MUI Perbolehkan Kampanye Pake Ayat Al Qur’an

[mediaindonesia.com Selasa, 02 Juni 2009 01:22 WIB ] MEDAN–MI: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Utara mengisyaratkan ayat-ayat suci Al-Quran boleh digunakan pada kampanye pilpres 2009 karena itu bagian dari syi’ar Islam asal jangan sampai disalahgunakan seperti untuk menjelek-jelekkan orang.

“Penggunaan ayat-ayat suci Al-Quran pada kampanye pilpres sah-sah saja dan tidak perlu dilarang jika tujuannya untuk baik,” kata Ketua Umum MUI Sumut, Prof Dr. Abdullah Syah, MA di Medan, Senin (1/6).

Guru Besar IAIN Sumut itu, menyebutkan, sebenarnya penggunaan ayat suci Al-Quran itu tidak perlu dilarang, asalkan digunakan dengan baik dan benar, serta tidak menjelek-jelekkan atau memfitnah seseorang. Di dalam ajaran agama manapun, jelas tidak dibenarkan mempergunjingkan atau menceritakan aib orang. Apalagi, saat membahas keburukan orang itu, membawa-bawa pula ayat Al-Quran.

“Jadi Al-Quran itu harus dijaga kesuciannya dan jangan sampai ternoda oleh orang-orang yang salah dan tidak dapat menghargainya apalagi sembarangan menggunakannya seperti kampanye di masyarakat,” tegas Abdullah Syah.

Ia mengharapkan dalam kegiatan kampanye itu, para calon presiden dan calon wakil presiden agar saling menghargai dan jangan saling menjatuhkan. Saling menghormati sesama manusia itu, tidak hanya terdapat dalam ajaran agama Islam, tetapi juga pada agama lain.

“Marilah kita menghadapi kampanye pilpres ini saling kompak dan jangan ada perasaan saling memusuhi bagi sesama pendukung calon presiden dan calon wakil presiden,” demikian Abdullah.

Sebelumnya, Menteri Agama, Muhammad Maftuh Basyuni mengimbau peserta Pemilu 2009 agar dalam berkampanye menghindari ayat-ayat Al- Quran kerena hal itu dinilai tidak pada tempatnya. “Pilpres kali ini hanya menampilkan tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Mudah-mudahan ketiga pasangan ini bisa lebih mudah dikendalikan supaya tidak menggunakan ayat Al-Quran pada saat kampanye,” katanya pekan lalu.

Menag mengatakan, sejak pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif baru-baru ini, ia telah mengimbau kalangan partai politik maupun para calon anggota dewan agar tidak melakukan ayat. (Ant/OL-06)