Subhanallah Ditemukan Kadal Bertuliskan Lafadz Allah di Deli Serdang Sumatera Utara

Warga Dusun Masjid, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara digegerkan dengan penemuan kadal yang berlafalkan “Allah” di badannya.

Sampai saat ini, rumah milik Moelyadi (55) yang bernomor 40 di Dusun Masjid, ramai didatangi warga. Menurut Moelyadi, kadal itu ditemukan oleh anaknya, Dewi (30), Jumat (16/11/2012) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tiba-tiba, kadal jatuh dari pohon beringin yang ditanam di depan halaman rumahnya. “Waktu itu aku baru pulang shalat Jumat. Tiba- tiba anakku dan tetangga heboh. Ku lihat, rupanya memang iya lah betul, ada tulisan Allah,” ujar Moelyadi, Senin (19/11/2012) kemarin.

Sementara, Dewi mengungkapkan, saat itu ia dan tetangga lainnya sedang duduk duduk santai, di dekat dagangan gorengannya. “Kami duduk-duduk kayak biasanya. Rupanya tiba-tiba (kadal) jatuh. Kami pikir kadal biasa aja, rupanya ada bacaan Arab dengan tulisan Allah, ya kami ambil lah,” tutur Dewi.

Kini, Moelyadi menyimpan kadal itu di toples, dan diletakkan di dalam rumah. Sebagai makanan si kadal, ia memberi jangkrik setiap hari.

Kadal itu memang terlihat  berbeda dari kadal biasanya. Warna keseluruhan tubuhnya hijau kehitam-hitaman. Tulisan Allah tampak di bagian tengah badan. Tulisannya tampak jelas, walaupun huruf Alif pada tulisan itu sedikit jauh. Warna tulisan juga tampak hitam, sama seperti warna yang ada di kepala si kadal.

Sumber:http://regional.kompas.com/read/2012/11/20/1051321/Kadal.Berlafal.Allah.Gemparkan.Warga

FOTO TULISAN ALLAH PADA DAGING LEMBU KURBAN DI RANTAU PRAPAT SUMATERA UTARA

Warga Kota Rantau Prapat digegerkan dengan penemuan daging lembu kurban dengan tulisan Allah. Tulisan seperti berbahasa arab itu dapat terlihat pada tiga potong daging yang sedang dimasak warga.

mandiri/iwan kesuma)

TULISAN ALLAH. Terlihat potongan daging kurban seperti memiliki tulisan asma Allah yang ditemukan Juli warga Jalan Sisingamangaraja, Rantau Prapat. (foto: mandiri/iwan kesuma)

Penemu daging aneh itu, Juli, warga jalan Sisingamangaraja, Rantau Prapat, Senin (8/12) sekira pukul 18.15 WIB saat merebus 25 potong daging yang ia peroleh dari panitia kurban di Mushalla At-Taqwa, Jalan Pendidikan, Kecamatan Rantau Selatan.
Saat ia sedang merebusnya, tiga potongan daging tersebut terlihat mengapung. Tanpa merasa aneh, daging itu ia tekan dengan sendok agar tenggelam. Setelah berulang kali dicoba, daging tersebut tetap mengambang tidak layaknya seperti 22 potongan lainnya.
Dengan penasaran, ia lalu memperhatikan ketiga daging itu. Ternyata ia melihat berbagai tulisan seperti berbahasa arab yang mirip dengan tulisan Allah. Spontan ia mengeluarkan ketiganya dan membawannya ke rumah abang iparnya Abdul Salim Hasibuan di Jalan Pendidikan. Secara bersamaan mereka melihat daging tersebut. Lagi-lagi mereka menemukan tulisan yang mirip asma Allah.
“Saya juga heran mengapa yang tiganya tidak tenggelam. Sewaktu saya perhatikan, ternyata seperti ada tulisan Allah-nya di tengah-tengah dagingnya. Tulisan itu ada di setiap potongan daging,” kata Juli menjawab wartawan di kediaman Salim.
Lebih jauh dikatakan Juli, ia tidak merasa keanehan di hari sebelumnya. Namun belakangan ia pernah bermimpi berjumpa dengan seorang nenek berjubah putih. Selang beberapa hari, ia juga bermimpi muntah darah.
“Saya juga tidak tahu apa memang ada kaitannya dengan mimpi saya itu. Kalau keanehan tidak ada saya rasakan,” terang ibu yang sedang mengandung delapan bulan itu.
Kabar keanehan itu langsung beredar luas di masyarakat. Dalam kurun waktu puluhan menit, rumah kediaman Salim langsung dipenuhi warga yang ingin melihat keganjilan tersebut. Berbagai komentar muncul disana. Namun ustadz di Masjid At-Taqwa yang juga menjadi penyembelih hewan kurban dimaksud mengharapkan kepada masyarakat jangan langsung berperasangka buruk, dan sebaiknya mengambil hikmah dari keganjilan itu.
“Saya kira itu hanya mirip tulisan Allah. Kalau menurut saya, yang ada tulisannya hanya lahu (baginya) dan nun (tidak ada arti/luas). Memang aneh, kalau kita bilang serat, itu tidak mungkin. Kita ambil hikmahnya saja, mulai ke depan lebih baik kita tingkatkan amal ibadah, dan jangan dijadikan prasangka yang tidak-tidak,” tegas Ustadz Suhaimi.
Sedangkan Salim mengatakan, ia tidak ada merasakan keganjilan sebelumnya. Tetapi saat penyembelihan hewan kurban itu ia merasa senang tidak seperti tahun sebelumnya. Bahkan ia ditemani para lelaki dan wanita yang berusia muda.
“Ya enggak ada perasaan aneh, tapi selama saya ikut memotong kurban, baru kali ini saja saya merasa senang, yang herannya saya ditemani anak-anak muda pula semalam. Kalau dulunya ya orang-orang tua saja,” jelas Salim yang memberikan kupon peserta penerima daging kepada Juli.
Pantauan wartawan hingga Selasa (9/12), pengunjung yang ingin melihat daging aneh itu mencapai ratusan orang. Pihak kepolisian dari Polantas Polres Labuhan Batu juga terlihat sibuk mengatur arus lalulintas yang mulai padat. Sebab, setiap pergeseran waktu, warga terus bertambah jumlahnya. [ike]