BID’AH-BID’AH YANG BOLEH DILAKUKAN

Pada postingan ini saya bukan mengeluarkanfatwa tapi hanya mengamati apa yang dilakukan oleh para ulama sunnah yang katanya anti bid’ah tapi mereka juga membuat bid’ah itu. Bid’ah menurut ulama sunnah adalah segala sesuatu pekerjaan atau perbuatan yang tidak dilakukan dan tidak ada di jaman Rasulullah SAW.
Jika menurut definisi diatas maka orang awam yang selalu online di internet berfikir bahwa para ulama sunnah juga membuat bid’ah. Apakah bid’ah itu boleh dibuat dan tidak sesat…?
Untuk menjawab ahlul bid’ah harus dengan sunnah.

Beberapa bid’ah-bid’ah yang dilakukan oleh “ulama sunnah” masa kini:
1. Berdakwah lewat internet blog tau website.
2. Berdakwah melalui tv dan radio.
3. Berdakwah memakai telepon dan SMS
4. Berdakwah dengan menjelek-jelekan lawan politik.
6. Berdakwah dengan meminta imbalan atau upah.
7. Berdakwah dengan undangan dan memakai time schedule.
8. Menulis buku buletin.brosur dan spanduk.
9. membuat yayasan2 yang mengambil keuntungan .
10. membuat sekolah-sekolah Islam Terpadu yang mahal untuk orang islam yang kaya.
11. Berdakwah dengan menjelekan yang tidak sefaham dengan mereka.
12. Mengkafirkan orang lain atau saudaranya sendiri yang tidak mau ikut faham mereka.
13. Memberi label sunnah kepada golongan sendiri dan memberi label bid’ah pada golongan lain.
14. Bersifat Asobiyah terlalu mengagungkan golongannya sendiri.
15. Menjual buku-buku agama dengan mahal dan cetakan yang lux padahal isinya hanya mengutif ayat Allah dan hadist rasulullah dari kitab yang sudah ada.

Postingan ini tidak bermaksud mendeskreditkan kelompok atau golongan lain tapi inilah sekarang yang terjadi dan berkembang di dunia saat ini.
Jika ada komentar atau kritik dan saran mohon dengan arif dan tidak menggunakan bahasa yang kasar.

Wallahu ‘alam bishowab.

MENCUKUR BULU KEMALUAN

Bagi beberapa orang, mungkin tindakan ini dirasakan ‘aneh’, namun sebenarnya Rasululloh SAW telah memberikan contoh untuk hal ‘aneh’ sekalipun. ) Ada juga orang yg malu untuk bertanya tentang hal seperti ini, padahal di Islam TIDAK MENGENAL RASA MALU untuk bertanya hal-hal yang tidak diketahui.

Hukum mencukur rambut (ada juga yg menyebut bulu) kemaluan adalah SUNNAH. Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW berikut:
“Lima hal yang termasuk sunnah fitrah: Mencukur bulu kemaluan, berkhitan, memendekkan kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku.” (HR Jama’ah)

“Agar kesemuanya itu tidak melebihi 40 malam.” (HR Ahmad, Abu Daud, dll)

Cara lain, selain mencukur, adalah mencabut, menggunting, atau cara lain (jika ada). Perbuatan ini (mencukur bulu kemaluan) hendaknya dilakukan oleh diri sendiri, atau oleh istrinya. Jika selain istri kita, maka hukumnya TIDAK BOLEH (beberapa ulama menyatakan HARAM), dikarenakan kemaluan merupakan salah satu aurat yang mesti dijaga dari orang-orang yg tidak berhak.

Secara ilmu kedokteran modern, diketahui bahwa daerah-daerah pada tubuh manusia yang menjadi sarang penyakit hendaknya senantiasa dibersihkan, diantaranya adalah mencukur bulu disekitar kemaluan baik bagi laki-laki maupun wanita.

Dengan demikian, jelaslah bahwa Islam merupakan agama yg PALING SEMPURNA )