Inilah kronologi Kerusuhan Duri Kosambi Jakarta

Sepanjang kemarin malam, kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, membara. Api berkobar menghanguskan ratusan rumah dan puluhan kios. Ini bukan peristiwa kebakaran, tetapi amuk dua massa yang terlibat bentrok. Pangkal persoalannya sepele, serempetan mobil.

Berikut kronologis kerusuhan seperti dituturkan Kepala Polsek Cengkareng Komisaris Ruslan di Jakarta, Senin (31/5/2010).

17.00
Terjadi serempetan antara Honda Jazz dan angkutan umum di daerah Duri Kosambi. Terjadi cekcok mulut di lokasi.

19.00
Endid Mawardi (Ketua Forum Komunikasi Anak Betawi/Forkabi) yang tinggal di daerah Cipondoh mendatangi lokasi kejadian cekcok mulut bersama 10 orang. Salah seorang yang terlibat cekcok itu adalah kerabat Endid. Terjadilah bentrokan antara kelompok Endid dan kelompok Duri Kosambi. Endid tewas tersabet samurai.

21.00
Massa dari kelompok Endid meluruk ke Duri Kosambi. Api berkobar. Puluhan lapak dan ratusan rumah dibakar. Lima mobil ikut hangus terbakar.

02.00
Pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api. Ratusan polisi datang dan menguasai lokasi.

Listrik Padam, Kantor PLN Dilempari Batu

TERNATE – Kantor PT PLN (Persero) cabang Ternate kembali menjadi sasaran amukan warga. Kantor penyedia listrik tersebut dilempari batu hingga kaca jendela pecah. Kuat dugaan aksi pelemparan itu terkait pemadaman listrik bergilir.

Sejumlah kaca jendela bagian depan kantor PLN cabang Ternate yang terletak di Jalan A Yani tersebut pecah, akibat dilempari sejumlah warga yang dilakukan secara tiba-tiba, hingga tidak seorangpun dapat mencegah.

Aksi warga yang ditenggarai merupakan gabungan dari beberapa kelurahan sekitar ini, diduga akibat dari kekesalan dengan sikap PLN yang melakukan pemadaman aliran listrik secara bergiliran, tanpa ada pemberitahuan.

Sejumlah saksi mata yang sempat menyaksikan mengatakan aksi dilakukan sejumlah orang dengan cepat dan sepertinya terencana. "Cepat sekali mereka melakukannya. Begitu melempari, mereka langsung menghilang," tutur seorang warga yang mengaku tidak mengenali pelaku.

Aparat Polres Ternate yang tiba di lokasi, langsung melakukan olah TKP, dan mengamankan barang bukti, berupa sejumlah batu serta kayu. Polisi juga mengerahkan dua regu Dalmas yang bersiaga di kantor PLN cabang Ternate guna mengantisipasi terjadinya aksi susulan.

Jika sebelumnya PLN sering memberitahukan melalui media massa, kini sudah tak lagi dilakukan. Waktu pemadaman pun jauh lebih lama. Sebelumnya hanya berkisar tiga sampai empat jam sehari, kini menjadi sembilan hingga 10 jam per hari dalam sepekan terakhir.

Menurut seorang sumber di PLN Ternate, pemadaman bergiliran ini terpaksa dilakukan akibat kerusakan pada salah mesin di PLTD Kayu Merah.(ton-okezone)