah kediaman Ustadz Abu Jibril di Pamulang. Tuntutan Majelis Mujahidin Setelah menunggu cukup lama, rombongan akhirnya ditemui oleh Kadensus 88 Anti Teror, Bareskrim Polri, Drs.S.Usman Nasution pada jam 11 siang. Setelah berbasa basi sejenak, Majelis Mujahidin yang diwakili Irfan S Awwas menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama, dikarenakan M Jibril juga termasuk anggota Majelis Mujahidin, maka Majelis Mujahidin perlu mengetahui keberadaan anggotanya, yakni M Jibril, dan atas tuduhan teroris yang dialamatkan kepadanya. Selanjutnya, Irfan S Awwas juga menyampaikan bahwa karena beliau juga adalah paman dari M Jibril, sangat menyayangkan penangkapan ke M Jibril yang tidak prosedural, apalagi M Jibril sendiri adalah seorang juru dakwah, hal ini membuktikan dugaan bahwa Densus 88 anti Islam dan kaum Muslimin. Untuk itu, Majelis Mujahidin meminta kejelasan atas semua yang terjadi ini. Kadensus memberikan jawaban awal dan mengakui bahwa memang anggotanya telah menangkap M Jibril, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini menurutnya masih terus dilakukan penyelidikan apakah ada hubungan antara M Jibril dengan peristiwa di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Kadensus berjanji berdasarkan ketentuan bahwa 7 x 24 jam jika M Jibril memang tidak terbukti bersalah maka akan dilepaskan. Kadensus juga menyampaikan permohonan maaf tidak bisa memperlihatkan M Jibril kepada rombongan dikarenakan masih berada di ‘lapangan’ dan tidak di satu tempat, untuk kepentingan penyelidikan. Kadensus juga menegaskan bahwa penangkapan M Jibril adalah murni masalah penegakan hukum dan tidak terkait dengan masalah lain. Ustadz Abu Jibril ; Kami Ingin Bertemu…! Ustadz Abu Jibril pada kesempatan itu menceritakan kronologis pen’culikan’ M Jibril, anak beliau. Padahal menurut beliau, setelah ada rilis DPO di TV, M Jibril telah disuruh pulang, dan bermaksud akan diantar ke Mabes Polri. Namun, beliau menyayangkan dan kecewa berat, karena justru tindakan-tindakan mirip preman yang dialami anaknya, yang bermaksud pulang ke Pamulang, dari kantornya di Bintaro. Beliau menuturkan bahwa M Jibril sempat ditelungkupkan, lalu ditekan dan diborgol. Pada saat itu, M Jibril sempat berteriak Allahu Akbar, dan sempat menarik perhatian orang, hingga meletus tembakan ke udara sebanyak satu kali. M Jibril lalu dipaksa masuk mobil dan dilarikan. Sempat terjadi kejar-kejaran, dan cerita selanjutnya sebagaimana sudah banyak diberitakan di media massa. Hal ini menurut Ustadz Abu Jibril menunjukkan ketidakprofesionalan aparat dalam penanganan terorisme. M Hariyadi Nasutioan, Coorporate Lawyer Ar Rahmah Media, mempertanyakan kejanggalan penetapan DPO kepada M Jibril. Karena menurut beliau pada hari Kamis malam (20 /8) M Jibril masih meliput untuk Arrahmah.com di Masjid Munawwarah di antara para aparat polisi yang berjaga-jaga, karena serangan oleh massa BMB. Jadi sangat aneh kalau M Jibril dijadikan DPO, karena dianya masih sering pulang pergi Bintaro Pamulang, meliput berita, dan pelbagai aktivitas lainnya. Jadi mengapa tidak dikeluarkan saja surat penangkapan secara resmi? Inikan polisi bukan preman, ujarnya. Mengapa dalam penangkapan itu juga tidak ada surat tugas. Jadi, sangat tidak profesional. Digugat seperti ini, Kadensus mengatakan bahwa DPO tidak keluar begitu saja, melainkan sudah dipertimbangkan masak-masak dan prosesnya lama. Artinya M Jibril sudah diawasi berhari-hari, sudah dikaji secara matang dan sudah ditanyakan kepada para saksi-saksi yang ditangkap terlebih dahulu. Kadensus kembali berjanji bahwa 7 x 24 jam tidak terbukti bersalah, maka M Jibril akan dilepaskan. Kami saat ini sedang kejar target tersebut. Umat Islam Tertuduh? Dialog masih berlanjut. Ustadz M Thalib, Amir Majelis Mujahidin menjelaskan hal-hal prinsip tentang pengertian jihad yang selalunya secara salah dikait-kaitkan dengan terorisme. Beliau juga menyoroti pola-pola yang berulang yang dilakukan aparat dalam memerangi Islam dan kaum Muslimin, Pada masa Soekarno ada UU Anti Revolusi, yang ujung-ujungnya memerangi Islam dan Kaum Muslimin, Lalu di masa Soeharto ada UU Subversif, yang juga anti Islam dan kaum Muslimin. Kini ada UU Anti Terorisme yg memusuhi aktivis dakwah Islam. Wallahu ‘alam.

JAKARTA DI SERANG TERORIS….!

Pada tanggal 21 Desember kemarin Jakarta dikepung oleh teroris tapi dengan mudah teroris itu bisa dikalahkan oleh para aparat gabungan dari POLRI dan TNI….
Kok gampang banget ya teroris dikalahkan…namya juga simulasi…..
Teroris kok ditantang.. Apa bener kalo udah buat simulasi melawan teroris…trus terorisnya kabur.
Sepertinya para teroris mulai ditantang. Memang pada saat simulasi terorisnya pasti kalah karena udah disekenariokan seperti itu. Ada -ada aja nih pemerintah. MENDINGAN BIAYA UNTUK BUAT SIMULASI DIBAGI-BAGIUNTUK RAKYAT MISKIN YANG HASILNYA NYATA YAITU MELAWAN TERORIS KEMISKINAN.

Sejumlah pasukan khusus anti teror (Densus AT88) Polda Metro Jaya melakukan penangulangan teroris dan pengamanan serta evakuasi korban tindakan teror yang dilakukan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Selasa (16/12) Simulasi tersebut dilakukan dalam mengantisipasi berbagai tindakan teror yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Senin, 22 Desember 2008 | 04:03 WIB

JAKARTA, SENIN – Untuk mengasah dan mempertajam kesiapsiagaan aparat TNI-Polri dalam menanggulangi kemungkinan ancaman aksi terorisme, Simulasi Anti Teror direncanakan dilakukan setiap tahun, demikian Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira di Jakarta, Minggu (21/12).   

Dia juga berharap, mekanisme bantuan dari TNI kepada Polri untuk ke depan segera dibentuk dan ditetapkan ke dalam Standar Operating Procedure (SOP).  “Karena hingga kini masih belum ada aturan baik undang-undang maupun peraturan pemerintah pengganti undang-undang yang mengatur hal tersebut,” ujar Abubakar.   

Dalam simulasi penanggulangan ancaman aksi terorisme di Jakarta terjadi di lima titik yang tidak mungkin ditanggulangi semuanya oleh Polri. “Makanya kita perlu bantuan TNI,” tambah Abubakar.

Meskipun mendapat bantuan TNI, katanya, dalam pelaksanaan komando operasi tetap akan berada di Polri. Sebab, tertib tugas polisi adalah melakukan penegakan tertib sipil.  “Kecuali kalau dalam keadaan darurat kan lain, itu kan Presiden. Ini kan dalam keadaan tertib sipil makanya tetap Polri,” tambahnya.
    
Latihan gabungan ini adalah yang pertama kali. Apapun kekurangan-kekurangan yang ditemukan hari ini, kata Abubakar, akan dievaluasi untuk ke depan. “Karena kemungkinan latihan ini akan dilaksanakan setiap tahun,” kata dia.

Dalam sehari ini, personil gabungan TNI-Polri melakukan latihan penanggulanagan dan kesiapsiagaan TNI-Polri dalam mengatasi ancaman terorisme. Untuk di Jakarta, latihan  berlangsung di lima lokasi antara lain, di Tanjung Priok, di lapangan terbang Halim, Gedung Bursa Efek Indonesia, The Sultan Hotel, dan Hotel Borobudur.

Selain itu juga dilaksanakan di beberapa daerah seperti di Jawa Timur di Hotel JW Mariot, Shangri-la dan Sheraton. kemudian di Bali di Hardrock Cafe, Hotel Continental.
    
Hal serupa juga berlangsung di Kepulauan Riau, Selat Malaka. Untuk Jawa Tengah dan DIY di antaranya berlangsung di kantor telekomunikasi, Hotel Ciputra dan Hotel Jayakarta.

Pro Kontra Eksekusi Mati Amrozi CS

Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 142 yang artinya:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad[232] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

[232] Jihad dapat berarti: 1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam; 2. memerangi hawa nafsu; 3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam; 4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.

Apakah memang benar Amrozi CS itu mujahidin atau akan mati sahid dan masuk Surga. Hanya Allah saja yang maha tahu dan kita sebagai manusia tidak berhak untuk menghakimi mereka.
Sebagai manusia biasa Allah menghendaki agar kita berharap akan keridoan dan surganya Allah dan takut dan cemas akan siksa dan azab serta murka Nya Allah SWT. Jka ada dua perasaan ini dihati kita maka Allah yang akan menyelamatkan kita.

Sebagai manusia biasa kita tidak boleh merasa bahwa kita sudah menjadi ahli surga… apabila ada perasaan itu dihati kita. Itu merupakan penyakit yang perlu diwaspadai.

Masalah pro dan kontra eksekusi mati Amrozi CS, sudah dijawab Allah dalam ayat al Qur’an diatas. Kita tidak berhak mencampuri urusan yang sudah menjadi hak mutlak Allah SWT. Pengertian jihad juga ada di tafsir Al Qur’an. kita bisa menilai diri kita sendiri apakah kita sudah berjihad atau belum. Hukukm di dunia ini memang jarang ada yang memberikan keadilan. Di dunia ini yang ada hanya pengadilan sedangkan keadilan belum tentu ada.
Jika para petugas yang telah diberi wewenang dan telah disumpah atas nama Allah dan di bawah kitab suci Al’Qur’an, sedangkan mereka tidak bisa melaksanakannya dengan baik maka hanya Allah saja yang bisa menghukumnya.
Allah berfirman dalam surat An Nahal ayat 91 yang artinya:

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.

8 Penyakit Masyarakat Islam

Rusaknya masyarakat Islam saat ini sehingga runtuh dan tidak punya kekuatan karena banyak sekali penyakit yang dideritanya. Sadar atau tidak sadar penyakit ini belum sepenuhnya bisa diobati. Hal ini disebabkan karena banyaknya obat yang digunakan malah sebagaipenambah penyakit umat ini.

8 Penyakit umat ini yaitu:

Syirik kepada Allah
Banyak berbuat bid’ah
Lalai dalam beribadah
Bodoh dalam Ilmu Agama
Individualis dan egois
Riya dan selalu mengharap imbalan (pujian & materi)
Cinta dunia dan
Takut Mati

Apakah kita menghidap salah satu penyakit ini waspadalah….?