Kesalahan Dalam Menggunakan Kondom…

Seorang bapak yang punya 9 anak datang ke puskesmas untuk berkonsultasi agar anaknya tidak banyak, karena dia baru lihat di tv ada iklan layanan masyarakat tentang alat kontrasepsi.
Sampai di puskesmas terjadi dialog sbb:

bapak : saya mau supaya anak saya tidak banyak…
petugas: bagus pak,berarti bapak ikut kb aja.
bapak : apa itu kb?
petugas: keluarga berencana pak,bapak menggunakan kondom saja.
bapak : baiklah saya mau…
ipetugas: ini pak pergunakan dengan baik ya (sambil memberikan 1 kotak kondom gratis)

Seminggu kemudian

bapak : terima kasih anak saya sudah berkurang.
petugas: berkurang??? kok bisa…???
bapak : setelah saya makan kondomnya kemudian saya kentut dan ada yang menggelembung di pantat saya kemudian meletus. dor..!!!
petugas: lalu…???
bapak : 5 anak saya mati ketawa gara2 itu…
jadi anak saya tinggal 4 kupegang erat-erat 🙂

Tips ML Agar Anak Bisa Jadi Presiden,Mentri,Pejabat dan….

Sepasang suami istri setelah menikah merencanakan ingin mempunyai anak yang sukses dan bisa menjadi orang hebat.
Kemudian mereka browsing sana-sini sampai menemukan tips berikut ini. (Kebetulan mereka berdua sering ngeblog).

“Untuk membentuk jiwa dan kepribadian anak dimulai dari awal penanaman benih, dipengaruhi dengan cara penanamannya dan juga perawatannya.
Agar anak anda bisa jadi presiden maka pada saat ml mr p hanya masuk ujungnya saja.
Agar anak bisa jadi mentri mr p masuk 1/4 saja.
Agar anak bisa jadi pejabat,mr p dimasukan 1/3 saja.
Agar anak bisa jadi pegawai, mr p harus masuk 1/2 saja.
“PERINGATAN” mr p tidak boleh masuk semua karena anak bisa jadi gembel…
“Logikanya Semakin jauh dan sulit perjalanan sperma maka dia semakin berkualitas…” 🙂

Setelah membaca tips tersebut malamnya mereka langsung mempraktekan.
Suami: Dek ujungnya aja ya biar anak kita jadi presiden..
Istri: oke…
1 menit kemudian istri
Istri: bang jadi mentri pun gak apalah masuk kan sikit lagi…
suami: oke..
2 menit kemudian:
istri:jadi pejabat ajalah,masukan sikit lagi…
5 menit kemudian…
istri: (udah horni) bang ahh bang masukan hhsmuahhh ajahhh gemmmhhhbeeellhh pun hgggahhh aphhh apahhh lahhhhhh…..

Awas ML (Bersetubuh/jimak) Siang Hari pada Bulan Ramadhan Kena Denda

Bagi anda yg ML atau bersetubuh atau jimak dalam bahasa arab terdapat kafarat sbb:
[1 ]. Kafarat Bagi Laki-Laki Yang Menjima’i Isterinya Telah lewat hadits Abu Hurairah, tentang laki-laki yang menjima’i isterinya di siang hari bulan Ramadhan, bahwa dia harus mengqadha’ puasanya dan membayar kafarat yaitu : membebaskan seorang budak, kalau tidak mampu makan puasa dua bulan berturut-turut, kalau tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. Ada yang mengatakan : Kafarat jima’ itu boleh dipilih secara tidak tertib (yaitu tidak urut seperti yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah, -ed), tetapi yang meriwayatkan dengan tertib (sesuai urutannya, -ed) perawinya lebih banyak, maka riwayatnya lebih rajih karena perawinya lebih banyak jumlahnya dan padanya terdapat tambahan ilmu, mereka sepakat menyatakan tentang batalnya puasa karena jima’. Tidak pernah terjadi hal seperti ini dalam riwayat-riwayat lain, dan orang yang berilmu menjadi hujjah atas yang tidak berilmu, yang menganggap lebih rajih yang tertib disebabkan karena tertib itu lebih hati-hati, karena itu berpegang dengan tertib sudah cukup, baik bagi yang menyatakan boleh memilih atau tidak, berbeda dengan sebaliknya. [2 ]. Gugurnya Kafarat Barang siapa yang telah wajib membayar kafarat, namun tidak mampu mebebaskan seorang budak ataupun puasa (dua bulan berturut-turut) dan juga tidak mampu memberi makan (enam puluh orang miskin), maka gugurlah kewajibannya membayar kafarat, karena tidak ada beban syari’at kecuali kalau ada kemampuan. Allah berfirman. “Artinya : Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai kemampuan” [Al-Baqarah : 286 ] Dan dengan dalil Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggugurkan kafarat dari orang tersebut, ketika mengabarkan kesulitannya dan memberinya satu wadah korma untuk memberikan keluarganya. [3 ]. Kafarat Hanya Bagi Laki-Laki Seorang wanita tidak terkena kewajiban membayar kafarat, karena ketika dikhabarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam perbuatan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan, beliau hanya mewajibkan satu kafarat saja. Wallahu ‘alam.

8 WAKTU-WAKTU ANJURAN UNTUK BERJIMA’ (BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI,ML,SENGGAMA,BERSETUBUH,NGE-SEX)

tanganhatiDALAM ISLAM ADA WAKTU-WAKTU YANG DIANJURAN UNTUK BERJIMA’, JIKA KITA MELAKSANAKAN WAKTU WAKTU YANG DIANJURKAN OLEH RASULULLAH INI MAKA KITA AKAN MENDAPATKAN KETURUNAN YANG BAIK-BAIK DAN SEMPURNA SESUAI DENGAN YANG KITA HARAPKAN.

Adapun hadists Rasulullah Salallahu alaihi wasalam tentang waktu-waktu yang dianjurkan untuk berjima’ sebagai berikut:

1. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu bacalah : “Allahumma Jannibnis Syaitan Wajanibis Syaitan Mimma Rozaktani.” Maka yang demikian itu kalau Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu anak, tidak dimudaratkan oleh syaitan terhadapnya selama-lamanya. “

2. “Wahai Ali..! hendaklah kamu berjima’ dengan isterimu pada malam Isnin maka sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak, ia akan menjadi seorang yang berpegang teguh kepada kitab Allah (Al-Quran) dan redha terhadap segala pemberian Allah s.w.t. (baik d! an buruk Qada’ dan Qadar Allah).”

3. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu pada malam Selasa, Allah s.w.t. akan memberi kepada kamu berdua anak yang mendapat nikmat Mati Syahid sesudah syahadah : ‘Anla ilahaillallah wa anna Muhammada ar-Rasulullah’ dan Allah s.w.t. tidak azabkannya (turun bala kepadanya) bersama-sama orang musyrikin, mulutnya berbau harum yang akan melembutkan hati orang, bersih lidahnya daripada mengumpat, berdusta dan mengadu-domba. “

4. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu malam Khamis, maka Allah s.w.t. akan mengurniakan kepada kamu berdua anak yang bijaksana, atau seorang yang alim,di kalangan orang-orang yang alim.”

5. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu sewaktu matahari di tengah langit, Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua seorang anak yang tidak di hampiri syaitan sehingga ia beruban (tua) dan menjadi seorang yang faqih serta Allah s.w.t. rezekikan kepadanya keselamatan agama dan dunia.”

6. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu pada malam Jumaat dan nanti anak kamu berdua adalah seorang pemidato yang berwibawa dan petah.”

7. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu pada hari Jumaat, selepas Asar, Allah s.w.t. akan kurniakan seorang anak yang terkenal, masyhor dan alim.”

8. “Wahai Ali..! jika kamu berjima’ dengan isterimu pada malam Jumaat selepas Isyak yang akhir, maka sesungguhnya di harapkan anakmu nanti menjadi seorang yang abdal (terkemuka)

Wasiat Rasululullah s.a.w
Kaffarat bagi suami yang menggauli isterinya yang sedang haidh.
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang menggauli isterinya yang sedang haidh. Lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Hendaklah ia bershadaqah dengan satu dinar atau setengah dinar.’”[18]

• Apabila seorang suami ingin bercumbu dengan isterinya yang sedang haidh, ia boleh bercumbu dengannya selain pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

“Lakukanlah apa saja kecuali nikah (jima’/ bersetubuh).” [19]

• Apabila suami atau isteri ingin makan atau tidur setelah jima’ (bercampur), hendaklah ia mencuci kemaluannya dan berwudhu’ terlebih dahulu, serta mencuci kedua tangannya. Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila beliau hendak tidur dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu’ seperti wudhu’ untuk shalat. Dan apabila beliau hendak makan atau minum dalam keadaan junub, maka beliau mencuci kedua tangannya kemudian beliau makan dan minum.” [20]

Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata,

“Apabila Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu’ (seperti wudhu’) untuk shalat.” [21]

• Sebaiknya tidak bersenggama dalam keadaan sangat lapar atau dalam keadaan sangat kenyang, karena dapat membahayakan kesehatan.

• Suami isteri dibolehkan mandi bersama dalam satu tempat, dan suami isteri dibolehkan saling melihat aurat masing-masing.

Adapun riwayat dari ‘Aisyah yang mengatakan bahwa ‘Aisyah tidak pernah melihat aurat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah riwayat yang bathil, karena di dalam sanadnya ada seorang pendusta. [22]

20 WAKTU YANG DILARANG BERJIMA'(BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI) UPDATE

tanganhati1Berhubungan suami istri harus dilakukan penuh adab dan ada waktu-waktu yang dibolehkan dan ada waktu – waktu yang dilarang untuk melakukan hubungan suami istri. Hal ini disebabkan karena dalam Islam hubungan suami istri adalah ibadah dan bernilai pahala.

Adapun waktu waktu yang dilarang untuk berjima’ yaitu:

1. “Wahai Ali..! janganlah engkau berjima’ dengan isterimu pada awal (hari pertama) bulan, pada pertengahannya (sehari) dan pada akhir (dua hari) di hujung bulan. Maka sesungguhnya penyakit gila, gila babi dan sopak mudah mengenainya dan anaknya.”

2. “Wahai Ali..! janganlah berjima’ dengan isterimu selepas zuhor, sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak kerana jima’ pada waktu itu, maka ia akan bermata juling dan syaitan sangat suka kepada manusia yang bermata juling.”

3. “Wahai Ali..! janganlah bercakap-cakap semasa jima’, sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak dengan jima’ yang demikian, maka anak itu tidak selamat daripada bisu.”

4. “Wahai Ali..! janganlah berjima’ dengan perempuanmu dengan syahwat terhadap perempuan lain, maka sesungguhnya yang demikian itu jika Allah s.w.t. mengurniakan kepadamu berdua anak, anak itu akan menjadi pondan yang bersifat benci dan hina.”

5. “Wahai Ali..! jika kamu berjunub di tempat tidur, janganlah membaca Al-Quran, maka sesungguhnya aku bimbang akan turun kepada kamu berdua api (bala) dari langit yang membakar kamu berdua.”

6. “Wahai Ali..! janganlah berjima’ dengan isterimu kecuali ada padamu satu tuala dan pada isterimu satu tuala.”

7. “Wahai Ali..! janganlah kamu berdua menyapu dengan menggunakan satu tuala, nanti akan jatuh syahwat keatas syahwat (salah seorang akan kuat syahwatnya daripada yang lagi satu), maka sesungguhnya yang demikian itu akan mengakibatkan permusuhan kemudian membawa kamu berdua kepada berpecah dan talak.”

8. “Wahai Ali..! janganlah berjima’ dengan isterimu pada malam ‘Aidil Fitri (Raya Puasa), maka sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak anak itu seorang yang cacat dan tidak mendapat anak baginya kecuali sudah tua.”

9. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu pada malam ‘Aidil Adha, maka sesungguhnya jika kamu berdua berjima’ pada malam tersebut, apabila Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak aku bimbang ia akan menjadi seorang yang berjari enam atau empat.”

10. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu di bawah cahaya matahari (secara langsung – direct) dan terkena warna (cahayanya), kecuali kamu mengenakan tutupan (bumbung), jika tidak maka sesungguhnya kalau Allah mengurniakan kepada kamu berdua anak, nanti anak itu akan menjadi seorang sentiasa hidup dalam meminta-minta dan faqir sehingga mati.”

11. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu di bawah pohon kayu yang berbuah, maka sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kamu berdua anak, nanti anak itu akan menjadi seorang tukang gojo, tukang sebat atau seorang ketua yang bengis,”

12. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu sewaktu antara azan dan iqomah, jika berjima’ pada waktu demikian, sesungguhnya jika Allah mengurniakan anak pada kamu berdua, nanti ia menjadi seorang yang menumpahkan darah.”

13. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu semasa ia hamil kecuali kamu berdua berwudhu’, jika tidak maka sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kamu berdua anak, nanti ia akan menjadi seorang yang buta hati dan bakhil tangan.”

14. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu pada pertengahan (Nisfu) Sya’ban, maka sesungguhnya yang demikian itu jika Allah s.w.t. mengurniakan kamu berdua anak,nanti anak itu akan mempunyai tanda yang jelek pada muka dan rambutnya.”

15. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu pada akhir bulan (yakni tinggal dua hari) maka sesungguhnya yang demikian itu jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak nanti anak tersebut menjadi seorang yang sentiasa perlu meminta-minta. “

16. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu dengan syahwat terhadap saudara perempuannya ! (ipar kamu) kerana yang demikian itu sesungguhnya kalau Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak, nanti anak itu akan menjadi penolong dan pembantu kepada orang yang zalim dan pada tangannya membuat kebinasaan kepada manusia.”

17. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu di atas loteng maka sesungguhnya yang demikian itu jika Allah s.w.t. mengurniakan anak kepada kamu berdua nanti anak itu menjadi seorang munafiq, pelampau yang melewati batas.”

18. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu pada malam kamu hendak keluar musafir kerana yang demikian itu sesungguhnya kalau Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak, ia akan membelanjakan harta kepada yang tidak Haq,” dan Rasulullah s.a.w. membaca ayat Al-Quran : “Innal Mubazziriina kaanu – ikhwan Nas – Syayathin.”

19. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu bila kamu keluar bermusafir dalam tempoh tiga hari tiga malam, maka yang demikian itu sesungguhnya bila Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak, nanti ia menjadi seorang pembantu kepada setiap orang yang zalim.”

20. “Wahai Ali..! janganlah kamu berjima’ dengan isterimu pada awal malam, maka sesungguhnya jika dikurniakan anak kepada kamu berdua, ia menjadi seorang tukang sihir, sunglap, dan menghendaki dunia daripada akhirat.”

Sumber:
“WAHAI ALI PELIHARALAH WASIATKU INI SEBAGAIMANA AKU TELAH MEMELIHARANYA DARI JIBRIL A.S.”..1* (1*) Al-Ikhtisyaah, ms 132-135, As-Saduq, Al-Faqih ms 456, Al- Ilal ms 174.

Sumber blog:
http://ttuyup.wordpress.com/2006/08/08/wasiat-rasulullah-saw-pasal-jimak/

Canggih dan Mutakhir Penemuan NASA Terbaru (Tes Mata sederhana)

Test Mata sederhana saya harap ini berhasil pada anda

Silah kan ikuti petunjuk

1. Pertama tutup salah satu mata anda.
2. Arahkan Mouse Pointer anda pada bintang merah *.
3. Clik Kanan Pada Bintang merah tsb *.
4. Lalu Pilih Select All
5. Anda AKan LIat Hasilnya.

                           
                             *

TES  RESULT:

 

 

 

 

MATA ANDA BAIK-BAIK SAJA TAPI MAAF……

OTAK ANDA AGAK SEDIKIT TIDAK NORMAL…?

KARENA ANDA SERING NYASAR KE BLOG INI UNTUK MENCARI GAMBAR FORNO DAN VIDEO PORNO…..

 

TOBAT YA…

SEBELUM MALAIKAT MAUT MENJEMPUT ANDA….

 

JANGAN MARAH YA…

CUMA BECANDA…… J J J

DOA SEBELUM BERHUBUNGAN SEX DENGAN ISTRI SENDIRI…

Mungkin banyak orang yang selalu lupa membaca do’a saat akan berhubungan intim dengan istrinya sendiri.  Maka tak heran jika dari hasil hubungan itu banyak terlahir anak-anak yang tidak taat kepada perintah Allah. Karena pada proses awalnya sudah dibantu oleh setan.Baca artikel saya tentang Hati-hati jamgan berjima’ dengan setan.

Maka sebelum melakukan hubungan Rasulullah SAW mengajarkan doa yang singkat ini . Walaupun singkat banyak dari kita yang tidak hafal.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah :”Seandainya salah seorang dari kamu apabila mendatangi (menyetubuhi) istrinya ia
mengucapkan :
Bismillahi, Allahumma jannibnasy syaithana wajannibisy-syaithana maa razaqtanaa

[Dengan Nama Allah, ya Allah jauhkan setan dari kami dan jauhkan setan dari (anak) yang Engkau berikan kepadakami],
maka sesungguhnya jika ditakdirkan diantara keduanya didalam persetubuhan itu akan mendapat anak,
niscaya setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. ( Hadits Shahih riwayat : Bukhari 1/45,6/141, Muslim 4/155, Abu Dawud no. 2161, Darimi 2/145, Ibnu Majah no. 1919, Baihaqi 7/149, Ath-Thiyalis no.
2705, Ahmad 1/216, 217, 220, 243, 283, 286, Termidzi, Nasa’i, Ibnu Abi syaibah)

Fiqh Hadits :
a. Disunnatkan bagi orang yang hendak bercampur dengan istrinya, terlebih dahulu mengucapkan do’a perlindungan sebagaimana diajarkan Nabi. Faedahnya,
pertama : Supaya suami-istri itu dijauhkan dari Allah dari berbagai macam gangguan dan tipu daya setan didalam melepaskan hajatnya masing-masing. Sebab tidak jarang suami-istri yang habis berkumpul kemudian
bertengkar satu sama lain saling menyalahkan yang akhirnya berlarut-larut. Faedah yang kedua : Jika ditakdirkan akan mendapatkan anak dari hasil persetubuhan itu, maka setan tidak akan membikin
bahaya terhadap anak itu selamanya.

b. Sabda Nabi : “Niscaya setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya”, maksudnya setan tidak akan sampai membuat anak itu menjadi kufur. Ini disebabkan berkah nama Allah.

Wallahu ‘alam bi showab.

Hati-Hati Jangan Berjima’ dengan Jin

Dunia ghaib termasuk dunia jin memang ada dan kita manusia hanya diberikan
pengetahuan sedikit tentangnya. Diantaranya adalah kehidupan jin, serangan jin
serta tindakan pengobatan dan pencegahan atas serangan mereka.

Jin bisa mengganggu manusia dari hanya penampakan suara atau angin atau bayngan
yang menakutkan hingga bisa menyebabkan kesurupan termasuk kasus anaknya pak
Rizqirad merupakan gangguan jin. Gangguan bisa dari beberapa sebab, bisa dari
tempat gangguan tersebut atau bisa berasal dari prilaku kita sendiri (kondisi
internal) sehari-harinya.

Keduanya punya solusi sendiri dalam Islam.

TEMPAT GANGGUAN (Tempat Kejadian Perkara)

Yang pertama TEMPAT kejadian perkara gangguan jin bisa dimana saja di sekolah
ataupun di rumah, dimana tempat tersebut terdapat hal-hal yang bisa mengundang
jin untuk menetap atau cuma singgah misalnya ditempat itu ada satu atau
beberapa GAMBAR dan patung yang bernyawa (makhluk hidup). Hal itu bisa menjadi
sarana/media persinggahan jin untuk menetap dan mengganggu manusia sebagaimana
petunjuk dari Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa salam:

Dari Ibnu Abbas Radiyallahu `anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu `alaihi
wasalam bersabda : “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah yang di
dalamnya ada anjing dan gambar” (HR Bukhari & Muslim, dengan lafadz Muslim).

Dalam riwayat Ibnu Umar “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah
yang di dalamnya ada anjing dan gambar.”.

Dari Zaid bin Khalid dari Abi Talhah secara marfu’ : “Malaikat tidak akan masuk
rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung (gambar).” (HR Muslim).

Imam Nasa’i meriwayatkan dengan lafadz : “Jibril minta izin kepada Nabi
Shallallahu `alaihi wasalam, beliau berkata : Masuklah. Kata Jibril: Bagaimana
saya akan masuk sedangkan dalam rumah Anda ada tirai brgambar? Maka jika Anda
potong kepala-kepalanya, atau Anda jadikan hamparan yang dipijak (dihinakan
setelah dipotong, red – barulah Jibril akan masuk). Karena sesungguhnya kami –
para malaikat – tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar.”
(HR Abdur Razaq, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan beliau mengatakan Hasan Shahih
dan Ibnu Hibban mensahihkannya).

Jika malaikat tidak bisa masuk maka sudah bisa dipastikan bahwa jin syaithon
yang akan leluasa masuk karena jin syaithon paling takut dengan malaikat yang
memasuki dan mengelilingi rumah orang mukmin yang ahli ibadah lagi bertauhid.
Sebenarnya aturan dari Nabi kita tentang gambar ini masih banyak.

Lalu hal lain selain gambar adalah penggunaan tempat itu sendiri. Jika
disekitar tempat itu ada kegiatan yang tidak sesuai dengan syar’ie bisa pula
mengundang syaithon datang ke tempat itu. Misalnya WC Umum tersebut selain buat
buang air juga tempat buang janin hasil berzina, transaksi narkoba, transaksi
judi dan kemaksiatan lain yang mengundang syaithon datang kesana.

KONDISI INTERNAL MANUSIANYA

Sebenarnya WC tanpa ada kegiatan kemaksiatan yang tersebut diataspun sudah
disinyalir ada satu atau lebih jin yang menetap disana. Hal ini sesuai dengan
petunjuk Nabi yang menyuruh ummatnya berdoa sebelum masuk WC:
[ÈöÓúãö Çááåö] Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäó ÇáúÎõÈõËö æóÇáúÎóÈóÇÆöËö.
“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan
setan laki-laki dan perempuan”.
(HR. Al-Bukhari 1/45 dan Muslim 1/283. Sedang tambahan bismillaah pada
permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244.
)Maka bacalah doa tersebut ketika kaki kiri masuk WC atau kamar mandi untuk
melindungi kita semua dari gangguan jin.Itu salah satu kondisi internal yang
mengundang gangguan jin disamping kondisi internal lainnya yang mengundang:

Jin ikutan makan karena kita dan keluarga tidak baca doa di awal dan diakhir
makan- jin ikut tidur bersama kita bahkan dapat mengganggu lewat mimpi,
mengencingi telinga kita agar tak dengar azan, menindih badan kita agar berat
bangun malam dan shubuh, meniup mata kita agar tetap ngantuk karena kita tidak
membaca doa dan dzikir sebelum tidur dan saat bangun tidur.-jin ikut -maaf-
ber-jima’ karena kita tidak baca doa sebelum jima seperti yang dicontohkan Nabi
sholallahu ‘alaihi wa salam.- dlsb

Maka kesimpulannya mengamalkan amal sholih
berupa ibadah wajib dan sunnah sesuai perintah dan larangan Allah dan Rosul-Nya
maka Jin syaithon akan segan mengganggu kita terutama jika kita memiliki TAUHID
yang kuat.Contoh yang paling nyata sepanjang sejarah dalam kasus ini terdapat
seorang shahabat Nabi yang paling ditakuti oleh syaithon adalah Umar bin
Khaththab rhodiallahu anhu. Di saat beberapa orang di zaman kekhalifahannya
mulai menumbuhkan kemusyrikan ternyata Umar membabatnya. Itu tergambar dalam
riwayat dimana Umar melarang orang mengkeramatkan suatu pohon yang dulunya
merupakan tempat para mujahidin menggantungkan pakaian perangnya.
Maka kondisi internal inilah yang perlu diintensifkan yakni berusaha semampu
mungkin mengamalkan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dan mengamalkan
sunnah-sunnah yang dianggap remeh padahal melindungi kita dari gangguan ghaib
dari syaithon jin dan manusia (tukang sihir atau dukun) seperti sunnah-sunnah
tidur, masuk WC/kamar mandi, berjima’ (hubungan suami istri), membuang air
panas, bersuci dengan batu saat buang air besar, tidak memajang gambar dan
patung makhluk hidup disetiap ruangan dlsb.

Itu semuanya terkait dengan ketaatan dan keimanan kita kepada Allah dan
Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa salam yang terkandung dalam pengertian haqqo
tuqotihi (Taqwa yang sesungguhnya)

Wallahu’alam bishshowwab

14 PEBRUARI HARI PERZINAHAN INTERNASIONAL

Senang ikut-ikutan sudah menjadi kebiasaan buruk di masyrakat kita. Walaupun mereka tidak mengetahui tentang apa yang diikuti itu. Akibat baik atau jelek dianggap urusan belakang, yang penting bisa sama dengan kebanyakan orang. Itulah juga yang sekarang sedang terjadi di kalangan muda mudi kita. Mereka menjadikan hari Valentine sebagai trend anak muda masa kini. Kesibukan anak-anak kita mempersiapkan hari valentine tak ubahnya seperti orang yang mempersiapkan hari raya. Jauh hari sebelumnya segala persiapan telah dirancang mulai dari kartu ucapan, susunan acara, pakaian, makanan dan minuman, tamu undangan dan sebagainya. Bahkan panitia telah dibentuk beberapa bulan sebelumnya.

Apakah anak-anak itu tahu dengan apa yang mereka kerjakan ? Mengapa mereka begitu ngotot untuk merayakan hari valentine ? bahkan diantara mereka merasa tidak gaul jika tidak ikut dalam acara tersebut. Dan apakah juga para orang tua tahu dengan apa yang ada dibalik hari valentine itu ? mengapa mereka bahkan tidak merasa khawatir ketika anak mereka pergi meninggalkan rumah untuk merayakan apa yang mereka sebut dengan hari kasih sayang itu ?

Sungguh tak banyak orang yang mengetahui  fakta mengerikan yang terjadi dibalik hari valentine itu. Ternyata dibalik hari valentine yang katanya hari kasih sayang itu tersembunyi kemaksiatan yang menjijikan. Hari itu, segala yang dilarang menjadi boleh. Yang haram menjadi halal. Bergandengan tangan, berpelukan, berdansa dan berciuman, itu baru acara pembukaannya. Pemanasannya sekedar bernyanyi-nyanyi dengan lagu-lagu karaoke. Atau, karena hari masih sore pasangan muda mudi itu jalan-jalan dulu dengan sepeda motor kelilling kota. Setelah itu, orang bisa percaya bisa tidak bahwa apa yang mereka lakukan sudah tidak lagi dibatasi oleh norma-norma agama.

Minum minuman keras, melakukan hubungan seksual, baik dengan satu pasangan maupun berganti-ganti pasangan. Semuanya dianggap serba boleh dengan mengatasnamakan  kasih sayang. Pada hari itu mereka boleh memberikan kasih sayang kepada siapa saja yang mereka mau dan dengan cara apapun yang mereka suka.

Dalam ceramahnya Ustadzah Irene menceritakan pengalamannya di salah satu kota di Kalimantan ini. Beberapa hari menjelang hari valentine, stok kondom (alat kontrasepsi) yang dijual di apotek dan toko obat mendadak laku keras. Bahkan katanya di beberapa toko sempat kehabisan. Kamar-kamar hotel dan losmen telah habis dipesan sejak beberapa minggu sebelumnya. Kita riskan sekaligus ngeri membayangkan cerita itu. Apa yang akan terjadi pada malam itu ? sungguh-sungguh sangat memprihatinkan dan sulit diterima akal, tetapi ini nyata ! 

Tak dapat dipungkiri bahwa hari valentine identik dengan kebebasan bergaul, bercinta dan melakukan hubungan seksual. Meski ada sebagian orang yang mencoba meluruskannya dengan anggapan bahwa hari valentine itu sebenarnya adalah baik, hanya implementasinya yang salah. Orang ini justru tidak paham tentang latar belakang hari valentine itu.

Sejak cikal bakal lahirnya hari valentine di zaman Romawi kuno dinamakan legenda Gamelion yakni percintaan Zeus dan Hera di kota Athena. Pasangan suami istri ini sesungguhnya adalah kakak beradik atau yang sering diistilahkan dengan inses. Sebuah hubungan percintaan yang terlarang dalam agama. Kemudian pada zaman Romawi berkembang menjadi peringatan Lupercalia setiap tanggal 15 Februari. Lupercalia diambil dari nama seorang pendeta yaitu Lupercus. Tradisi ini terus berkembang hingga ke Inggris dan Perancis dengan kemasan baru yang mereka sebut Love Lottery atau lotere pasangan. Prakteknya adalah para muda mudi mencari pasangan dengan cara dilotere atau diundi. Mereka melakukan hubungan kasih sayang layaknya suami istri terhadap pasangan yang mereka dapatkan secara acak. Kemudian diacak lagi untuk mendapatkan pasangan yang lain, dan seterusnya.

Perkembangan selanjutnya dari tradisi yang menjijikan ini kemudian berubah menjadi valentine’s day atau hari valentine yang diambil dari nama seorang pendeta yakni St. Valentino.

Dan apa yang terjadi hari ini tidaklah berbeda dengan tradisi aslinya. Hari valentine bukanlah hari kasih sayang dimana orang-orang mencurahkan kepeduliannya kepada sesama. Misalnya dengan membagi sembako, khitanan massal, pengobatan gratis, silaturrahmi, dll. Tetapi, hari valentine adalah hari maksiat dimana laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya bebas bergaul dan berhubungan seksual. Disana terjadi perzinahan, mabuk minuman keras, pesta narkoba, dsb. Mereka bukan lagi sayang kepada harga diri, martabat keluarga dan masa depan. Mereka justru menjerumuskan diri kedalam lembah kenistaan dan kerusakan moral.

Itulah kemaksiatan di hari valentine yang berkedok hari kasih sayang. Bagaikan serigala berbulu domba. Keganasan dekadensi moral dikemas sedemikian apiknya, sehingga kebanyakan remaja kita terbuai dengan kelembutannya padahal mereka telah berada di mulut serigala.

Sangatlah tepat jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan menyatakan bahwa valentine’s day hukumnya haram. Valentine’s day tidak memberikan manfaat sedikitpun kepada kita, justru akan menghancurkan moral generasi muda kita.

Valentine’s day sama bahayanya dengan aliran sesat, karena selain menyesatkan moral, ia juga menyesatkan keimanan umat Islam. Valentine’s day bukan dari ajaran Islam dan bertentangan dengan ajaran Islam. Valentine’s day adalah misi terselubung kaum kuffar Barat yang menginginkan kerusakan generasi muda Islam. Valentine’s day hanyalah kedok untuk menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya.

Namun saudara, mengandalkan fatwa majelis ulama saja belumlah cukup. Apalah artinya fatwa jika dibandingkan dengan gencarnya media massa mengeksploitasi budaya maksiat ini demi kepentingan bisnis mereka. Maka harus ada komitmen bersama dari semua elemen masyarakat dan orang tua untuk bersama-sama menghentikan musuh peradaban ini. Semua pihak harus kompak untuk menghentikan aktifitas penghuni neraka ini. Masyarakat tidak boleh acuh tak acuh terhadap acara yang bertentangan dengan budaya luhur bangsa Indonesia. Terutama pihak sekolah dan kampus, dan para orang tua di rumah. Tak terkecuali pemerintah yang notabene menginginkan generasi mudanya menjadi harapan bangsa. Tentu ini menjadi tanggung jawab kita semua.

Ingat peringatan Allah dalam al Qur’an :

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S At Tahrim :6)

Sumber : Syamsi Sarman, S.

KISAH NYATA HABIS “ML” LANGSUNG JIHAD

Ini adalah kisah nyata seorang pemuda yang baru melakukan pernikahan dan di malam pertama terjadi peperangan…. demi membela agamanya maka dia rela meninggalkan istrinya dan langsung berjihad ke medan perang…

Siapakah pemuda itu…???

Salah seorang sahabat serta jurutulis Rasulullah SAW yang terkenal ialah Abu Hanzalah bin Ar Rabie. Ketika peperangan Uhud meletus beliau baru saja dinikahkan. Oleh karena itu Rasulullah mengecualikan beliau dari turut serta ke medan peperangan. Inilah cara Rasulullah untuk merayakan kebahagiaan sahabat baginda.

Namun ketika Hanzalah terjaga dari tidurnya, beliau mendengar gendang perang dibunyikan begitu kuat sekali. Melalui seorang sahabatnya beliau mendapat berita bahwa tentera Islam mendapat tantangan yang hebat. dan dalam keadaan terlalu genting.

Tanpa membuang waktulagi Hanzalah lalu memakai pakaian perang lalu mengambil pedang. Dia menuju ke medan tempur tanpa sempat mandi junub.

Maka terjadilah pertempuran hebat sehingga banyak dari pihak Islam yang gugur syahid. Pihak musuh telah menyerang dari belakang. Akhirnya Hanzalah turut menjadi korban dalam keadaan sedang junub.

maka Rasulullah SAW pun melihat mayat Hanzalah dimandikan oleh para malaikat seperti mana tercantum dalam sabdanya: “Aku melihat diantara langit dan bumi para malaikat memandikan mayat Hanzalah dengan air dari awan di dalam bejana perak.”

Para sahabat tercengang-cengang mendengar ini. Salah seorang dari mereka, Abu Said Saidi lalu pergi melihat mayat Hanzalah. Wajah Hanzalah kelihatan tenang. Dari rambutnya kelihatan titisan air berlinangan turun. Sungguh beruntung Hanzalah mendapat layanan yang begitu istimewa dari malaikat. Tidak pernah terjadi dalam sejarah seorang syahid dimandikan dengan cara yang luarbiasa ini. Malahan matinya sebagai syuhada menjadikan ia sebagai penghuni syurga tanpa dihisab.

subhanallah…