Ritual Telanjang Bulat Untuk jadi PNS

Astaghfirullah haladzim, aneh-aneh saja kelakuan manusia akhir jaman ini..

BANGKA POS.COM- Kedengarannya aneh, tapi kabar ini benar benar terjadi di Tanjungsari, Pacitan Jawa Timur. Beberapa warga menjadi korban penipuan penelepon misterius yang meminta mereka untuk telanjang bulat di pantai dan hutan sambil mendoakan agar bupati Pacitan sembuh dari penyakitnya, Jumat (22/10).
Si penelepon itu mengatasnamakann suruhan Sekda untuk mengajak warga menggelar upacara dalam kondisi telanjang bulat agar bupati Pacitan sembuh dari penyakitnya. Bagi yang bersedia dijanjikan akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Walau tampak lucu, tapi banyak warga yang mau dan sudah melakukan hal itu setelah menerima telepon dari sosok yang misterius.
Kepala Desa Tanjungsari, Bambang Sutejo membenarkan adanya aksi itu atas perintah seorang penelepon yang mengaku suruhan Sekda Pacitan, Mulyono.
“Orang pertama yang memberi tahu saya adalah Hernowo, penilik sekolah di Kecamatan Kebonagung” katanya ditulis warta kota. Melalui pejabat penilik sekolah (PS) inilah Bambang Sutejo mengaku pertama kali mendapat informasi adanya instruksi Sekda yang memerintahkan sejumlah warga menggelar ritual telanjang.
“Intinya, warga diminta melakukan ritual telanjang dan berdoa untuk kesembuhan Bupati Sujono yang dikabarkan sakit” katanya.
Setelah mengumpulkan sejumlah warga dan perangkat, pada Kamis malam, sekitar pukul 21.00, para peserta ritual kemudian dihias dengan warna serba hitam. Proses rias berlangsung hingga Jumat dini hari sekitar pukul 04.00.
Tidak hanya di Desa Tanjungsari, penipuan berkedok ruwatan penyakit Bupati Pacitan tersebut juga dialami sejumlah warga dan perangkat Desa Mentoro, Kecamatan Pacitan. Mereka bahkan sempat menggelar upacara di tengah hutan dalam kondisi telanjang bulat diiringi suara gamelan. “Kami bersedia melakukan ritual karena dijanjikan akan diangkat menjadi PNS,” kata seorang korban penipuan itu. Warga yang menjadi korban penipuan baru sadar setelah melakukan ritual telanjang, pria misterius yang sebelumnya aktif menelpon tidak lagi menghubungi mereka.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kabag Humas Pemkab Pacitan, Endang Surjasri membantah bahwa perintah ritual telanjang itu berasal dari Sekda. Dia juga menampik kabar mengenai sakitnya Bupati Sujono karena guna-guna.
Menurutnya, kalaupun pemkab punya hajatan pasti akan diberikan pemberitahuan secara resmi. “Kami mengimbau pada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan telepon ataupun SMS yang mengatasnamakan pejabat pemkab,” ujarnya (*)

sumber:www.bangkapos.com

Astaghfirullah,102 Pria Wanita Ini Sengaja Bugil Di Hari Lebaran

Astagfirullah… Gimana azab tidak turun kalau kelakuan manusia sudah seperti ini…

Ya Allah hindarkanlah kami dari segala azab di dunia dan di akherat.
ESSEX, KOMPAS.com – Ada-ada saja ulah manusia yang ingin menjadi populer dan terkenal di seluruh dunia. Di Essex, Inggris ada 102 pria dan wanita nekat telanjang bulat.

Namun, ke 102 pria dan wanita yang bugil-gil ini tidak berbuat mesum. Mereka datang di taman bermain Adventure Island, di Southend naik rollercoaster, ingin mengukir sejarah dan masuk world record.

Rupanya ke-102 pria wanita bugil ini berhasil mematahkan rekor lama, yang diukir 22 pria-wanita bugil, yang bermain rollercoaster di taman bermain Alton Towers, di Staffordshire pada 2004.

SBY: Indonesia Tidak Telanjang

Calon presiden yang diusung koalisi pimpinan Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, membantah bahwa Indonesia diserbu oleh barang-barang impor dari luar negeri.

Menurutnya, rasio antara barang impor yang masuk di Indonesia dan gross domestic product (GDP) berkisar di angka 29 persen, lebih rendah dibandingkan Filipina, 36 persen; Thailand, 74 persen; dan Malaysia, 80 persen.

“Jadi, tidak benar Indonesia telanjang terhadap barang ekspor negara lain,” ujar SBY pada acara diskusi calon presiden yang diselenggarakan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Rabu (20/5) di Djakarta Theatre, Jakarta.

SBY mengatakan, pemerintah saat ini tetap berkomitmen dalam melakukan proteksi terhadap usaha mikro dan usaha kecil menengah di Indonesia.

Sumber: Kompas.com

Bahaya Pandangan Mata (bag.2 Selesai)

Fitnah An-Nazhar (bahaya pandangan) merupakan salah satu problematika terbesar yang menimpa kaum mukminin pada umumnya, kelompok muda pada khususnya dan lebih khusus lagi kepada mereka yang belum menikah. Sebuah fitnah yang mengepung di berbagai lokasi, seperti di pasar, rumah sakit, pesawat terbang, bahkan pada tempat-tempat suci sekalipun. Jauh empat belas abad yang lampau Rasulullah n telah mengingatkan kita dengan sabdanya :

“Tiada suatu fitnah (bencana) sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi kaum pria selain daripada wanita.” Muttafaqun `Alaih.

Rasullah juga bersabda :

“Sesungguhnya dunia itu manis nan menawan, dan sesungguhnya Allah memberikan penguasaannya kepada kamu sekalian, kemudian Dia melihat apa yang kamu kerjakan. Maka berhati-hatilah kamu terhadap (godaan) dunia dan wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Israil adalah wanita.” (H.R. Muslim).

Berikut ini adalah beberapa pencegahan dari fitnah ini yang merupakan lanjutan dari edisi sebelumnya :

5. Kita menyadari bahwa kedua mata kita akan menjadi saksi di Yaumil Hisab kelak atas apa yang kita lihat selama hidup di dunia. Firman Allah l :

“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 41:20)

Dalam shahih Muslim dari Anas berkata :

“Pada suatu hari kami sedang bersama-sama Rasulullah n kemudian beliau tertawa, maka beliau bertanya : “Apakah kalian mengetahui apa yang menjadikan saya tertawa ?”, kami menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Rasulullah n bersabda : (Seorang hamba bertanya kepada Rabbnya : “Wahai Rabbku bukankah kamu berjanji untuk melindungiku dari tindakan kezhaliman, Allah l menjawab : “Benar”. Kemudian hamba tersebut berkata : Saya tidak memperkenankan (perhitungan) atas diri saya kecuali dihadirkan saksi dari diriku sendiri”. Allah l berkata: “Cukuplah bagimu saksinya dirimu sendiri pada hari ini dan para Malaikat pencatat. Maka mulutnya terkunci dan diperintahkan kepada seluruh anggota tubuhnya untuk berbicara, maka anggota tubuhnya menceritakan seluruh perbuatannya, lalu orang tersebut dipersilahkan untuk berbicara,ia berkata: menjauhlah engkau (kepada anggota tubuhnya) selanjutnya ia berdebat dengannya.”
Dari sini telah menjadi jelas bahwa mata yang anda tundukkan dari hal-hal yang haram akan memberikan persaksian terhadap anda di hari Qiamat maka ikatlah ia dari hal-hal yang haram.

6. Mengingat eksistensi Malaikat yang bertugas mencatat segala perbuatan anda. Firman Allah n :

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. 50:18)

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 82:10-12)

7. Mengingat bahwa bumi yang kita pijak akan memberikan persaksian atas seluruh peristiwa kemaksiatan yang terjadi diatasnya. Allah l berfirman mengenai ihwal bumi pada Hari Qiamat kelak :

“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. 99:4)

Nabi menafsirkan ayat ini dengan sabdanya :

“Akhbaaruhaa (beritanya) yaitu dengan bumi ini bersaksi atas setiap manusia dan umat terhadap setiap perbuatan yang dilakukannya di permukaan bumi, dengan berkata : (Dia melakukan ini dan begini, pada hari ini dan ini)”. H.R. At Tirmidzi, dan berkata : “Hadits hasan shahih”.

8. Ingatlah bahwa bidadari yang menyejukkan mata menunggu para penghuni surga, dari Abu Hurairah z. dari Nabi :

“Setiap lelaki penduduk syurga memiliki dua istri dari bidadari yang cantik jelita, setiap bidadari memiliki 70 pakaian, tampak sumsum betisnya dari belakang daging.

Disarikan dari : Fitnah An-Nazhar wa `Ilajiha.
Penerjemah : Muh. Khairuddin Rendusara.

Tuhan Menelanjangi Manusia…

Sejak kapan manusia itu telanjang..? Kenapa manusia lahir dalam keadaan telanjang…? Kenapa mesti telanjang?
Pertanyaan – pertanyaan aneh ini mungkin pernah muncul di benak anda. Mengapa manusia ini telanjang dan apakan Tuhan yang menelanjangi manusia?
Setelah itu Tuhan pula memerintahkan manusia berpakaian, sedngkan hewan sejak lahir sudah diberi baju atau kulit yang berfungsi sebagai hiasan tubuhnya bahkan berfungsi sebagai pakaiannya. Misalnya Hariamau walaupun dia tidak pakai baju tapi kulitnya bisa melindung badannya dari hawa dingin dan panas. Hewan yang tinggal di kutub sudah dilengkapi dengan kulit yang berbuluh tebal sehingga tidak kedinginan. Burung-burung mempunyai bulu-bulu yang indah sebagai hiasan badanya dan tidak memerlukan perhiasan dari luar dirinya lagi.
Ada apa degan manusia…?
Kenapa manusia dibiarkan lahir dalam keadaan telanjang dan harus diperintahkan berpakaian lagi.
Mari kita simak apa kata Allah dalam Al Qur’an

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (QS:Al A’raaf:22)

Dari keterangan ayat ini dijelaskan bahwa manusia itu pertama sekali terbuka auratnya atau telanjang yaitu karena manusia berbuat dosa dan melanggar larangan Allah dan mengikuti syaitan.

Padahal sebelum kejadian itu Allah sudah memperingati nabi Adam…

Maka Kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. (QS:Thahaa:117)

Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, (QS:Thaahaa:118)

Tapi memang manusia bisa khilaf dan lupa jika syaitan itu adalah musuh kita yang nyata yang selalu menjerumuskan manusia.

Jika kita berbuat dosa walaupun orang lain tak melihatnya maka sesungguhnya Allah maha melihat dan lambat laun Allah akan menelanjangi kita dengan membukakan aib dan kesalahan kita kalau tidak di dunia maka diakhirat akan diperlihatkan Allah Subhana wa Ta’ala.

Wallahu ‘alam bi showab.

Kecelakaan di Batu, Satu Korban Dievakuasi Dalam Keadaan Tanpa Busana

 

mobil-naas-dalamPenjaga Vila Sempat Bersihkan Sisa Miras.Kecelakaan maut yang menewaskan sembilan mahasiswa sejumlah kampus di Kota Malang, Kamis (16/4) dini hari ternyata masih menyisakan masih banyak pertanyaan di benak warga. Apalagi saat kejadian arus lalu lintas di Jl Panglima Sudirman lengang.

“Tak ada bunyi apapun yang kami dengar sebelumnya. Baik ban pecah atau pergesekan ban dengan aspal karena direm mendadak. Hanya satu kali bunyi keras yakni saat mobil menghantam pohon hingga mobil itu terbelah,” ungkap Mulyono, seorang saksi.

Hal yang sama juga diungkapkan sejumlah warga lainnya yang ikut mengeluarkan para korban dari mobil yang sudah ringsek karena tertabrak pohon Angsana. Beberapa dari mereka malah melontarkan kenyataan yang mengejutkan di mana salah seorang korban perempuan sudah tak memiliki pakaian lengkap alias bugil saat dikeluarkan dari mobil. Dan satu korban lelaki hanya menggunakan celana pendek berwarna putih dan telanjang dada.

Sebagian besar korban wanita menggunakan pakaian agak terbuka. Korban menggunakan celana jeans super pendek serta baju tank-top. Bahkan beberapa warga memperkirakan jika kecelakaan terjadi karena sang pengemudi, Anang Kasin, 24, warga Bali, dalam kondisi mabuk.

Ketika dikonfirmasi kebenarannya, Kapolres Batu, AKBP Tejo Wijanarko SIK, membenarkan bahwa korban kebanyakan berpakaian seperti habis merayakan pesta.

“Ya memang benar mereka berpakaian minim. Ketika kami tanyai pada beberapa saksi, mereka usai merayakan ulang tahun teman mereka di villa Songgoriti. Untuk miras, belum ada bukti yang mengarah ke sana,” ungkap Tejo Wijanarko, saat konferensi pers dengan wartawan di Mapolres Batu.

Hal itu juga dibenarkan oleh penjaga villa, Bagus Santoso, yang juga dimintai keterangan oleh Polres Batu. Dalam keterangannya, Bagus mengungkapkan bahwa Anang Kasin dan 16 temannya memang menyewa villa yang dijaganya dalam waktu short time alias tiga jam dengan sewa Rp 125.000. Para korban datang pukul 22.00 WIB dengan dua mobil dan empat sepeda motor.

“Namun setengah jam sebelum perjanjian sewa habis. Mobil Taruna warna metalik serta mobil sedan berwana merah keluar bersamaan, namun saya lupa nopolnya. Sementara beberapa temannya masih ada yang tinggal di villa,” ungkap Bagus.

Selama beberapa jam dalam villa, Bagus, masih mendengar suara gaduh seperti orang yang sedang berpesta. Sebagian ada yang bernyanyi keras-keras dan cukup membuat bising. Namun itu dibiarkan karena belum malam dan menganggu.

“Saat mereka keluar saya melihat dua mobil itu berpacu cukup kencang ke arah wisata Payung. Dan selang setengah jam kemudian saya mendengar ada gelas pecah di dalam villa, kemudian saya mendengar salah seorang teman cewek mereka mendapat telpon bahwa teman mereka kecelakaan,” tandas.

Ketika ditanya apakah, para korban sempat menenggak minuman keras, saksi membenarkan. Pasalnya saksi ikut membereskan beberapa botol miras mahal seperti Johny Walker Red Label dan Johny Walker Black Label. “Saat mereka chek out, saya pun harus memberesi bekas muntahan beberapa teman mereka,” tandasnya. SURYAONLINE

sumber : http://www.surya.co.id/2009/04/17/kecelakaan-di-batu-satu-korban-dievakuasi-dalam-keadaan-tanpa-busana/

8 WAKTU-WAKTU ANJURAN UNTUK BERJIMA’ (BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI,ML,SENGGAMA,BERSETUBUH,NGE-SEX)

tanganhatiDALAM ISLAM ADA WAKTU-WAKTU YANG DIANJURAN UNTUK BERJIMA’, JIKA KITA MELAKSANAKAN WAKTU WAKTU YANG DIANJURKAN OLEH RASULULLAH INI MAKA KITA AKAN MENDAPATKAN KETURUNAN YANG BAIK-BAIK DAN SEMPURNA SESUAI DENGAN YANG KITA HARAPKAN.

Adapun hadists Rasulullah Salallahu alaihi wasalam tentang waktu-waktu yang dianjurkan untuk berjima’ sebagai berikut:

1. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu bacalah : “Allahumma Jannibnis Syaitan Wajanibis Syaitan Mimma Rozaktani.” Maka yang demikian itu kalau Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu anak, tidak dimudaratkan oleh syaitan terhadapnya selama-lamanya. “

2. “Wahai Ali..! hendaklah kamu berjima’ dengan isterimu pada malam Isnin maka sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak, ia akan menjadi seorang yang berpegang teguh kepada kitab Allah (Al-Quran) dan redha terhadap segala pemberian Allah s.w.t. (baik d! an buruk Qada’ dan Qadar Allah).”

3. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu pada malam Selasa, Allah s.w.t. akan memberi kepada kamu berdua anak yang mendapat nikmat Mati Syahid sesudah syahadah : ‘Anla ilahaillallah wa anna Muhammada ar-Rasulullah’ dan Allah s.w.t. tidak azabkannya (turun bala kepadanya) bersama-sama orang musyrikin, mulutnya berbau harum yang akan melembutkan hati orang, bersih lidahnya daripada mengumpat, berdusta dan mengadu-domba. “

4. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu malam Khamis, maka Allah s.w.t. akan mengurniakan kepada kamu berdua anak yang bijaksana, atau seorang yang alim,di kalangan orang-orang yang alim.”

5. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu sewaktu matahari di tengah langit, Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua seorang anak yang tidak di hampiri syaitan sehingga ia beruban (tua) dan menjadi seorang yang faqih serta Allah s.w.t. rezekikan kepadanya keselamatan agama dan dunia.”

6. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu pada malam Jumaat dan nanti anak kamu berdua adalah seorang pemidato yang berwibawa dan petah.”

7. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu pada hari Jumaat, selepas Asar, Allah s.w.t. akan kurniakan seorang anak yang terkenal, masyhor dan alim.”

8. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu pada malam Jumaat selepas Isyak yang akhir, maka sesungguhnya di harapkan anakmu nanti menjadi seorang yang abdal (terkemuka)

Wasiat Rasululullah s.a.w
Kaffarat bagi suami yang menggauli isterinya yang sedang haidh.
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang menggauli isterinya yang sedang haidh. Lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Hendaklah ia bershadaqah dengan satu dinar atau setengah dinar.’”[18]

• Apabila seorang suami ingin bercumbu dengan isterinya yang sedang haidh, ia boleh bercumbu dengannya selain pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

“Lakukanlah apa saja kecuali nikah (jima’/ bersetubuh).” [19]

• Apabila suami atau isteri ingin makan atau tidur setelah jima’ (bercampur), hendaklah ia mencuci kemaluannya dan berwudhu’ terlebih dahulu, serta mencuci kedua tangannya. Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila beliau hendak tidur dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu’ seperti wudhu’ untuk shalat. Dan apabila beliau hendak makan atau minum dalam keadaan junub, maka beliau mencuci kedua tangannya kemudian beliau makan dan minum.” [20]

Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata,

“Apabila Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu’ (seperti wudhu’) untuk shalat.” [21]

• Sebaiknya tidak bersenggama dalam keadaan sangat lapar atau dalam keadaan sangat kenyang, karena dapat membahayakan kesehatan.

• Suami isteri dibolehkan mandi bersama dalam satu tempat, dan suami isteri dibolehkan saling melihat aurat masing-masing.

Adapun riwayat dari ‘Aisyah yang mengatakan bahwa ‘Aisyah tidak pernah melihat aurat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah riwayat yang bathil, karena di dalam sanadnya ada seorang pendusta. [22]

BERITA MENGENASKAN “Dukun Itu Telanjangi Pasien Perempuan”

Berita mengenaskan ini sangat membuat gerah dan marah, gimana hal ini bisa terus terjadi di negara yang notabene mayoritas masyarakatnya beragama Islam, tapi masih percaya kepada dukun dan melakukan praktek perdukunan. Jelas-jelas itu sangat dilarang dalam agama Islam dan hukumnya adalah haram.
Ya… inilah kondisi umat Islam di Indonesia…mengenaskan…
Jika kita tidak berdakwahdan meninggalkan usaha dakwah maka inilah yang akan terjadi. Jika para ulama masih mementingkan golongannya dan sibuk mengutamakan urusan dunia maka umat akan semakin hancur. 
Untuk menghindari ini maka marilah kita jaga diri kita dan ahli keluarga kita dari siksa api neraka dengan mengajaknya untuk mengamalkan agama. keluarga bukan saja anak dan istri kita tapi semua umat Islam adalah keluarga dan saudara kita.
Wallahu ‘alam.

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Pencabulan yang dilakukan oleh dukun hingga saat ini masih saja terjadi. Lagi-lagi korbannya adalah perempuan. Praktik dukun seperti ini sesungguhnya sangat merugikan korps dukun. Namun, mau bagaimana lagi, jika hasrat sudah mengalahkan segalanya, nama baik korps pun dibuang ke tong sampah.

Adalah Suranto Utomo (34) seorang dukun yang sedang diperiksa di Poltabes Banjarmasin dengan tuduhan pencabulan. Yang melaporkan siapa lagi kalau bukan pasien bersama keluarganya.

Korbannya adalah siswi SMA swasta di Kota Banjarmasin berinisial IA (16). Tindakan pencabulan dilakukan tersangka di Hotel Prima, Jalan Kolonel Sugiono, Rabu (11/3) pukul 19.30 Wita.

Saat dimintai keterangan oleh wartawan, Suranto enggan berkomentar. Juru sembuh ini beralasan kepalanya sedang pusing. Namun, Suranto yang baru 20 hari tinggal di Banjarmasin mengakui, dia mengenal IA pekan lalu karena pernah dilayaninya berobat sebanyak dua kali. Dalam pencabulan tersebut, Suranto mengaku sempat melepas pakaian korban.

Kasat Reskrim Poltabes Banjarmasin Kompol Edy Suwandono membenarkan pihaknya telah menangkap tersangka setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, Kamis sekitar pukul 05.00 Wita

Menurut Kompol Edy, Suranto dapat dikenai Pasal 286 dan 290 KUHP tentang Pencabulan serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur.

Canggih dan Mutakhir Penemuan NASA Terbaru (Tes Mata sederhana)

Test Mata sederhana saya harap ini berhasil pada anda

Silah kan ikuti petunjuk

1. Pertama tutup salah satu mata anda.
2. Arahkan Mouse Pointer anda pada bintang merah *.
3. Clik Kanan Pada Bintang merah tsb *.
4. Lalu Pilih Select All
5. Anda AKan LIat Hasilnya.

                           
                             *

TES  RESULT:

 

 

 

 

MATA ANDA BAIK-BAIK SAJA TAPI MAAF……

OTAK ANDA AGAK SEDIKIT TIDAK NORMAL…?

KARENA ANDA SERING NYASAR KE BLOG INI UNTUK MENCARI GAMBAR FORNO DAN VIDEO PORNO…..

 

TOBAT YA…

SEBELUM MALAIKAT MAUT MENJEMPUT ANDA….

 

JANGAN MARAH YA…

CUMA BECANDA…… J J J

TELANJANG TIDAK HARAM KALO…..

Ini bukan fatwa , saya tidak berani mengeluarkan fatwa. Karena saya bukan MUI. Untuk apa berfatwa kalo dilanggar dan diinjak-injak. Sama saja dengan melecehkan agama namanya.

Judul blog saya sengaja saya buat telanjang tidak haram kalo…
1. Masih bayi baru lahir…
2. Belum baligh (masih anak-anak).
3. Di dalam ruang kamar dalam keadaan sendirian dan tidak dilihat orang lain.
4. Telanjang di depan suami atau istri sendiri bukan suami/istri orang lain.
5. Gila atau hilang akal sehingga tidak dikenakan hukum kepadanya.

Sumber Hukum Al Qur’an Surat An Nur ayat 31:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Hadist Rasulullah SAW:
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri r.a., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki lainnya dan janganlah pula seorang wanita melihat aurat wanita lainnya. Janganlah seorang lelaki berkemul dengan lelaki lain dalam satu selimut dan janganlah pula seorang wanita lain dalam satu selimut,” (HR Muslim [338]).

Kandungan Bab:

Haram hukumnya mandi telanjang di tempat umum, seperti pemandian umum atau tepi pantai.
Boleh mandi telanjang jika sendirian dan di tempat sepi, dalilnya adalah hadits Abu Hurairah r.a, dari Rasulullah saw. beliau bersabda, “Dahulu, orang-orang Bani Israil biasa mandi telanjang, saling melihat satu sama lainnya. Sementara Nabi Musa mandi sendirian. Mereka berkata, ‘Demi Allah, tidak ada yang menghalangi Musa mandi bersama kita kecuali karena kemaluannya bengkak (hernia).’ Suatu ketika Nabi Musa pergi seorang diri hendak mandi. Beliau meletakkan pakaian di atas sebuah batu. Lalu batu itu membawa lari pakaiannya. Maka Nabi Musa pun mengejar batu itu sambil berteriak, ‘Hai batu, kembalikan bajuku!’ Kejadian itu terlihat oleh orang-orang Bani Israil. Mereka berkata, ‘Demi Allah, ternyata Musa tidak menderita kelainan sedikit pun.’ Lalu Musa mengambil pakaiannya dan memukul batu tersebut.” (HR Bukhari [278] dan Muslim [339]).
Abu Hurairah r.a. berkata, “Demi Allah, pukulan Nabi Musa itu meninggalkan enam atau tujuh bekas pada batu tersebut.”

Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ketika Nabi Ayyub sedang mandi telanjang sendirian, jatuhlah kepingan-kepingan emas laksana belalang menimpa tubuhnya. Maka ia pun menampungnya dengan kedua telapak tangannya, lalu meletakkannya ke dalam pakaiannya. Maka Allah memanggilnya: ‘Hai Ayyub, bukankah Aku telah mencukupimu daripada apa yang engkau lihat itu?’ Ayyub menjawab, ‘Benar, demi kemuliaan-Mu, namun aku tidak merasa cukup menerima barakah dari-Mu’,” (HR Bukhari [279]).

Bentuk pengambilan dalil dari kedua hadits tersebut adalah Musa dan Ayyub mandi telanjang sendirian, dan Allah tidak menegur keduanya. Itu menunjukkan, mandi telanjang sendirian dibolehkan. Imam Bukhari menulis sebuah bab dalam kitab Shahihnya, bab “Orang yang mandi telanjang sendirian di tempat sepi. Bagi yang menutup auratnya, maka itu lebih afdhal.”

Menutup aurat lebih afdhal, karena lebih patut malu terhadap Allah daripada malu terhadap manusia. Dalilnya adalah hadits Mu’awiyah bin Haidah r.a., ia berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus kami jaga berkaitan dengan aurat kami?” Rasulullah berkata, “Jagalah auratmu kecuali terhadap isteri atau budakmu!” Ia berkata, “Aku berkata lagi, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana kalau di antara kami saja sesama pria?’” Rasulullah berkata,“Usahakanlah semampu kamu agar auratmu tidak terlihat oleh siapa pun.” Ia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana kalau kami seorang diri?’” Rasulullah berkata, “Kamu lebih patut malu terhadap Allah daripada malu terhadap manusia.” (HR Abu Dawud [4017], Tirmidzi [2769 dan 2794], Ibnu Majah [1920], Ahmad [V/403], al-Baihaqi [I/199]).
Antara suami isteri boleh saling melihat aurat, menyentuh dan menikmatinya berdasarkan hadits di atas.
Adapun hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a., bahwa ia berkata, “Saya tidak pernah sama sekali melihat aurat Rasulullah saw.” adalah hadits dha’if, dinyatakan dha’if oleh al-Bushairi dan ulama lainnya.

Demikian pula hadits yang berbunyi, “Jika salah seorang dari kamu mendatangi isterinya, maka hendaklah ia menutupi dirinya, janganlah keduanya telanjang seperti dua ekor keledai.”

Hadits ini dinyatakan dha’if oleh an-Nasa’i, al-Baihaqi, al-Bushairi, dan al-‘Iraqi. Demikian pula hadits yang berbunyi, “Jika salah seorang dari kamu menyetubuhi isteri atau budak wanitanya, janganlah ia melihat farjinya (kemaluannya), karena akan menyebabkan kebutaan.”

Hadits ini maudhu’ (palsu), sebagaimana yang telah dikatakan oleh Abu Hatim ar-Razi, Ibnu Hibban, Ibnul Jauzi, dan lainnya.

Kesimpulannya, tidak ada satu pun hadits shahih yang melarang suami melihat aurat isterinya atau yang melarang isteri melihat aurat suaminya, wallahu a’lam.

Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 1/312-315.