Hot Persaingan Peramal Paul Gurita dan Dedy Corbusser Siapa yang Paling Hebat….?


Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(QS: Al Maa’idah:3)

[394]. Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.

[395]. Maksudnya ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.

[396]. Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. Setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka’bah. Bila mereka hendak melakukan sesuatu maka mereka meminta supaya juru kunci Ka’bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulang sekali lagi.

[397]. Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada’, haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

[398]. Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.

Jadi menurut ayat diatas haram hukumnya mempercayai ramalan dan mengundi nasib dan akan mendapatkan dosa besar.

Wallahu ‘alam

Chupacabra, Anjing Penghisap Darah Ditemukan Di Malang

Kisah anjing pengisap darah atau dalam bahasa Spanyol disebut chupacabra yang selama ini ramai dibicarakan dunia internasional bisa jadi ada juga di Malang.
Beberapa peneliti yang menyelidiki penampakan UFO di Puerto Rico pada awal 1990-an menerima laporan dari para penduduk lokal mengenai makhluk aneh menyerupai anjing yang sering menyerang dan menghisap darah ternak. Tepatnya Maret 1995 disebutkan bahwa delapan ekor domba ditemukan tewas dengan 3 luka tusuk di dada masing-masing. Bukan itu saja, semua ternak tersebut juga ditemukan dalam kondisi darah yang telah habis.

Pada tahun 1975, sebenarnya juga telah dilaporkan adanya pembunuhan ternak sejenis di kota kecil Moca. Makhluk pembunuh tersebut disebut El Vampiro de Moca. Vampir dari Moca.

Pembunuhan-pembunuhan terhadap ternak ini awalnya dicurigai dilakukan oleh para pemuja setan. Namun pembunuhan-pembunuhan terus terjadi di seluruh Puerto rico dan menyebar ke Republik Dominika, Argentina, Bolivia, Chile, Peru, Panama, Amerika serikat hingga Mexico. Ini menunjukkan bahwa pelakunya bukan para pemuja setan.

Istilah Chupacabra pertama kali digunakan oleh seorang komedian Puerto Rico bernama Silverio Perez. Ia merujuk kepada kata bahasa Spanyol Chupar yang berarti menghisap dan cabra yang berarti kambing. Sebutan itu datang karena ternak yang terbunuh dan dihisap darahnya kebanyakan adalah kambing.

Anjing besar pengisap darah yang oleh sebagian orang dianggap sebagai anjing jadi-jadian itu kembali menggegerkan warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kepanikan terjadi setelah kambing milik Surateman, 65, warga Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, mati kehabisan darah. Sebanyak 12 ekor kambing dalam satu kandang darahnya habis diisap oleh hewan berjenis anjing yang hingga kini masih misterius itu.

Di tubuh kambing ditemukan dua luka tusukan taring yang cukup besar dan dalam. Sebagian besar ditemukan luka di kepala kambing dan tusukan taring terlihat di leher dan badan beberapa kambing lainnya. Tak ada percikan darah ditemukan di dalam kandang. “Kuat dugaan kami kalau anjing itu langsung mengisap habis darah kambing. Sebab saat ditemukan kambing dalam keadaan mati kehabisan darah,” beber Surateman, Rabu (17/2).

Serangan hewan aneh itu baru diketahui Surateman, ketika memeriksa kandang kambingnya yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah, Rabu (17/2) pukul 04.30 WIB. Saat membuka kunci gembok kandang, Surateman, melihat lima ekor kambing mati dengan luka tusukan di kepala. Sedangkan tujuh ekor lain, terlihat lemas tetapi masih bernyawa. “Saya kaget dan memeriksa satu persatu, ternyata semua kambing terkena tusukan yang sama,” ungkapnya.

Saat melihat sejumlah kambing mati dan lainnya kritis, Surateman pun shock. Selang beberapa jam, satu persatu tujuh kambing yang kritis itu pun ikut mati karena kehabisan darah. “Di dalam kandang saya temukan jejak kaki anjing sangat besar. Anjing itu masuk dengan menggali tanah di pinggir kandang. Tetapi saya tak yakin itu anjing biasa, sebab kalau anjing biasa, akan memakan daging kambing bukan mengisap darahnya saja,” ujarnya.

Serangan anjing itu diprediksi, pukul 02.00 WIB dini hari. Sebab sekitar pukul 00.00 WIB, saat dia mengecek ke kandang, kambingnya masih dalam keadaan sehat. Itu pula yang membuat Surateman akhirnya lega dan pulang ke rumah untuk tidur. “Sekitar pukul 02.00 WIB, saya memang mendengar lolongan anjing sangat keras. Dan datangnya dari arah sawah di dekat kandang kambing paman saya. Tetapi saya tak bisa keluar karena sedang sakit,” sela Yusuf, keponakan Surateman, yang mengaku mendengar kedatangan anjing pengisap darah itu.

Kini para peternak kambing di Sumbersekar, Dau, dilanda kecemasan. Sebab kejadian itu juga pernah terjadi sembilan bulan lalu. Di mana sembilan kambing milik Herman tetangga Surateman serta tujuh kambing milik Senan, mengalami nasib serupa. Selama 2009, sudah ada 42 kambing yang mati kehabisan darah. “Saya sekarang bingung harus bagaimana karena delapan kambing lainnya bukan milik saya, melainkan milik tetangga yang dititipkan untuk dipelihara,” keluh Surateman, yang mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta.

Bangkai kambing yang mati itu akhirnya di kubur dalam tanah, sedangkan dua kambing yang sempat bertahan hidup hingga sore hari tak bisa disembelih karena warga takut gigitan anjing itu memiliki racun.

Istilah chupacabra seperti dilansir Wikipedia berasal dari bahasa Spanyol, ”chupar” berarti mengisap dan ”cabra” berarti kambing, karena sebagian besar ternak korban adalah kambing. Dalam bahasa inggris, artinya goat sucker. Pertama kali istilah chupacabra atau El Chupacabra (bahasa Spanyol) dipakai pada dua harian di Puerto Riko, tahun 1992. Keduanya melaporkan kasus kematian massal ternak.

Januari 2008, chupacabra dilaporkan juga terlihat di provinsi Capiz di Filipina. Beberapa penduduk lokal percaya bahwa chupacabra telah membunuh delapan ekor ayam.

Ada yang percaya bahwa chupacabra adalah hasil dari mutasi genetik yang diakibatkan oleh bocornya kandungan kimia dari laboratorium rahasia milik amerika di El Yunque sebuah gunung di bagian timur Puerto Rico. Lab tersebut diketahui mengalami beberapa kerusakan pada saat badai di tahun 1990-an, persis saat penampakan chupacabra mulai dilaporkan. Teori lain menyebutkan bahwa chupacabra adalah seekor kelelawar Vampir raksasa yang fosil-fosilnya telah ditemukan di Amerika Selatan.

Teori yang tidak masuk akal diantaranya menyebutkan bahwa chupacabra adalah makhluk peliharaan alien yang terlepas. Dan teori yang lain adalah chupacabra bukan makhluk nyata, melainkan sebuah produk dari tahayul dan imajinasi.

Sumber: http://rensenpelawi.blogspot.com/2010/03/hot-chupacabra-muncul-di-malang.html

Mama Laurent Dan Ramalannya…

dukunAssalamu’alaikum

Menyimak perkembangan media di Indonesia, saya penasaran dengan fenomena ramalan Mama Lauren. Setiap pernyataan ramalannya selalu dilansir media secara besar-besaran, dan sedihnya sebagian besar Muslim Indonesia ikut “tercekam” dan percaya dengan ramalannnya. Sebagian besar beralasan bahwa ramalannya banyak benarnya. Pernah dalam sebuah tayangan interview dengan Mama Lauren, saya melihat poster Sai Baba terpajang besar di rumahnya. Saya curiga bahwa ia sesungguhnya adalah seorang Mason. Dan kira-kira apa hubungannya dengan Sai Baba yang disebut2 sebagai dajjal kecil oleh beberapa kalangan tersebut. jazakallah

fritz

Jawaban

Wa’alaykumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Sekarang ini, sejak zamannya eyang Harto, bangsa Indonesia dijejali oleh berbagai eufimisme alias “penghalusan kata” yang sesungguhnya dapat mengaburkan makna dan hakikat sebuah kata. Dan parahnya, eufimisme ini di zaman reformasi bukannya dihentikan, namun bertambah banyak dan variatif. Ada ribuan kata yang mengalami ini, salah satunya istilah “Dukun” yang sekarang disebut sebagai “Paranormal”. Padahal, dukun ya tetap saja dukun. Titik.

Masih percayanya sebagian besar Muslim kepada dukun-dukun ini—termasuk yang lewat iklan di teve tentang ramalan, aura, pangeran cinta, cocok jodoh, dan segala macam lainnya yang semuanya dalam iklannya mengatakan Reg …. Kirim ke ….—merupakan cermin dari kegagalan para pemimpin umat di dalam membina dan mendakwahkan tauhid kepada umat Islam. Sebagian pemimpin umat, para ustadz, kiai, ulama, dan sebagainya sekarang ini banyak yang lebih suka menjadi selebritis dan tokoh parpol. Bahkan di dalam berpolitik, mereka ini tidak ada bedanya dengan orang-orang sekuler, bahkan di beberapa sisi lebih “ganas” lagi karena berani mengemas hal-hal yang dilarang dalam agama dengan bungkus religi. Sebab itu kita kenal istilah “Mahar Politik”, “Dangdut Dakwah”, “Puasa Senin-Kamis untuk kemenangan Pilkada dan Pemilu”, dan sebagainya. Bahkan jangan heran jika mereka ini bisa bersekutu dengan partai yang jelas-jelas kafirin.

Dukun yang memiliki “keahlian” meramal sesungguhnya bekerjasama dengan jin. Isteri saya yang bekerja sebagai tenaga medis punya seorang pasien tetap, seorang ibu yang telah berumur, di mana dia juga dukun dan mempunyai anak yang juga seprofesi. Bahkan salah satu anaknya menjadi seorang dukun ternama di negeri ini, di mana banyak artis dan pejabat yang menjadi pelanggannya. Sebab itu kehidupannya sangat glamour dan memiliki sejumlah mobil mewah built-up. Ibunya itu mengakui bahwa anaknya itu memiliki dan bekerjasama dengan jin.

Dan soal poster Sai-Baba, tentulah dia seseorang yang dihormati dan dikagumi oleh Mama Lauren, karena mau memajang posernya dengan ukuran yang besar, di dalam rumahnya. Saya tidak tahu apa hubungannya antara Mama Lauren dengan Sai Baba. Namun yang jelas keduanya memiliki profesi yang sama.

Freemasonry merupakan persaudaraan rahasia yang telah ada di Indonesia sejak zaman VOC. Organisasi ini pernah dilarang dan dibubarkan oleh Soekarno pada tahun 1962, namun keputusan Presiden Soekarno itu dicabut oleh Presiden Dur yang mengeluarkan Keppres Nomor 69/2000 tanggal 23 Mei 2000. Si Dur ini melegalkan kembali Freemasonry, Rotary Club, dan Rosikrusian di Indonesia dan sampai sekarang Keppres si Dur ini belum dicabut oleh presiden selanjutnya dan tidak diusik-usik oleh anggota DPR. Saya yakin, banyak anggota DPR tidak ngeh tentang Keppres si Dur ini. Atau mereka sudah tahu namun tidak mau mempermasalahkannya karena tidak ada uangnya? Wallahu’alam.

Freemasonry dan organisasi-organisasi sejenis dalam hal religiusitas memang dekat dengan perdukunan. Salah satu ritual mereka yang pernah disaksikan oleh HAMKA adalah memanggil setan. Sebab itu, loji-loji Freemasonry di seluruh Indonesia oleh rakyat pribumi dahulu juga disebut dengan nama “Rumah Setan”.

Freemasonry mempunyai markas besar sejak tahun 1776 bernama Amerika Serikat. Tujuan Freemasonry adalah tujuan Amerika Serikat yakni menciptakan satu tatanan dunia baru yang sepenuhnya sekuler di mana AS menjadi pemimpin satu-satunya (Novus Ordo Seclorum, atau The New World Order). Salah satu alat Freemasonry untuk mencapai hal itu di Indonesia bernama Mafia Berkeley yang juga dikenal dengan nama “Kelompok Neo Lib”. Kelompok ini sejak zaman eyang Harto hingga SBY-JK tetap eksis berada di belakang semua cetak biru dan pelaksanaan perekonomian Indonesia. Dan sekarang, salah satu ikon Neo Lib tengah digadang-gadang untuk menjadi cawapres. Siapa dia? Semua orang sudah paham. Sebab itu, berhati-hatilah dalam pilpres mendatang. Jangan sampai tertipu oleh para badut politik yang tega menjual agama dan bangsa ini demi syahwat kekuasaan semata. Wallahu’alam bishawab.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
[eramuslim.com]

Pramuka Tersesat di Argopuro Seorang Tim SAR Kesurupan, Minta Batu Mustika Dikembalikan

batuMustikaDALAMProbolinggo – Belum diketemukannya 5 Pramuka SMAN 1 Kapongan Situbondo di Gunung Argopuro saat ‘Napak Tilas Dewi Rengganis’ mendadak dihubungkan dengan penemuan 3 Batu Mustika.

Diduga penunggu Puncak Rengganis marah dan meminta 3 batu Mustika yang ditemukan dikembalikan karena yang mendapatkannya tidak menyukai pemberiannya itu.

3 batu mustika yang ditemukan di Puncak Rengganis itu sempat disimpan Abdul Hamid salah satu pembina pramuka. Dan rencananya akan dikembalikan ke tempat semula siang ini.

Rencana pengembalian Batu Mustika itu dilakukan setelah salah satu Tim SAR pencarian 5 siswa pramuka yang tersesat dari Mahasiswa Pecinta Alam IAI dan STT Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo (Mapala Fatarpa) kesurupan di Balai Desa Bermi, Selasa malam, Selasa (26/5/2009).

“Ketika teman saya kesurupan itu menyebut-nyebut agar Batu Mustika segera dikembalikan,” kata Ainur Rofiq salah sati Tim SAR dari Mapala Fatarpa Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo saat ditemui di pencarian Pos Bremi Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Probolinggo, Rabu (27/5/2009) pagi.

Selain meminta kembali Batu Mustika, kata Ainur Rofiq, ketika kesurupan itu temannya juga memanggil nama ibunya yang sudah meninggal dunia dan memanggil nama-nama pacarnya yang telah lama berpisah.

Melihat kejadian itu, Rofiq merasa curiga dan ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh rombongan Pramuka yang telah ditemukan. Rofiq pun menyelidiki dan menanyakan ke Abdul Hamid.

“Setelah saya tanyakan, dia mengakui menyimpan tiba buah batu mustika,” tuturnya.

Rofiq menduga, salah satu penyebab 5 siswa yang belum kembali karena tiga batu mustika berwarna merah delima, bening dan warna coklat.

“Saya tanyakan ke dia, ternyata dia mengaku tidak suka pemberian itu. Karena tidak suka, mungkin Dewi Rengganis marah dan saya meminta batu itu untuk dikembalikan seperti pesan teman saya yang kesurupan,” tuturnya.

Rofiq mengatakan, setelah dirinya berkomunikasi dengan temannya yang dinilainya mengerti tentang dunia gaib, bahwa Batu Mustika itu harus
dikembalikan ke Puncak Rengganis secepatnya.

“Batu ini sudah saya bawa dan akan saya kembalikan ke tempat semula bersama tim lainnya akan ke puncak Rengganis. Selain itu, kata teman saya, Hamid harus turut ke puncak bersama kami,” tutur Rofiq.

(gik/gik/detiksurabaya.com)

VIDEO HEBOH DITEMUKAN PEDANG RAKSASA DAN AL QUR’AN DARI LEBAK BANTEN

Inilah berita video dari penemuan pedang raksasa dan Al Qur’an yang ditemukan warga Lebak Banten…
Warga sangat kebingungan karena tidak tahu siapa yang membawa Pedang dan Al Qur’an itu….
Akhirnya karena sifat masyarakat Indonesia masih dipengaruhi pikiran mistik dan syirik… beredarlah isu yang mungkin tidak rasional menurut orang yang selalu memakai rasionalitas dalam menghadapi segala persoalan hidupnya…
Memang Allah melengkapi kita dengan akal pIkIran untuk dapat berfikir secara benar menurut Allah dan rasulNya, bukan benar menurut pikiran kita sendiri.

Inilah berita videonya….

Wallahu ‘alam bishowaab.

TANDA-TANDA LEMAHNYA IMAN UMAT ISLAM PRAKTEK DUKUN MERAJALELA SMS RAMALAN,RAMALAN SIO,RAMALAN BINTANG,RAMALAN PARANORMAL SYIRIK TIDAK BOLEH DIPERCAYAI

Dukun Cilik Jadi Jutawan
Selasa, 10 Februari 2009 | 07:37 WIB

JOMBANG — Tak bisa disangkal, sejak menemukan batu ajaib dan secara “resmi” melakukan pengobatan dengan mencelupkan batu ke dalam air putih pasien untuk diminum, Ponari selalu kebanjiran pasien.
    
Lantas, berapa penghasilan Ponari dari puluhan ribu pasien yang datang? Sedikitnya mencapai Rp 328 juta. Informasi itu datang dari Senen (70), kakek Ponari. Bahkan, sekarang jumlah itu bisa lebih banyak karena menurut Senen, jumlah Rp 328 juta merupakan jumlah yang diketahui pada Jumat (6/2).

“Saat itu saya yang menyetor uangnya ke bank,” kata Senen yang ditemui pada Senin. Jumlah sebesar itu memang sangat wajar. Sebab, sejak buka praktik pada 17 Januari, rata-rata setiap hari Ponari mengobati 5.000 orang.

Jika setiap pengunjung yang berobat itu memasukkan uang ke kotak amal yang disediakan rata-rata Rp 5.000, sampai Jumat, yakni selama 20 hari pengobatan (setelah dikurangi libur setiap Jumat dan libur akibat penutupan sementara empat hari), akan terkumpul uang Rp 425 juta.

Senen mengaku, tidak semua uang dari kotak amal dimasukkan ke bank, tetapi sebagian juga untuk kebutuhan operasional sehari-hari, seperti sewa tenda, pengeras suara, dan makan minum panitia. “Kalau jumlah totalnya saya kurang tahu,” kata Senen.

Hitung-hitungan di atas kertas, jumlah yang diterima Ponari lewat kotak amal jauh lebih tinggi karena banyak pengunjung memasukkan uang ke kotak amal lebih dari lembaran Rp 5.000.

Apalagi, banyak pengunjung yang membawa lebih dari satu wadah air putih karena dititipi kerabat dan tetangga Logikanya, uang yang dimasukkan ke kotak amal lebih dari Rp 5.000.

Memang, panitia selalu mengumumkan kotak amal disediakan untuk diisi secara sukarela khusus bagi yang mampu. Jika tidak mampu, panitia juga tidak memaksa.

Pada awal-awal melakukan praktik pengobatan, ketika jumlah pengunjung masih sangat sedikit dan Ponari yang langsung menerima, Ponari memberikan persyaratan agar uang diberikan tak lebih dari Rp 5.000.

Namun, dalam perkembangannya, peluang pengunjung memberikan uang lebih dari Rp 5.000 itu terbuka lebar. Sebab, sekarang pengunjung memasukkan uang terbungkus amplop ke kotak tanpa diketahui Ponari.
    
Sistem karcis

Selain dinikmati Ponari (dan keluarganya), ramainya pengobatan Ponari juga dinikmati tetangga dan warga desa setempat. Untuk panitia misalnya, sekarang juga bisa mendapatkan hasil dari “penjualan” karcis yang setiap karcis harus ditebus dengan Rp 1.000.
    
Awalnya, sistem karcis diterapkan untuk membatasi membeludaknya pengunjung. Artinya, jika karcis yang terjual sudah sampai pada nomor urut 10.000, penjualan dihentikan.

Namun, dalam praktiknya, sampai nomor urut 15.000 pun tetap dilayani. Ini karena proses pengobatan memang berjalan sangat singkat sehingga 15.000 orang pun bisa terlayani dalam sehari.

Proses pengobatan sendiri dengan cara Ponari digendong di punggung kerabat membawa batu ajaib kemudian berkeliling mencelupkan batu ke wadah-wadah berisi air putih yang dibawa pasien atau pengunjung. Setiap wadah rata-rata hanya perlu satu detik untuk menerima celupan batu milik Ponari.

Selain dari penjualan karcis, rezeki dari ramainya pengobatan Ponari pun datang dari usaha parkir sepeda motor dan mobil yang sekarang ini bermunculan di desa setempat. Sejumlah usaha parkir yang dikelola kelompok-kelompok warga ini menarik ongkos parkir bervariasi, mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 10.000.
    
Jika setiap hari ada 500 sepeda motor dan mobil yang masuk ke areal parkir yang dikelola warga, sudah tampak penghasilan yang lumayan besar. Belum lagi kalau kebetulan pasien membludak seperti kemarin. Parkir mobil yang berderet saja mencapai sekitar 2 kilometer.

Itu sebabnya, panitia pengobatan Ponari dan warga setempat bersedia saja ketika diminta partisipasinya melakukan pavingisasi atau pengerasan jalan-jalan kediaman rumah Ponari.

“Kami ini mendapat rezeki dari dia, wajar kalau kami juga menyisihkan rezeki ini untuk hal-hal seperti itu. Lagi pula, perbaikan jalan ini juga untuk kelangsungan dan kelancaran pengobatan ini,” kata Suwanto, panitia pengobatan.