Kumpulan Artikel http://Infotekkom.wordpress.com

Hati-Hati Jangan Berjima’ dengan Jin

Dunia ghaib termasuk dunia jin memang ada dan kita manusia hanya diberikan
pengetahuan sedikit tentangnya. Diantaranya adalah kehidupan jin, serangan jin
serta tindakan pengobatan dan pencegahan atas serangan mereka.

Jin bisa mengganggu manusia dari hanya penampakan suara atau angin atau bayngan
yang menakutkan hingga bisa menyebabkan kesurupan termasuk kasus anaknya pak
Rizqirad merupakan gangguan jin. Gangguan bisa dari beberapa sebab, bisa dari
tempat gangguan tersebut atau bisa berasal dari prilaku kita sendiri (kondisi
internal) sehari-harinya.

Keduanya punya solusi sendiri dalam Islam.

TEMPAT GANGGUAN (Tempat Kejadian Perkara)

Yang pertama TEMPAT kejadian perkara gangguan jin bisa dimana saja di sekolah
ataupun di rumah, dimana tempat tersebut terdapat hal-hal yang bisa mengundang
jin untuk menetap atau cuma singgah misalnya ditempat itu ada satu atau
beberapa GAMBAR dan patung yang bernyawa (makhluk hidup). Hal itu bisa menjadi
sarana/media persinggahan jin untuk menetap dan mengganggu manusia sebagaimana
petunjuk dari Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa salam:

Dari Ibnu Abbas Radiyallahu `anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu `alaihi
wasalam bersabda : “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah yang di
dalamnya ada anjing dan gambar” (HR Bukhari & Muslim, dengan lafadz Muslim).

Dalam riwayat Ibnu Umar “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah
yang di dalamnya ada anjing dan gambar.”.

Dari Zaid bin Khalid dari Abi Talhah secara marfu’ : “Malaikat tidak akan masuk
rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung (gambar).” (HR Muslim).

Imam Nasa’i meriwayatkan dengan lafadz : “Jibril minta izin kepada Nabi
Shallallahu `alaihi wasalam, beliau berkata : Masuklah. Kata Jibril: Bagaimana
saya akan masuk sedangkan dalam rumah Anda ada tirai brgambar? Maka jika Anda
potong kepala-kepalanya, atau Anda jadikan hamparan yang dipijak (dihinakan
setelah dipotong, red – barulah Jibril akan masuk). Karena sesungguhnya kami –
para malaikat – tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar.”
(HR Abdur Razaq, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan beliau mengatakan Hasan Shahih
dan Ibnu Hibban mensahihkannya).

Jika malaikat tidak bisa masuk maka sudah bisa dipastikan bahwa jin syaithon
yang akan leluasa masuk karena jin syaithon paling takut dengan malaikat yang
memasuki dan mengelilingi rumah orang mukmin yang ahli ibadah lagi bertauhid.
Sebenarnya aturan dari Nabi kita tentang gambar ini masih banyak.

Lalu hal lain selain gambar adalah penggunaan tempat itu sendiri. Jika
disekitar tempat itu ada kegiatan yang tidak sesuai dengan syar’ie bisa pula
mengundang syaithon datang ke tempat itu. Misalnya WC Umum tersebut selain buat
buang air juga tempat buang janin hasil berzina, transaksi narkoba, transaksi
judi dan kemaksiatan lain yang mengundang syaithon datang kesana.

KONDISI INTERNAL MANUSIANYA

Sebenarnya WC tanpa ada kegiatan kemaksiatan yang tersebut diataspun sudah
disinyalir ada satu atau lebih jin yang menetap disana. Hal ini sesuai dengan
petunjuk Nabi yang menyuruh ummatnya berdoa sebelum masuk WC:
[ÈöÓúãö Çááåö] Çóááøóåõãøó Åöäøöíú ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäó ÇáúÎõÈõËö æóÇáúÎóÈóÇÆöËö.
“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan
setan laki-laki dan perempuan”.
(HR. Al-Bukhari 1/45 dan Muslim 1/283. Sedang tambahan bismillaah pada
permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244.
)Maka bacalah doa tersebut ketika kaki kiri masuk WC atau kamar mandi untuk
melindungi kita semua dari gangguan jin.Itu salah satu kondisi internal yang
mengundang gangguan jin disamping kondisi internal lainnya yang mengundang:

Jin ikutan makan karena kita dan keluarga tidak baca doa di awal dan diakhir
makan- jin ikut tidur bersama kita bahkan dapat mengganggu lewat mimpi,
mengencingi telinga kita agar tak dengar azan, menindih badan kita agar berat
bangun malam dan shubuh, meniup mata kita agar tetap ngantuk karena kita tidak
membaca doa dan dzikir sebelum tidur dan saat bangun tidur.-jin ikut -maaf-
ber-jima’ karena kita tidak baca doa sebelum jima seperti yang dicontohkan Nabi
sholallahu ‘alaihi wa salam.- dlsb

Maka kesimpulannya mengamalkan amal sholih
berupa ibadah wajib dan sunnah sesuai perintah dan larangan Allah dan Rosul-Nya
maka Jin syaithon akan segan mengganggu kita terutama jika kita memiliki TAUHID
yang kuat.Contoh yang paling nyata sepanjang sejarah dalam kasus ini terdapat
seorang shahabat Nabi yang paling ditakuti oleh syaithon adalah Umar bin
Khaththab rhodiallahu anhu. Di saat beberapa orang di zaman kekhalifahannya
mulai menumbuhkan kemusyrikan ternyata Umar membabatnya. Itu tergambar dalam
riwayat dimana Umar melarang orang mengkeramatkan suatu pohon yang dulunya
merupakan tempat para mujahidin menggantungkan pakaian perangnya.
Maka kondisi internal inilah yang perlu diintensifkan yakni berusaha semampu
mungkin mengamalkan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dan mengamalkan
sunnah-sunnah yang dianggap remeh padahal melindungi kita dari gangguan ghaib
dari syaithon jin dan manusia (tukang sihir atau dukun) seperti sunnah-sunnah
tidur, masuk WC/kamar mandi, berjima’ (hubungan suami istri), membuang air
panas, bersuci dengan batu saat buang air besar, tidak memajang gambar dan
patung makhluk hidup disetiap ruangan dlsb.

Itu semuanya terkait dengan ketaatan dan keimanan kita kepada Allah dan
Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa salam yang terkandung dalam pengertian haqqo
tuqotihi (Taqwa yang sesungguhnya)

Wallahu’alam bishshowwab

Dunia Hantu, Jin, Setan dan Makhluk Halus

Allah SWT telah banyak membuatkan contoh dan pelajaran untuk kita.  Baik itu berupa kisah umat terdahulu, umat yang ada pada jaman Nabi, maupun perkara yang akan di hadapi oleh manusia pada masa yang akan datang.

Allah juga membuat permisalan dari mahkluk ciptaanNya selain manusia.  Terkadang berupa nyamuk, kera, anjing dan sebagainya.  Permisalan yang Allah sebutkan dalam Al Quran itu adalah sebagai pelajaran bagi hamba hambaNya yang beriman.

Salah satu contoh yang Allah SWT terangkan dalam Al Quran adalah sekelompok jin yang mereka menyimak Al Quran dari Nabi Muhammad, kemudian mengimaninya.  Merekapun mengambil pelajaran  berharga dari Nabi Muhammad.

Jin, memang ada yang jahat tetapi ada juga yang mau mendengarkan Al Quran.  Bahkan mereka menyimaknya langsung dari Nabi, bersemangat dan meminta Nabi untuk membacakan Al Quran khusus untuk mereka.

Jin adalah salah satu mahkluk ciptaan Allah.  Jin adalah anak keturunan iblis.  Allah menciptakannya dari api.  Iblis diberi tangguh oleh Allah dengan ia tidak mati hingga hari kiamat.  Berbeda dengan jin, jin akan mati bila Allah telah menghendakinya.

Sebagaimana manusia, jin juga berkelompok kelompok dan bersuku suku.  Ada jin yang berasal dari golongan atas dan ada yang dari golongan rendahan.  Ada jin laki laki dan jin perempuan.  Jin juga makan, minum dan berketurunan.

Tubuh jin sangat ringan.  Allah memberikan kelebihan kepada jin kemampuan mengubah wujud menirukan mahkluk lain, seperti ular, anjing, tikus dan bahkan bisa menyerupai manusia kecuali Nabi.

Para jin juga mendapat beban seperti manusia untuk melaksanakan perintah dan meninggalkan yang Allah larang.  Diantara jin ada yang tinggal di rumah rumah, di jalan jalan, lubang atau goa.  Ada pula yang menghuni rumah kosong.  Mereka tidak diperbolehkan mengganggu manusia.  Apabila mereka mengganggu manusia maka mereka telah berbuat zhalim.  Sebagaimana pula manusia dilarang mengganggu jin.

Contohnya adalah dengan mengencingi lubang yang dibuat binatang maupun jin, karena lubang itu adalah tempat tinggal mereka.  Oleh karena itu Nabi melarang umatnya kencing di lubang.

‘Jangan sekali kali slaah seorang dari kalian kencing di lubang’ (HR An Nasai)

Contoh lainnya adlaah suatu ketika pada masa Nabi ada seorang sahabat yang baru pulang dari perang.  Ketika ia telah sampai di rumahnya ia mendapati ada seekor ular di dalam rumahnya.  Ketika ia melihat ular tsb, ia langsung membunuhnya.  Seketika itu pula sahabat tadi meninggal.

Peristiwa ini disampaikan kepada Nabi, lalu beliau menerangkan bahwa ular yang di bunuh itu adlah jin yang langsung membalasnya dan bahwasanya ada sekelompok jin di Madinah yagn telah masuk Islam.  Beliau memberikan aturan kepada umatnya apabila ada ular di dalam rumah hendaknya ular itu di beri peringatan untuk keluar, dan diberi waktu 3 hari karena bisa jadi ia adalah jin muslim.  Kecuali ular yang memiliki dua garis putih di punggungnya (dzuthufyatain) dan yang ekornya pendek seperti terpotong (al-abtar), maka ular ini harus di bunuh dimanapun di jumpai.

Apabila tidak keluar juga setelah  hari maka ular itu dibunuh karena ia adalah jin kafir.  Adapun ular yang di luar rumah, maka Nabi memerintahkan untuk membunuhnya.  Demikianlah yang dituntunkan Nabi pada kita dalam menghadapi mahkluk lain.

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan agama ini sempurna, sehingga tidak ada lagi aturan bergaul baik dengan sesama manusia maupun mahkluk yang lain kecuali telah di terangkan.  Semoga Allah menjadikan kita hamba hambaNya yang istiqomah diatas agamaNya hingga meninggal.

Sumber: http://www.nabimuhammad.info/2008/12/16/prolog-15/