[FOTO] TRIO MACAN BUGIL BARENG SYUR….

Anda ingin melihat foto acting trio macan yang lagi bugil, disini saja tempatnya. Tak usah browsing dan surfing jauh-jauh dan nyasar kemana-mana. Memang sungguh molek tubuh ketiga macan ini tapi sungguh tidak diduga mengapa tubuh mereka seperti ini ya….
Menyeramkan….
Silakan menikmati….

Baby Tigers
makanya coy… jangan mesum aja tuh pikiran, tobat…
tuh mata untuk melihat yang baik-baik aja sebelum nikmatnya dicabut sama yang buat mata.
Udah pake mata gratis kagak bayar. masih juga dipake ngelihat yang dilarang agama…
Sebelum tuh mata dicabut nikmatnya…
Gunakanlah ke jalan yang benar, untuk melihat kekuasan dan kebesaran Allah dan untuk belajar dan membaca ilmu agama yang bermanfaat…

Salam Peace…

Baca juga artikel ini ya…

  • BAHAYA PANDANGAN MATA…(bag.1)
  • Mau Dapat Uang dari Blog  klik  Daftar disini ya…

    CARA MENGHINDARI VIDEO MESUM,FOTO BUGIL,VIDEO PORNO,VIDEO MERUSAK MORAL DAN FOTO TELANJANG DARI PC ANDA

    Bagi anda yang sudah pusing dan hampir frustrasi untuk menghindari video mesum,video telajang,video porno,foto bugil dan lain-lain dari PC anda. Saya akan ajarkan sedikit trik sederhana yang mungin belum terpikirkan oleh anda.
    Trik ini juga sangat berguna jika PC anda juga digunakan oleh putra-putri anda. Trik ini adalah:
    1. Uninstall windows media player dari PC anda
    2. UnInstall realplayer.
    3. Uninstall movie maker
    4. UnInstall foto viewer
    5. Uninstall paint
    6. Uninstall Internet Explorer
    7. UnIstall Firefox

    Ada yang mau menambahkan…?

    Semoga triks yang sederhana ini bermanfaat bagi anda semua…

    TIPS MENGURANGI/MENGHILANGKAN PORNO,MESUM,BUGIL,VIDEO MESUM,VIDEO BUGIL,VIDEO ABG,VIDEO PORNO,FOTO TELANJANG,VIDEO TELANJANG ABG,VIDEO ABG ,VIDEO SISWI SMP,VIDEO SISWI SMP MAGETAN,DAN PERZINAHAAN,SELINGKUH,VIDEO SELINGKUH,DAN KERUSAKAN MORAL

    Tips berikut berguna untuk mengurangi perbuatan-perbuatan yang semuanya dimulai dari pandangan mata laki-laki….
    Ya..mata laki-laki adalah pintu semua kebobrokan moral di dunia ini…
    ari pandangan mata maka akan turun ke hati..setelah ke hati ada dua bisikan yang berbicara…mana yang lebih kuat…
    Jika bisikan kebaikan yang kuat (iman) maka tidak akan terjadi perbuatan maksiat…jika bisikan kejahatan lebih kuat dan iman lemah maka..maksiat akan terlaksana…
    maka tips berikut ini bisa mengurangi maksiat bahkan bisa menghilangkannya…

    1. Wanita harus senantiasa tinggal di rumah saja (bukan dikurung) tetapi banyak kegiatan wanita dipusatkan di rumah-rumah seperti ibadah menjaga amal sholeh dan mendidik anak-anaknya.

    2. Walaupun harus bekerja pilih propesi wanita yang bisa dilakukan dirumah seperti menulis buku,menjahit,membuat kue,memasak makanan,ketrampilan, bisnis online,ngeblog,mengajar ngaji di rumah sendiri.

    3. Jika ingin keluar rumah harus ditemani oleh mahramnya misalnya orang tua,abang,kakak,adik,anak yang sudah baligh.

    4. Jika keluar rumah memakai pakaian dengan menutup aurat secara sempurna misalnya memakai jilbab yang panjang pakaian longgar dan bercadar.

    5. Jangan ikut-ikutan kaum yahudi nasrani yang mencoba merusak akhlak wanita dengan kedok emansipasi.

    6. Wanita jika ingin belajar/sekolah harus bersekolah di sekolah khusus wanita dan terpisah dari kaum laki-laki.

    7. Anak wanita jika sudah baligh segera dinikahkan dengan cara ta’aruf (pacaran setelah menikah).

    8. Hilangkan budaya syarat pernikahan yang memberatkan dengan adanya pesta yang besar dan mewah dan mubazir…..(pake orkes dangdut dll yang mengundang maksiat).

    Akibat jika tips diatas dilaksanakan oleh seluruh umat Islam…..

    1. Wanita tidak ada yang berkeliaran di luar rumah….
    2. Lapangan pekerjaan akan bertambah untuk kaum laki-laki sehingga mengurangi pengangguran bagi laki-laki.
    3. Upah/gaji akan meningkat karena tidak ada lagi upah yang murah karena buruh yang basa dibayar murah adalah kaum wanita.
    4.Tidak ada lagi pembantu rumah tangga..orang2 kaya akan mengerjakan pekerjaan rumahnya sendirian dan tidak sombong lagi kepada orang miskin.
    5. Negara-negara kaya akan kesulitan karena kekrangan tenaga kerja wanita yang murah dari Indonesia…
    6. Usaha-usaha maksiat yang mengerjakan kaum wanita akan bangkrut…
    7. Banyak orang2 kaya yang kaya dari bisnis hiburan malam akan jatuh miskin…
    8. Banyak Pejabat yang korup tidak dapat komisi dari prang kaya yang jahat karena sudah bangkrut..
    9. Penjara akan sepih….
    10. Mesjid akan rame…

    Wallahu ‘alam bi showab.

    TELANJANG BERJAMAAH

    Telanjang berjamaah…yaitu orang-orang yang telanjang bersama-sama….

    Hadist Nabi Muhammad SAW tentang padang Masyar:

    Dari Usman bin Affan bin Dahaak bin Muzaim

    daripada Abbas ra, bapa saudara Rasulullah SAW

    dari Rasulullah SAW telah bersabda, yang

    bermaksud:
      “Aku adalah orang (manusia) yang paling awal

    dibangkitkan dari kubur (bumi) pada hari kiamat

    yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat pada

    hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera

    pujian di tanganku dan nabi-nabi keseluruhannya

    berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat

    yang terbaik. Mereka adalah umat yang pertama

    dihisab sebelum umat yang lain. Ketika mereka

    bangkit dari kubur, mereka akan mengibas

    (membuang) tanah yang ada di atas kepala

    mereka. Mereka semua akan berkata: “Kami

    bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan

    kami bersaksi bahawa Muhammad itu Rasulullah.

    Inilah yang telah dijanjikan oleh Allah Taala

    serta dibenarkan oleh para rasul.”     Ibnu

    Abbas ra berkata: “Orang yang pertama

    dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah

    Muhammad SAW. Jibril as akan datang kepadanya

    bersama seekor Buraq. Israfil pula datang

    dengan membawa bersama bendera dan mahkota.

    Izrail pula datang dengan membawa bersamanya

    pakaian-pakaian syurga.”

    Jibril as akan menyeru: “Wahai dunia! Di mana

    kubur Muhammad SAW?”

    Bumi akan berkata: “Sesungguhnya, Tuhanku telah

    menjadikan aku hancur. Telah hilang segala

    lingkaran, tanda dan gunung-ganangku. Aku tidak

    tahu dimana kubur Muhammad SAW.”

    Rasulullah SAW bersabda: “Lalu diangkatkan

    tiang-tiang dari cahaya dari kubur Nabi

    Muhammad SAW ke awan langit. Maka, empat

    malaikat berada di atas kubur.”

    Israfil bersuara: “Wahai roh yang baik!

    Kembalilah ke tubuh yang baik!”

        Maka, kubur terbelah dua. Pada seruan yang

    kedua pula, kubur mula terbongkar. Pada seruan

    yang ketiga, ketika Rasulullah SAW berdiri,

    baginda SAW telah membuang tanah di atas kepala

    dan janggut baginda SAW. Baginda SAW melihat

    kanan dan kiri. Baginda SAW dapati, tiada lagi

    bangunan. Baginda SAW menangis sehingga

    mengalir air matanya ke pipi.

    Jibril as berkata kepadanya: “Bangun wahai

    Muhammad! Sesungguhnya kamu di sisi Allah Taala

    di tempat yang luas.”

    Baginda SAW bertanya, “Kekasihku Jibril! Hari

    apakah ini?”

    Jibril as menjawab: “Wahai Muhammad! Janganlah

    kamu takut! Inilah hari kiamat. Inilah hari

    kerugian dan penyesalan. Inilah hari

    pembentangan Allah Taala.”

    Baginda SAW bersabda: “Kekasihku Jibril!

    Gembirakanlah aku!”

    Jibril as berkata: “Apakah yang kamu lihat di

    hadapanmu?”

    Baginda SAW bersabda: “Bukan seperti itu

    pertanyaanku.”

    Jibril as berkata: “Adakah kamu tidak melihat

    bendera kepujian yang terpacak di atasmu?”

    Baginda SAW bersabda: “Bukan itu maksud

    pertanyaanku. Aku bertanya kepadamu akan

    umatku. Di mana perjanjian mereka?”

    Jibril as berkata: “Demi keagungan Tuhanku!

    Tidak akan terbongkar oleh bumi daripada

    manusia, sebelummu?”

    Baginda SAW bersabda: “Nescaya akan, kuatlah

    pertolongan pada hari ini. Aku akan

    mensyafaatkan umatku.”

    Jibril as berkata kepada baginda SAW:

    “Tungganglah Buraq ini wahai Muhammad SAW dan

    pergilah ke hadapan Tuhanmu!”

    Jibril as datang bersama Buraq ke arah Nabi

    Muhammad SAW. Buraq cuba meronta-ronta. Jibril

    as berkata kepadanya: “Wahai Buraq! Adakah kamu

    tidak malu dengan makhluk yang paling baik

    dicipta oleh Allah Taala? Sudahkah Allah Taala

    perintahkan kepadamu agar mentaatinya?”

        Buraq berkata: “Aku tahu semua itu. Akan

    tetapi, aku ingin dia mensyafaatiku agar

    memasuki syurga sebelum dia menunggangku.

    Sesungguhnya, Allah Taala akan datang pada hari

    ini di dalam keadaan marah. Keadaan yang belum

    pernah terjadi sebelum ini.”

    Baginda SAW bersabda kepada Buraq: “Ya!

    Sekiranya kamu berhajatkan syafaatku, nescaya

    aku memberi syafaat kepadamu.”

        Setelah berpuas hati, Buraq membenarkan

    baginda SAW menunggangnya lalu dia melangkah.

    Setiap langkahan Buraq sejauh pandangan mata.

    Apabila Nabi Muhammad SAW berada di Baitul

    Maqdis di atas bumi dari perak yang putih,

    malaikat Israfil as menyeru: “Wahai tubuh-tubuh

    yang telah hancur, tulang-tulang yang telah

    reput, rambut-rambut yang bertaburan dan urat-

    urat yang terputus-putus! Bangkitlah kamu dari

    perut burung, dari perut binatang buas, dari

    dasar laut dan dari perut bumi ke perhimpunan

    Tuhan yang Maha Perkasa.

        Roh-roh telah diletakkan di dalam tanduk

    atau sangkakala. Di dalamnya ada beberapa

    tingkat dengan bilangan roh makhluk. Setiap

    roh, akan didudukkan berada di dalam tingkat.

    Langit di atas bumi akan menurunkan hujan dari

    lautan kehidupan akan air yang sangat pekat

    seperti air mani lelaki. Daripadanya,

    terbinalah tulang-tulang. Urat-urat memanjang.

    Daging kulit dan bulu akan tumbuh. Sebahagian

    mereka akan kekal ke atas sebahagian tubuh

    tanpa roh.

        Allah Taala berfirman: “Wahai Israfil! Tiup

    tanduk atau sangkakala tersebut dan hidupkan

    mereka dengan izinKu akan penghuni kubur.

    Sebahagian mereka adalah golongan yang gembira

    dan suka. Sebahagian dari mereka adalah

    golongan yang celaka dan derita.”

    Malaikat Israfil as menjerit: “Wahai roh-roh

    yang telah hancur! Kembalilah kamu kepada

    tubuh-tubuh mu. Bangkitlah kamu untuk

    dikumpulkan di hadapan Tuhan semesta alam.”

    Allah Taala berfirman:
    “Demi keagungan dan ketinggianKu! Aku

    kembalikan setiap roh pada tubuh-tubuhnya!”

        Apabila roh-roh mendengar sumpah Allah

    Taala, roh-roh pun keluar untuk mencari jasad

    mereka. Maka, kembalilah roh pada jasadnya.

    Bumi pula terbongkar dan mengeluarkan jasad-

    jasad mereka. Apabila semuanya sedia, masing-

    masing melihat.

        Nabi SAW duduk di padang pasir Baitul

    Maqdis, melihat makhluk-makhluk. Mereka berdiri

    seperti belalang yang berterbangan. 70 umat

    berdiri. Umat Nabi Muhammad SAW merupakan satu

    umat (kumpulan). Nabi SAW berhenti

    memperhatikan ke arah mereka. Mereka seperti

    gelombang lautan.

    Jibril as menyeru: “Wahai sekalian makhluk,

    datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yang

    telah disediakan oleh Allah Taala.”

    Umat-umat datang di dalam keadaan satu-satu

    kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad SAW

    berjumpa satu umat, baginda SAW akan bertanya:

    “Di mana umatku?”

    Jibril as berkata: “Wahai Muhammad! Umatmu

    adalah umat yang terakhir.”

    Apabila nabi Isa as datang, Jibril as menyeru:

    Tempatmu!”   Maka nabi Isa as dan Jibril as

    menangis.

    Nabi Muhammad SAW berkata: “Mengapa kamu berdua

    menangis.”

    Jibril as berkata: “Bagaimana keadaan umatmu,

    Muhammad?”

    Nabi Muhammad bertanya: “Di mana umatku?”

    Jibril as berkata: “Mereka semua telah datang.

    Mereka berjalan lambat dan perlahan.”

    Apabila mendengar cerita demikian, Nabi

    Muhammad SAW menangis lalu bertanya: “Wahai

    Jibril! Bagaimana keadaan umatku yang berbuat

    dosa?”

    Jibril as berkata: “Lihatlah mereka wahai

    Muhammad SAW!”

        Apabila Nabi Muhammad SAW melihat mereka,

    mereka gembira dan mengucapkan selawat kepada

    baginda SAW dengan apa yang telah Allah Taala

    muliakannya. Mereka gembira kerana dapat

    bertemu dengan baginda SAW. Baginda SAW juga

    gembira terhadap mereka. Nabi Muhammad SAW

    bertemu umatnya yang berdosa. Mereka menangis

    serta memikul beban di atas belakang mereka

    sambil menyeru: “Wahai Muhammad!”

    Air mata mereka mengalir di pipi. Orang-orang

    zalim memikul kezaliman mereka. Nabi Muhammad

    SAW bersabda: “Wahai umatku.” Mereka berkumpul

    di sisinya. Umat-umatnya menangis.

    Ketika mereka di dalam keadaan demikian,

    terdengar dari arah Allah Taala seruan yang

    menyeru: “Di mana Jibril?”
    Jibril as berkata: “Jibril di hadapan Allah,

    Tuhan semesta alam.”

    Allah Taala berfirman di dalam keadaan Dia amat

    mengetahui sesuatu yang tersembunyi: “Di mana

    umat Muhammad SAW?”

    Jibril as berkata: “Mereka adalah sebaik umat.”

    Allah Taala berfirman: “Wahai Jibril!

    Katakanlah kepada kekasihKu Muhammad SAW bahawa

    umatnya akan datang untuk ditayangkan di

    hadapanKu.”

    Jibril as kembali di dalam keadaan menangis

    lalu berkata: “Wahai Muhammad! Umatmu telah

    datang  untuk ditayangkan kepada Allah Taala.”

    Nabi Muhammad SAW berpaling ke arah umatnya

    lalu berkata: “Sesungguhnya kamu telah

    dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala.”

        Orang-orang yang berdosa menangis kerana

    terkejut dan takut akan azab Allah Taala. Nabi

    Muhammad SAW memimpin mereka sebagaimana

    pengembala memimpin ternakannya menuju di

    hadapan Allah Taala. Allah Taala berfirman:

    “Wahai hambaKu! Dengarkanlah kamu baik-baik

    kepadaKu tuduhan apa-apa yang telah

    diperdengarkan bagi kamu dan kamu semua

    melakukan dosa!”

        Hamba-hamba Allah Taala terdiam. Allah

    Taala berfirman: “Hari ini, Kami akan membalas

    setiap jiwa dengan apa yang telah mereka

    usahakan. Hari ini, Aku akan memuliakan sesiapa

    yang mentaatiKu. Dan, Aku akan mengazab sesiapa

    yang menderhaka terhadapKu. Wahai Jibril! Pergi

    ke arah Malik, penjaga neraka! Katakanlah

    kepadanya, bawakan Jahanam!”

    Jibril pergi berjumpa Malik, penjaga neraka

    lalu berkata: “Wahai Malik! Allah Taala telah

    memerintahkanmu agar membawa Jahanam.”

    Malik bertanya: “Apakah hari ini?”

    Jibril menjawab: “Hari ini adalah hari kiamat.

    Hari yang telah ditetapkan untuk membalas

    setiap jiwa dengan apa yang telah mereka

    usahakan.”

    Malik berkata: “Wahai Jibril! Adakah Allah

    Taala telah mengumpulkan makhluk?”

    Jibril menjawab: “Ya!”

    Malik bertanya: “Di mana Muhammad dan umatnya?”

    Jibril berkata: “Di hadapan Allah Taala!”

    Malik bertanya lagi: “Bagaimana mereka mampu

    menahan kesabaran terhadap kepanasan nyalaan

    Jahanam apabila mereka melintasinya sedangkan

    mereka semua adalah umat yang lemah?”

    Jibril berkata: “Aku tidak tahu!”

        Malik menjerit ke arah neraka dengan sekali

    jeritan yang menggerunkan. Neraka berdiri di

    atas tiang-tiangnya. Neraka mempunyai tiang-

    tiang yang keras, kuat dan panjang. Api

    dinyalakan sehingga tiada kekal mata seorang

    dari makhluk melainkan bercucuran air mata

    mereka (semuanya menangis).

        Air mata sudah terhenti manakala air mata

    darah manusia mengambil alih. Kanak-kanak mula

    beruban rambut. Ibu-ibu yang memikul anaknya

    mencampakkan mereka. Manusia kelihatan mabuk

    padahal mereka sebenarnya tidak mabuk.

     

    Rasulullah SAW Membela Umatnya

        Di padang mahsyar orang yang mula-mula

    berusaha ialah nabi Ibrahim as. Baginda

    bergantung dengan asap Arsy yang naik lalu

    menyeru: “TuhanKu dan Penguasaku! Aku adalah

    khalilMu Ibrahim. Kasihanilah kedudukanku pada

    hari ini! Aku tidak meminta kejayaan Ishak dan

    anakku pada hari ini.”

    Allah Taala berfirman: “Wahai Ibrahim! Adakah

    kamu melihat Kekasih mengazab kekasihnya.”

    Nabi Musa as datang. Baginda bergantung dengan

    asap Arsy yang naik lalu menyeru: “KalamMu. Aku

    tidak meminta kepadaMu melainkan diriku. Aku

    tidak meminta saudaraku Harun. Selamatkanlah

    aku dari kacau bilau Jahanam!”

    Isa as datang di dalam keadaan menangis.

    Baginda bergantung dengan Arsy lalu menyeru:

    “Tuhanku… Penguasaku.. Penciptaku! Isa roh

    Allah. Aku tidak meminta melainkan diriku.

    Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!”

    Suara jeritan dan tangisan semakin kuat. Nabi

    Muhammad SAW menyeru: “Tuhanku.. Penguasaku

    Penghuluku.. .. !Aku tidak meminta untuk

    diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku

    dariMu!”

    Ketika itu juga, neraka Jahanam berseru:

    “Siapakah yang memberi syafaat kepada umatnya?”

    Neraka pula berseru: “Wahai Tuhanku…

    Penguasaku dan Penghuluku! Selamatkanlah

    Muhammad dan umatnya dari seksaannya!

    Selamatkanlah mereka dari kepanasanku, bara

    apiku, penyeksaanku dan azabku! Sesungguhnya

    mereka adalah umat yang lemah. Mereka tidak

    akan sabar dengan penyeksaan.”

    Malaikat Zabaniah menolaknya sehingga terdampar

    di kiri Arsy. Neraka sujud di hadapan Tuhannya.

    Allah Taala berfirman: “Di mana matahari?”  

    Maka,  matahari dibawa mengadap Allah Taala. Ia

    berhenti di hadapan Allah Taala.

    Allah Taala berfirman kepadanya: “Kamu! Kamu

    telah memerintahkan hambaKu untuk sujud kepada

    kamu?”

    Matahari menjawab. “Tuhanku! Maha Suci diriMu!

    Bagaimana aku harus memerintahkan mereka

    berbuat demikian sedangkan aku adalah hamba

    yang halus?”

    Allah Taala berfirman: “Aku percaya!”

    Allah Taala telah menambahkan cahaya dan

    kepanasannya sebanyak 70 kali ganda. Ia telah

    dihampirkan dengan kepala makhluk.”

    Ibnu Abbas r.h. berkata: “Peluh manusia bertiti

    dan sehingga mereka berenang di dalamnya. Otak

    -otak kepala mereka menggeleggak seperti periuk

    yang sedang panas. Perut mereka menjadi seperti

    jalan yang sempit.

    Air mata mengalir seperti air mengalir. Suara

    ratap umat-umat manusia semakin kuat.

    Nabi Muhammad SAW lebih-lebih lagi sedih. Air

    matanya telah hilang dan kering dari pipinya.

    Sekali, baginda SAW sujud di hadapan Arsy dan

    sekali lagi, baginda SAW rukuk untuk memberi

    syafaat bagi umatnya.

    Para Nabi melihat keluh kesah dan tangisannya.

    Mereka berkata: “Maha Suci Allah! Hamba yang

    paling dimuliakan Allah Taala ini begitu

    mengambil berat, hal keadaan umatnya.

    Daripada Thabit Al-Bani, daripada Usman Am

    Nahari berkata: “Pada suatu hari Nabi SAW

    menemui Fatimah Az-Zahara’ r.h. Baginda SAW

    dapati, dia sedang menangis.”

    Baginda SAW bersabda: “Permata hatiku! Apa yang

    menyebabkan dirimu menangis?”

    Fatimah menjawab: “Aku teringat akan firman

    Allah Taala.”

    “Dan, kami akan mehimpunkan, maka Kami tidak

    akan mengkhianati walau seorang daripada

    mereka.”
    Lalu Nabi SAW pun menangis. Baginda SAW

    bersabda: “Wahai permata hatiku! Sesungguhnya,

    aku teringat akan hari yang terlalu dahsyat.

    Umatku telah dikumpulkan pada hari kiamat

    dikelilingi dengan perasaan dahaga dan

    telanjang. Mereka memikul dosa mereka di atas

    belakang mereka. Air mata mereka mengalir di

    pipi.”

    Fatimah r.h. berkata: “Wahai bapaku! Apakah

    wanita tidak merasa malu terhadap lelaki?”

    Baginda SAW menjawab: “Wahai Fatimah!

    Sesungguhnya, hari itu, setiap orang akan sibuk

    dengan untung nasib dirinya. Adapun aku telah

    mendengar Firman Allah Taala:” Bagi setiap

    orang dari mereka, di hari itu atau satu utusan

    yang melalaikan dia.

    ( Abasa: 37)

    Fatimah ra. bertanya: “Di mana aku hendak

    mendapatkanmu di hari kiamat nanti, wahai

    bapaku?”

    Baginda SAW menjawab: “Kamu akan menjumpaiku di

    sebuah telaga ketika aku sedang memberi minum

    umatku.”

    Fatimah r.h. bertanya lagi: “Sekiranya aku

    dapati kamu tiada di telaga?”

    Baginda SAW bersabda: “Kamu akan menjumpaiku di

     atas Sirat sambil dikelilingi para Nabi. Aku

    akan menyeru: “Tuhan Kesejahteraan! Tuhan

    Kesejahteraan! Para malaikat akan menyambut:

    “Aamiin.”

    Ketika itu juga, terdengar seruan dari arah

    Allah Taala lalu berfirman: “Nescaya akan

    mengikuti kata-katanya pada apa yang kamu

    sembah.”

    Setiap umat akan berkumpul dengan sesuatu yang

    mereka sembah. Ketika itu juga, neraka Jahanam

    melebarkan tengkuknya lalu menangkap mereka

    sebagaimana burung mematuk kacang.

    Apabila seruan dari tengah Arsy kedengaran,

    maka manusia yang menyembahNya datang beriring.

    Sebahagian daripada orang yang berdiri di situ

    berkata: “Kami adalah umat Muhammad SAW!”

    Allah Taala berfirman kepada mereka: “Mengapa

    kamu tidak mengikuti orang yang kamu sembah?”

    Mereka berkata: “Kami tidak menyembah melainkan

    Tuhan Kami. Dan, kami tidak menyembah

    selainNya.”

    Mereka ditanya lagi: “Kami mengenali Tuhan

    kamu?”

    Mereka menjawab: “Maha Suci diriNya! Tiada yang

    kami kenali selainNya.”

        Apabila ahli neraka dimasukkan ke dalamnya

    untuk diazab, umat Muhammad SAW mendengar bunyi

    pukulan dan jeritan penghuni neraka. Lalu

    malaikat Zabaniah mencela mereka. Mereka

    berkata: “Marilah kita pergi meminta syafaat

    kepada Muhammad SAW!”

    Manusia berpecah kepada tiga kumpulan.
    1.  Kumpulan orang tua yang menjerit-jerit.
    2.  Kumpulan pemuda.
    3.  Wanita yang bersendirian mengelilingi

    mimbar-mimbar.

        Mimbar para Nabi didirikan di atas kawasan

    lapang ketika kiamat. Mereka semua berminat

    terhadap mimbar Nabi Muhammad SAW. Mimbar Nabi

    Muhammad SAW terletak berhampiran dengan tempat

    berlaku kiamat. Ia juga merupakan mimbar yang

    paling baik, besar dan cantik. Nabi adam as dan

    isterinya Hawa berada di bawah mimbar Nabi SAW.

    Hawa melihat ke arah mereka lalu berkata:

    “Wahai Adam! Ramai dari zuriatmu dari umat

    Muhammad SAW serta cantik wajah mereka. Mereka

    menyeru: “Di mana Muhammad?”

        Mereka berkata: “Kami adalah umat Muhammad

    SAW. Semua umat telah mengiringi apa yang

    mereka sembah. Hanya tinggal kami sahaja.

    Matahari di atas kepala kami. Ia telah membakar

    kami. Neraka pula, cahaya juga telah membakar

    kami. Timbangan semakin berat. Oleh itu

    tolonglah kami agar memohon kepada Allah Taala

    untuk menghisab kami dengan segera! Sama ada

    kami akan pergi ke syurga atau neraka.”

    Nabi Adam as berkata: “Pergilah kamu dariku!

    Sesungguhnya aku sibuk dengan dosa-dosaku. Aku

    mendengar firman Allah Taala: Dan dosa Adam

    terhadap Tuhannya kerana lalai. Mereka pergi

    berjumpa nabi Nuh as yang telah berumur, umur

    yang panjang dan sangat sabar. Mereka

    menghampirinya. Apabila nabi Nuh as melihat

    mereka, dia berdiri.

        Pengikut (umat Nabi Muhammad SAW) berkata:

    “Wahai datuk kami, Nuh! Tolonglah kami terhadap

    Tuhan kami agar Dia dapat memisahkan di antara

    kami dan mengutuskan kami dari ahli syurga ke

    syurga dan ahli neraka ke neraka.”
    Nabi Nuh as berkata: “Sesungguhnya, aku sibuk

    dengan kesalahanku. Aku pernah mendoakan agar

    kaumku dimusnahkan. Aku malu dengan Tuhanku.

    Pergilah kamu berjumpa Ibrahim kekasih Allah

    Taala! Mintalah kepadanya agar menolong kamu!”

    Nabi Ibrahim as berkata: “Sesungguhnya aku

    pernah berbohong di dalam usiaku sebanyak tiga

    pembohongan di dalam Islam. Aku takut dengan

    Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Musa as!

    Mintalah pertolongan darinya!”

        Nabi Musa as berkata: “Aku sibuk dengan

    kesalahanku. Aku pernah membunuh seorang jiwa

    tanpa hak. Aku membunuhnya bukan dari

    kemahuanku sendiri. Aku dapati dia melampaui

    batas terhadap seorang lelaki Islam. Aku ingin

    memukulnya. Aku terperanjat kerana menyakitinya

    lalu menumbuk lelaki tersebut. Ia jatuh lalu

    mati. Aku takut terhadap tuntutan dosaku.

    Pergilah kamu berjumpa Isa as!”

        Mereka pergi berjumpa nabi Isa a.s. Nabi

    Isa a.s. berkata: “Sesungguhnya Allah Taala

    telah melaknat orang-orang Kristian. Mereka

    telah mengambil aku, ibuku sebagai dua Tuhan

    selain Allah Taala. Hari ini, aku malu untuk

    bertanya kepadaNya mengenai ibuku Mariam.”

    Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah Az-Zahra’

    sedang duduk. Ketika Mariam melihat umat Nabi

    Muhammad SAW dia berkata: “Ini umat Nabi

    Muhammad SAW. Mereka telah sesat dari Nabi

    mereka.”

    Suara Mariam, telah didengari oleh Nabi

    Muhammad SAW Nabi Adam a.s. berkata kepada nabi

    Muhammad SAW. “Ini umatmu, wahai Muhammad!

    Mereka berkeliling mencarimu untuk meminta

    syafaat kepada Allah Taala.”

    Nabi Muhammad SAW menjerit dari atas mimbar

    lalu bersabda: “Marilah kepadaku, wahai umatku!

    Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku.

    Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku

    sentiasa memohon kepada Allah Taala untukmu!”

    Umat Nabi Muhammad SAW berkumpul di sisinya.

    Terdengar suara seruan: “Wahai Adam! Ke marilah

    kepada Tuhanmu!” Nabi Adam as berkata: “Wahai

    Muhammad! Tuhanku telah memanggilku. Moga-moga

    Dia akan meminta kepadaku.”

    Nabi Adam as pergi menemui Allah Taala. Allah

    Taala berfirman kepadanya: “Wahai Adam!

    Bangunlah dan hantarkan anak-anakmu ke neraka!”

    Nabi Adam as bertanya: “Berapa ramai untukku

    kirimkan?”

    Allah Taala berfirman: Setiap seribu lelaki

    kamu hantarkan seorang ke syurga, 999 orang ke

    neraka.”

    Allah Taala berfirman lagi:
    “Wahai Adam! Sekiranya Aku tidak melaknat orang

    yang berdusta dan Aku haramkan pembohongan,

    nescaya Aku akan mengasihi anakmu

    keseluruhannya. Akan, tetapi, Aku telah

    janjikan syurga bagi orang yang mentaatiKu

    Neraka pula bagi orang yang menderhakaiKu Aku

    tidak akan memungkiri janji Wahai Adam!

    Berhentilah di sisi Mizan (timbangan). Sesiapa

    yang mempunyai berat pada kebaikannya daripada

    dosanya walaupun seberat biji sawi, bawalah dia

    untuk memasuki syurga tanpa perlu berunding

    denganKu! Sesungguhnya Aku telah menjadikan

    bagi mereka, satu kejahatan dengan satu dosa.

    Manakala satu kebaikan dengan sepuluh pahala

    agar memberitahu mereka bahawa, sesungguhnya

    Aku tidak akan memasukkan mereka ke dalam

    neraka melainkan setiap yang kembali akan 

    dikembalikan dengan dosa bagi orang yang

    melampaui batas.”

    Nabi Adam as berkata: “Tuhanku! Penguasaku!

    Engkau lebih utama bagi menghisab berbanding

    aku. Hamba itu adalah hambaMu dan Engkau Maha

    Mengetahui sesuatu yang ghaib!”

     

    Umat Muhammad SAW Diseru Meniti Sirat

        Allah Taala menyeru: “Wahai Muhammad!

    Bawalah umatmu untuk dihisab dan lintaskan

    mereka di atas Sirat yang dilebarkan.

    Panjangnya sejauh 500 tahun perjalanan.”

        Malaikat Malik berdiri di pintunya

    (neraka). Dia menyeru: “Wahai Muhammad! Sesiapa

    yang datang dari umatmu dan bersamanya ada

    perlepasan dari Allah Taala, maka dia akan

    terselamat. Sekiranya sebaliknya maka, dia akan

    terjatuh di dalam neraka. Wahai Muhammad!

    Katakan kepada orang yang diringankan agar

    berlari! Katakan kepada orang yang diberatkan

    agar berjalan!”

        Nabi Muhammad SAW bersabda kepada malaikat

    Malik: “Wahai Malik! Dengan kebenaran Allah

    Taala ke atasmu, palingkanlah wajahmu dari

    umatku sehingga mereka dapat melepasi! Jika

    tidak, hati mereka akan gementar apabila

    melihatmu.”

        Malaikat Malik memalingkan mukanya dari

    umat Nabi Muhammad SAW. Umat Nabi Muhammad SAW

    telah di pecahkan kepada sepuluh kumpulan. Nabi

    Muhammad SAW mendahului mereka lalu bersabda

    kepada umatnya: “Ikutlah aku wahai umatku di

    atas Sirat ini!”

        Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti

    kilat yang memancar. Kumpulan kedua melintasi

    seperti angin yang kencang. Kumpulan ketiga

    melintasi seperti kuda yang baik. Kumpulan yang

    keempat seperti burung yang pantas. Kumpulan

    yang kelima berlari. Kumpulan keenam berjalan.

    Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk kerana

    mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di

    atas belakang mereka.

        Nabi Muhammad SAW berhenti di atas Sirat.

    Setiap kali, baginda SAW melihat seorang dari

    umatnya bergayut di atas Sirat, baginda SAW

    akan menarik tangannya dan membangunkan dia

    kembali. Kumpulan kelapan menarik muka-muka

    mereka dengan rantai kerana terlalu banyak

    kesalahan dan dosa mereka. Bagi yang buruk,

    mereka akan menyeru: “Wahai Muhammad SAW!”

    Nabi Muhammad SAW berkata: “Tuhan! Selamatkan

    mereka! Tuhan! Selamatkan mereka!

        Kumpulan ke sembilan dan ke sepuluh

    tertinggal di atas Sirat. Mereka tidak

    diizinkan untuk menyeberang. Dikatakan bahawa,

    di pintu syurga, ada pokok yang mempunyai

    banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira

    melainkan Allah Taala sahaja yang mengetahui.

    Di atasnya ada kanak-kanak yang telah mati

    semasa di dunia ketika umur mereka dua bulan,

    kurang dan lebih sebelum mereka baligh. Apabila

    mereka melihat ibu dan bapa mereka, mereka

    menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki

    syurga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek

    serta tuala dari sutera. Mereka memberi ibu dan

    bapa mereka minum kerana kehausan kiamat.

    Mereka memasuki syurga bersama-sama.

        Hanya tinggal, kanak-kanak yang belum

    melihat ibu dan bapa mereka. Suara tangisan

    mereka semakin nyaring.
    Mereka berkata: “Aku mengharamkan syurga bagi

    diriku sehingga aku melihat bapa dan ibuku.”

    Kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa

    mereka telah berkumpul. Mereka berkata: “Kami

    masih di dalam keadaan yatim di sini dan di

    dunia.”

    Malaikat berkata kepada mereka: “Bapa-bapa dan

    ibu-ibu kamu terlalu berat dosa mereka. Mereka

    tidak diterima oleh syurga akibat dosa mereka.”

    Mereka terus menangis malah lebih kuat dari

    sebelumnya lalu berkata: “Kami akan duduk di

    pintu syurga moga-moga Allah Taala

    mengampuninya dan menyatukan kami dengan

    mereka.”

        Demikianlah! Orang yang melakukan dosa

    besar akan dikurung di tempat pembalasan yang

    pertama oleh mereka iaitu Sirat. Ia dipanggil

    “Tempat Teropong.”  Kaki-kaki mereka akan

    tergantung di Sirat.

        Nabi Muhammad SAW melintasi Sirat bersama

    orang-orang yang soleh di kalangan yang

    terdahulu dan orang yang taat selepasnya. Di

    hadapannya, ada bendera-bendera yang

    berkibaran. Bendera Kepujian berada di atas

    kepalanya.

        Apabila bendera baginda menghampiri pintu

    syurga, kanak-kanak akan meninggikan tangisan

    mereka. Rasulullah SAW bersabda:
     “Apa yang berlaku pada kanak-kanak ini?”

    Malaikat menjawab: “Mereka menangis kerana

    berpisah dengan bapa dan ibu mereka. “Nabi SAW

    bersabda: “Aku akan menyelidiki khabar mereka

    dan aku akan memberi syafaat kepada mereka,

    Insya Allah.”

        Nabi Muhammad SAW memasuki syurga bersama

    umatnya yang berada di belakang. Setiap kaum

    akan kekal didalam rumah-rumah mereka. Kita

    memohon kepada Allah Taala agar memasukkan kita

    di dalam keutamaan ini dan menjadikan kita

    sebahagian daripada mereka.

    TELANJANG YANG PALING DICARI

    Mengapa para netter dan bloger Indonesia selalu menyenangi key word atau tag telanjang atau tema-tema telanjang. Beberapa minggu ini berderet-deret top post di wordpress yang menampilkan tema telanjang.
    Manusia telanjang akan malu jika berada di tengah-tengah orang yang berpakaian. Tetapi jika dia sendirian atau dikamar mandi pasti tidak akan malu. Manusia yang lain juga akan malu jika melihat orang lain telanjang di depannya tetapi di depan umum. Tetapi jika tidak ada orang lain maka dia akan suka melihat orang telanjang apalagi lawan jenisnya.
    Demikian juga di internet banyak orang bisa melihat foto telanjang karena dia menggunakan internet seorang diri atau bersama teman2 sehobi. Jika dia ketahuan melihat foto telanjang di internet di kantor dia juga akan merasa malu.
    Dari sifat dasar manusia ini maka manusia tidak ada bedanya dengan binatang yang telanjang.

    Memang naluri telanjang adalah naluri dasar manusia. Karena manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang.
    Jadi manusia secara kejiwaan selalu suka dengan hal-hal yang telanjang apalagi dengan lawan jenisnya.

    Tetapi karena manusia punya agama. Maka manusia diperintahkan oleh sang pencipta untuk berpakaian dan menutup batas-batas tubuhnya yang harus ditutup. Berbeda dengan binatang. Binanatang memang tidak diperintahkan untuk menutup kemaluannya dengan pakaian. Itulah bedanya manusia dengan binatang. Tanpa agama dan aturan yang datangnya dari Sang Pencipta maka Manusia akan sama dengan binatang. Jika manusia lupa maka akan diingatkan oleh nabi-nabinya dan kitab sucinya. Jika nabinya telah mati maka yang mengingatkan mereka adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi dan RasulNya. Jika kitabnya sudah banyak dirubah oleh manusia yang ingin menjerumuskan manusia yang lainnya ke perbuatan dosa, maka kitab suci yang menjadi petunjuk adalah kitab suci yang paling akhir diturunkan dan yang masih terjamin ke asliannya dari dulu dan sampai kiamat. Kitab suci yang tidak bisa dicemari oleh tangan-tangan jahat manusia adalah Al Qur’an nul Karim. Maka marilah kita mengikuti petunjuk dan pedoman dari Al Qur’an melalui contoh Nabi Muhammad SAW.

    Dari sini kita tahu bahwa pengguna internet DI iNDONESIA khususnya dan di dunia pada umumnya rata-rata tidak berakhlak dan tidak beragama.

    Wallahu a’lam bishowab.

    HATI-HATI MEMASANG AVATAR FOTO DI BLOG

    Kecanggihan software design grafis yang bisa merekayasi foto sudah tidak aneh lagi sekarang ini. Banyak software yang bisa digunakan untuk mengolah foto. Pernah dengar artis terkenal foto bugil padahal itu bukan fotonya yang asli tapi hanya kepalanya saja yang diambil dan ditempel dengan badan orang lain yang sedang bugil.

    Memang kejahatan di dunia maya ini sudah tidak bisa dikendalikan lagi…

     

    Bagi teman-teman para bloger juga harus ati2, terutama yang cewek.Jangan gegabah memasang foto wajah anda atau anggota keluarga anda di dunia maya karena jika disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung dan tidak mau jawab.maka akan berabe urusannya. Dikemudian hari…

    Seandainya anda nanti menjadi artis terkenal…khan malu kalo fotonya dulu semasa belum terkenal diedarkan dienternet tanpa busana…

    Atau kalo anda dicalonkan jadi ketua RT/RW nanti warganya jadi gak mau milih atau menuntut anda untuk turun gara-gara foto anda diinternet yang lagi kedinginan (ga’ pake baju J ).

    Waloupun anda tidak terkenal tapi jika kelak anak anda bisa buka internet dan melihat foto orang anda…yamg telah direkayasa…gimana cara jelasinya…? Maka berhati-hatilah.