(Foto) Masya Allah Tengkuk Gadis Ini Tertusuk Pisau Tapi Masih Hidup


Menyangka dirinya lolos dari usaha perampokan, Julia Popova tak sadar bahwa sebilah pisau masih menancap sedalam 15 cm di punggungnya. Duh!

Kisah gadis berusia 22 tahun itu langsung menjadi perbincangan yang heboh di negaranya. Terutam setelah berbagai suratkabar di Moskow, Jumat (5/2), memberitakannya. Julia mengklaim ia tak merasakan apa-apa, sehingga tak tahu pisau itu masih menancap.

Pekerja sosial itu mengakui dirinya sempat diserang seorang perampok yang mengambil tas tangannya. Setelah kejadian itu, Julia berjalan pulang ke rumah orangtuanya selama 40 menit.

“Julia terlalu syok sehingga tubuhnya tak mengolah rasa sakit akibat karena pisau itu,” demikian dikatan tim medis yang memberi perawatan pada Julia dan mengambil gambarnya. Ketika orangtuanya terkejut itulah, baru ia menyadari ada pisau tertancap tepat di tulang, bagian belakang lehernya.

Gambar Julia tertancap pisau sempat diduga rekayasa. Namun banyak yang meyakinkan bahwa gambar itu asli. Tempat tinggal Julia sengaja tidak diekspos agar si gadis yang saat ini dalam kondisi sehat itu bisa kembali menjalani kehidupannya dengan normal. [vin]

Sumber www.inilah.com

Cerita Leher Digorok Menghantui Anak-Anak Pakistan

Nabila Bibi duduk di dalam satu tenda di bawah sengatan terik mentari sambil memikirkan boneka-bonekanya yang ditinggalkan di rumahnya di pegunungan di Pakistan, tempat militer dan gerilyawan Taliban saling bantai.

Nabila, yang kedua pipinya berwarna kemerahan, tak mengerti apa pun mengenai aksi perlawanan kaum garis keras dan serangan paling akhir militer Pakistan terhadap mereka, yang dikatakan PBB telah membuat tak kurang dari 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal pada Mei tahun ini saja.

Kini, ia sangat mengkhawatirkan nasib semua bonekanya “yang kesepian”. “Saya sangat sedih berada di sini. Saya merasa benar-benar kesepian karena semua boneka saya tak bisa ikut bersama saya. Apakah ada orang yang dapat mengambil semua boneka itu dari rumah saya?” demikian pertanyaan Nabila kepada kakak perempuannya, sebagaimana dilaporkan wartawan AFP, Nasir Jaffry.

Nabila (12) dan keluarganya hidup di luar kota kecil Mingora di lembah Swat di bagian barat-laut Pakistan sampai mereka mengungsi ke kamp Yar Hussein karena khawatir terhadap keselamatan mereka.

Kamp yang berdebu tersebut didirikan oleh pemerintah di Provinsi Perbatasan Barat-Laut Pakistan (NWFP) dengan bantuan badan pengungsi PBB di pinggir kota kecil Swabi. Tempat itu menampung sebanyak 1.200 keluarga di dalam tenda yang berjumlah sama.

“Di sini panas sekali. Saya tak mempunyai teman dan juga tak ada lapangan bermain yang memadai seperti yang ada di depan rumah saya,” kata Nabila, yang belajar di sekolah sementara di kamp itu.

Badan PBB, UNICEF, yang sangat prihatin mengenai korban kejiwaan pada anak-anak yang kehilangan tempat tinggal akibat operasi guna membersihkan pengikut garis keras, mengatakan bahwa lembaga tersebut menyediakan pendidikan dan tempat rekreasi di 13 kamp tempat banyak keluarga berlindung.

“Penting buat anak-anak untuk menanggulangi trauma akibat kehilangan tempat tinggal,” kata wanita juru bicara UNICEF, Antonia Paradela.

Ia mengatakan, layanan penyuluhan buat kaum perempuan dan anak-anak tersedia di semua kamp itu, yang memiliki staf terlatih dalam mengidentifikasi anak-anak yang mengalami persoalan pada mental dan membantu mereka mengatasi kesulitan yang sama sekali tak mereka timbulkan.

“Anak-anak juga telah diberikan mainan, pensil, dan kertas gambar guna membantu mereka mendapatkan kembali kepercayaan diri,” kata Paradela. Namun, untuk semua gagasan tersebut, banyak anak di Yar Hussain itu kelihatan tak memiliki kemantapan pendirian dan sebagian tidak gembira.

“Saya kangen sama teman-teman saya. Saya dulu sering main bola dengan mereka. Saya penggemar berat pahlawan kriket Shahid Afridi,” kata Nauman Ali (16), tukang kayu dari Mingora, kota kecil utama di Swat.

“Saya berharap dia akan mengunjungi saya di kamp ini. Saya suka dia karena dia juga adalah seorang batter yang bagus. Ia memiliki gaya indah dalam melakukan pukulan.”

Nauman kelihatan ragu ketika ditanya, apakah dia menduga bahwa dia akan pulang dalam waktu dekat. “Saya benar-benar tidak tahu kapan saya akan dapat pulang dan bermain kriket bersama teman-teman saya,” katanya.

Sementara itu, seorang anak lain yang bernama Jawad Khan, murid kelas III, mengatakan ingin menjadi dokter. “Bagaimana saya dapat melanjutkan sekolah saya di daerah tempat bom dan granat meledak setiap hari? Cerita mengenai sekelompok orang yang menggorok leher saudara mereka membuat saya takut,” kata Jawad, yang tampaknya merujuk kepada anggota Taliban.

“Saya mempunyai beberapa teman dari daerah saya di kamp ini dan kami semua sependapat bahwa mereka semua adalah orang yang jahat,” katanya sambil menggendong adik perempuannya yang masih bayi dalam kondisi setengah telanjang.

Nadia Khan, yang berusia 6 tahun dan sedang bersama ibunya di kamp tersebut, tempat antrean panjang kaum pria dan anak-anak terbentuk saat makan siang, berulang kali memohon agar diizinkan keluar kamp. “Saya ingin pulang dan bermain bersama teman saya, tolong bawa saya pulang,” gadis cilik itu memohon kepada ibunya dalam bahasa Urdu yang patah-patah.

Kendati kedua matanya perih akibat debu yang beterbangan, Nadia lapar, bahkan nasi beraroma sedap dengan buncis nyaris tak membuat dia berselera. Guna membantu meringankan penderitaan mereka, kelompok amal Pakistan, Perhimpunan bagi Perlindungan Hak Anak (SPARC) berencana membuat daerah khusus bermain.

“Ini adalah bencana besar. Anak-anak di berbagai kamp memerlukan bantuan kita agar mereka dapat keluar dari tekanan psikologis,” kata juru bicara SPARC, Kashif Mirza. “Kami berencana menciptakan daerah bermain dan menyelenggarakan lomba melukis di kamp buat anak yang kehilangan tempat tinggal,” ungkapnya sebelum acara pengumpulan dana SPARC.

Shahid Khan, siswa kelas VIII, mengatakan pertempuran telah “mengguncang” impiannya. Namun, ia memiliki tekad kuat. “Saya ingin menjadi seorang perwira militer. Saya suka seragam mereka, saya suka disiplin mereka,” katanya.

“Saya bertekad akan melanjutkan sekolah. Jika ini tak mungkin dilakukan di Mingora, saya akan meminta ayah saya mengirim saya ke kota lain tempat saya dapat menyelesaikan pendidikan saya dan masuk tentara.” (kompas.com)

VIDEO SKANDAL ANTASARI & BLOGGER SEXY….

Inilah video skandal kasus Antasari Azhar dan kaitannya dengan Blogger cantik….

Dugaan keterlibatan Antasari Azhar (AA) dalam kasus pembunuhan terhadap Direktur Utama PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen (NZ) , berawal dari adanya jejak komunikasi antara para tersangka yang diselidiki pihak kepolisian yang akhirnya diketahui bahwa order pembunuhan terhadap NZ itu bernilai 2 miliar rupiah. Dari jejak komunikasi itu pula petunjuk mengarah pada dugaan keterlibatan AA terlacak.

Semua peristiwa pembunuhan ini berawal dari ketika NZ mengetahui bahwa AA memiliki hubungan asmara dengan Tika alias Rani Yuliani.

Tika alias Rani Juliani ini tidak lain adalah mantan caddy Lapangan Golf Modernland, dan dikabarkan sudah menikah siri dengan NZ menjadi istri ketiga. Istri ketiga NZ tersebut kemudian diketahui diganggu oleh AA.

Mengetahui hubungan tersebut, NZ berniat membeberkan skandal tersebut ke publik. AA meminta NZ untuk tidak melakukan hal tersebut melalui pesan singkat yang berbunyi “Permasalahan diantara kita mari kita selesaikan baik-baik. Kalau perlu saya minta maaf. Jangan di blow -up, tahu sendiri resikonya ” .

Menurut polisi, NZ mencoba memeras AA meski telah dibantu untuk menempati posisi sebagai direktur utama PT. RPB. Pemerasan ini kemudian diceritakan AA kepada SHW dan saat itulah muncul ide untuk menghabisi nyawa korban.

Siapakah Tika alias Rani Juliani ?

Rani Juliani adalah gadis (22) yang disebut-sebut sebagai wanita simpanan NZ , tinggal disebuah rumah kontrakan di Kampung Kosong, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, tangerang, namun sejak berita pembunuhan NZ, Rani tidak dapat ditemui dilokasi tersebut.

Pekerjaan Rani sebelumnya adalah sebagai caddy di lapangan golf Modernland, dan hal ini dibenarkan oleh perusahaan pengelola lapangan golf tersebut , namun saat ini sudah tidak bekerja lagi.

Menurut para tetangganya, Rani dinikahi oleh NZ secara siri pada tahun 2007 dan beberapa tetangga bercerita bahwa Rani disekolahkan di Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK) Raharja Cikokol, tidak jauh dari Modernland.

Rani Juliani diketahui memiliki dua blog, yaitu :

Rani Zone’s – http://ranijuliani.blogspot.com

Rani Juliani Site Raharja – http://rani-juliani.blogspot.com

Istri Profesor Ternyata Dilinggis

Kebiadaban terjadi lagi di Medan Sumatera Utara…. Menghilangkan nyawa orang dengan kejam dan biadab… Masalah harta dunia yang sedikit dan tidak kekal menjadikan manusia susah selama-lamanya di akhirat kelak….

 

Senin, 13 April 2009 | 09:00 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Polisi bekerja keras untuk mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Ny Onaya Sitty Kadarsih (65), istri Prof H Bachtiar Hassan Miraza, di perumahan Universitas Sumatera Utara (USU), Minggu.

Kapoltabes Medan AKBP Imam Margono, di Medan, Senin, mengatakan, pelaku perampokan dan pembunuhan di kediaman Guru Besar USU itu masih dalam penyelidikan dan pihaknya telah mengerahkan personel ke lapangan.
    
Peristiwa pembunuhan bermotif perampokan itu terjadi Minggu (12/4) sekitar pukul 05.30, diduga pelaku masuk melalui pintu depan dan memanjat ke lantai dua dengan merusak pintu bagian atas. Pelaku menghabisi korban Onaya Sitty Kadarsih (60), istri Guru Besar Fakultas Ekonomi USU Medan, diduga menggunakan linggis yang dipakai sebelumnya untuk merusak pintu.
    
Pelaku, selain menghabisi korban, juga melukai kepala Prof  Bachtiar Hasan Miraza sehingga dosen USU dan juga Dewan Komisaris Bank Sumut itu terpaksa dirawat di RS Elizabeth Medan. Kapoltabes menambahkan, untuk mengungkap kasus pembunuhan itu, pihaknya akan meminta keterangan beberapa saksi atau warga yang kemungkinan mengetahui peristiwa itu.

Namun, sampai saat ini, pihaknya masih terus mempelajari mengenai kronologis kasus pembunuhan tersebut. Personel Poltabes Medan telah turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti.
    
Ketika ditanya apakah pelaku pembunuhan itu lebih dari satu orang, Imam mengatakan, kemungkinan bisa saja. “Kita masih terus bekerja keras untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang terjadi di kompleks perumahan dosen USU itu,” kata Imam.

SEJARAH MANUSIA PERTAMA YANG MELAKUKAN KURBAN DAN MANUSIA PERTAMA YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN DI DUNIA

Firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al Maidah Ayat 27 sampai 30

27. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.”
28. “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.”
29. “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”
30. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.

Dari ayat diatas diketahui bahwa :
Manusia pertama yang melakukan kurban adalah Habil dan Qabil anak dari nabi Adam AS.
Manusia pertama yang melakukan pembunuhan adalah Qabil yang membunuh saudaranya yaitu Habil, karena iri karena kurbannya tidak diterima Allah SWT.