Biadab: Wanita yang Ingin Membesuk Kerabatnya di Penjara Israel Harus Telanjang Bulat

Memang sadis dan biadab peraturan di penjara Israel ini dan sangat tidak berperikemanusiaan….

KNRP – Sebuah pusat hukum Palestina menemukan prilaku penjara militer Israel Aufar di Tepi Barat yang sangat tidak manusiawi. Pihak manajemen penjara di sana memaksa para wanita Palestina dari Al-Quds dan Tepi Barat untuk bertelanjang bulat sebagai syarat untuk dapat menemui sanak kerabat mereka yang mendekam di sel penjajah Israel.

Pusat Keadilan Hukum Palestina dalam suratnya meminta otoritas penjara-penjara Israel dan pihak Penjara Aufar untuk segera
menghentikan prilaku binatang itu. Terkait kasus memalukan itu, pengacara wanita lembaga yang berkedudukan di Palestina 48 itu telah mengirimkan surat atas nama wanita-wanita Palestina Al-Quds. Dikatakan pengacara itu, mereka terpaksa mengurungkan niat untuk bertemu sanak keluarga karena ada syarat yang sangat menjijikan dan menghinakan itu.

Dalam surat itu dikatakan, dua orang wanita Palestina pergi menuju Penjara Aufar untuk menengok kerabatnya. Setelah keduanya diperiksa secara ketat oleh sipir penjara, salah seorang sipir meminta keduanya untuk masuk ke sebuah ruangan sebelah dan memintanya untuk
bertelanjang bulat. Saat keduanya masuk ruangan itu, keduanya menemukan sebuah jendela yang memanjang ke ruangan lainnya. Beberapa detik kemudian terdengar sipir wanita Israel melalui pengeras suara memberikan perintah agar keduanya melucuti semua pakaiannya. Tak pelak, kedua wanita Al-Quds itu pun menolak mentah-mentah. Israel sendiri berdalih hal itu untuk pemeriksaan mendalam agar pengunjung penjara betul-betul steril. Lalu keduanya pun mengurungkan niat menjenguk sanak kerabatnya.

Dikatakan lembaga itu, peristiwa yang dialami kedua wanita itu bukan hanya sekali, namun berulang-ulang dan diterapkan kepada wanita-wanita dari Al-Quds Timur dan Tepi Barat. Akhirnya, banyak dari mereka lebih memilih pulang ke rumah ketimbang harus bertelanjang bulat meski harus gigit jari karena gagal membesuk sanak keluarga.(milyas/qudspress)

sumber: http://www.knrp.or.id/files/image/berita/get_img.jpeg

2 BLOGGER DIBUI GARA2 VIDEO KELEDAI

Video satir yang menampillan keledai, membuat AZERBAIJAN – Dua blogger Azerbaijan harus menghadapi tuntutan hukum, akibat ulah mereka memposting sebuah video yang menampilkan binatang keledai. Ceritanya berawal ketika Adnan Hajized dan Emin Milli mengunggah video satir ke dalam situs YouTube. Video tersebut menceritakan sebuah acara konferensi pers yang dipimpin oleh keledai, yang identik sebagai binatang bodoh. Dalam pertemuan dengan wartawan itu, sang keledai memuji pemerintahan Azerbaijan. Terang saja video ini membuat kuping pemerintah bekas negara anggota Uni Soviet tersebut panas. Pasalnya, mereka merasa tersindir dengan parodi yang dilakukan oleh dua blogger tersebut. Alhasil, Adnan dan Milli diciduk pihak berwajib. Demikian yang dilansir Terra , Rabu (2 /9 /2009). Penangkapan keduannya pun dianggap bermuatan politisi, sebab terjadi saat beberapa pria berpakian preman hendak membubarkan dialog mengenai mengeluarkan pendapat secara online, di sebuah restoran. Pembubaran itu sendiri menimbulkan kericuhan dan perkelahaian yang tak terelakkan. Sebenarnya Adnan dan Milli hendak melaporkan ke kantor polisi peristiwa yang menimpanya, namun yang terjadi malahan mereka ditangkap pihak yang berwajib, karena dianggap melakukan perbuatan onar di dalam wilayah publik dengan menyulut perkelahaian. “Penangkapan ini penuh dengan muatan politis. Klien kami tidak melakukan penyerangan, mereka justru diserang,” tegas pengacara kedua blogger tersebut,  Isakhan Ashurov. Pihak berwenang menegaskan tidak ada motif politik di balik penangkapan tersebut, tapi pendukung takut itu menandai awal dari sebuah tindakan keras bagi media dan upaya untuk menyingkirkan perbedaan pendapat secara online. Hajized merupakan pendiri dari organisasi OL (To Be), sebuah gerakan pemuda dan Milli, salah satu pendiri saluran televisi online AN Network. Mereka adalah pemuda yang mengenyam pendidikan Barat, serta aktivis oposisi menggunakan Internet untuk mengkritik pemerintah Azerbaijan. Situs-situs seperti Facebook, Twitter, dan YouTube mereka gunakan untuk memposting update berita, esai kritis, dan menyindir melalui video, serta menawarkan alternatif utama saluran televisi dan surat kabar di Azerbaijan. Mereka menyatakan selama ini media berada di bawah kontrol ketat pemerintah. (tyo)

BERITA VIDEO SYEH PUJI MASUK BUI

Akhirnya Syekh Puji merasakan jeruji besi, jangan kita melawan hukum yang dibuat oleh siapapun. Kalo namanya hukum yah tetap hukum. Walaupun katanya tak melanggar hukum agama, tapi kalo melanggar hukum dunia ya.. tetap susah di dunia. Jadi idealnya jangan kita langgar hukum dunia maupun hukum akhirat…

Berita ini bersumber dari http://www.liputan6.com

Syekh Puji

 
Tersangka pelaku pernikahan di bawah umur, Pujiono Cahyo Widiyanto alias Syekh Puji resmi dijebloskan ke sel tahanan Markas Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/3) malam. Syekh Puji menjadi penghuni sel meski masih mengenakan pakaian putih belum memakai baju tahanan seperti layaknya tahanan lainnya. Keputusan memasukkan ke bui itu setelah proses pemeriksaan berlangsung sejak Senin lalu.

Sebagai tersangka, Pujiono dijerat pasal 82 junto pasal 88 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta UU Nomor 74 yang menyebutkan usia minimal seorang wanita untuk menikah adalah 16 tahun. Sedangkan mertua Syekh Puji, Suroso yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masih bisa menghirup udara segar. Pasalnya Suroso diperkenankan pulang tetapi dengan kewajiban lapor dua kali seminggu.(JUM/Teguh Hadi Prayitno)