Blog yang Bikin Warga PKS ‘Murka’ Akhirnya Ditutup

Mungkin berita ini menjadi berita baik bagi para kader PKS yang selama ini tidak terima partai tercintanya selalu menjadi bahan kritikan pedas oleh sebuah blog. Blog PKS Watch akhirnya oleh sang pemilik secara resmi ditutup.

Bukan tidak ada alasan akhirnya pemilik blog PKS Watch yang beralamat di pkswatch.blogspot.com akhirnya memilih untuk menutup secara resmi blog yang sudah di’asuh’nya hampir 5 tahun ini.

DOS sang pemilik blog dalam postingan terakhirnya tertanggal 21 Juni 2010, memberikan penjelasan panjang lebar alasan dirinya akhirnya memutuskan untuk menutup secara resmi blog yang khusus mengkritisi sepak terjang PKS.

Namun sebelum memberikan penjelasan alasan menutup blog yang telah banyak membuat warga PKS murka ini, DOS mencoba memflash back ketika ia pertama kali membuat blog PKS Watch yang oleh mayoritas warga PKS dianggap sebagai blog berisi fitnah dan sampah ini.

DOS menceritakan alasan pertama kali dirinya memulai mengasuh blog ini, bahwa apa yang ia lakukan dengan mengkritisi PKS semata-mata didasari oleh sebuah keprihatinan atas sepak terjang gerakan dakwah yang ia cintai, yang ia lihat dan anggap mulai keluar dari rel yang seharusnya.

Diakui oleh DOS, sewaktu dirinya merintis blog kritis ini, banyak hujatan yang ia terima terutama dari kalangan warga PKS yang menganggap apa yang ditulis olehnya hanyalah fitnah belaka dan tujuannya tidak lain hanya untuk memecah belah PKS dan menggemboskan suara PKS dalam Pemilu.

Akan tetapi sebenarnya apa-apa yang DOS tuangkan dalam blognya tersebut merupakan sesuatu yang menjadi keprihatinan banyak orang yang berharap banyak terhadap gerakan dakwah yang merupakan perpanjangan tangan gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin Mesir yang bermetamorfosa menjadi partai politik ini.

Tidak sedikit simpatisan PKS bahkan kader PKS sendiri menjadi tercerahkan akan adanya blog PKS Watch. Meski diawal-awal membacanya kuping terasa panas dan dada terasa nyesek. Dan apa yang ditulis dan diulas oleh DOS memang sebagian besar adalah fakta, yang sudah beredar secara luas di media. Jadi bukan sesuatu yang ‘rahasia’.

Alasan Menutup Blog

DOS juga mengakui dari pertama kali ia membuat blog ini, telah banyak yang meminta dirinya untuk segera menghentikan usahanya tersebut. Namun DOS dengan tegas menyatakan bahwa ada beberapa alasan yang bisa membuat ia menghentikan blog kritisnya itu.

* Pertama, PKS kembali lurus minimal seperti di masa awal-awal pendirian PK, atau
* Kedua, PKS sudah rusak parah, atau sudah bukan menjadi partai Islam lagi.

Dan menurutnya point kedua dari alasan untuk menutup blog – yang telah memuat ratusan artikel dan ribuan komentar ini – untuk saat ini telah terpenuhi, persis setelah munas kedua PKS yang berlangsung di hotel super mewah Ritz Carlton berakhir.

Poin-poin hasil keputusan munas PKS yang secara resmi menjadikan PKS sebagai partai terbuka bagi semua – yang dulu idenya gagal diloloskan dalam mukernas Bali beberapa tahun yang lalu – dianggap oleh sebagian kalangan dan khusunya DOS, sebagai entri poin bahwa PKS bukanlah seperti yang dahulu lagi.

Dan inilah saatnya untuk melupakan PKS dari hati dan pikiran, Selamat Tinggal PKS, tegas DOS dalam paragraf terakhir ‘bayanatnya’ tentang alasan ia menutup blog PKS Watch.(fq)

Sumber: www.eramuslim.com

Menurut Pengamat Politik dari UI, PKS Terkesan Menjual Diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)

Ini mungkin kritikan untuk partai politik yang bernama PKS…kritikan ini saya ambil dari komentar pembaca di blog saya ini.
Benar atau tidaknya anda bisa nilai sendiri….

salam dari bandung, kang

PKS (pun) berbudi

PKS partai yang jujur tidak suka korupsi, Partai dakwa (kata iklan kampanyenya di TV)

PKS singkatan dari Partai keadilan sejahtera yang membuat petingginya takut beroposisi mungkin takut tidak sehjatera (maaf ini dugaan, semogah salah)

Menolak paham neoliberalisme karena mendewa-dewakan mekanisme pasar sebagai pengatur perekonomian Negara.( dan tidak sesuai dengan ajaran islam)

Ingin berkoalisi jika presiden dan wakilnya presentatif, nasionalis and agamis, ( itu kata presidenya, bukan kata saya)

Mencalonkan 10 kadernya untuk di pilih sby menjadi wakilnya, alasannya logis pemenang ke -4, bhooo

Tapi sayang seribu sayang “itu hanya mimpi” (maaf mengutip lagunya Projek Pop )

Menurut pengamat politik dari UI, Pks terkesan menjual diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)

Menurut tetangga saya yang sangat mengidolakan PKS dan relah antri di TPS demi mencontreng partai idolanya, menyarankan ………. Para petinggi pks banyak- banyak membaca ayat kursi, agar tidak ada kesan berjuang karena lapar mohon di kasih kursi menteri –puntak apalah kalau tidak dapat kursi wapres, dari pada tidak dapat apa-apa.

Kata limbad, fakir magician “terima kasih” ( terima kasih telah di tipu dengan gertak sambalnya presiden pks yang katanya anti neoliberal)

Dan sekarang para petinggi partainya tidak bisa tidur nyenyak, lagi berpikir bagaimana menenangkan massa akar rumputnya.

Ini betul-betul zaman edan kata permadi sang mistikus politik

Pidato Politik SBY Berbudi Pesanan PKS

Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menyampaikan penjelasan sekaligus pertanggung-jawaban politik atas manufer partainya dalam pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Penjelasan itu disampaikan Anis Matta kepada konstituen dan para relawannya dalam Silaturahmi Kader dan Relawan PKS di Makassar, Minggu (17/5).

Dalam silaturahmi yang dihadiri sekitar 200 kader dan relawan PKS itu, Anis membeberkan kronologis dan latar belakang manuver politik PKS sepanjang pekan lalu. Anis membantah jika PKS telah bersikap inkonsisten dan tidak punya sikap karena awalnya menolak Boediono namun belakangan menerima.

Menurut dia, PKS menerima Boediono setelah Sudi Silalahi, Hatta Rajasa, dan Yudhoyono berulang kali meminta maaf karena memilih Boediono tanpa berkomunikasi dengan partai koalisinya. “Permitaan maaf itu disampaikan baik melalui Sudi Silalahi, Hatta Rajasa, dan SBY sendiri juga meminta maaf. Sebagai muslim, apa yang kita lakukan? Memaafkan, tetapi dengan catatan bahwa hal itu tidak boleh terulang,” tandas Anis.

Menurut Anis, PKS pantas marah karena Yudhoyono dan Partai Demokrat melakukan komunikasi satu arah dalam memutuskan Boediono sebagai pasangan Yudhoyono. Komunikasi satu arah itu menunjukkan Demokrat belum membangun pola hubungan yang setara dengan PKS sebagai mitra koalisinya.

“Kita hanya memiliki posisi yang kuat jika kita dianggap setara. Orang yang bisa marah adalah orang yang punya power. Jika kita tidak bisa marah kepada kawan, itu artinya kita tidak punya power,” kata Anis.

Menurut Anis, dalam pertemuan pada Jumat sebelum deklarasi, Yudhoyono meminta maaf kepada PKS. “Dua per tiga dari waktu pertemuan itu dipakai SBY untuk meminta maaf. Hampir semua konten pidato politik SBY Berbudi itu pesanan dari PKS. Termasuk penegasan Boediono bahwa proteksi pasar tetap diperlukan. Kami ingin membangun koalisi berdasarkan kesetaraan. Ini bukan soal berapa kursi, soalnya kita juga belum tentu menang. Tetapi masalahnya ketika ada komunikasi satu arah, itu yang harus diinterupsi dengan keras secara terbuka. Semua kemitraan kita adalah kemitraan yang kritis dan konstruktif,” kata Anis.

Menurut Anis, seluruh manuver PKS dilakukan semata-mata untuk menciptakan konstelasi politik yang memungkinkan PKS tumbuh. Itu mengapa PKS berkepentingan membangun koalisi yang setara dengan Demokrat.

Sumber kompas.com