12 BARISAN MANUSIA DI PADANG MASYAR

PADA suatu hari, Muaz bin Jabal menghadap
Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah,
tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah:
Ketika sangkakala ditiup, maka kamu sekalian
datang berbaris-baris.”(Surah an-Naba’, ayat 1.

Mendengar pertanyaan itu, Baginda menangis
hingga basah pakaiannya. Lalu Baginda
menjawab: “Wahai Muaz, engkau bertanyakan
kepada aku perkara yang amat besar, bahawa
umatku akan diiring, dikumpulkan berbaris menjadi
12 barisan, masing-masing dengan pembawaan
mereka sendiri.”

Maka, dinyatakan apakah 12 barisan itu.

Barisan pertama, diiring dari kubur dengan tidak
bertangan dan berkaki.

Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan
dari sisi Allah Yang Maha Pengasih
bermaksud: “Mereka itu ialah orang yang ketika
hidupnya menyakiti hati jirannya, maka ini
balasannya.”

Barisan kedua, diiring dari kubur berbentuk babi
hutan.

Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha
Pengasih: “Mereka itu ialah orang yang ketika
hidupnya meringankan solat, maka inilah
balasannya dan tempat kembalinya adalah neraka.”

Barisan ketiga, diiring dari kubur berbentuk keldai,
perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.

Mereka ialah orang yang enggan membayar zakat,
maka inilah balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.

Barisan keempat, diiring dari kubur dengan
keadaan darah seperti air pancutan keluar dari
mulut mereka.

Mereka ialah orang yang berdusta dalam jual beli,
maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah
neraka.

Barisan kelima, diiring dari kubur dengan bau
busuk. Ketika itu Allah menurunkan angin
sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman
di Padang Mahsyar.

Mereka itu ialah orang yang menyembunyikan
perlakuan derhaka takut diketahui manusia, tetapi
tidak pula takut kepada Allah, maka inilah
balasannya dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”

Barisan keenam, diiring dari kubur dengan kepala
mereka terputus dari badan.

Mereka ialah orang yang menjadi saksi palsu.
Inilah balasannya dan tempat mereka adalah
neraka.

Barisan ketujuh, diiring dari kubur tanpa
mempunyai lidah, tetapi dari mulut mereka
mengalir keluar nanah dan darah.

Mereka ialah orang yang enggan memberi
kesaksian di atas kebenaran, maka inilah
balasannya dan tempat kembali mereka adalah
neraka.

Barisan kelapan, diiring dari kubur dalam keadaan
terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.

Mereka ialah orang yang berzina. Inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah neraka.

Barisan kesembilan, diiring dari kubur dengan
wajah hitam gelap dan bermata biru sementara
dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh.

Mereka ialah orang yang makan harta anak yatim
dengan cara haram, maka inilah balasannya dan
tempat kembali mereka adalah neraka.

Barisan ke-10, diiring dari kubur mereka dalam
keadaan tubuh mereka penuh sopak dan kusta.

Mereka ialah orang yang derhaka kepada orang
tuanya, maka inilah balasannya dan tempat
kembali mereka adalah neraka.

Barisan ke-11, diiring dari kubur mereka dengan
berkeadaan buta, gigi memanjang seperti tanduk
lembu jantan, bibir melebar sampai ke dada dan
lidah terjulur memanjang sampai ke perut serta
keluar beraneka kotoran.

Mereka ialah orang yang minum arak, maka inilah
balasannya dan tempat kembali mereka adalah
neraka.

Barisan ke-12, mereka diiring dari kubur dengan
wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama.
Mereka melalui titian sirat seperti kilat.

Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha
Pengasih memaklumkan:

“Mereka ialah orang yang beramal salih dan
banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan
derhaka, mereka memelihara solat lima waktu,
ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah
bertaubat.

Maka, inilah balasannya dan tempat kembali
mereka adalah syurga, mendapat keampunan,
kasih sayang dan keredaan Allah Yang Maha

AKU HERAN……

Aku heran…kamu heran juga ….???
Beberapa hal-hal yang aku anggap heran tapi orang lain belum tentu heran….

1. Aku heran kepada orang yang mengetahui adanya malaikat maut tapi masih bisa tertawa.
2. Aku heran kepada orang yang mengetahui dunia ini hanya sementara tapi masih mati-matian mengumplkan harta di dunia.
3. Aku heran kepada orang yang tahu dunia mau kiamat tapi masih sibuk membangun dan menghiasi dunia.
4. Aku heran kepada orang yang mempercayai takdir tapi masih sedih jika kehilangan harta bendanya.
6. Aku heran kepada orang yang mengetahui surga tapi masih juga cinta kemewahan dunia.
7. Aku heran kepada orang yang mengetahuii neraka tapi masih juga berani melanggar perintah Allah.
8. Aku heran kepada orang yang mengetahui bahwa setan itu musuhnya tapi masih juga mentaatinya.

Wallahu ‘alam bi showab.

KOMIK NERAKA

Ini adalah gambar-gambar imajinasi Siksaan Neraka dengan melihat gambar-gambar di bawah ini mudah-mudahan kita akan ingat kematian dan kehidupan di akhirat kelak. Dan semoga kita menjadi takut dan memperbaiki diri dengan beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT, semoga kita termasuk orang-orang yang terhindar dari siksa akhirat ..Amiin.

WANITA PELACUR YANG MERINDUKAN SURGA

Wanita pelacur apakah bisa masuk surga…?
Ya bisa silakan baca kisah berikut ini:

Sebagaimana bau sampah, kisah tragis yang terjadi pada sebuah kamar hotel
murahan itu pun cepat sekali berpindah telinga. Lalu tiba-tiba saja, seluruh
kota sudah hafal jalan ceritanya. Sebuah peristiwa biasa kurasa. Seorang lelaki
tua, dilaporkan oleh teman kencannya – seorang wanita panggilan, tewas ketika
sedang berhubungan badan dengannya. Dan seperti biasanya pula, kita hanya
menyoroti soal moral, yang mana adalah kelakuan bejat seorang lelaki tua yang
doyan melakukan hubungan badan dengan pelacur, juga tentang obat kuat yang
berbahaya. Tidak lebih dari itu.
Lalu suatu hari, aku bertemu dengan perempuan itu. Perempuan yang bekerja
dengan tubuhnya. Lebih tepatnya alat kelaminnya. Dia tetanggaku. Rumahnya hanya
berjarak tiga rumah dari kontrakanku. Saat peristiwa itu terjadi, perempuan
yang sekarang sedang duduk di depanku, tidak pulang seharian. Kami yang berada
satu lingkungan RT tahu bahwa dialah perempuan yang di atas perutnya kemarin
malam ada lelaki tua yang terjemput maut. Setelah peristiwa itu, ramai orang
berbisik-bisik jika bertemu dengannya.
“Ih, tidak terbayang aku bercinta dengan seorang kakek yang sudah bau tanah,”
celoteh seseorang yang melintas di depan teras rumah. Yang di sampingnya
bercakap pelan,”Bagaimana lagi? Saya hanya perlu uangnya.” Dan keduanya tertawa
terkikik sambil melirik ke arah perempuan yang duduk di depanku. Aku duduk di
hadapannya dengan kikuk. Sebab jika aku tersenyum, aku kuatir perempuan itu
mengira aku ikut menertawai dirinya.
“Jadi bagaimana, Mbak?” Kembali aku menanyakan kepadanya soal bantuan yang
hendak diterima olehnya sebagai warga kota yang tergolong miskin.
“Saya ini masih mampu bekerja, Mas. Coret saja nama saya dari daftar Mas itu,”
kata-katanya terdengar agak ketus.
“Besar bantuan ini cukup layak lho, Mbak. Coba Mbak pikirkan sekali lagi.”
Uang sebanyak tiga ratus ribu sebulan memang tidak cukup untuk hidup di kota
besar, tapi jika hanya untuk seorang diri saja masih layak lah. Apalagi rumah
sudah punya dan masih bekerja juga. Tapi entah kenapa sepertinya dia sangat
berat untuk mengiyakannya.
“Sekarang ini, mana ada yang menampik bantuan, Mbak. Ini bantuan dari yayasan
tempat saya bekerja. Tidak ada imbalan atau manfaat apa pun yang hendak saya
dapatkan dari pemberian bantuan ini.” Aku masih berusaha meyakinkan kepadanya
akan niatan baik ini.
Dia hanya tersenyum. Senyuman yang manis. Pantas saja jika banyak lelaki yang
terpikat kepadanya. Tiba-tiba aku teringat tentang lelaki yang tewas di atas
perutnya itu. Bagaimana ceritanya mereka bisa bertemu? Perempuan ini berdiri di
tengah jalan dan melambai ke arah mobil lelaki itu, atau lelaki itu sengaja
keluar dari rumahnya untuk mencari perempuan seperti dia? Aku pun mendatanginya
sekarang meskipun bukan untuk menggunakan jasanya. Aku tak habis pikir
bagaimana pelacuran bisa dikategorikan pekerjaan jasa padahal yang terjadi
adalah penghambaan manusia akan uang dan nafsu. Sok moralis! Demikian tuduhan
temanku ketika aku menolak terlibat korupsi di kantor. Demikian pula saat aku
menolak ikut serta ke sebuah ruang karaoke yang sudah berisi beberapa perempuan
setengah telanjang. Aku terlalu takut melakukan hal yang menurutku sendiri
tidak pantas kulakukan. Dosa? Aku tidak berpikir sejauh itu. Begini, untuk soal
korupsi, aku merasa tidak pantas
melakukan karena dulu waktu diterima bekerja di yayasan ini gajiku sudah
ditentukan. Apabila aku melakukan korupsi maka aku akan mendapatkan uang yang
lebih banyak dari gajiku. Sementara aku tidak bekerja lebih keras ataupun
lembur. Lebih-lebih soal perempuan. Aku belum menikah, makanya aku merasa tidak
pantas melakukan hal yang seharusnya kulakukan dengan istriku sendiri. Jadi
bukan karena aku merasa perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh teman-temanku
itu sebagai dosa.
Dia masih tersenyum. Matanya menatap ke arah map yang aku letakkan di atas
meja, penghalang antara aku dan dia, di teras ini.
“Bagaimana ya?” Dia bertanya sendiri, lalu melanjutkan bicara,”Biasanya lelaki
datang kepadaku dengan berbagai alasan tetapi pada akhirnya mereka pasti minta
imbalan.”
Setetes keringatku jatuh. Sejak awal menginjakkan kaki ke rumahnya, aku sudah
menduga bahwa tuduhan seperti ini pasti akan terlontar olehnya. Aku pun
tersenyum.
“Maaf. Jika terpaksa saya katakan tuduhan Mbak sama sekali salah. Saya tidak
pernah menginginkan apapun dari Mbak,”tandasku.
“Dia juga pertama bilang seperti itu.”
“Dia? Dia siapa?”
“Laki-laki tua yang tewas di atas tubuhku,” lalu dua buah titik air matanya
mengembang di pelupuk mata sebelum akhirnya luruh menjalur di kedua pipinya.
Aku terdiam. Dari mulutku ingin terucap kata-kata aku beda dengan laki-laki
itu, atau tidak semua laki-laki yang berbuat baik menginginkan sesuatu dari
seorang perempuan. Tapi semuanya itu tertahan. Percuma ada pembelaan diri.
Biarlah dia puas menumpahkan cengkunek di hatinya. Siapa tahu dari ceritanya
aku mendapat ide naskah drama.
“Memang apa yang dijanjikan kepadamu?” Akhirnya aku ber-aku kamu kepadanya
untuk menghilangkan kesenjangan di antara kami.
“Tidak. Dia tidak menjanjikan apa-apa. Dia cuma berkeluh tentang hidupnya.”
“Bukankah itu sudah biasa? Lelaki mengeluhkan tentang kehidupannya, terutama
kehidupan cintanya untuk mendapatkan perhatian dari seorang perempuan.”
“Tidak. Tidak. Ini berbeda,” kedua belah telapak tangannya ditutupkan ke
wajahnya. Rupanya dia masih trauma dengan kejadian itu.
“Dia bercerita tentang anjing, pelacur, dan surga.”
“Sepertinya aku pernah mendengar cerita itu,” kataku.
“Tentang pelacur yang masuk surga gara-gara memberi minum seekor anjing?” Dia
bertanya.
“Ya. Benar. Cerita itu.”
Kali ini dia benar-benar menangis dan berkata,”Coba kau ceritakan kisah itu
kepadaku.”
Sebenarnya, aku tidak begitu ingat cerita itu. Yang aku tahu, suatu ketika di
sebuah daerah yang gersang ada seorang pelacur yang sangat kehausan. Dia
berjalan jauh untuk mencari perigi. Lalu ketika dia hendak minum, tampak
olehnya seekor anjing yang hampir mati kehausan. Pelacur itu berbaik hati,
dengan tangannya dia memberikan air untuk anjing itu minum. Keduanya, setelah
puas minum, tanpa sebab yang jelas menemui ajalnya. Ternyata karena kebaikannya
memberi minum kepada anjing sekarat, pelacur itu masuk surga.
Kudengar dia terisak.
“Apa yang salah?”
“Tidak. Tidak ada. Kau pun tahu cerita itu, Mas. Aku senang sekali mendengar
akhirnya. Pelacur itu masuk surga. Itu impian saya, Mas.”
“Lantas, apa hubungannya antara cerita itu dengan lelaki tua itu?” Selidikku.
“Dia bilang, dia adalah anjing yang sedang sekarat itu. Anjing yang sangat
kehausan. Dan aku, katanya, adalah pelacur yang di tangannya ada segenggam air.
Lalu dia mengatakan akan memilih mati di atas perutku. ”
“Dengan cerita seperti itu, kamu percaya begitu saja kepadanya?”
“Bukan. Bukan seperti itu. Hanya dialah lelaki yang menjanjikan surga kepadaku.
Makanya malam itu, aku ingin sekali memuaskannya. Dan dia setuju. Kami
sama-sama ingin masuk surga.”
Aku tersenyum. Betapa bodohnya perempuan ini. Betapa rapuhnya dia akan janji
surga seorang lelaki. Aku ingin tertawa terbahak-bahak, tapi kuurungkan karena
hal itu bisa merusak suasana.
“Bukankah kamu memang selalu menjanjikan surga kenikmatan kepada semua
laki-laki?” Terpaksa aku bertanya sedikit ketus kepadanya, sebab semua yang dia
ceritakan benar-benar tidak masuk akal bagiku.
“Kamu salah menilai! Kemarin malam itu, pada telapak tanganku benar-benar
muncul segenggam air. Namun lelaki tua itu ternyata bukan seekor anjing yang
kehausan. Dia telah menipu aku.”
Aku mulai menganggap perempuan itu sedikit terganggu pikirannya karena cerita
pelacur dan anjing itu. Namun perempuan ini rupanya masih ingin berkutat dengan
cerita itu. “Ternyata ceritanya tentang surga itu benar, Mas.”
“Surga? Apakah kau sudah melihat surga?”
“Ya. Pada saat itu aku melihat langit-langit kamar terbuka. Ada tangga dari
emas menjuntai. Aku dan lelaki itu sama-sama melihat ke atas. Pintu surga dari
emas juga terbuka. Ada taman yang sangat indah.”
“Lalu apa yang terjadi?”
Aku sudah tak tahan mendengar kebohongan seperti ini. Yang mengejutkan, dia
menatapku dengan mata yang berbinar. Ada apakah gerangan?
“Mas, aku tidak butuh bantuanmu. Uang dari yayasan itu sama sekali tidak
menarik bagiku. Tetapi jika boleh, aku ingin minta tolong sekali ini saja.”
“Apa itu?” Tanyaku curiga. Jangan-jangan dia mulai menganggapku sama seperti
lelaki tua itu, sebagai anjing yang kehausan yang bisa mengantarnya masuk surga.
“Carikanlah untukku seekor anjing yang sekarat karena kehausan.”

Smber:
http://www.mail-archive.com/alumni-ubv@yahoogroups.com/msg00712.html

TIPS MENGHINDARI SEX BEBAS DI KALANGAN REMAJA,DEWASA,DAN ORANG TUA

Sex bebas sudah merajalela, bukan saja remaja,dewasa dan orang tua sudah kecanduan sex bebas. Bukti-bukti sudah banyak. Dan Allah sudah menampkannya di depan mata kita dengan beredarnya video mesum mereka.
Bagi para dewasa yang mapan dan tidak mau terikat dengan ikatan pernikahan juga menjalani sex bebas. Orang tua juga demikian yang sudah punya istri juga selingkuh.

Tips ini bersumber dari Al Qur’an da hadist dan jika kita benar-benar mengamalkannya maka kita akan terhindar dari sex bebas dan segala bentuk perbuatan perjinahan tersebut.

Firma Allah dalam Al Qur’an

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS AL Israa’:32)

Dari firman Allah diatas sudah dapat kita fahami bahwa jangan sampai kita mendekati zina. kata “mendekati” para ulama mengartikan bahwa hal-hal yang dapat mendekatkan kita ke zina adalah seperti memandang lawan jenis yang bukan muhrim, berpacaran, bergaul dengan lawan jenis yang bukan muhrim,berdua-duan dengan lawan jenis ditempat sunyi, dan lain-lain yang bisa mendekatkan ke zina.

Maka Allah SWT menyuruh setiap kita untuk menundukan atau menjaga pandangan kita jika terlihat lawan jenis yang bukan muhrim kita.

Inilah pedoman pergaulan antara laki-laki dan wanita yang bukan “mahram”

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An Nurr 30)

Sabdaan baginda SAW tentang zina dikisahkan ada seorang pemuda yang suka berzina mendatangi rasulullah. Rasulullah tidak memarahi anak muda tersebut. Rasulullah meletakan tangannya yang mulia ke data anak mudah tersebut dan bersabda, “Sukakah kamu jika ibumu dizinahi”, jawab anakmuda itu “Tidak”. Kemudian Rasulullah bersabda lagi, “Sukakah kamu jika istrimu dizinahi”, jawab anakmuda itu “Tidak”. Kemudian Rasulullah bersabda lagi,”Sukakah kamu jika saudara perempuanmu dizinahi”, jawab anakmuda itu “Tidak”. Kemudian Rasulullah bersabda lagi, “Sukakah kamu jika ianak perempuanmu dizinahi”, jawab anakmuda itu “Tidak”. Kemudian Rasulullah berdoa,” Ya Allah hindarkanlah anak muda ini dari zina”. Sejak peristiwa itu perkara yang paling dibenci anak mudah itu adalah zina.

Dari hadist diatas dapat diketahui bahwa balasan zinah di dunia adalah terhadap empat orang yang kita sayangi.
Jika kita punya ibu maka ibu kita akan dizinahi orang
Jika kita punya istri maka istri kita akan dizinahi orang
Jika kita punya anak perempuan, anak perempuan kita juga dizinahi orang.
Jika kita punya saudara kandung perempuan (kakak/adik perempuan) juga akan dizinahi orang.

Hukuman menurut syariat Islam adalah untuk remaja dan orang yang belum menikah dihukum cambuk 80x atau 100x dan untuk orang yang sudah menikah jika berzina hukumannya dilempari batu sampai mati. Dan di neraka kelak akan di sogok menggunakan besi panas yang membara melalui kemaluannya sampai tembus ke ubun-ubunnya.

Astaghfirullah aladzim.
Wallahu ‘alam.