Warga Bengkulu Resah Ada Gunung Berapi Raksasa di Bawah Laut…

Warga Bengkulu mulai resah terkait isu ditemukannya “gunung api raksasa” di perairan barat Bengkulu. Padahal, penduduk daerah itu masih trauma akan isu gempa dahsyat akhir tahun 2008.
“Sekarang timbul lagi isu ditemukannya gunung api raksasa, sedangkan Bengkulu sudah dua kali diguncang gempa besar tidak seheboh dua isu terakhir,” kata Tabrani Undu salah seorang tokoh masyarakat Bengkulu ketika dihubungi, Jumat (29/5).

“Kami meragukan isu ditemukannya gunung api raksasa itu dan hampir sama dengan ramalan akan terjadi gempa dahsyat pada 23 Desember 2008. Kami mengharapkan kepada pihak peneliti agar tidak menginformasikan penemuan yang belum pasti karena membuat cemas masyarakat di sekitar gunung api itu,” tegasnya.

Asisten II Sekwilda Provinsi Bengkulu Ir Fauzan Rahim kepada wartawan di Bengkulu mengatakan, Pemprov Bengkulu akan meminta data akurat ke LIPI terkait isu ditemukannya gunung api raksasa itu. “Bila benar ada faktanya, maka akan dilakukan antisipasi dengan mengimbau masyarakat atau mengevakuasinya dari lokasi terdekat dengan gunung api itu, kendatipun jaraknya dari Kota Bengkulu sekitar 310 kilometer, namun tetap akan dilakukan antisipasi,” katanya.

Mantan Komandan Pangkalan TNI AL Bengkulu Choky Hutabarat, ketika dihubungi, mengatakan, pihaknya sangat terkejut sekali mendengar penemuan itu. “Kendati saya sudah dimutasi ke TNI AL Jakarta, tapi masih peduli akan perkembangan Bengkulu,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebelumnya pernah ada informasi ditemukan beberapa puluh pulau belum punya nama di perairan Bengkulu, tetapi nyatanya tidak terbukti. Pulau-pulau yang ditemukan itu ternyata hanya kanal dari kikisan lumpur di atasnya ditumbuhi rumput, saat pasang turun dia timbul ke permukaan, tetapi bila pasang naik tenggelam.

Sumber : Antara

Astaghfirullah… Ditemukan Gunung Api Raksasa Di Bawah Laut Sumatera

Tim yang terdiri dari gabungan para pakar geologi Indonesia, AS, dan Perancis berhasil menemukan gunung api raksasa di bawah perairan barat Sumatera. Gunung api tersebut berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter dan berada 330 km arah barat Kota Bengkulu.

Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris.

“Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia, tak ada gunung setinggi ini kecuali Gunung Jayawijaya di Papua,” kata Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf Surachman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5).

Gunung api bawah laut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, 330 km dari Bengkulu, di kedalaman 5,9 km dengan puncak berada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Meskipun gunung ini diketahui memiliki kaldera yang menandainya sebagai gunung api, para pakar mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api bawah laut ini.

“Bagaimanapun gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus,” katanya. Survei yang menggunakan kapal seismik Geowave Champion canggih milik CGGVeritas itu adalah yang pertama di dunia karena menggunakan streamer terpanjang, 15 km, dari yang pernah dilakukan oleh kapal survei seismik.

Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui struktur geologi dalam (penetrasi sampai 50 km) yang meliputi Palung Sunda, prisma akresi, tinggian busur luar (outer arc high), dan cekungan busur muka (fore arc basin) perairan Sumatera.

Sejak gempa dan tsunami akhir 2004 dan gempa-gempa besar susulan lainnya, terjadi banyak perubahan struktur di kawasan perairan Sumatera yang menarik minat banyak peneliti asing.

Tim ahli dari Indonesia, AS, dan Perancis kemudian bekerja sama memetakan struktur geologi dalam untuk memahami secara lebih baik sumber dan mekanisme gempa pemicu tsunami menggunakan citra seismik dalam (deep seismic image).
Sumber:Kompas.com