Surga dajjal

Akan datang saatnya nanti
kejahatan memenangkan kebaikan
semua menjadi kebalikkan
kejahatan dianggap kebaikan
kebaikan adalah kejahatan
surga dianggap neraka
neraka sudah menjadi surga

Akan datang saatnya nanti
Dajjal akan datang
menawarkan neraka yang disulap menjadi surga
menipu manusia tanpa iman

Akan datang saatnya nanti
Orang-orang memanggul emasnya
untuk disedekahkan
tapi tak ada yang menerima

Akan datang saatnya nanti
manusia kelaparan
tak memperoleh makanan
kecuali harus mengikuti dajjal

Akan datang saatnya nanti
istri diikat pun berlari mengikuti dajjal
tak tahan dengan penderitaan iman
tergoda iming-iming surga dajjal

Orang beriman yang masih bertahan
dengan menyebut Asma-Nya
sebagai penghilang rasa lapar
akhirnya mereka dimatikan
dengan menghirup hawa segar
sehingga kematiannya
menjadi nikmat yang terindah

***
Gunawan – Medan, 12 Maret 2013

Bagaimana Menyelamatkan Keluarga dari Siksa Api Neraka…?

Hampir semua lapisan masyarakat berpendapat bahwa “Untuk apa dakwah 3 hari, 40 hari 4 bulan tinggalkan anak istri dan menghabiskan uang yang banyak” yang harus kita perbaiki itu yang paling utama keluarga kita dulu baru orang lain.

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At Tahrim 6)

Nabi Nuh as tidak bisa menyelamatkan istri dan anaknya dari neraka. Nabi Muhammad SAW tidak bisa menyelamatkan pamannya dari apai neraka. Kita hari merasa hebat bisa menyelamatkan keluarga dari apa neraka.

Nabi Ibrahim as tinggalkan anak dan istrinya 13 tahun untuk dakwah. Nabi Ibrahim as tidak sedikit pun pernah mengajarkan anaknya Ismail agama selama 13 tahun.

Seorang Tabiin bernama Al Farooq telah tinggalkan isrti yang hamil selama 27 tahun untuk dakwah kembali maka anaknya jadi Ulama hebat yaitu Rabiah al Farooq dimana Imam Imam besar Maliki, Hasan Basri dll belajar hadits darinya.

Yang memberi hidayah Allah, yang memberi femahaman Allah, yang menyelamatkan keluarga dari api neraka pun Allah.
Setiap manusia baik dia petani, pegawai, pejabat dsb kalau masuk rumah apa yang dia pikirkan…? Hampir semua suami yang masuk kerumah ketika pulang bekerja atau jam istirahat pulang kerumah yang dipikirkannya adalah :

1. Makan
2. Berhubungan suami istri

Jadi, kapan kita berpikir supaya menyelamatkan keluarga dari neraka…?

Supaya ada pikir agama ketika masuk rumah ya keluar 3 hari dulu.

Setelah keluar 3 hari baru nanti anda tahu bagai mana caranya menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka…?

Ketika masuk rumah akan ada pikir bagai mana caranya supaya istriku tutup aurat. Supaya anakku mau shalat. Ini akan langsung kita amalkan bukan hanya dipikirkan dengan menghidupkan taklim dirumah dan mudzakarah agama dirumah. Supaya istri juga ada pikir agama diajak juga keluar 3 hari.

Supaya tetangga kita yang preman itu ada pikir agama dan bisa menyelamatkan diri dan keluarganya dari api neraka ajak juga keluar 3 hari.

Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=190361734322807

Mengapa Wanita Banyak Menghuni Neraka…?

Sebuah pernyataan yang cukup lazim terdengar di telinga kita bahwa kebanyakan penduduk neraka dihuni oleh para wanita.

Berdasarkan Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.”

Muncul pertanyaan di benak kita, apa yang menyebabkan kebanyakan wanita menjadi penduduk neraka? Dalam sebuah kisah ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.

Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum, “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda, “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Bagi para muslimah atau umumnya wanita ketika membaca atau mendengar hadist-hadist di atas sontak naik darah dan tidak bisa menerima sepenuhnya. Minimal akan berhujjah bahwasanya wanita bisa berbuat demikian karena ada penyebabnya, bukan tiba-tiba ingin berlaku demikian. Siapapun kalau ditanya tentu saja tidak ada yang ingin masuk neraka apalagi diklaim akan masuk neraka. Naudzubillah mindzalik!

Memang, berlayar mengarungi bahterah rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Seorang muslimah tepatnya seorang istri, tidak saja harus membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup tapi juga mutlak dibutuhkan mental baja dan manajemen yang baik dalam mengelola gelombang kehidupan beserta segala pernak pernik yang menyertainya. Ketika urusan rumah tangga tidak pernah ada habisnya, anak-anak rewel dan kondisi fisik sedang tidak fit, kemudian suami pulang kerja minta dilayani tanpa mau perduli dengan kondisi kita, biasanya, dalam kondisi seperti ini tidak banyak wanita yang tetap mampu mengendalikan kesabarannya. Manusiawi bukan? Belum tentu!Justru dalam situasi seperti inilah keimanan dan kesabaran kita akan teruji. Apakah kita masih bisa mengeluarkan kata-kata manis sekaligus rona muka penuh dengan senyum ketulusan? Sulit memang! Tapi sulit bukan berarti tidak bisa!

Jika kita cermati hadist diatas secara seksama, maka akan kita dapati beberapa sebab mengapa wanita bisa menjadi penduduk minoritas di surga, di antaranya :

Pertama, kufur terhadap kebaikan-kebaikan suami. Sebuah fenomena yang sering kita saksikan, seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya dalam waktu yang panjang hanya karena satu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Padahal seharusnya seorang istri selalu bersyukur terhadap apa-apa yang diberikan suaminya, karena Allah SWT tidak akan melihat istri yang seperti ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam,“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr).

Kedua, durhaka terhadap suami. Durhaka yang sering dilakukan seorang istri adalah durhaka dalam ucapan dan perbuatan. Wujud durhaka dalam ucapan di antaranya ketika seorang istri membicarakan keburukan-keburukan suaminya kepada teman-teman atau keluarganya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syar’i. Sedangkan durhaka dalam perbuatan diantaranya bersikap kasar atau menampakkan muka yang masam ketika memenuhi panggilan suami, tidak mau melayani suami dengan alasan yang tidak syar’i, pergi atau ke luar rumah tanpa izin suami, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, atau sebaliknya enggan berdandan dan mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu.

Jika demikian keadaannya maka sungguh merugi wanita-wanita yang kufur dan durhaka terhadap suaminya. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada surga karena mengikuti hawa nafsu belaka.

Jalan ke surga memang tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan melalui rintangan-rintangan yang berat dan terjal. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang sabar menempuhnya.

Sementara, jalan menuju ke neraka penuh dengan keindahan yang menggoda dan setiap manusia sangat tertarik untuk melaluinya. Tetapi, sadarlah bahwa di ujung jalan ini, neraka telah menyambut dengan beragam siksa-Nya.

Lalu, bagaimana caranya agar para wanita atau para istri tidak terperosok ke dalam neraka?

Jangan pesimis, masih banyak cara dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri jika kita ingin menjadi penduduk minoritas di surga.

Masih ingat kan, ketika rasulullah bersabda dalam sebuah hadist shahih jami’, “Perempuan apabila shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.”

Mengacu dari hadist di atas, mari kita berlomba menegakkan sholat dengan lebih khusu’, memperbayak sholat-sholat sunah karena sholat yang benar dan khusu’ bisa membentengi diri kita dari perbuatan yang munkar. Selain puasa/shaum wajib di bulan romadhon, latihlah diri untuk terbiasa melakukan shaum sunah. Hiasilah diri dengan sabar dalam ketaatan dengan suami dan banyak-banyaklah beristigfar karena istigfar bisa meruntuhkan dosa-dosa kecil yang tidak kita sadari.

Dan juga ada sebuah amalan yang sepele tapi sering terlupakan adalah bershodaqoh (sedekah). Bershodaqohlah dalam keadaan lapang dan sempit karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka.

Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda, “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya, “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)

Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya. Amin. Wallahu’alam.

Sumber: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/mengapa-wanita-banyak-menghuni-neraka.htm

Ayat-Ayat Tentang Siksa….

Ar Raad:6
Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan[766], padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksanya.

[766]. Orang-orang musyrik dengan cara mengejek meminta kepada Nabi Muhammad s.a.w., supaya disegerakan turunnya siksa, padahal semestinya mereka lebih dahulu meminta rahmat dan keselamatan.

Ali Imran:4
sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan[182]. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

[182]. Al Furqaan ialah kitab yang membedakan antara yang benar dan yang salah.

As Sajadah:14
Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.

Yaasiin:45
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

Ali Imran:56
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

Astaghfirullah… Minuman dari Air Nanah

Astaghfirullahaladzhim, jangan sampai kita meminum – minuman ini, minuman ini terbuat dari nanah…

Minuman ini diterangkan dalam Al Qur’an Surat Ibrahim berikt ini:

16. di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,

17. diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.

18. Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

(QS.Ibrahim:16-17)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Kumpulan Artikel http://Infotekkom.wordpress.com

Ya Allah Jika Aku Masuk Neraka, Besarkanlah Badanku Sehingga Orang Lain Tak Bisa Masuk

Ya Allah Jika Aku Masuk Neraka, Besarkanlah Badanku Sehingga Orang Lain Tak Bisa Masuk.
Ini adalah permintaan seorang ahli ibadah yang saat taat beribadah selama 60 tahun lamanya. Selama 60 tahun itu kerjanya hanya beribadah saja kepada Allah, sampai-sampai batu tempat dia sujud lekuk membekas kepalanya.
Ahli ibadah ini hidup di jaman Nabi Musa alaihi salam. Pada saat dia berjumpa kepada nabi Musa ia berkata kepada Nabi Musa,”Hai nabi Musa tanyakan kepada Allah saya sudah beribadah selama 60 tahun lamanya, di surga manakah nanti aku akan ditempatkan?”
Nabi Musa pun pergi menemui Allah dan menanyakan perihal umatnya yang ahli ibadah itu. Tapi alangkah terkejutnya bahwa ahli ibadah itu tempatnya adalah di neraka
Dengan berat hati Nabi Musa pun menyampaikan kepada ahli ibadah itu. Alangkah sedihnya ahli ibadah itu. Sambil menangis ia berdoa kepada Allah “Ya Allah Jika Aku Masuk Neraka, Besarkanlah Badanku Sehingga Orang Lain Tak Bisa Masuk.”
Tak berapa lama kemudian Nabi Musa kembali kepada Ahli Ibadah itu dan menyampaikan bahwa sekarang tempatnya adalah di surga. Apakah hanya karena doa yang singkat itu menyebabkan dia masuk surga…?

Bagaimana pandangan para pembaca mengenai kisah ini…?

Wallahu ‘alam bi showab.

2 Pilihan Porno dan Tidak Porno, Surga dan Neraka

Sudah menjadi kehendak Allah SWT di dunia ini,semua ada 2 jalan atau 2 pilihan yang kita sendiri yang menentukan pilihan-pilihan itu. Anda tinggal pilih mau yang mana. Dan secara tidak sadar jika kita lebih banyak mengerjakan  pilihan itu maka jalan itulah yang kita tempuh….

1. Barang siapa yang tidak mau taat kepada Allah SWT, akhirnya dia akan taat kepada syaithon dan bala tentaranya.

2. Barangsiapa yang tidak sibuk dan tidak repot menjalankan perintah Allah SWT
maka dia akan sibuk dan repot menjalankan perintah syaithon dan bala tentaranya.

3. Barangsiapa yang tidak menyibukkan hatinya untuk dzikir kepada Allah, maka hatinya akan sibuk mengingati makhluk yang akan menyusahkan dia di dunia dan akhirat.

4. Barangsiapa yang tidak menggunakan umurnya untuk berbuat kebaikan-kebaikan, maka tanpa sadar dia telah terjerumus menggunakan umurnya menuju kburukan-keburukan.

5. Barangsiapa yang tidak menyibukan dirinya untuk merukunkan orang-orang islam, mempersatukan umat islam, maka tanpa terasa ternyata dia telah memecah belah umat ini.

6. Barangsiapa yang tidak sibuk untuk mempersiapkan akhiratnya, maka dia akan sibuk dengan perkara-perkara dunianya.

Tidak ada pilihan lain lagi,
1. Di akhirat itu hanya ada dua perkara , hanya ada dua tempat yaitu surga atau neraka.
2. Di dunia ini hanya ada dua jalan, yaitu jalan menuju surga dan jalan menuju neraka.
3. Di dunia ini hanya ada dua amalan, yaitu amalan menuju surga dan amalan menuju neraka.
4. Di dunia ini hanya ada dua usaha, yaitu usaha menuju surga dan usaha menuju neraka.
5. Barangsiapa yang tidak usaha menuju surga, maka tanpa sadar dia usaha menuju neraka.
6. Barangsiapa yang tidak mau ikut jalan menuju surga maka dia akan menuju jalan ke neraka.

Wallahu ‘alam bi showab

WAH… ANEH SETAN JUGA BISA MEMBERI AWARD

Ternyata setan juga gak mau ketinggalan bikin award… Nich syaratnya gak sulit dan dia memberikan award sesuai dengan kriteria yang telah ditentukannya.

Inilah award dari setan itu:

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum
memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum
berangkat ketempat tidurmu.

Kau benar2 orang yang beruntung, Aku menyukainya
Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak
merubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku. Ingat, kau Dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
Dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, Dan aku akan tetap
memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU Dan dia masih memiliki
rencana-rencana untukmu dihari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
Dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga Kita bisa bersama dua kali Dan ini akan menyakiti hati ALLAH
Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan
kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani
Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong,
munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip,
manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku
memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong,
berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak .

Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas
dosa-dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap
melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orong tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan membagi surat
ini dengan siapapun

Semoga kita bukan orang yang termasuk mendapat kategori award ini.

AKHIRNYA TUKANG KEBUN ISTANA DIHUKUM PANCUNG….

Mengapa akhirnya tukang kebun istana itu dihukum pancung? Apa kesalahan yang dia perbuat sehingga dia dihukum. Padahal dia sudah menjalankan tugasnya setiap hari dengan baik, Sanking giatnya dia bekerja setiap hari sesuai dengan perintah kerja bahwa dia hanya bertanggung jawab terhadap kebun dan pekarangan istana agar rapi bersih dan asri. Memang benar kebun istana rapi dan asri nan indah di pandang mata.

Alkisah ketika pertama kali tukang kebun itu bekerja di istana dia telah diperintahkan sang raja untuk bertanggung jawab terhadap pengurusan kebun, dan dia sangat mematuhi perintah raja tersebut. Sampai-sampai disuatu hari putra mahkota yang masih berumur sekitar 5 tahun sedang bermain-main di dekat kolam di kebun istana. Tukang kebun ini mengetahui putra mahkota sedang bermain sendirian di dekat kolam itu. Dalam hatinya dia berfikir bahwa sangat berbahaya anak kecil bermain di pinggir kolam bila terjatuh. Tetapi tukang kebun ini terus saja bekerja tidak memperingatkan atau melarang putra mahkota, karena dia takut meninggalkan tugasnya untuk merawat kebun.

Ternyata apa yang diperkirakannya pun terjadi, putra mahkota terpeleset dan jatuh ke kolam. Putra mahkota tidak bisa berenang. Tukang kebun itu juga tidak beranjak dari tempat kerjanya untuk menolong putra mahkota, karena dia takut meninggalkan tugas yang diberikan raja bahwa dia hanya mengurusi kebun saja. Akhirnya putra mahkota pun tewas mengenaskan.

Seluruh istana geger atas kejadian itu. Yang pertama dipanggil adalah tukang kebun istana karena TKP berada di tempat dia bekerja. Raja bertanya “apakah kamu mengetahui anakku bermain-main dekat kolam?”.
Dengan perasaan merasa tidak bersalah tukang kebun menjawab , “tahu baginda.”,”Mengapa kamu tidak melarangya sebelum dia jatuh, dan tidak menolongnya ketika dia terjatuh ke kolam?”. Tukang kebun itu menjawab,”saya sedang menjalankan perintah baginda untuk merawat kebun”.

Mendengar jawaban tukang kebun itu bagindapun murka. Akhirnya tukang kebun itupun dihukum pancung.

Demikianlah kita sebagai hamba Allah yang ditugaskan untuk beribadah kepada Allah. Tetapi ibadah kita ini sebenarnya tidak bisa menolong kita di depan Allah SWT. Jika nanti saudara-saudara kita yang berbuat maksiat yang hakikatnya mereka sedang bermain-maon di tepi-tepi jurang neraka. Jika kita hanya asyik beribadah saja tanpa mau memberi peringatan dan menolong mereka untuk menghindari jurang neraka, maka nasib kita nanti juga akan sama dengan tukang kebun itu……

Wallahu a’lam bishowab.