VIDEO CALEG STRESS TELANJANG DAN DATANGI PARA NORMAL

Klik Di sini untuk melihat berita videonya.


Wacana akan terjadinya gangguang jiwa calon legislatif yang kalah dalam pemilihan legislatif 9 April 2009 lalu terbukti sudah. Di Cirebon, sebanyak 15 orang caleg mengalami depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.

Menurut Ujang, yang juga pimpinan Forum Spiritual Peduli Cirebon (FSPC) prosesi penyembuhan caleg depresi dilihat dari kondisi pasien. Rata-rata pasien yang berobat, karena kecewa dengan hasil suara yang tidak sesuai dengan prediksi. Padahal, tidak sedikit dana yang harus dikeluarkan caleg untuk menarik simpati masyarakat.

“Mereka rata-rata depresi karena perolehan suara kecil. Sementara uang yang dikeluarkan kepada tim sukes bisa mencapai antara Rp200 juta hingga Rp1,5 miliar. Ketidaksiapan inilah yang membuat caleg tidak terima dengan kekalahannya,” terang Ujang.

Biasanya, kata Ujang, caleg yang depresi mengalami perubahan sikap yang sangat signifikan. Bahkan salah satu pasiennya asal Kuningan, sampai rela bertelanjang di lingkungan rumahnya karena mengalami depresi berat.

Prosesi ritual, diawali dengan melakukan doa guna pembersihan pikiran negatif pasien. Selanjutnya, pasien dimandikan di Situ Patok yang dipercayai warga sekitar memiliki nilai keramat. Lantas, pasien langsung dibimbing Ustaz Ujang melakukan doa dan membacakan ayat suci Alquran.(okezone)

Jika manusia jauh dari ajaran agamanya maka penderitaan hidup di dunia dan akhirat akan dialaminya… Ikutilah segala tuntunan agama maka kita tidak akan mendertia di dunia dan di akhirat…..

Orang Aceh Tak Mau Contreng Dalam Pemilu 2009

pemiluSoal bagaimana menggunakan hak suara dalam bilik suara, orang Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) khususnya suku Aceh memiliki istilah lebih simpel. Mereka tidak mengenal contreng, melainkan conteng , tanpa r. Hal ini berimbas pada cara Komisi Independen Pemilihan (KIP) memberikan sosialisasi ke masyarakat.

Kami melakukan sosialisasi dengan conteng, karena warga tak tahu contreng. Namun kalau kami menyebut conteng mereka sudah tahu bagaimana bentuknya. Ini bukan persoalan karena keduanya sama bentuknya, tutur anggota KIP Kota Langsa Divisi Sosialisasi Kasrun, Selasa (17/3) di Langsa.

Orang Aceh memang suka menyingkat kata. Contohnya kata dapur menjadi dapu, nama Ismail dipanggil Mae, air dalam bahasa Aceh disebut i, dan kelapa dinamai u. Jika orang Aceh menyebut air kelapa muda cukup mengatkan i u muda. Cukup sederhana bukan.

Sumber: http://www.kompas.com

Kampanye, Oknum PNS Divonis 3 Bulan Penjara

Hati2 bagi anda yang PNS jangan ikutan kampanye bisa masuk buih seperti yang dialami oleh oknum PNS di Mataram ini….

ilustrasi

MATARAM,  KOMPAS.com — Guru SMP Negeri 1 Mataram, Ahmad Fahrurazi (43), divonis tiga bulan penjara dan denda sebesar Rp 3 juta subsider satu bulan kurungan oleh majelis hakim PN Mataram, Jumat (13/3).
     
Dalam amar putusannya majelis hakim menyatakan, oknum PNS guru itu terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat tindak pidana pemilu, yakni turut serta mengampanyekan caleg dari Partai Golkar, Baiq Haki Syakbani.
     
Dalam proses persidangan terungkap bahwa oknum PNS itu ikut serta sebagai pelaksana kampanye untuk caleg dari Partai Golkar nomor urut 1 di Dapil 2 Kota Mataram (Kecamatan Sandubaya dan Cakranegara).
     
Oknum PNS itu mengundang lebih dari 50 orang kelompok penerima manfaat Inpres Daerah Tertinggal (IDT) dan kelompok masyarakat Simpan Pinjam Ikhtiar Karang Bata, Cakranegara, Kota Mataram, pada 11 Februari 2009 sekitar pukul 21.00 Wita.
     
Pertemuan itu berlangsung di rumahnya di Jalan Senopati IV Nomor 10, Lingkungan Karang Bata Utara, Kelurahan Abian Tubuh Babu, Kecamatan Sandubaya, Cakranegara. Dalam pertemuan yang juga dihadiri caleg Partai Golkar itu, oknum PNS itu membagikan buku panduan shalat sunah dan zikir yang pada salah satu halamannya terpampang foto caleg tersebut.
     
Oknum PNS itu juga membagi-bagikan korek api yang pada salah satu sisinya terpampang foto caleg dari partai peserta Pemilu 2009 itu.
     
Putusan majelis hakim itu didasarkan pada Pasal 273 junto Pasal 84 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD, yakni turut serta dalam kampanye, padahal PNS, anggota TNI, dan Polri dilarang mengikuti kampanye partai politik.
     
Namun, putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni lima bulan penjara dan denda Rp 3 juta subsider dua bulan kurungan.   
     
Sidang putusan perkara tindak pidana pemilu itu dipimpin Tjutjut Atmaja selaku ketua majelis hakim, dibantu dua orang hakim anggota masing-masing Arini dan Erly Soelistiarini.

JIKA POHON BISA MENANGIS

 

PEMILU 2009Kampanye Pemilu 2009 telah berjalan beberapa waktu yang lalu, selama kampanye ini kita lihat banyak pohon ‘berbuah’ spanduk atau baliho partai, caleg DPR maupun DPD.

Pohon-pohon dipaku, untuk meletakan baliho atau spanduk calon anggota dewan ‘yang terhormat’ ………… Tapi apa perlakuan memaku pohon itu perlakuan yang ‘terhormat’.

Para calon semuanya memiliki pemahanan intelektual yang bagus, mulai tamatan SMA hingga S3 (syarat menjadi anggota legislatif minimal SMA) ……… Tapi apa perlakuan memaku pohon itu perlakuan yang ‘intelektual’.

Wahai para caleg ‘yang terhormat’ kasihanilah pohon yang kalian paku itu ……………… Lindungan kelestarian alam dan pohon yang ada disekitar kita, jangan biarkan pohon ‘menangis’ …………………

 

 

 

 

 

PEMILU MENGHASILKAN PEMIMPIN ZALIM

53945
Pemilu 2009 sudah diambang pintu..
intriks mulai terjadi
kemaksiatan politik mulai merebak
saling fitnah,saling sikut dan saling jilat…
semua mengumbar janji
tanpa bukti
proses pemilihan yang penuh kejahatan yang terang dan nyata
siapa yang beruang dia yang menang
tak ada uang dia ditendang
tak ada calon pemimpin yang sejati
tak ada caleg yang tak keji
semuanya berambisi
menghisap darah rakyat sendiri
bendera perang antar partai mulai dipasang dijalan-jalan
foto-foto dipajang dijalan dan dipohon dan ditiang
semua narsis ingin menang
inilah politik…kejam…
sayang ..rakyat tak pernah sadar
ditipu dan dipijak dan dihisap..
rakyat selalu menderita
dibohongi dan dikhianati
mana semboyan dari rakyat untuk rakyat..gombal.
dari rakyat untuk konglomerat
rakyat tetap melarat.
Bagaimana mau dapat pemimpin adil
memilihnya saja dengan cara yang kotor.
mana ada sesuautu yang bersih yang dipilih dengan cara yang kotor.
mencari pemimpin yang adil juga harus dengan cara yang adil..fair..bersih dan jujur.
ah jujur sudah menjadi kata tanpa makna
bersih sudah tidak ada lagi..semua sudah tercemar.
siapa yang salah…
semua salah
rakyat salah
terlalu bodoh dan naif
mau ditipu dan dibodohi terus-menerus
kapan rakyat kita pandai kalo terus dibodohi dan memang bodoh…
mulai sekarang jangan mau dibodohi lagi.
jangan mau…
Heboh… soal pemilu yang..semakin mahal..
semakin menghabiskan dana rakyat..
uang dan utang negara ditanggung rakyat..
mengapa mesti ribet banget pilih pemimpin…
mengapa perlu banayk keluar duit..untuk dihamburkan …
kenapa tidak simpel saja…
negara ini selalu menghamburkan dana untuk hal yang kurang perlu..
selalu menghabiskan uang untuk menyusahkan rakyat
bukannya memikirin sekolah gratis
rumah sakit gratis
pasilitas umum layak pake
angkutan murah kalo gak bisa gratis
yang penting juga internet gratis….
katanya kita negara kaya..
sopo seng kaya yo..konglomerat toh…
sudahlah…
kasian yang baca bisa puieng… 🙂