Ternyata MUI Tak Pernah Haramkan GOLPUT

Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa tidak menggunakan hak pilih alias golput dalam Pemilu Presiden 2009 tidak diharamkan. Namun, MUI menganjurkan para penyandang hak pilih yang beragama Islam harus menggunakan hak pilihnya sebagai kewajiban dan ibadah.

Hal itu dinyatakan Ketua MUI Amidhan dalam konferensi pers ‘Pernyataan Sikap Ormas Islam pada Pilpres 2009’, di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (2/6). Ia menampik pernyataan bahwa sejak pemilu legislatif lalu, MUI memberi fatwa haram pada bagi warga yang golput.

“Sejak pertemuan Januari lalu di Padang, kita tidak pernah keluarkan haramnya golput. Kita hanya tekankan kewajiban untuk menggunakan hak pilihnya,” ucapnya.

Namun, isu fatwa haram golput telanjur beredar di masyarakat. “Padahal kita hanya keluarkan guidance tentang calon-calon yang layak untuk dipilih. Seperti beriman, bertakwa, jujur, dan dapat dipercaya. Jadi tidak pernah ada fatwa haram,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta umat Islam untuk memilih pemimpin yang dapat mengakomodasi kepentingan umat Islam. “Yang mampu menampung aspirasi umat dan juga memiliki kompetensi di bidangnya,” paparnya. [nuz/inilah.com]