Inilah Kontroversi Obama dan Osama

Inilah kontroversi Obama dan Osama yang satu punya negara nyata yang satu lagi punya negara maya…
obasamaKAIRO, KOMPAS.com — Pemimpin kelompok Al Qaeda, Osama bin Laden, dilaporkan mengecam kebijakan Presiden Amerika Barack Obama terhadap negara-negara Islam.

Jaringan televisi Al Jazeera, Rabu (3/6), menyiarkan apa yang disebutnya suara Osama bin Laden, tidak lama setelah Presiden Obama tiba di Arab Saudi, persinggahan pertamanya dalam usaha mendekati negara-negara Islam.

Bin Laden mengatakan, Presiden Obama hanya mengikuti jejak pendahulunya, George W Bush, dan sedang menyebarkan benih-benih kebencian baru di dunia Islam. Bin Laden menghubungkan pernyataan itu dengan bantuan dan dukungan Amerika kepada pemerintahan Pakistan untuk melawan Taliban di Lembah Swat, Pakistan barat daya.

Osama bin Laden juga menuduh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari melancarkan serangan ofensif di Lembah Swat atas perintah Presiden Obama, tapi keabsahan pita rekaman itu belum bisa dipastikan. Ini adalah pesan Al Qaeda kedua yang ditujukan kepada Presiden Obama. Kemarin, Ayman al-Zawahiri, wakil Bin Laden, menyerukan kepada warga Mesir untuk menolak Obama ketika ia memberikan pidato di Kairo, Kamis. Pita rekaman al-Zawahiri itu juga belum dikukuhkan keabsahannya.

Menurut Gedung Putih, Presiden Obama akan menekankan janji pribadinya untuk memperbaiki hubungan Amerika dengan dunia Islam.

Al-Qaidah Ancam Inggris Untuk Bebaskan Abu Qatada Dalam Waktu 15 Hari

Jaringan Al-Qaidah Afrika Utara telah mengultimatum pemerintah Inggris selama 15 hari untuk membebaskan seorang Da’i Abu Qatada dari penjara Inggris atau mereka akan mengeksekusi sandera warga Inggris yang mereka tahan.

Sandera laki-laki yang diculik diawal tahun ini di sebuah wilayah terpencil di perbatasab Mali-Niger sewaktu dia sebagai turis menghadiri sebuah festival kebudayaan disana.

Kementerian Luar Negeri Inggris telah menyimpan ancaman asli tersebut dari kelompok yang dikenal sebagai jaringan Al-Qaidah di Magrib Islam, dan ancaman tersebut telah diposting di sebuah situs Jihadist.

Saat ini belum ada konfirmasi resmi bahwa telah terjadi negoisasi dan pemerintah Inggris belum merilis nama warga Inggris yang di sandera oleh Al-Qaidah tersebut.

“Setelah negosiator pemerintah Inggris meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan masalah ini, kami umumkan ke opini publik bahwa kelompok kami telah memutuskan untuk memberikan tambahan waktu terakhir dari 15 hari setelah akhir periode pertama,” kata pernyataan kelompok itu disebuah situs Jihad.

“Kami serukan kepada keluarga dari sandera untuk memberikan tekanan pada pemerintah dan kami tegaskan kembali bahwa batas waktu tambahan ini tidak akan diulang…”

Abu Qatada sendiri adalah seorang terdakwa serta merupakan pemain kunci dan seorang pemimpin spiritual di dalam kelompok Al-Qaidah dan juga penasehat bagi para Jihadist. Abu Qatada juga di gambarkan sebagai duta dari Usama bin Laden untuk wilayah Eropa.

Kelompok tersebut sebelumnya telah mengancam akan mengeksekusi sandera Inggris tersebut dalam 20 hari – batas waktu berakhir pada 16 Mei yang lalu.

“Kami meminta pemerintah Inggris untuk melepaskan Syaikh Abu Qatada yang telah ditahan sebagai kompensasi pelepasan warga Inggris yang kami sandera,” kata pernyataan mereka di situs Jihadist. Saat ini periode telah berakhir dan kelompok tersebut akan segera mengeksekusi sandera warga Inggris itu.(fq/dm)