Oknum Polisi Telanjangi dan Aniaya Penjaga Sekolah Sambil Menodongkan Pistol

PADANG ONLINE (PADANG) – Dituduh mencuri komputer dan laptop, Penjaga SMA I Kota Sawahlunto, Ra syid (40) ditodongkan pistol, dianiaya, bahkan ditelanjangi oleh tiga oknum anggota Polres Sawahlunto, di ru mahnya di komplek sekolah tersebut, Rabu (16/12) dinihari.

Akibat tindakan tersebut pria paruh baya itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi untuk men dapat perawatan. Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Pol res Sawahlunto.

Korban Rasyid yang dihu bungi kemarin mengungkapkan, Selasa (15/12) ia dida tangi beberapa petugas ke polisian menanyakan soal raibnya enam komputer dan infokus SMA I.
“Saya ditanya apakah sa ya memang penjaga sekolah dan memang ada laptop dan infokus yang hilang, saya jawab ya,” katanya.

Setelah ditanyai, petugas itupun meninggalkannya. Ke mudian sekitar pukul 22.00 WIB malamnya, datang lagi tiga anggota polisi ke ru mahnya di kawasan SMA 1 “ Ketika itu saya sedang me nonton TV, karena ada yang mengetuk pintu, maka dibu kakan dan menyuruh masuk mereka ke dalam rumah,” tutur Rasyid.

Karena hanya memakai singlet saja, korban pun me ngenakan bajunya. Setelah itu tiga petugas mulai me nanyainya soal hilangnya se jumlah peralatan labor sekolah itu.
Ironisnya pertanyaan itu disodorkan disertai dengan tamparan ke pipi korban. Tidak hanya itu, perut korban juga jadi sasaran tinju ok num aparat berseragam coklat itu.
Tidak berhenti di sana. Penyiksaan itu berlanjut hingga Rabu dinihari sekitar pukul 01.30 WIB. Bahkan ketika itu korban juga sempat ditelanjangi dan dito dongkan pistol ke arah kaki korban.

“Kenapa harus di kaki pak, langsung saja arahkan ke kepala, karena saya benar tidak melakukan pencurian itu pak”, kata Rasyid sat itu kepada petugas.

Usai aksi itu, ketika ok num polisi itu pun pergi. Esoknya korban melaporkan peristiwa ini ke Mapolresta setempat.

Setelah memberikan kete rangan, sekitar pukul 15.00 WIB korban pergi ke Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi un tuk melakukan perawatan. Dan malamnya korban kembali ke Sawahlunto sekitar pukul 20.00 WIB.

Menanggapi peristiwa ini Kapolresta Sawahlunto AK BP Ano Munarto yang dihu bungi kemarin mengungkapkan, hari ini ketiga ang gotanya itu akan dipanggil dan diperiksa. “Kemarin hari libur, maka besok (hari ini-red), mereka akan kita periksa,”katanya melalui telepon genggam.

Sebelumnya Labor SMA Negeri 1 Sawahlunto dibo bol maling. Enam unit laptop dan infokus raib, Senin malam. Sekolah favorit di ‘Kota Arang’ itu diperkirakan menderita kerugian sekitar Rp80juta. (nas)

Berdalih Razia, Kemaluan Si Tukang Pijat Difoto….

PEKANBARU, KOMPAS.com — Razia yang dilakukan Parizal, tokoh pemuda Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau, sungguh tidak lazim. Berdalih mencari barang bukti kegiatan mesum di Panti Pijat Sekar Utami, yang berlokasi di pinggiran Kota Pekanbaru, Parizal memotret kemaluan Dewi—sebut saja namanya begitu—salah seorang karyawan panti pijat dengan cara memaksa.

Hasil foto dengan kamera telepon genggam itu kemudian dipertontonkan Parizal kepada sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Kepala Desa Kubang Jaya. Dewi, yang merasa malu atas kejadian itu, melaporkan Parizal ke Polsek Siak Hulu. Polisi lalu menangkap Parizal pada Kamis malam.

Berdasarkan laporan Dewi kepada polisi, pemotretan amatiran itu berlangsung pada Sabtu (28/11) pekan lalu. Saat itu Dewi sedang memijat seorang pelanggannya yang bernama Al. Baru sekitar 15 menit memijat Al, tiba-tiba tirai penyekat ruangan panti pijat itu dibuka paksa oleh Parizal. Parizal marah-marah dan dengan suara keras dia mengancam akan menutup panti pijat yang ditudingnya menyediakan layanan mesum.

“Dia kemudian memaksa saya membuka pakaian. Saya tidak mau, namun dia memaksa akan memborgol saya dan membawa ke polisi. Karena ketakutan, saya membuka pakaian dan difoto sama dia,” ujar Dewi dalam laporannya kepada polisi.

Hasil jepretan itu kemudian diperlihatkan Parizal kepada Sukardi, pemilik panti pijat. Parizal berjanji tidak akan memperpanjang urusan bila Sukardi mau menyelesaikan persoalan secara damai. Namun, Sukardi tidak mau melayani permintaan Parizal.

Parizal sendiri mengelak disebutkan memotret kemaluan Dewi dengan cara memaksa. Pada saat kejadian, katanya, Dewi sedang dalam keadaan bugil. Dia lalu mengambil foto tubuh telanjang itu dari bagian pinggang ke bawah sebagai barang bukti.

Dewi sendiri bersikukuh, pada saat Parizal datang, dia hanya memijat pelanggannya. Pakaiannya masih melekat erat tanpa ada adegan buka-bukaan. “Sumpah saya tidak ngapa-ngapain di kamar itu,” kata Dewi.

Kepala Polsek Siak Hulu Ajun Komisaris Ardinal Effendi, Jumat (4/12), mengatakan, polisi masih menahan Parizal, yang merupakan Wakil Ketua Pemuda Desa Kubang Jaya. Uniknya, menurut pengakuan Parizal, perbuatannya itu dilakukan atas izin dari kepala desa, kepala dusun, dan tokoh masyarakat. Selama ini warga resah karena panti pijat itu memberi layanan “plus-plus” buat laki-laki hidung belang.

“Apa pun alasannya tidak dibenarkan memfoto kemaluan wanita secara paksa dan mempertontonkannya kepada orang ramai. Kami akan menjerat pelaku dengan UU 335 (kejahatan terhadap kemerdekaan seseorang), Pasal 281, 282 KUHP (kejahatan terhadap kesopanan),” ucap Ardinal.