Surga dajjal

Akan datang saatnya nanti
kejahatan memenangkan kebaikan
semua menjadi kebalikkan
kejahatan dianggap kebaikan
kebaikan adalah kejahatan
surga dianggap neraka
neraka sudah menjadi surga

Akan datang saatnya nanti
Dajjal akan datang
menawarkan neraka yang disulap menjadi surga
menipu manusia tanpa iman

Akan datang saatnya nanti
Orang-orang memanggul emasnya
untuk disedekahkan
tapi tak ada yang menerima

Akan datang saatnya nanti
manusia kelaparan
tak memperoleh makanan
kecuali harus mengikuti dajjal

Akan datang saatnya nanti
istri diikat pun berlari mengikuti dajjal
tak tahan dengan penderitaan iman
tergoda iming-iming surga dajjal

Orang beriman yang masih bertahan
dengan menyebut Asma-Nya
sebagai penghilang rasa lapar
akhirnya mereka dimatikan
dengan menghirup hawa segar
sehingga kematiannya
menjadi nikmat yang terindah

***
Gunawan – Medan, 12 Maret 2013

Mengapa Wanita Banyak Menghuni Neraka…?

Sebuah pernyataan yang cukup lazim terdengar di telinga kita bahwa kebanyakan penduduk neraka dihuni oleh para wanita.

Berdasarkan Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.”

Muncul pertanyaan di benak kita, apa yang menyebabkan kebanyakan wanita menjadi penduduk neraka? Dalam sebuah kisah ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.

Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum, “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda, “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Bagi para muslimah atau umumnya wanita ketika membaca atau mendengar hadist-hadist di atas sontak naik darah dan tidak bisa menerima sepenuhnya. Minimal akan berhujjah bahwasanya wanita bisa berbuat demikian karena ada penyebabnya, bukan tiba-tiba ingin berlaku demikian. Siapapun kalau ditanya tentu saja tidak ada yang ingin masuk neraka apalagi diklaim akan masuk neraka. Naudzubillah mindzalik!

Memang, berlayar mengarungi bahterah rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Seorang muslimah tepatnya seorang istri, tidak saja harus membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup tapi juga mutlak dibutuhkan mental baja dan manajemen yang baik dalam mengelola gelombang kehidupan beserta segala pernak pernik yang menyertainya. Ketika urusan rumah tangga tidak pernah ada habisnya, anak-anak rewel dan kondisi fisik sedang tidak fit, kemudian suami pulang kerja minta dilayani tanpa mau perduli dengan kondisi kita, biasanya, dalam kondisi seperti ini tidak banyak wanita yang tetap mampu mengendalikan kesabarannya. Manusiawi bukan? Belum tentu!Justru dalam situasi seperti inilah keimanan dan kesabaran kita akan teruji. Apakah kita masih bisa mengeluarkan kata-kata manis sekaligus rona muka penuh dengan senyum ketulusan? Sulit memang! Tapi sulit bukan berarti tidak bisa!

Jika kita cermati hadist diatas secara seksama, maka akan kita dapati beberapa sebab mengapa wanita bisa menjadi penduduk minoritas di surga, di antaranya :

Pertama, kufur terhadap kebaikan-kebaikan suami. Sebuah fenomena yang sering kita saksikan, seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya dalam waktu yang panjang hanya karena satu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Padahal seharusnya seorang istri selalu bersyukur terhadap apa-apa yang diberikan suaminya, karena Allah SWT tidak akan melihat istri yang seperti ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam,“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr).

Kedua, durhaka terhadap suami. Durhaka yang sering dilakukan seorang istri adalah durhaka dalam ucapan dan perbuatan. Wujud durhaka dalam ucapan di antaranya ketika seorang istri membicarakan keburukan-keburukan suaminya kepada teman-teman atau keluarganya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syar’i. Sedangkan durhaka dalam perbuatan diantaranya bersikap kasar atau menampakkan muka yang masam ketika memenuhi panggilan suami, tidak mau melayani suami dengan alasan yang tidak syar’i, pergi atau ke luar rumah tanpa izin suami, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, atau sebaliknya enggan berdandan dan mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu.

Jika demikian keadaannya maka sungguh merugi wanita-wanita yang kufur dan durhaka terhadap suaminya. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada surga karena mengikuti hawa nafsu belaka.

Jalan ke surga memang tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan melalui rintangan-rintangan yang berat dan terjal. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang sabar menempuhnya.

Sementara, jalan menuju ke neraka penuh dengan keindahan yang menggoda dan setiap manusia sangat tertarik untuk melaluinya. Tetapi, sadarlah bahwa di ujung jalan ini, neraka telah menyambut dengan beragam siksa-Nya.

Lalu, bagaimana caranya agar para wanita atau para istri tidak terperosok ke dalam neraka?

Jangan pesimis, masih banyak cara dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri jika kita ingin menjadi penduduk minoritas di surga.

Masih ingat kan, ketika rasulullah bersabda dalam sebuah hadist shahih jami’, “Perempuan apabila shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.”

Mengacu dari hadist di atas, mari kita berlomba menegakkan sholat dengan lebih khusu’, memperbayak sholat-sholat sunah karena sholat yang benar dan khusu’ bisa membentengi diri kita dari perbuatan yang munkar. Selain puasa/shaum wajib di bulan romadhon, latihlah diri untuk terbiasa melakukan shaum sunah. Hiasilah diri dengan sabar dalam ketaatan dengan suami dan banyak-banyaklah beristigfar karena istigfar bisa meruntuhkan dosa-dosa kecil yang tidak kita sadari.

Dan juga ada sebuah amalan yang sepele tapi sering terlupakan adalah bershodaqoh (sedekah). Bershodaqohlah dalam keadaan lapang dan sempit karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka.

Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda, “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya, “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)

Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya. Amin. Wallahu’alam.

Sumber: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/mengapa-wanita-banyak-menghuni-neraka.htm

Kumpulan Artikel http://Infotekkom.wordpress.com

Berjanji Bertemu di Surga

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata: “Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, ‘Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku’. Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, ‘Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu:

”Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. (Yunus: 15).

Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.’

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata: “Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.” Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis dan mendo’akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya: “Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?”

Dia menjawab: “Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan”.

Pemuda itu bertanya: “Jika demikian, kemanakah kau menuju?”

Dia jawab: “Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.”

Pemuda itu berkata: “Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.” Dia jawab: “Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subha-nahu wa Ta’ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.”

Si Pemuda bertanya: “Kapan aku bisa melihatmu?” Jawab si wanita: “Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.” Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Ya Allah Jika Aku Masuk Neraka, Besarkanlah Badanku Sehingga Orang Lain Tak Bisa Masuk

Ya Allah Jika Aku Masuk Neraka, Besarkanlah Badanku Sehingga Orang Lain Tak Bisa Masuk.
Ini adalah permintaan seorang ahli ibadah yang saat taat beribadah selama 60 tahun lamanya. Selama 60 tahun itu kerjanya hanya beribadah saja kepada Allah, sampai-sampai batu tempat dia sujud lekuk membekas kepalanya.
Ahli ibadah ini hidup di jaman Nabi Musa alaihi salam. Pada saat dia berjumpa kepada nabi Musa ia berkata kepada Nabi Musa,”Hai nabi Musa tanyakan kepada Allah saya sudah beribadah selama 60 tahun lamanya, di surga manakah nanti aku akan ditempatkan?”
Nabi Musa pun pergi menemui Allah dan menanyakan perihal umatnya yang ahli ibadah itu. Tapi alangkah terkejutnya bahwa ahli ibadah itu tempatnya adalah di neraka
Dengan berat hati Nabi Musa pun menyampaikan kepada ahli ibadah itu. Alangkah sedihnya ahli ibadah itu. Sambil menangis ia berdoa kepada Allah “Ya Allah Jika Aku Masuk Neraka, Besarkanlah Badanku Sehingga Orang Lain Tak Bisa Masuk.”
Tak berapa lama kemudian Nabi Musa kembali kepada Ahli Ibadah itu dan menyampaikan bahwa sekarang tempatnya adalah di surga. Apakah hanya karena doa yang singkat itu menyebabkan dia masuk surga…?

Bagaimana pandangan para pembaca mengenai kisah ini…?

Wallahu ‘alam bi showab.

2 Pilihan Porno dan Tidak Porno, Surga dan Neraka

Sudah menjadi kehendak Allah SWT di dunia ini,semua ada 2 jalan atau 2 pilihan yang kita sendiri yang menentukan pilihan-pilihan itu. Anda tinggal pilih mau yang mana. Dan secara tidak sadar jika kita lebih banyak mengerjakan  pilihan itu maka jalan itulah yang kita tempuh….

1. Barang siapa yang tidak mau taat kepada Allah SWT, akhirnya dia akan taat kepada syaithon dan bala tentaranya.

2. Barangsiapa yang tidak sibuk dan tidak repot menjalankan perintah Allah SWT
maka dia akan sibuk dan repot menjalankan perintah syaithon dan bala tentaranya.

3. Barangsiapa yang tidak menyibukkan hatinya untuk dzikir kepada Allah, maka hatinya akan sibuk mengingati makhluk yang akan menyusahkan dia di dunia dan akhirat.

4. Barangsiapa yang tidak menggunakan umurnya untuk berbuat kebaikan-kebaikan, maka tanpa sadar dia telah terjerumus menggunakan umurnya menuju kburukan-keburukan.

5. Barangsiapa yang tidak menyibukan dirinya untuk merukunkan orang-orang islam, mempersatukan umat islam, maka tanpa terasa ternyata dia telah memecah belah umat ini.

6. Barangsiapa yang tidak sibuk untuk mempersiapkan akhiratnya, maka dia akan sibuk dengan perkara-perkara dunianya.

Tidak ada pilihan lain lagi,
1. Di akhirat itu hanya ada dua perkara , hanya ada dua tempat yaitu surga atau neraka.
2. Di dunia ini hanya ada dua jalan, yaitu jalan menuju surga dan jalan menuju neraka.
3. Di dunia ini hanya ada dua amalan, yaitu amalan menuju surga dan amalan menuju neraka.
4. Di dunia ini hanya ada dua usaha, yaitu usaha menuju surga dan usaha menuju neraka.
5. Barangsiapa yang tidak usaha menuju surga, maka tanpa sadar dia usaha menuju neraka.
6. Barangsiapa yang tidak mau ikut jalan menuju surga maka dia akan menuju jalan ke neraka.

Wallahu ‘alam bi showab

12 BARISAN MANUSIA DI PADANG MASYAR

PADA suatu hari, Muaz bin Jabal menghadap
Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah,
tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah:
Ketika sangkakala ditiup, maka kamu sekalian
datang berbaris-baris.”(Surah an-Naba’, ayat 1.

Mendengar pertanyaan itu, Baginda menangis
hingga basah pakaiannya. Lalu Baginda
menjawab: “Wahai Muaz, engkau bertanyakan
kepada aku perkara yang amat besar, bahawa
umatku akan diiring, dikumpulkan berbaris menjadi
12 barisan, masing-masing dengan pembawaan
mereka sendiri.”

Maka, dinyatakan apakah 12 barisan itu.

Barisan pertama, diiring dari kubur dengan tidak
bertangan dan berkaki.

Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan
dari sisi Allah Yang Maha Pengasih
bermaksud: “Mereka itu ialah orang yang ketika
hidupnya menyakiti hati jirannya, maka ini
balasannya.”

Barisan kedua, diiring dari kubur berbentuk babi
hutan.

Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha
Pengasih: “Mereka itu ialah orang yang ketika
hidupnya meringankan solat, maka inilah
balasannya dan tempat kembalinya adalah neraka.”

Barisan ketiga, diiring dari kubur berbentuk keldai,
perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.

Mereka ialah orang yang enggan membayar zakat,
maka inilah balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.

Barisan keempat, diiring dari kubur dengan
keadaan darah seperti air pancutan keluar dari
mulut mereka.

Mereka ialah orang yang berdusta dalam jual beli,
maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah
neraka.

Barisan kelima, diiring dari kubur dengan bau
busuk. Ketika itu Allah menurunkan angin
sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman
di Padang Mahsyar.

Mereka itu ialah orang yang menyembunyikan
perlakuan derhaka takut diketahui manusia, tetapi
tidak pula takut kepada Allah, maka inilah
balasannya dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”

Barisan keenam, diiring dari kubur dengan kepala
mereka terputus dari badan.

Mereka ialah orang yang menjadi saksi palsu.
Inilah balasannya dan tempat mereka adalah
neraka.

Barisan ketujuh, diiring dari kubur tanpa
mempunyai lidah, tetapi dari mulut mereka
mengalir keluar nanah dan darah.

Mereka ialah orang yang enggan memberi
kesaksian di atas kebenaran, maka inilah
balasannya dan tempat kembali mereka adalah
neraka.

Barisan kelapan, diiring dari kubur dalam keadaan
terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.

Mereka ialah orang yang berzina. Inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah neraka.

Barisan kesembilan, diiring dari kubur dengan
wajah hitam gelap dan bermata biru sementara
dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh.

Mereka ialah orang yang makan harta anak yatim
dengan cara haram, maka inilah balasannya dan
tempat kembali mereka adalah neraka.

Barisan ke-10, diiring dari kubur mereka dalam
keadaan tubuh mereka penuh sopak dan kusta.

Mereka ialah orang yang derhaka kepada orang
tuanya, maka inilah balasannya dan tempat
kembali mereka adalah neraka.

Barisan ke-11, diiring dari kubur mereka dengan
berkeadaan buta, gigi memanjang seperti tanduk
lembu jantan, bibir melebar sampai ke dada dan
lidah terjulur memanjang sampai ke perut serta
keluar beraneka kotoran.

Mereka ialah orang yang minum arak, maka inilah
balasannya dan tempat kembali mereka adalah
neraka.

Barisan ke-12, mereka diiring dari kubur dengan
wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama.
Mereka melalui titian sirat seperti kilat.

Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha
Pengasih memaklumkan:

“Mereka ialah orang yang beramal salih dan
banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan
derhaka, mereka memelihara solat lima waktu,
ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah
bertaubat.

Maka, inilah balasannya dan tempat kembali
mereka adalah syurga, mendapat keampunan,
kasih sayang dan keredaan Allah Yang Maha

AKU HERAN……

Aku heran…kamu heran juga ….???
Beberapa hal-hal yang aku anggap heran tapi orang lain belum tentu heran….

1. Aku heran kepada orang yang mengetahui adanya malaikat maut tapi masih bisa tertawa.
2. Aku heran kepada orang yang mengetahui dunia ini hanya sementara tapi masih mati-matian mengumplkan harta di dunia.
3. Aku heran kepada orang yang tahu dunia mau kiamat tapi masih sibuk membangun dan menghiasi dunia.
4. Aku heran kepada orang yang mempercayai takdir tapi masih sedih jika kehilangan harta bendanya.
6. Aku heran kepada orang yang mengetahui surga tapi masih juga cinta kemewahan dunia.
7. Aku heran kepada orang yang mengetahuii neraka tapi masih juga berani melanggar perintah Allah.
8. Aku heran kepada orang yang mengetahui bahwa setan itu musuhnya tapi masih juga mentaatinya.

Wallahu ‘alam bi showab.

ANEH ADA ORANG TIDAK MAU MASUK SURGA

Aneh bin ajaib ada orang yang gak mau masuk surga…kenapa ya..kok begitu aneh…

apakah anda aneh juga…???

padahal masuk surga itu gampang bangets loh…..

 

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:
“Setiap umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang enggan,” Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulallah, siapakah orang yang enggan itu?’ Rasulullah menjawab, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk Surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku dialah yang enggan”. (HR.Bukhari dalam kitab al-I’tisham) (Hadits no. 6851).

WANITA PELACUR YANG MERINDUKAN SURGA

Wanita pelacur apakah bisa masuk surga…?
Ya bisa silakan baca kisah berikut ini:

Sebagaimana bau sampah, kisah tragis yang terjadi pada sebuah kamar hotel
murahan itu pun cepat sekali berpindah telinga. Lalu tiba-tiba saja, seluruh
kota sudah hafal jalan ceritanya. Sebuah peristiwa biasa kurasa. Seorang lelaki
tua, dilaporkan oleh teman kencannya – seorang wanita panggilan, tewas ketika
sedang berhubungan badan dengannya. Dan seperti biasanya pula, kita hanya
menyoroti soal moral, yang mana adalah kelakuan bejat seorang lelaki tua yang
doyan melakukan hubungan badan dengan pelacur, juga tentang obat kuat yang
berbahaya. Tidak lebih dari itu.
Lalu suatu hari, aku bertemu dengan perempuan itu. Perempuan yang bekerja
dengan tubuhnya. Lebih tepatnya alat kelaminnya. Dia tetanggaku. Rumahnya hanya
berjarak tiga rumah dari kontrakanku. Saat peristiwa itu terjadi, perempuan
yang sekarang sedang duduk di depanku, tidak pulang seharian. Kami yang berada
satu lingkungan RT tahu bahwa dialah perempuan yang di atas perutnya kemarin
malam ada lelaki tua yang terjemput maut. Setelah peristiwa itu, ramai orang
berbisik-bisik jika bertemu dengannya.
“Ih, tidak terbayang aku bercinta dengan seorang kakek yang sudah bau tanah,”
celoteh seseorang yang melintas di depan teras rumah. Yang di sampingnya
bercakap pelan,”Bagaimana lagi? Saya hanya perlu uangnya.” Dan keduanya tertawa
terkikik sambil melirik ke arah perempuan yang duduk di depanku. Aku duduk di
hadapannya dengan kikuk. Sebab jika aku tersenyum, aku kuatir perempuan itu
mengira aku ikut menertawai dirinya.
“Jadi bagaimana, Mbak?” Kembali aku menanyakan kepadanya soal bantuan yang
hendak diterima olehnya sebagai warga kota yang tergolong miskin.
“Saya ini masih mampu bekerja, Mas. Coret saja nama saya dari daftar Mas itu,”
kata-katanya terdengar agak ketus.
“Besar bantuan ini cukup layak lho, Mbak. Coba Mbak pikirkan sekali lagi.”
Uang sebanyak tiga ratus ribu sebulan memang tidak cukup untuk hidup di kota
besar, tapi jika hanya untuk seorang diri saja masih layak lah. Apalagi rumah
sudah punya dan masih bekerja juga. Tapi entah kenapa sepertinya dia sangat
berat untuk mengiyakannya.
“Sekarang ini, mana ada yang menampik bantuan, Mbak. Ini bantuan dari yayasan
tempat saya bekerja. Tidak ada imbalan atau manfaat apa pun yang hendak saya
dapatkan dari pemberian bantuan ini.” Aku masih berusaha meyakinkan kepadanya
akan niatan baik ini.
Dia hanya tersenyum. Senyuman yang manis. Pantas saja jika banyak lelaki yang
terpikat kepadanya. Tiba-tiba aku teringat tentang lelaki yang tewas di atas
perutnya itu. Bagaimana ceritanya mereka bisa bertemu? Perempuan ini berdiri di
tengah jalan dan melambai ke arah mobil lelaki itu, atau lelaki itu sengaja
keluar dari rumahnya untuk mencari perempuan seperti dia? Aku pun mendatanginya
sekarang meskipun bukan untuk menggunakan jasanya. Aku tak habis pikir
bagaimana pelacuran bisa dikategorikan pekerjaan jasa padahal yang terjadi
adalah penghambaan manusia akan uang dan nafsu. Sok moralis! Demikian tuduhan
temanku ketika aku menolak terlibat korupsi di kantor. Demikian pula saat aku
menolak ikut serta ke sebuah ruang karaoke yang sudah berisi beberapa perempuan
setengah telanjang. Aku terlalu takut melakukan hal yang menurutku sendiri
tidak pantas kulakukan. Dosa? Aku tidak berpikir sejauh itu. Begini, untuk soal
korupsi, aku merasa tidak pantas
melakukan karena dulu waktu diterima bekerja di yayasan ini gajiku sudah
ditentukan. Apabila aku melakukan korupsi maka aku akan mendapatkan uang yang
lebih banyak dari gajiku. Sementara aku tidak bekerja lebih keras ataupun
lembur. Lebih-lebih soal perempuan. Aku belum menikah, makanya aku merasa tidak
pantas melakukan hal yang seharusnya kulakukan dengan istriku sendiri. Jadi
bukan karena aku merasa perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh teman-temanku
itu sebagai dosa.
Dia masih tersenyum. Matanya menatap ke arah map yang aku letakkan di atas
meja, penghalang antara aku dan dia, di teras ini.
“Bagaimana ya?” Dia bertanya sendiri, lalu melanjutkan bicara,”Biasanya lelaki
datang kepadaku dengan berbagai alasan tetapi pada akhirnya mereka pasti minta
imbalan.”
Setetes keringatku jatuh. Sejak awal menginjakkan kaki ke rumahnya, aku sudah
menduga bahwa tuduhan seperti ini pasti akan terlontar olehnya. Aku pun
tersenyum.
“Maaf. Jika terpaksa saya katakan tuduhan Mbak sama sekali salah. Saya tidak
pernah menginginkan apapun dari Mbak,”tandasku.
“Dia juga pertama bilang seperti itu.”
“Dia? Dia siapa?”
“Laki-laki tua yang tewas di atas tubuhku,” lalu dua buah titik air matanya
mengembang di pelupuk mata sebelum akhirnya luruh menjalur di kedua pipinya.
Aku terdiam. Dari mulutku ingin terucap kata-kata aku beda dengan laki-laki
itu, atau tidak semua laki-laki yang berbuat baik menginginkan sesuatu dari
seorang perempuan. Tapi semuanya itu tertahan. Percuma ada pembelaan diri.
Biarlah dia puas menumpahkan cengkunek di hatinya. Siapa tahu dari ceritanya
aku mendapat ide naskah drama.
“Memang apa yang dijanjikan kepadamu?” Akhirnya aku ber-aku kamu kepadanya
untuk menghilangkan kesenjangan di antara kami.
“Tidak. Dia tidak menjanjikan apa-apa. Dia cuma berkeluh tentang hidupnya.”
“Bukankah itu sudah biasa? Lelaki mengeluhkan tentang kehidupannya, terutama
kehidupan cintanya untuk mendapatkan perhatian dari seorang perempuan.”
“Tidak. Tidak. Ini berbeda,” kedua belah telapak tangannya ditutupkan ke
wajahnya. Rupanya dia masih trauma dengan kejadian itu.
“Dia bercerita tentang anjing, pelacur, dan surga.”
“Sepertinya aku pernah mendengar cerita itu,” kataku.
“Tentang pelacur yang masuk surga gara-gara memberi minum seekor anjing?” Dia
bertanya.
“Ya. Benar. Cerita itu.”
Kali ini dia benar-benar menangis dan berkata,”Coba kau ceritakan kisah itu
kepadaku.”
Sebenarnya, aku tidak begitu ingat cerita itu. Yang aku tahu, suatu ketika di
sebuah daerah yang gersang ada seorang pelacur yang sangat kehausan. Dia
berjalan jauh untuk mencari perigi. Lalu ketika dia hendak minum, tampak
olehnya seekor anjing yang hampir mati kehausan. Pelacur itu berbaik hati,
dengan tangannya dia memberikan air untuk anjing itu minum. Keduanya, setelah
puas minum, tanpa sebab yang jelas menemui ajalnya. Ternyata karena kebaikannya
memberi minum kepada anjing sekarat, pelacur itu masuk surga.
Kudengar dia terisak.
“Apa yang salah?”
“Tidak. Tidak ada. Kau pun tahu cerita itu, Mas. Aku senang sekali mendengar
akhirnya. Pelacur itu masuk surga. Itu impian saya, Mas.”
“Lantas, apa hubungannya antara cerita itu dengan lelaki tua itu?” Selidikku.
“Dia bilang, dia adalah anjing yang sedang sekarat itu. Anjing yang sangat
kehausan. Dan aku, katanya, adalah pelacur yang di tangannya ada segenggam air.
Lalu dia mengatakan akan memilih mati di atas perutku. ”
“Dengan cerita seperti itu, kamu percaya begitu saja kepadanya?”
“Bukan. Bukan seperti itu. Hanya dialah lelaki yang menjanjikan surga kepadaku.
Makanya malam itu, aku ingin sekali memuaskannya. Dan dia setuju. Kami
sama-sama ingin masuk surga.”
Aku tersenyum. Betapa bodohnya perempuan ini. Betapa rapuhnya dia akan janji
surga seorang lelaki. Aku ingin tertawa terbahak-bahak, tapi kuurungkan karena
hal itu bisa merusak suasana.
“Bukankah kamu memang selalu menjanjikan surga kenikmatan kepada semua
laki-laki?” Terpaksa aku bertanya sedikit ketus kepadanya, sebab semua yang dia
ceritakan benar-benar tidak masuk akal bagiku.
“Kamu salah menilai! Kemarin malam itu, pada telapak tanganku benar-benar
muncul segenggam air. Namun lelaki tua itu ternyata bukan seekor anjing yang
kehausan. Dia telah menipu aku.”
Aku mulai menganggap perempuan itu sedikit terganggu pikirannya karena cerita
pelacur dan anjing itu. Namun perempuan ini rupanya masih ingin berkutat dengan
cerita itu. “Ternyata ceritanya tentang surga itu benar, Mas.”
“Surga? Apakah kau sudah melihat surga?”
“Ya. Pada saat itu aku melihat langit-langit kamar terbuka. Ada tangga dari
emas menjuntai. Aku dan lelaki itu sama-sama melihat ke atas. Pintu surga dari
emas juga terbuka. Ada taman yang sangat indah.”
“Lalu apa yang terjadi?”
Aku sudah tak tahan mendengar kebohongan seperti ini. Yang mengejutkan, dia
menatapku dengan mata yang berbinar. Ada apakah gerangan?
“Mas, aku tidak butuh bantuanmu. Uang dari yayasan itu sama sekali tidak
menarik bagiku. Tetapi jika boleh, aku ingin minta tolong sekali ini saja.”
“Apa itu?” Tanyaku curiga. Jangan-jangan dia mulai menganggapku sama seperti
lelaki tua itu, sebagai anjing yang kehausan yang bisa mengantarnya masuk surga.
“Carikanlah untukku seekor anjing yang sekarat karena kehausan.”

Smber:
http://www.mail-archive.com/alumni-ubv@yahoogroups.com/msg00712.html