Kasihan Seorang Guru di Pekanbaru Gajinya Cuma Rp 72.000,-


Malang bener nasib guru itu ya, mudah2an pemerintah memperhatikan nasibnya…
Jauh bener dengan anggota *ewan yang minta dibeliin komputer tercanggih dengan harga $2000 dan minta dibangunkan gedung baru karena penghuninya katanya miring.

Upah Minimun Kota (UMK) Pekanbaru telah mencapai Rp 1.055.000 per bulan tetapi saat ini masih ditemukan guru yang bergaji Rp 72 ribu per bulan.

Guru malang tersebut bernama Imam Maznan Ali, guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Azzahidin di Jalan Hang Tuah Ujung, Tenayan Raya, Pekanbaru. Ia mengaku, sudah mengajar di daerah tersebut sejak enam bulan lalu. Begitu dirinya menerima gaji pertama ia mendapatkan uang sebesar Rp 144.000.

“Gaji ternyata tidak dibayarkan setiap bulan. Biasanya dirapel hingga dua bulan baru dibayarkan. Sehingga gaji pertama saya Rp 144.000, untuk dua bulan mengajar,” ujarnya di Pekanbaru, Senin (10/5).

Guru Alquran dan Hadist ini pada awalnya kaget, tetapi setelah diberitahu pihak yayasan bahwa itu terjadi karena masalah keuangan yayasan, ia pun maklum. Padahal untuk biaya transportasi saja, ia harus merogoh koceknya hingga Rp 250 ribu perbulan. “Saya tinggal di Jalan Kereta Api, sementara sekolah berada di Jalan Hang Tuah Ujung. Kira-kira membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai di sekolah,” katanya.

Mengapa masih bertahan? Ia menjawab karena guru merupakan cita-citanya sejak kecil.

“Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, saya terpaksa cari serabutan termasuk menjadi penyuluh agama di lapas anak” ujarnya.

Ia mengharapkan adanya perhatian pemerintah terhadap guru swasta. Jika dibandingkan dengan gaji guru negeri, gaji guru swasta jauh di bawah guru negeri. Ia juga menginginkan anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Sekretaris Persatuan Guru Swasta Pekanbaru Riau (PGSPR), Sebastian Koti, mengakui gaji guru swasta di Pekanbaru memang jauh di bawah gaji guru negeri. “Kami berharap pemerintah lebih peduli terhadap guru swasta. Beban kerja antara guru swasta dan negeri sama, yakni mendidik muridnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Yuzamri Yakub mengatakan, gaji guru swasta berasal dari yayasan. Sampai saat ini, yang dibantu pemerintah hanya tunjangan fungsional. Tunjangan transportasi yang selama 2007 dan 2008 dinikmati guru swasta terpaksa dihapuskan dikarenakan tak sesuai dengan peraturan pemerintah.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2010/05/11/05121699/Di.Pekanbaru.Ada.Guru.Bergaji.Rp.72.000

Inilah Surat Terbuka Untuk SBY & Mentri2

lowonganseluruhcpnsdaerahse indonesia1

Assalamualaikum Wr. Wb.
Yth Bapak Presiden Republik Indonesia
Saya adalah seorang bocah laki-laki berumur 10 th, saya mempunyai kakak perempuan berusia 12 th dan adik berusia 5 th.
Kini kami bertiga telah yatim piatu dan sekarang sudah tidak bersekolah lagi, keadaan yang memaksa kami untuk hidup dijalanan, saya berdagang koran, kakak dan adik saya menjadi pengemis dan pengamen jalanan. Bermula dari Lumpur itu
Dahulu sebelum bencana itu datang, keluarga kami masih mempunyai kehidupan normal, meski kami hanya hidup dalam rumah kecil dengan sedikit perabotan seadanya. Ayah seorang anak tunggal bekerja sebagai buruh, kemudian berhenti dan berwiraswasta membuka warung kelontong didepan rumah, sedangkan Ibu bekerja sebagai TKW di Timur tengah dan selalu mengirimkan uang tiap bulan kepada keluarga kami. Kematian Ibu
Enam bulan sebelum lumpur itu menghancurkan rumah kami, musibah terjadi menimpa ibu, Ia hampir diperkosa majikannya tetapi berhasil kabur keluar rumah setelah menusuk majikan nya itu dengan sebuah pisau buah. Tetapi keluarga majikan malah memfitnah ibu dengan fitnah keji, ibu dituduh merayu dan membunuh majikan. Ketika Ibu ditangkap dan didakwa dengan hukuman gantung, Ibu sangat syok, tiada yang membelanya karena semua bukti direkayasa. Pemerintah dalam hal ini KBRI tidak bisa memberikan pertolongan apa-apa, kecuali hanya sekedar simpati. Disana ibu berjuang sendiri, tidak ada yang perduli dengan dirinya yang hanya sebagai korban, dan pertolongan pemerintah sebagai tempat terakhir seakan-akan seperti pungguk merindukan bulan. Para petinggi itu seakan tidak peduli akan nasib ibu, tidak ada usaha untuk membuktikan bahwa ibu difitnah oleh majikannya. Dalam masa penahanannya, ibu mengirim surat-suratnya kepada kami, surat-surat yang membuat kami menangis setiap hari, membuat bapak selalu pingsan dan membuat si bungsu dan kakak perempuanku merintih setiap malam. Hanya aku sebagai anak lelaki yang paling besar yang berusaha tabah dan menyabarkan keluargaku. Hari-hari ceria berubah menjadi kelam, canda tawa kami seketika menghilang dalam gelapnya episode yang akan kami lalui nanti. Sampai suatu ketika dalam surat terakhirnya, ibu menyuruh bapak untuk tabah dan kuat untuk melanjutkan kehidupan keluarga kami, ia memilih jalan yang terhormat ketimbang mati dalam kondisi difitnah. Dua hari setelah itu, kami mendengar ibu tewas bunuh diri didalam penjara. Ternyata jalan terhormat itu yang dimaksud ibu dalam surat terakhirnya adalah gantung diri.
Setelah kematian Ibu, kehidupan berjalan normal kembali dan bapak melaksanakan janjinya, ia tidak terlihat cengeng, bahkan lebih tegar, terbukti dengan niatnya berwiraswasta dengan membuka warung kelontong yang cukup ramai, bahkan bapak nekad meminjam uang untuk menambah modal usahanya. Ia katakan kepadaku kalau ingin besar harus berani mengambil resiko besar pula. Bencana itu
Roda kehidupan berjalan bagai pedati menarik jerami, ia berputar kadang diatas dan kadang dibawah.
Belum lama kami berhasil tersenyum kembali sejak kematian ibu, bencana yang lebih besar datang, kampung halaman kami terendam lumpur yang berasal dari pipa pengeboran perusahaan swasta.Lumpur itu melululantahkan rumah-rumah kami dan terpaksa kami menjadi pengungsi dikampung halaman sendiri. Rumah kami, sekolah kami, surau kami kini hilang ditelan bumi, memang katanya ada penggantian dari perusahaan itu, tapi ternyata penggantian itu hanya berlaku untuk rumah-rumah yang terdaftar di lembaga penanggulangan lumpur milik pemerintah dengan mengajukan surat-surat tanah, sedang rumah kami, rumah kecil warisan dari kakek kami, yang hanya terletak diujung jalan tidak pernah dihitung oleh mereka. Kami berusaha melaporkan kepada Pak RT, tetapi Pak RT sendiri kami tak tahu dimana rimbanya, beliau sudah pergi entah kemana karena rumahnya pun telah hilang. Ayah kami yang lugu tak tahu harus meminta tolong kepada siapa, dan ia bingung harus melakukan apa, bahkan ia sering berteriak-teriak seperti orang gila karena tak sanggup menahan beban derita yang berkepanjangan karena ganti rugi tak jua dibayar-bayar. Sampai pada suatu ketika, ia menyuruh kami untuk ke Jakarta meneruskan sisa-sisa hidup kami untuk menumpang kepada seorang kerabat ibu disana. Dibekali secarik kertas alamat dan sedikit uang kami bertiga pergi ke jakarta menumpang bus malam diantar tetangga kami.
Sesampai di Jakarta, kami tak tahu harus kemana, kami pun tidak mengerti mengapa ayah menyuruh kami pergi ke kota besar ini, selain ia hanya bilang bahwa kita lebih baik tinggal bersama kerabat ibu yang tinggal disini. Ayah akan berjuang mendapatkan haknya untuk menuntut penggantian uang gantirugi atas rumah kami, begitu katanya sambil tertawa terbahak-bahak sambil menangis. Terakhir, kata tetangga kami ayah kami harus meninggal
karena gantung diri sebab tak kuat lagi untuk menahan berat hidup.
Di jakarta, kami luntang-lantung tak tahu harus kemana, sampai akhirnya kami dirazia oleh satpol PP karena disangka kami pengemis dan gelandangan. Dan memang saat itu, tanpa sadar bahwa kami memang telah menjadi gelandangan. Kami tak punya siapa-siapa di kota besar ini, rumah tempat tinggal kami dipaksa untuk hilang dari muka bumi, sekolah kami dan masa depan kami dirampas dengan paksa oleh orang-orang itu yang entah siapa mereka dan apa kesalahan kami. Yang kami tahu kami dan teman-teman kami tercerai berai oleh bencana itu, bencana yang oleh Bapak Presiden dibilang sebagai “Musibah” sedang bagi kami tetaplah sebagai bencana.
Selepas dari pemeriksaan satpol PP, kami ditolong oleh seorang tua penjual koran yang juga tertangkap oleh petugas itu. Ia membawa kami untuk tinggal digubuknya yang sempit seraya berjanji untuk mencari alamat kerabat ibu kami. Digubuk yang terletak disamping rel itu, kami meneruskan sisa-sisa nafas kami, kami tinggalkan masa kanak-kanak kami dengan berjuang untuk bertahan hidup. Saat anak-anak yang lain bercengkerama dengan teman sekolahnya, adik kami yang seharusnya duduk dibangku TK, terpaksa berlari-lari dijalanan untuk mengemis dari satu kendaraan ke kendaraan lain tak peduli kaki mungilnya menghitam dan rambut kritingnya memerah karena sengatan matahari. Setiap ada kendaraan yg lewat dan berhenti, tangan kecilnya tak lupa untuk menengadah berharap ada pengendara yang berbaik hati memberikan sedekahnya. Sedangkan aku, berdiri dan berlari-lari diperempatan jalan sambil meneriakan koran yang aku jajakan sejak subuh tadi, semoga ada pembeli yang mau membaca koranku pagi ini. Dan kakakku, karena ia memiliki suara merdu, ia menjadi pengamen jalanan dengan sebuah kericikan ditangan. Ia yang seharusnya duduk di bangku SMP dengan kecerdasan yang dimilikinya, seharusnya bisa merenda masa depan yang lebih baik. Semua pekerjaan itu kami lakukan dengan terpaksa, dari pagi hingga malam demi menyambung hari esok, demi menggapai impian-impian anak-anak kecil seperti kami. Bapak Presiden yang saya hormati.
Karena seringnya membaca koran, kini aku menjadi tahu tentang siapa dirimu, dan apa saja yang bisa engkau lakukan dengan kekuatan hebat yang engkau miliki. Karena sering membaca koran itu juga aku bisa menulis surat ini untuk mu, Ternyata engkaulah orang yang selama ini aku cari-cari. Engkaulah orang yang bisa merubah nasib kami dengan sekali perintah saja, orang yang memiliki kesanggupan untuk merubah dunia ditangannya. Orang yang bisa merubah nasib Ibuku jika saat itu ia mau tahu dan membantu dengan bantuan hukum, orang yang bisa mengembalikan rumah kami yang hilang terendam lumpur, orang yang bisa menyembuhkan sakit gila ayahku, orang yang bisa menyekolahkan si bungsu adikku, juga aku dan kakakku, orang yang bisa menampung anak-anak seperti kami dalam rumah yg nyaman, orang yang bisa membuat cerah masa depan kami dan ribuan anak-anak jalanan lainnya yang terjebak dalam kondisi ini bukan karena inilah nasib mereka, tetapi karena dipaksa oleh orang dewasa yang tidak berprikemanusiaan. Bapak Presiden, yang aku kagumi,
Pagi ini setelah melihat berita engkau dilantik, aku ingin engkau menggunakan kekuatan hebatmu untuk membantu kami menemukan kembali kebahagiaan kami yang hilang. Mengembalikan keceriaan sibungsu, memuluskan kembali jari-jari tangannya yang terbakar aspal dan memutihkan kembali mukanya yang tertutup debu jalanan. Juga mengembalikan tawa riang kakak kami yang menghilang sejak ayah sakit jiwa dan menyegarkan kembali wajahnya yang cantik dengan untaian senyumnya seperti beberapa tahun lalu. Juga membantuku mewujudkan cita-cita Ibu dan harapan ayah pada diriku untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama. Engkau Juga adalah orang yang bisa melindungi anak-anak seperti kami yang terpaksa mencari nafkah dijalanan, dari jeratan undang-undang ketertiban milik pemda yang senantiasa bisa menjerat kami kedalam penjara. Bapak Presiden yang aku hormati,
Jika engkau tidak bisa menggunakan kekuatan hebatmu untuk kami, tidak mengapa, aku tidak akan marah, begitu juga adik dan kakak ku. Kami terbiasa tidak meminta kepada orang lain, kami terbiasa tidak menggantungkan hidup kepada manusia lain. Keluarga kami terbiasa hidup keras dan tidak lemah. Satu-satunya tempat bergantung kami hanyalah Allah, Tuhan pemilik dunia ini, itulah yang sering almarhum ibu sampaikan kepada kami, untuk menghibur diri kami saat kami jauh darinya.
Jika engkau sulit untuk mewujudkan harapan kami, juga harapan ribuan anak jalanan lainnya, juga harapan jutaan kaum yang senasib dengan kami, kami hanya meminta kepada engkau untuk mengaminkan doa kami saja, semoga kami bisa menggantikan posisi engkau ketika kami dewasa nanti. Karena kami ingin menolong orang yang bernasib seperti ibu kami, kami ingin menolong orang yang senasib dengan keluarga kami, juga keluarga-keluarga lainnya yang kurang beruntung hidup dinegeri
ini.
Sampaikan salam kami untuk para pembantu engkau, agar beliau juga mengamini doa kami, agar kami dapat menggantikan posisi mereka kelak jika kami besar. Agar Si bungsu kelak akan tercapai cita-citanya menjadi orang yg menyayangi orang lain dengan sepenuh hati seperti sayangnya pak tua penjual koran itu kepada kami, setiap pagi ketika hidup mulai bergulir kembali. Bapak Presiden yang kami hormati, semoga engkau membaca surat kami. Wassalamualaikum Wr.Wb.
Dari anak negeri yg terhempas di jalanan karena nasib yang kurang beruntung.
20 Oktober 2009, Tengah malam bertepatan dengan pelantikan Presiden/Wakil Presiden.

BERITA MIRIS DUNIA PENDIDIKAN SELAIN PEREDARAN VIDEO PORNO PELAJAR SISWI SD,SMP,SMA,MAHASISWI

stop-korupsiMalang benar nasib siswa – siswi SD daerah Malang ini, mereka menangis tersedu-seduh mempertahankan sesuatu yang sangat berguna untuk mereka dapat menuntut ilmu disekolahnya…
Beginilah nasib pendidikan di Indonesia…kapan berubahnya…
Tragis dan menyedihkan…..

Metrotvnews.com, Malang: Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Mulyo Asri 2 Malang, Jawa Tengah, masih terganggu menyusul penarikan bangku dan meja oleh pemborong. Sebuah peristiwa yang sangat ironis dalam pendidikan di Tanah Air. Murid sekolah ini harus menangis tersedu-sedu saat mempertahankan bangku sekolah mereka yang akan diambil pengusaha bangku sekolah. Beberapa murid bahkan tetap berusaha mempertahankan bangku yang sudah akan diangkut.

Pihak pemasok meja kursi beralasan, peralatan belajar terpaksa diambil paksa karena Pemerintah Kabupaten Malang, belum membayar pengadaan 500 set bangku sejak tahun 2006. Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berkilah, mereka tidak membayar karena spesifikasi bangku yang dibuat perajin, tidak sesuai perjanjian.

Akibat carut-marutnya pengadaan bangku sekolah di Malang, ini tidak hanya pengusaha saja yang harus menelan kerugian. Murid SD yang sudah akan memasuki masa ujian akhir nasional, juga sangat terganggu dengan adanya kasus ini.(DSY)

Guru Perkosa 39 Murid, Dihukum Mati di Hari Guru (GURU YANG TAK PERLU DIGUGU DAN DITIRU)

BERIKUT  INI KASUS – KASUS TENTANG GURU YANG TAK PERLU DIGUGU DAN DITIRU (DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER)

BEIJING, Seorang kepala sekolah dasar di Provinsi Gansu, Luo Yanglin (48), menjalani hukuman mati pada Hari Guru Nasional China, Rabu (10/9).

Harian Lanzhou Morning Post edisi Kamis melaporkan, guru sekaligus kepala sekolah itu terbukti memerkosa dan melakukan pelecehan seksual atas 39 murid perempuan selama 18 tahun terakhir ini.

Pokoknya, ulah Luo tersebut jauh dari apa yang seharusnya dilakukan seorang guru. Entah mengapa, Luo melakukan itu kepada anak perempuan berusia 7 hingga 14 tahun. Dan, perbuatan bejat tersebut berlangsung saat dia ditugaskan sebagai guru dan kepala sekolah di tiga sekolah antara tahun 1988 dan 2006.

”Luo Yanglin sudah tak bermoral dan menggunakan posisinya sebagai guru dan kepala sekolah untuk memerkosa serta melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah murid perempuan. Beberapa murid itu bahkan beberapa kali diperlakukan tak semestinya,” demikian keputusan pengadilan.

Perbuatan Luo itu terungkap tahun 2006 saat dia menjadi kepala sekolah dasar di sebuah desa. Murid perempuan yang sudah tamat menggugat Luo. Salah seorang murid itu bahkan mengaku diperkosa hingga 10 kali antara tahun 1998 dan 1999. Mereka tidak berani melapor karena diancam. Polisi yang memeriksa kasus tersebut akhirnya mendapat pengakuan serupa dari 37 murid perempuan yang lain atas ulah bejat Luo itu.

Aksi tersebut bisa terjadi setelah murid-murid perempuan itu dibujuk ke kantor Luo seusai jam sekolah, dengan alasan harus membuat pekerjaan rumah atau lainnya. Korban Luo bisa lebih banyak karena umumnya korban trauma jika memberikan kesaksian. Luo pantas menerima hukuman.

Kapanlagi.com – Sidang pencabulan tiga siswi sekolah untuk anak berkebutuhan khusus, SMP Budi Waluyo, Jakarta Selatan oleh oknum gurunya, Eddie Murjono digelar dengan agenda pemeriksaan tiga saksi korban Iv (13), Vn (13) dan Ln (16).

Sidang yang digelar di Ruang Kresna PN Jakarta Selatan, Rabu mulai pukul 15.00 WIB itu diselenggarakan secara tertutup dipimpin oleh Majelis Hakim Ahmad Sobary, JPU Danang Lestari sementara terdakwa Eddie didampingi kuasa hukumnya.

Saksi korban yang pertama didengar keterangannya adalah Iv yang didampingi petugas dari Pusat Pemberdayaan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak atau P2TP2A Pemda DKI Jakarta.

Setelah diperiksa selama sekitar 30 menit, giliran Vn disusul Ln masih didampingi petugas yang sama.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Eddie Murjono menjadi pesakitan dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak didiknya.

Tim Jaksa Penuntut Umum yang diketuai Danang Lestari menjerat Eddie dengan pasal dakwaan dari KUHPidana dan Undang-Undang Perlindungan Anak atas serangkaian perbuatan yang dilakukannya pada September 2006 lalu.

Atas perbuatannya, Iv dan Vn yang masih duduk kelas I itu berhenti dari kegiatan belajar di SMP Budi Waluyo sementara Ln yang tertua di antara ketiganya meneruskan studi di kelas III sekolah tersebut. (*/rsd)

Depdiknas & PGRI Bahu-Membahu Usut Guru Cabul di Tapanuli
Hery Winarno – detikNews

Jakarta – Menjelang Hari Guru pada 25 November, dunia pendidikan di Tanah Air dihebohkan dengan kasus guru cabul di Tapanuli Tengah, Sumut. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sama-sama membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut.

“Nanti kita lakukan penyelidikan bareng PGRI,” ujar Wakil Sekretaris Ditjen Penegakan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Giri Suyatmana di kantor Depdiknas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (18/11/2008).

Ketua pengurus besar PGRI Sulistyo mengaku pihaknya enggan berkomentar menanggapi kasus yang mencemarkan nama baik guru tersebut. Meski demikian, Sulistyo mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim untuk mengusut kebenaran kasus tersebut.

“Kita lagi turunkan tim ke sana untuk menyelidiki kasus tersebut,” kata Sulistyo.

Erwin Ronaldo, guru di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), memaksa 2 murid perempuannya melakukan oral seks di depan kelas.

Seisi kelas yang menyaksikan hal tersebut awalnya tidak berani bicara karena diancam. Namun setelah seorang teman kelas korban mengadu pada orangtuanya, kasus ini mencuat dan keluarga korban melapor ke polisi. Hinga kini Erwin masih buron.
(nik/nrl)

Kasus Oral Seks Pak Guru

Organ Vital Siswi SD Juga Dirusak

Sungguh malang nasib dua siswi SD di Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, ini. Mereka ternyata tak hanya disuruh melakukan oral seks terhadap gurunya namun mereka juga dicabuli. Bukan hanya oral seks tapi juga dicabuli, ujar Kapolsek Pandan AKP Kamdani saat dihubungi detikcom, Selasa (18/11/2008). Menurut Kamdani, aksi bejat ini dilakukan sekitar bulan November 2008, namun korban lupa kapan waktu pastinya. Berdasarkan hasil visum terhadap korban ditemukan tanda-tanda kerusakan pada kemaluan korban. Hasil visum terhadap dua siswi tersebut kemaluannya rusak, sebut Kamdani. Kamdani menambahkan, sang guru bejat ini tiap kali melakukan perbuatannya dilakukan pada waktu jam sekolah. Dilakukan pada saat mau pulang sekolah, tandas Kamdani. Kasus ini terbongkar Kamis lalu (13/11/2008). Bermula dari pengakuan salah seorang teman sekelas kedua korban kepada orangtuanya. Kedua orangtua korban yang mendengar informasi tersebut kemudian meminta penjelasan korban. Kedua korban mengaku dipaksa memegang alat kelamin sang guru, kemudian selanjutnya melakukan oral seks untuk guru tersebut. Kedua korban maupun murid lainnya di kelas diancam agar tidak memberitahukan kasus ini kepada siapapun. Menyusul mencuatnya kasus ini, kedua korban yakni, RU dan Win sudah tidak pernah masuk sekolah karena merasa malu. Demikian juga tersangka Erwin Ronaldo wali kelas di kelas V ini sudah tidak pernah datang mengajar lagi.

Sumber: Detikcom

 

Guru Cabul Menari Striptease di Hadapan Murid2nya

Bukannya mengajar murid-muridnya menjadi anak baik, seorang guru perempuan  justru memberi contoh tak senonoh. Betapa tidak dalam kegiatan ekstra kurikuler, si guru justru mempertontonkan tari strip-tease.Tanpa malu-malu guru ‘gendeng’ ini telanjang di hadapan muri2nya yang rata-rata berusia 15 tahun.

‘Pendidikan moral’ ini jelas membuat para orangtua murid ngamuk dan menuntut agar guru cabul itu dipecat.

Guru  tersebut mengajar di sebuah sekolah di Zalaegerszeg, Hongaria Barat. Ia digambarkan masih muda  dan berparas cantik. Tadinya murid-murid itu mengira akan mendapat pelajaran tambahan, namun ternyata gurunya ‘memberi pelajaran’ berbeda. Dengan bergairah, dia pun mulai melucuti pakaiannya satu persatu, sampai ke pakaian dalamnya. Yang namanya ABG menyaksikan gurunya nekad telanjang, mereka pun bersorak sorai.  Apalagi ketika si guru meliuk-liukan tubuhnya yg aduhai…Untunglah aksi gila si guru cantik tidak keterusan,seorang guru datang dan menghentikan ‘pelajaran tambahan’ itu. Guru tersebut juga buru-buru menutup tubuh si guru binal ini dengan sehelai taplak. “Sungguh menjijikkan!” ujar guru itu marah.

Tapi seorang murid yang  shock melihat ulah gurunya,  buur-buru mengambil hapenya dan merekam  beberapa adegan saat gurunya hanya mengenakan celana dalam, menari-nari penuh gairah.

Video guru binal itupun dengan cepat menyebar ke masyarakat. Maka beranglah para orangtua murid. “Guru jenis apa dia sehingga bisa berlaku seperti itu di hadapan murid-muridnya? Kalau dia mau menari telanjang, pergilah ke bar, jangan di sekolah,” maki para orangtua murid.

Sebenarnya aksi itu berawal dari tantangan beberapa murid apakah dia berani menari striptease.  Ternyata guru cantik yang masih berumur 20-an itu, nekad menjawab tantangan muridnya. Dan, dia pun mulai melepaskan bajunya satu persatu kemudian menari. Para murid bersorak sorai, tak percaya mereka seberuntung itu bisa menyaksikan guru cantik itu telanjang.

Usut punya usut, ternyata si guru binal itu adalah cem-ceman (kekasih gelap)  sang kepala sekolah. Karenanya, meski para orangtua murid  dan guru lain meminta si guru dipecat,  kepala sekolah menolak.

“Saya dipaksa untuk memecat guru Jerman itu, namun saya tidak akan memecatnya karena dia merupakan aset berharga bagi lembaga kami,” kata kepala sekolah pada  Sandor Rozman.***

sumber: thesun.co.uk