LIMA MOBIL TABRAKAN BERUNTUN DI CAWANG

Lima Mobil Tabrakan Beruntun di Cawang Minggu, 16 Agustus 2009 – 00 :01 wib Maria Ulfa Eleven Safa – Okezone JAKARTA – Kecelakaan beruntun kembali terjadi. Kali ini kecelakaan melibatkan lima kendaraan di Tol Dalam Kota, tepatnya di Kuningan arah Cawang. Informasi yang dikutip dari Traffic Managemen Center ( TMC), Sabtu (15 /8 /2009) , peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 23.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu, hanya saja kerugian materi tidak dapat dihindari. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah mobil BMW dengan nopol B 2347 PY, Honda Cuty D 1773 HY, Kijang Innova B 8653 MY, Kijang Innova F 1527 CE, dan Honda CRV D 160 AW. Kini, kelima kendaraan tersebut sudah dievakuasi dengan menggunakan derek ke Kantor Unit Laka Dit Lantas Polda Metro Jaya. (teb)

Biar Selamat Kubur Saja Hingga Leher

Seorang pilot mengambil keputusan cepat tatkala pesawat helikopter yang dikendarainya mengalami kecelakaan di kawasan terpencil, sekitar 130 kilometer dari Darwin. Waktu itu, Minggu (21/6) malam, sang pilot yang tak disebutkan namanya tengah bersama satu penumpang.

Hari yang naas, selain tak tersentuh manusia, kawasan lokasi kecelakaan itu pun tempat tinggal buaya air asin. Sialnya lagi, sang penumpang malah terluka parah.

Maka, biar nyawa penumpangnya selamat, sang pilot justru menguburnya hingga leher di pasir. “Ini mencegah korban mengalami hipotermia,” kata sang pilot.

Seusai melakukan tindakan itu, sang pilot kemudian berupaya mencari pertolongan. Beruntung, telepon satelit yang dibawanya berfungsi. Regu penolong dari CareFlight pun segera merespons. Kini, kata Direktur CareFlight Ia Badham, para korban dalam kondisi yang makin membaik.
Sumber: kompas.com

Kecelakaan di Batu, Satu Korban Dievakuasi Dalam Keadaan Tanpa Busana

 

mobil-naas-dalamPenjaga Vila Sempat Bersihkan Sisa Miras.Kecelakaan maut yang menewaskan sembilan mahasiswa sejumlah kampus di Kota Malang, Kamis (16/4) dini hari ternyata masih menyisakan masih banyak pertanyaan di benak warga. Apalagi saat kejadian arus lalu lintas di Jl Panglima Sudirman lengang.

“Tak ada bunyi apapun yang kami dengar sebelumnya. Baik ban pecah atau pergesekan ban dengan aspal karena direm mendadak. Hanya satu kali bunyi keras yakni saat mobil menghantam pohon hingga mobil itu terbelah,” ungkap Mulyono, seorang saksi.

Hal yang sama juga diungkapkan sejumlah warga lainnya yang ikut mengeluarkan para korban dari mobil yang sudah ringsek karena tertabrak pohon Angsana. Beberapa dari mereka malah melontarkan kenyataan yang mengejutkan di mana salah seorang korban perempuan sudah tak memiliki pakaian lengkap alias bugil saat dikeluarkan dari mobil. Dan satu korban lelaki hanya menggunakan celana pendek berwarna putih dan telanjang dada.

Sebagian besar korban wanita menggunakan pakaian agak terbuka. Korban menggunakan celana jeans super pendek serta baju tank-top. Bahkan beberapa warga memperkirakan jika kecelakaan terjadi karena sang pengemudi, Anang Kasin, 24, warga Bali, dalam kondisi mabuk.

Ketika dikonfirmasi kebenarannya, Kapolres Batu, AKBP Tejo Wijanarko SIK, membenarkan bahwa korban kebanyakan berpakaian seperti habis merayakan pesta.

“Ya memang benar mereka berpakaian minim. Ketika kami tanyai pada beberapa saksi, mereka usai merayakan ulang tahun teman mereka di villa Songgoriti. Untuk miras, belum ada bukti yang mengarah ke sana,” ungkap Tejo Wijanarko, saat konferensi pers dengan wartawan di Mapolres Batu.

Hal itu juga dibenarkan oleh penjaga villa, Bagus Santoso, yang juga dimintai keterangan oleh Polres Batu. Dalam keterangannya, Bagus mengungkapkan bahwa Anang Kasin dan 16 temannya memang menyewa villa yang dijaganya dalam waktu short time alias tiga jam dengan sewa Rp 125.000. Para korban datang pukul 22.00 WIB dengan dua mobil dan empat sepeda motor.

“Namun setengah jam sebelum perjanjian sewa habis. Mobil Taruna warna metalik serta mobil sedan berwana merah keluar bersamaan, namun saya lupa nopolnya. Sementara beberapa temannya masih ada yang tinggal di villa,” ungkap Bagus.

Selama beberapa jam dalam villa, Bagus, masih mendengar suara gaduh seperti orang yang sedang berpesta. Sebagian ada yang bernyanyi keras-keras dan cukup membuat bising. Namun itu dibiarkan karena belum malam dan menganggu.

“Saat mereka keluar saya melihat dua mobil itu berpacu cukup kencang ke arah wisata Payung. Dan selang setengah jam kemudian saya mendengar ada gelas pecah di dalam villa, kemudian saya mendengar salah seorang teman cewek mereka mendapat telpon bahwa teman mereka kecelakaan,” tandas.

Ketika ditanya apakah, para korban sempat menenggak minuman keras, saksi membenarkan. Pasalnya saksi ikut membereskan beberapa botol miras mahal seperti Johny Walker Red Label dan Johny Walker Black Label. “Saat mereka chek out, saya pun harus memberesi bekas muntahan beberapa teman mereka,” tandasnya. SURYAONLINE

sumber : http://www.surya.co.id/2009/04/17/kecelakaan-di-batu-satu-korban-dievakuasi-dalam-keadaan-tanpa-busana/

Lebaran, Kriminalitas, dan Kecelakaan

Di saat-saat menjelang lebaran dan sesudah lebaran cenderung angka kriminalitas dan kecelakaan juga akan meningkat. Apa penyebab semua ini? Apa yang terjadi dengan bangsa ini?  Sepertinya kok cuma di negeri kita saja yang terjadi demikian. Padahal kita mayoritas beragama Islam. Mengapa hal ini dapat terjadi padahal hari lebaran identik dengan hari yang suci maka desebut Idul fitri.

Dari kenyataan yang terus terjadi bangsa ini tidak bisa belajar dari kesalahan dan pengalaman yang telah terjadi dimasa-masa yang lalu. Bangsa ini terlalu sibuk untuk melaksanakan tradisi di hari lebaran tanpa memaknai lebaran yang sesungguhnya.

Dari tradisi-tradisi berlebaran ini memang tidak bisa serta merta dihilangkan karena  dari segi bisnis tradisi ini menguntungkan bagi para pebisnis (transportasi,konveksi,makanan,dll). Dan sebenarnya pihak yang dirugikan adalah para pelaku tradisi tersebut.

Tradisi-tradisi yang sebenarnya meningkatkan Kriminalitas dan Kecelakaan ini adalah:

Tradisi Mudik
Mudik atau pulang kampung merupakan ladang bagi para penjahat untuk beraksi misalnya pencopet,perampok,penipu dan “calo” juga akan siap memangsa para pemudik. Penyebab terjadinya mudik ini adalah “tidak adanya pemerataan lapangan kerja”.” Sentralisasi yang membabi buta”. Ya negara kita adalah negara yang tidak mempunyai perencanaan zone ekonomi secara merata.
Kecelakan lalu lintas juga akan meningkat karena pengguna jalan meningkat dan pembangunan jalan tidak dirancang untuk kapasitas mudik.

Tradisi Berbusana Baru, Mobil Baru, Rumah baru, Istri Baru…?
Siapa yang memulai tradisi berbusana baru atau serba baru untuk berlebaran? Saya juga tidak tahu. Kenapa tradisi ini juga meningkatkan Kriminalitas? Ya Para penjahat dan koruptor sebenarnya beraksi untuk dapat membahagiakan keluarganya di hari lebaran ini. Dia harus mampu membelikan baju baru untuk anak-anaknya dan istrinya atau orang tuanya atau mungkin dirinya sendiri. Tradisi serba baru ini sangat menekan perasaan bagi orang-orang yang tidak mampu secara materi tapi nafsu mereka menginginkannya dan merasa harus bisa dipenuhi dengan jalan dan cara apapun (menghalalkan segala cara).
Sebenarnya yang harus diperbaharui adalah Iman kita, hati kita dan perbuatan kita supaya lebih taat lagi kepada Allah SWT.

Tradisi Menyediakan Makanan Enak Bergizi dan Mewah
Tradisi ini sebenarnya baik jika dilakukan tiap hari agar bangsa ini semakin bergizi dan tercukupi nutrisinya sehingga perkembangan otaknya tidak terganggu dan bisa lebih cerdas. Sayangnya cuman setahun sekali sehingga bangsa ini kurang gizi. Dan akhirnya tidak cedas dalam mengambil sikap untuk menghadapi permasalahan hidupnya.

Tradisi Bersilaturahmi
Tradisi ini sangat baik jika dilakukan tiap hari jangan cuma setahun sekali. Hal dilakukan secara teratur pasti bermanfaat. jika cuma dilakukan setahun sekali ya.. tidak nampak manfaatnya. Pada hari lebaran silaturahmi sering jadi ajang pamer kekayaan, perabotan rumah, dan lain-lain yang bisa dipamerkan. Akhirnya inilah yang juga menjadi beban setiap orang yang mengikuti gaya berlebaran seperti ini. Kadang-kadang acaranya juga diisi dengan maksiat, minuman keras, pesta sex dan sabu-sabu yang akhirya menimbulkan masalah yang serius lagi.
Waktu-waktu yang digunakan untuk bersilaturahmi pun kadang tidak memperhatikan waktu-waktu sholat. Sampai-sampai banyak sholat yang tertinggal gara-gara berkunjung ke rumah saudara atau kerabat.

Apa Tradisi ini salah? Tidak salah, tetapi ya.. karena salah dalam memaknai lebaran itu sendiri. Bangsa kita selalu salah dalam menangkap kata-kata yang disampaikan oleh ustadz. Seperti kata ustadz di mesjid “Ambilah yang baik dan tinggalkan yang jelek” jadi pulangnya ada yang bawa sandal yang masih kelihatan baik dan sandal jeleknya ditinggalkan”. Mungkin ngantuk waktu denger ceramah…. 🙂