KETUA DPRD SUMUT TEWAS KARENA UNJUK RASA

              Li putan6.com, Jakarta: Ketua DPRD Sumatra Utara, Abdul Azis Angkat, meninggal setelah demontrasi menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli berujung anarkis pada Selasa (3/2). Abdul Azis Angkat terkepung di tengah massa yang mengamuk menghancurkan gedung DPRD Sumut. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

Kepergian Abdul Aziz menyisakan kepedihan bagi keluarga dan rekan-rekannya di Partai Golkar. Kekecewaan juga menyeruak. Polisi dituduh tidak maksimal mengamankan unjuk rasa pro-pembentukan Provinsi Tapanuli sehingga Abdul Aziz harus menjadi korban. Keterangan polisi yang menyebut almarhum tewas karena serangan jantung tidak diterima pihak keluarga yang kini mendesak pengusutan tuntas.

Sehari setelah demo maut itu, Kepolisian Kota Besar Medan menetapkan kondisi siaga satu. Enam orang menjadi tersangka. Empat di antaranya adalah tokoh di balik tuntutan pembentukan Provinsi Tapanuli yakni Jhon Erol Lumbangaol, GM Chandra Panggabean, Burhanuddin Radjagukguk, Datumira Simanjuntak. Kepala Poltabes Medan juga diperiksa untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan prosedur pengamanan.

Atas tragedi itu, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto menyatakan akan meninjau ulang pembentukan Provinsi Tapanuli jika kematian Abdul Aziz terkait desakan pemekaran wilayah itu. Untuk masalah keamanan di Kota Medan dan Sumut, Mardiyanto juga menyatakan sepenuhnya diserahkan kepada kepada TNI-Polri.

Pemda Sumut pun senada akan nasib pembentukan Provinsi Tapanuli. Gubernur Sumut Syamsul Arifin menyatakan proses pemekaran itu sudah berada di tangan legislatif. “Awalnya saya tidak ada permasalahan. Tapi kalau dengan begini, Sumut ini mau dibagi enam, kalau ini yang dimaui saya tidak setuju,” imbuh Syamsul.

Pemekaran wilayah di Indonesia termasuk Tapanuli memang kerap menimbulkan pro dan kontra yang berujung pada pengerahan massa dan tindak kekerasan. Selama periode 1999 hingga Agustus 2008 pemekaran sangatlah deras. Terbentuk 191 daerah otonom baru yang terdiri dari tujuh provinsi, 153 kabupaten, dan 31 kota.

Namun hasil evaluasi Direktorat Jendela Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan layak direnungkan. Kesimpulannya, otonom baru belum siap. Evaluasi membuktikan bahwa pemekaran daerah seringkali dipaksakan dan hanya menjadi ajang para elite untuk berebut kekuasaan. Kepentingan rakyat justru terabaikan. Evaluasi yang dikuatkan hasil pengkajian peneliti LIPI, Siti Juhro, yang menyimpulkan hanya lima persen daerah otonom baru yang berhasi.

Kematian Abdul Azis Angkat seolah menjadi puncak bagaimana upaya pemekaran daerah acap kali diwarnai aksi emosional para pendukungnya. Kenapa ini terjadi? Bagaimana komentar Riyas Rasyid, mantan Menteri Negara Otonomi Daerah yang salah seorang konseptor. Saksikan selengkapnya dalam video rekaman Barometer edisi 4 Februari 2009.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Unjuk Rasa Berbuntut Kematian

Ketua DPRD Sumatra Utara Abdul Aziz Angkat tewas, Selasa (3/2) siang, saat terjadi demonstrasi pembentukan propinsi Tapanuli. Diduga, almarhum sempat dianiaya para pengunjuk rasa. Sebelumnya, Aziz sempat disandera. Sejak Selasa pagi, sekitar seribu orang pendukung ide pemekaran itu menduduki Gedung DPRD Sumatra Utara di Medan dan bertindak anarkis.

Apa komentar Anda atas tragedi ini?

MARI MEMILIH PARTAI ISLAM YANG SESUNGGUHNYA

Partai ISLAM

Di deklarasikan Oleh Allah SWT:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS: Almaa’idah:3)

Pemimipin Yang Maha Adil : ALLAH SWT
Sekjen : Nabi Muhammad SAW
Anggaran Dasar : Al Qur’an 30 juz 114 Surat 6666 ayat.
Anggaran Rumah Tangga : Hadist-Hadist Rasulullah SAW
Visi : Mengajak Manusia menuju keselamatan dunia dan akherat (Darussalam)
Misi : Menjalankan AD/ART sebagai pedoman hidup manusia di dunia agar mendapatkan
kebahagian di dunia dan akherat (Surga).

Syarat-syarat menjadi anggota Partai:
1. Mengucap 2 kalimat sahadat Ashadu ala ila haa ilallah wa ashadu ana muhammadar rasulullah
artinya aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.
2. Sholat 5 waktu sehari semalam yaitu Isya,Subuh,Juhur,Ashar,dan Maghrib.
3. Membayar zakat.
4. Puasa di bulan Ramadhan.
5. Menunaikan Haji bagi yang mampu.

Agar diakui menjadi anggota partai harus mempercayai 6 rukun Iman yaitu:

1. Iman kepada Allah
Patuh dan taat kepada Ajaran Allah dan Hukum-hukumNya

2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta

3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
Melaksanakan ajaran Allah dalam kitab-kitabNya secara hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur’an
Al-Qur’an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat, dan Injil

4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran

5. Iman kepada hari Kiamat
Paham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan

6. Iman kepada Qada dan Qadar
Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta

[397]. Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada’, haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Kewajiban Setiap Anggota: Melaksanakan AD/ART dan mendakwahkan AD/ART dan mengajak manusia untuk masuk ke Paratai ini.

PEMILU MENGHASILKAN PEMIMPIN ZALIM

53945
Pemilu 2009 sudah diambang pintu..
intriks mulai terjadi
kemaksiatan politik mulai merebak
saling fitnah,saling sikut dan saling jilat…
semua mengumbar janji
tanpa bukti
proses pemilihan yang penuh kejahatan yang terang dan nyata
siapa yang beruang dia yang menang
tak ada uang dia ditendang
tak ada calon pemimpin yang sejati
tak ada caleg yang tak keji
semuanya berambisi
menghisap darah rakyat sendiri
bendera perang antar partai mulai dipasang dijalan-jalan
foto-foto dipajang dijalan dan dipohon dan ditiang
semua narsis ingin menang
inilah politik…kejam…
sayang ..rakyat tak pernah sadar
ditipu dan dipijak dan dihisap..
rakyat selalu menderita
dibohongi dan dikhianati
mana semboyan dari rakyat untuk rakyat..gombal.
dari rakyat untuk konglomerat
rakyat tetap melarat.
Bagaimana mau dapat pemimpin adil
memilihnya saja dengan cara yang kotor.
mana ada sesuautu yang bersih yang dipilih dengan cara yang kotor.
mencari pemimpin yang adil juga harus dengan cara yang adil..fair..bersih dan jujur.
ah jujur sudah menjadi kata tanpa makna
bersih sudah tidak ada lagi..semua sudah tercemar.
siapa yang salah…
semua salah
rakyat salah
terlalu bodoh dan naif
mau ditipu dan dibodohi terus-menerus
kapan rakyat kita pandai kalo terus dibodohi dan memang bodoh…
mulai sekarang jangan mau dibodohi lagi.
jangan mau…
Heboh… soal pemilu yang..semakin mahal..
semakin menghabiskan dana rakyat..
uang dan utang negara ditanggung rakyat..
mengapa mesti ribet banget pilih pemimpin…
mengapa perlu banayk keluar duit..untuk dihamburkan …
kenapa tidak simpel saja…
negara ini selalu menghamburkan dana untuk hal yang kurang perlu..
selalu menghabiskan uang untuk menyusahkan rakyat
bukannya memikirin sekolah gratis
rumah sakit gratis
pasilitas umum layak pake
angkutan murah kalo gak bisa gratis
yang penting juga internet gratis….
katanya kita negara kaya..
sopo seng kaya yo..konglomerat toh…
sudahlah…
kasian yang baca bisa puieng… 🙂