DAERAH – DAERAH DAN KOTA – KOTA DI INDONESIA YANG RAWAN ANCAMAN BOM (BALI,JAKARTA,MEDAN,SURABAYA,BANDA ACEH,PADANG,DENPASAR,KUTA,DLL)

Aksi peledakan bom yang dilancarkan kawanan teroris akan lebih diarahkan pada daerah-daerah atau kota yang memiliki “gaung” cukup besar, lebih-lebih yang mendunia.

“Daerah yang bergaung dimaksud adalah kawasan yang selama ini banyak menjadi perhatian atau sorotan dari media massa,” kata Kepala Kantor Penanganan Terorisme Inggris, Kevin Bolton, di Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (18/11).

Di hadapan peserta seminar Protecting Purple, Bolton menyebutkan arena sasaran yang diutamakannya adalah gaung, maka untuk di Indonesia dipilihnya Bali.

“Kalau di Inggris, para teroris kemungkinan akan mengincar London, dibandingkan sederet kota lain yang ada di negeri itu,” katanya.

Mengingat hal tersebut, Bolton mengingatkan berbagai lapisan masyarakat yang bermukim di kota atau daerah yang memiliki “gaung” untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya aksi teror bom.

“Daerah yang dianggap punya respon media massa yang cepat, akan lebih dijadikan sasaran bagi kaum teroris,” katanya.

Mengenai tipe bahan peledak yang digunakan, Bolton menyebutkan adanya dugaan kuat kalau para teroris akan lebih mengutamakan penggunaan bom mobil di masa mendatang.

Masalahnya, kata dia, dengan bom mobil yang mampu memuat sekitar 500 kilogram bahan peledak, akan memiliki daya penghancur dan korban yang lebih banyak ketimbang menggunakan bom rompi atau ransel yang digendong.

“Jadi para petoris diduga akan lebih banyak menggunakan bom dalam skala besar itu dalam melancarkan aksinya di masa mendatang. Ini perlu mendapat perhatian tersendiri,” ujarnya.

Selain perlu perhatian yang sungguh-sungguh, lanjut dia, masyarakat dan aparat keamanan juga perlu terus menyamakan persepsi dalam pola dan upaya penanggulangan terhadap kemungkinan munculnya aksi teror.

Seminar dua hari itu diselenggarakan atas kerja sama Pemprop, Polda Bali dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta

NAPI ANAK MEDAN JADI DUTA REMAJA

BERITA PEMKO MEDAN

Senin, 2008-11-17 08:10:45Wib
NAPI ANAK MEDAN JADI DUTA REMAJA

Narapidana (napi) anak di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak Tanjung Gusta Medan, Topandi Ginting (19) diangkat menjadi Duta Remaja setelah berhasil melalui seleksi dan ujian yang diselenggarakan lembaga pembinaan modelling Institute Kensington di kota itu.
“Topandi Ginting berhasil menjadi juara tiga sehingga berhak mengikuti program Duta Remaja yang mensosialisasikan program pemerintah,” kata Kepala LP Anak Tanjung Gusta medan, Siswanto, Bc.IP, SH di Medan, Sabtu.

Menurut dia, napi anak tersebut telah mendapatkan pendidikan secara khusus dari Institute Kensington agar dapat mensosialisasikan program pemerintah seperti kampanye penolakan kawin usia dini, penyalahgunaan narkoba, tawuran dan seks bebas.

Napi anak yang tersangkut kasus senjata tajam itu telah menjalankan tugasnya sebagai Duta Remaja selama dua hari di Kabupaten Nias, Sumut.

Sebelumnya, kata Siswanto, pihaknya mengirimkan tujuh napi anak untuk mengikuti seleksi guna menjadi Duta Remaja tersebut.

Namun yang lulus kualifikasi dan mengikuti seleksi akhir hanya tiga yakni Topandi Ginting, Kiki Mulyadi (18), terpidana kasus narkoba dan M. Ridwan (17) terpidana kasus kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan.

Setelah menjalani seleksi akhir, panitia menyatakan Topandi Ginting menang sebagai juara tiga dan berhak menjadi Duta Remaja.

Selain proses asimilasi menjelang masa bebas, keikutsertaan napi anak dalam kegiatan itu dimaksudkan agar yang bersangkutan tidak kehilangan menikmati masa remaja.

Diharapkan juga, remaja lain dapat mengambil hikmah dari pengalaman napi anak tersebut agar tidak sampai melakukan perbuatan yang melanggar hukum, katanya.