Sadis…Perempuan pun di Bom Seradu Israel

Memang betul-betul sadis kelakuan serdadun Israel ini. Perempuan pun terkena sasaran bom serdadu Israel.


Seorang pria Palestina yang terluka digotong ke rumah sakit, Minggu (4/1). Rudal Israel yang menghantam pusat perbelanjaan utama di Gaza City menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 40 orang yang semuanya adalah warga sipil Palestina.

GAZA, KOMPAS.com – Serangan bom Angkatan Darat Israel menewaskan seorang perempuan Palestina dan melukai dua saudaranya di Jalur Gaza Tengah, Selasa (13/7/2010).

Pembunuhan terhadap warga Palestina di desa Johar a-Deek dekat perbatasan Gaza-Israel itu justru dibela seorang juru bicara militer negara teroris Zionis Israel.

Juru bicara militer itu mengatakan, ketiga warga Palestina itu ditembak karena dicurigai mau menyerang. Kekejian pasukan Israel terhadap warga Palestina tidak berdosa bukan baru kali ini saja terjadi.

Dalam serangannya ke Jalur Gaza yang dikuasai Hamas selama 22 hari pada Desember 2008-Januari 2009, sedikitnya 1.300 orang, termasuk 400 anak Palestina tewas.

Jumlah warga Palestina yang terluka akibat serangan udara negara teroris Israel itu tercatat 5.300 orang.

Selain korban jiwa, ribuan rumah warga, gedung sekolah, rumah sakit, dan gedung PBB juga hancur lebur akibat serangan Israel dengan total nilai kerugian diperkirakan 476 juta dolar Amerika Serikat.

Sebaliknya, Israel mengklaim jumlah korban tewas di pihaknya dalam konflik bersenjata dengan Hamas itu hanya 13 orang.

Biadab: Wanita yang Ingin Membesuk Kerabatnya di Penjara Israel Harus Telanjang Bulat

Memang sadis dan biadab peraturan di penjara Israel ini dan sangat tidak berperikemanusiaan….

KNRP – Sebuah pusat hukum Palestina menemukan prilaku penjara militer Israel Aufar di Tepi Barat yang sangat tidak manusiawi. Pihak manajemen penjara di sana memaksa para wanita Palestina dari Al-Quds dan Tepi Barat untuk bertelanjang bulat sebagai syarat untuk dapat menemui sanak kerabat mereka yang mendekam di sel penjajah Israel.

Pusat Keadilan Hukum Palestina dalam suratnya meminta otoritas penjara-penjara Israel dan pihak Penjara Aufar untuk segera
menghentikan prilaku binatang itu. Terkait kasus memalukan itu, pengacara wanita lembaga yang berkedudukan di Palestina 48 itu telah mengirimkan surat atas nama wanita-wanita Palestina Al-Quds. Dikatakan pengacara itu, mereka terpaksa mengurungkan niat untuk bertemu sanak keluarga karena ada syarat yang sangat menjijikan dan menghinakan itu.

Dalam surat itu dikatakan, dua orang wanita Palestina pergi menuju Penjara Aufar untuk menengok kerabatnya. Setelah keduanya diperiksa secara ketat oleh sipir penjara, salah seorang sipir meminta keduanya untuk masuk ke sebuah ruangan sebelah dan memintanya untuk
bertelanjang bulat. Saat keduanya masuk ruangan itu, keduanya menemukan sebuah jendela yang memanjang ke ruangan lainnya. Beberapa detik kemudian terdengar sipir wanita Israel melalui pengeras suara memberikan perintah agar keduanya melucuti semua pakaiannya. Tak pelak, kedua wanita Al-Quds itu pun menolak mentah-mentah. Israel sendiri berdalih hal itu untuk pemeriksaan mendalam agar pengunjung penjara betul-betul steril. Lalu keduanya pun mengurungkan niat menjenguk sanak kerabatnya.

Dikatakan lembaga itu, peristiwa yang dialami kedua wanita itu bukan hanya sekali, namun berulang-ulang dan diterapkan kepada wanita-wanita dari Al-Quds Timur dan Tepi Barat. Akhirnya, banyak dari mereka lebih memilih pulang ke rumah ketimbang harus bertelanjang bulat meski harus gigit jari karena gagal membesuk sanak keluarga.(milyas/qudspress)

sumber: http://www.knrp.or.id/files/image/berita/get_img.jpeg

Sadis… Orang Tua Menganiaya Memperbudak dan Membunuh Anak Kandung Sendiri

textTEXT SIZE : icon_min.gif icon_plus.gif
Share

Fahmi Firdaus – Okezone

kHdpQUSkCY.jpg

JAKARTA – Nasib tragis yang dialami Mulyadi (10), tak hanya dipenghujung hidupnya. Dalam keseharian, dia diperlakuan seperti budak olek kedua orang tuanya.

Para tetangga almarhum Mulyadi seringkali melihat bocah mungil itu dibentak-bentak ayahnya, Sinyo. Terutama apabila perintah Sinyo tidak dilaksanakan dengan tepat oleh Mulyadi.

"Mulyadi sering disuruh-suruh oleh orang tuanya. Kalau kurang pas dia diomelin. Bapaknya galak sih," ujar Tami, tetangga korban di Jakarta, Kamis (13/8/2009).

Kanit Reskrim Polsek Kemayoran Iptu Aryono mengaku belum bisa menyimpulkan apakah Mulyadi tewas dibunuh atau tidak. Namun dia membenarkan ada luka lebam di wajah dan tubuh korban. "Kami masih menunggu hasil visum dari RSCM," ujarnya.

Diperkirakan Mulyadi tewas sejak empat hari lalu. Pasalnya saat ditemukan di dalam rumah kontrakan orang tuanya, kondisi tubuh bocah SD itu sudah membusuk. Polisi mensinyalir menghilangnya orang tua korban ditengarai memiliki kaitan dengan kematian Mulyadi. Karena itu, Sinyo dan Warsiti tengah diburu petugas. (ful)