Sudahkah Anda Betulkan Arah Kiblat Anda Tadi???


NASIONAL – SOSIAL
Jum’at, 28 Mei 2010 , 06:06:00
Hari Ini Penentuan Arah Kiblat
Posisi Matahari Tepat di Atas Ka”bah

JAKARTA – Sore nanti adalah momen yang cukup penting bagi umat Islam di dunia yang ingin memastikan posisi kiblat. Terkait dengan temuan Kementerian Agama (Kemenag) bahwa ada ribuan masjid yang mengalami pergesaran arah kiblat, maka solusi universal dari data astronomis untuk mengukur ulang arah kiblat bisa dilaksanakan hari ini.

Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag, H.Nur Khazin mengatakan, berdasarkan data astromis, hari ini pukul 12.18 Waktu Arab Saudi (WAS) bertepatan dengan pukul 16.18 WIB atau pukul 17.18 WITA matahari melintas tepat di atas Ka”bah. Dengan demikian, bayangan setiap benda akan menuju ke Ka”bah atau berimpit dengan arah Kabah di Mekkah.

“Waktu tersebut tepat dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan dan meluruskan arah Kiblat di seluruh wilayah di Indonesia,” ungkap Nur Khazin, di Jakarta, Kamis (27/5).

Menurut Nur Khazin, pengecekan dan pelurusan arah Kiblat ini dapat dilakukan dengan cara manual. Yakni dengan mendirikan benda tegak lurus diukur menggunakan lot pada pelataran yang rata. Atau bisa menggunakan benda yang berdiri tegak lainnya, seperti tiang, pintu, jendela dan sebagainya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, kata Nur Khazin, adalah menentukan presisi atau ketepatan waktu. Maka, bagi umat Islam yang hendak mengukur kiblat dianjurkan memiliki jam tangan yang sesuai dengan standar internasional.

Atau, untuk menyusun ketepatan waktu bisa dengan menyesuaikan dengan stasiun radio RRI, atau menghubungi telkom penyesuaian waktu di nomor 103. “Untuk telepon seluler Telkomsel bisa menghubungi 301,” singkat dia.

Setelah memiliki jam yang presisi, maka pada jam yang ditentukan yakni 16.18 WIB atau 17.18 WITA maka tandailah bayang-bayang yang terbentuk dengan sebuah garis lurus pada tongkat atau tiap benda yang memiliki baying-bayang.

“Maka, garis lurus itulah arah kiblat di tempat yang dilakukan pengukuran yang tepat lurus dengan kakbah,” pungkasnya. “Karena itu cara yang cukup simple ini diharapkan dapat diaplikasikan di seluruh wilayah Indonesia,” lanjutnya.(zul/iro)

WONG NDESO NAIK HAJI

Saya tertegun dan kagum dengan para jemaah haji Indonesia. Rata-rata orang Indonesia yang menunaikan ibadah haji adalah dari kalangan berpendidikan rendah dan berasal dari kampung-kampung atau desa-desa yang ada diseluruh pelosok Indonesia. Tiap musim haji data tersebut memang menunjukkan data yang sangat signifikan.
Mengapa hal ini terjadi..? Yah maaf ini hanya opini dan kita berbaik sangka saja kepada para orang-orang desa yang biasanya masih lugu dan jujur dan tidak punya pemikiran yang aneh-aneh, tentang Islam,Ibadah ,politik dan lain-lain. Mereka sangat polos. Sehingga dari kepolosan dan kejujuran dan kebersihan hati mereka inilah mereka dipilih Allah dan dipanggil Allah ke rumahNya yang mulia yaitu Baitullah (Kakbah).
Kalo kita cermati lebih lanjut. Mungkin pekerjaan mereka sehari-hari juga sangat sederhana yaitu bertani,beternak dan berkebun atau pedagang yang “murni” berdagang.
Mereka rela menabung bertahun-tahun dan dengan kesungguhannya mereka bisa menunaikan ibadah haji.
Sedangkan banyak orang yang lebih kaya dan lebih mampu dari mereka tidak mau berhaji dan banyak sekali alasan yang membuat mereka tidak pergi berhaji.
Bagi kita yang sudah mampu baik lahir maupun bathin segeralah tunaikan panggilan Allah SWT beribadah haji jangan tunggu sampai kita dipanggil secara paksa untuk menghadap Allah yaitu melalui utusannya yaitu Malaikat Izrail pencabut nyawa.
Para pembaca saya mohon doanya agar saya juga dapat menunaikan ibadah haji secepatnya, Amin.