AKHIRNYA TUKANG KEBUN ISTANA DIHUKUM PANCUNG….

Mengapa akhirnya tukang kebun istana itu dihukum pancung? Apa kesalahan yang dia perbuat sehingga dia dihukum. Padahal dia sudah menjalankan tugasnya setiap hari dengan baik, Sanking giatnya dia bekerja setiap hari sesuai dengan perintah kerja bahwa dia hanya bertanggung jawab terhadap kebun dan pekarangan istana agar rapi bersih dan asri. Memang benar kebun istana rapi dan asri nan indah di pandang mata.

Alkisah ketika pertama kali tukang kebun itu bekerja di istana dia telah diperintahkan sang raja untuk bertanggung jawab terhadap pengurusan kebun, dan dia sangat mematuhi perintah raja tersebut. Sampai-sampai disuatu hari putra mahkota yang masih berumur sekitar 5 tahun sedang bermain-main di dekat kolam di kebun istana. Tukang kebun ini mengetahui putra mahkota sedang bermain sendirian di dekat kolam itu. Dalam hatinya dia berfikir bahwa sangat berbahaya anak kecil bermain di pinggir kolam bila terjatuh. Tetapi tukang kebun ini terus saja bekerja tidak memperingatkan atau melarang putra mahkota, karena dia takut meninggalkan tugasnya untuk merawat kebun.

Ternyata apa yang diperkirakannya pun terjadi, putra mahkota terpeleset dan jatuh ke kolam. Putra mahkota tidak bisa berenang. Tukang kebun itu juga tidak beranjak dari tempat kerjanya untuk menolong putra mahkota, karena dia takut meninggalkan tugas yang diberikan raja bahwa dia hanya mengurusi kebun saja. Akhirnya putra mahkota pun tewas mengenaskan.

Seluruh istana geger atas kejadian itu. Yang pertama dipanggil adalah tukang kebun istana karena TKP berada di tempat dia bekerja. Raja bertanya “apakah kamu mengetahui anakku bermain-main dekat kolam?”.
Dengan perasaan merasa tidak bersalah tukang kebun menjawab , “tahu baginda.”,”Mengapa kamu tidak melarangya sebelum dia jatuh, dan tidak menolongnya ketika dia terjatuh ke kolam?”. Tukang kebun itu menjawab,”saya sedang menjalankan perintah baginda untuk merawat kebun”.

Mendengar jawaban tukang kebun itu bagindapun murka. Akhirnya tukang kebun itupun dihukum pancung.

Demikianlah kita sebagai hamba Allah yang ditugaskan untuk beribadah kepada Allah. Tetapi ibadah kita ini sebenarnya tidak bisa menolong kita di depan Allah SWT. Jika nanti saudara-saudara kita yang berbuat maksiat yang hakikatnya mereka sedang bermain-maon di tepi-tepi jurang neraka. Jika kita hanya asyik beribadah saja tanpa mau memberi peringatan dan menolong mereka untuk menghindari jurang neraka, maka nasib kita nanti juga akan sama dengan tukang kebun itu……

Wallahu a’lam bishowab.

CARA-CARA DAKWAH YANG SALAH

dakwahBismillahir Rohmanir Rohiim
Innal hamdulillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruhu wa na’uzu billahi min shururi anfusina wa min sayyiati a’malina may yahdihillahu fala mudillallah wa may yudlill fala hadiyala wa ba’ad,
Semoga Allah subhana wa ta’ala memberikah hidayah kepada kita semua untuk menghindari cara-cara dakwah yang salah berikut ini:

1. Dakwah dengan kasar dan melakukan kekerasan dan anarkis.

Dakwah dengan kekasaran dan anarkis akan menakutkan umat dan akan menjadi fitnah terhadap Islam. Orang akan takut dengan Islam karena sifat dakwah yang kasar ini.

Kalam  Allah dalam Surat Ali Imran ayat 159 yang terjemahan Indonesia:

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

2. Dakwah dengan saling Menghujat dan Menjelekan

Dakwah dengan cara ini juga sangat memalukan, karena saling menyalahkan orang lain dengan merasa dirinya paling benar sendiri. Cara ini juga akan membingungkan umat karena umat akan apatis dan akhirnya tidak mau didakwah. Kebenaran akan diperlihatkan Allah dengan sendirinya jika memang standart kebenaran hanya milik Allah dan yang tahu dakwah kita benar hanya Allah subhana wa ta’ala. Kalamullah dalam surat Al Hujurat ayat 11 yang terjemahannya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

[1409]. Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

[1410]. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya.

3. Dakwah dengan mengutamakan golongan atau kelompok.

Cara ini juga akan menyebabkan perpecahan umat, sehingga umat menjadi terkotak-kotak dan akan terjadi pengkultusan golongan dan akan membenci golongan yang lain. Rasulullah sallalhu alaihi wasalam berdakwah untuk seluruh umat manusia, bukan orang arab saja. Sehingga para sahabat menyebar ke seluruh alam.
Kalamullah dalam Surat Ali Imran ayat 103 yang terjemahannya:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

4. Berdakwah dengan memaksa
Seesuatu dengan paksaan adalah tidak baik hasilnya. Demikian juga dakwah tidak boleh dengan paksaan. Kita tidak berhak memberikan hidayah. Hidayah hanya dari Allah subhana wa ta’ala.
Dalam Kitabullah surat Al Baqarah ayat 256 diterangkan:

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[162]. Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

Banyak cara untuk berdakwah yang intinya adalah amal ma’ruf dan nahi munkar yaitu mengajak untuk berbuat baik dan mencegah berbuat kemungkaran.

Semoga dapat Allah memberikan pemahaman bagi kita semua Amin ya robbal alamin.

TANTANGAN LUAR DALAM BAGI JAMA’AH TABLIGH

Usaha untuk mencari pahala yang besar dengan jalan mengajak manusia ke jalan yang lurus, tidak selamanya berjalan mulus. Tantangan tidak hanya datang dari dalam diri, tapi juga orang lain. Bahkan untuk usaha dakwah Islam seperti yang dilakoni Jamaah Tabligh (JT), tantangan bahkan datang dari organisasi dan pengajian Islam lainnya. Sementara dari keluarga, terkadang masalah istri, mertua dan lainnya dapat menghambat langkah perjuangan.

Dari beberapa literatur yang ada, diketahui kalau Jamaah Tabligh adalah satu gerakan dakwah Islamiyah yang terbuka dan sangat dinamis. Mereka mengambil pedoman utamanya adalah Alquran, Assunnah, hayatush shahabah dan ijma para ulama. Basis gerakan JT ada di masjid dan alur pergerakannya dari masjid ke masjid di seluruh pelosok dunia.

Adapun konsep utama gerakannya adalah hijrah (khuruj) dan nushrah dengan harta dan diri sendiri. Alat bantu dalam memahami dan melakukan dakwah adalah 6 kualitas sahabat Rasulullah dan tempat utama untuk proses pembelajarannya adalah India, Pakistan dan Bangladesh.

Mulanya, gerakan yang bermula dari India ini, tidak memiliki nama. Namun karena kerja mereka menyampaikan agama dan mengajak orang-orang untuk kembali ke jalan Allah SWT, mereka akhirnya digelari dengan sebutan Jamaah Tabligh.

Pelopor dari gerakan dakwah ini adalah syeikh Muhammad Ilyas Kandahlawi (1303-1364 H) dari India. Ia sangat menekankan dakwah secara praktis untuk membangkitkan kesadaran, kepahaman, kemampuan dan kekuatan setiap muslim dalam mengamalkan agama dengan cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

JT terbuka bagi semua mahzab, golongan dan aliran dalam Islam. Dikatakan sangat dinamis, karena mobilitasnya yang tinggi, kuat dan menembus hingga ke ujung-ujung dunia. Sebagaimana diakui oleh ulama-ulama dunia yang jujur, JT obyektif dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik atau golongan.

Mereka juga tidak membeda-bedakan masjid sebagai tempat ibadah. Pengikut JT shalat di mana azan dikumandangkan, tidak peduli itu masjid atau musalla punya siapa. Mereka berjuang menyebarkan cahaya kebaikan, sebagaimana kaum muhajirin melakukannya pada periode Mekkah dan Madinah dan kaum anshor pada periode Madinah.

JT dalam bersikap, berpedoman pada 6 kualitas (atau enam sifat) sahabat-sahabat Rasulullah SAW. Enam sifat itu adalah La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, sholat khusyu’ wal khudu, ilmu ma’a dzikir, ikramul muslimin, ikhlasun niyah dan da’wah wat tabligh.

Dipilihnya tiga negara, India, Pakistan dan Bangladesh sebagai tempat belajar agama, karena di tiga negara ini memiliki suasana berbeda. Hingga saat ini, mayoritas penduduk India adalah kaum penyembah banyak tuhan. Sementara mayoritas penduduk Pakistan adalah kaum muslimin dengan bermacam-macam golongan. Sedangkan mayoritas penduduk Bangladesh adalah kaum fakirin dan masakin. Ketiganya mewakili suasana yang dapat menguatkan iman-yakin yang justru sangat diperlukan oleh para da’i dikalangan JT.

Untuk menghalangi gerak JT di suatu daerah, tidak jarang ada pengurus masjid yang menggembok masjid yang seharusnya terbuka untuk siapa saja. Alasannya, masjid tidak boleh dijadikan tempat menginap atau tidur. Secara tidak langsung, pengurus masjid ini menyuruh JT bermalam di hotel. Entah apa yang terjadi, jika ini dituruti. Cemoohan akan meningkat, tentu dengan tuduhan JT memperbaiki dirinya dengan cara bersenang-senang di hotel.

Tudingan buat JT lainnya, terkait dengan hadis-hadis yang mereka amalkan. Tuduhan JT mengambil hadist dhaif yang mana juga diriwatkan oleh banyak ulama, menjadi senjata tajam para ustad pembenci sesama Muslim, kala berceramah di masjid. Mereka sedikitpun tidak mau berargumen, akan baik buruknya hadis yang diperdebatkan.

Tidak bisa ditutupi, bahwa di kalangan JT memang banyak preman yang berhasil ditobatkan. Di antara mereka ada yang kebiasaannya sebelum masuk JT malas bersih-bersih. Gigi mereka kuning, badannya dekil, bajunya kumal, gondrong dan sebagainya. Kepada mereka ini, dijadikan pembenci JT sebagai senjata ampuh untuk menuduh JT sebagai manusia jorok.

Mereka ini tentunya butuh waktu untuk memahami hadis mengenai kebersihan dan keindahan. Bagi kalangan JT sendiri, tidak terlalu dipermasalahkan, asal mereka telah kembali ke jalan Islam. Biasanya, kebisaan buruk anggotanya, diajari dengan cara yang hasan dan perlahan-lahan, sehingga nantinya bisa bersih iman luar dan dalam.

JT juga sering dituding tidak bertanggung jawab pada keluarga. Di mana beberapa kasus menunjukkan, ada anggota JT yang menelantarkan keluarganya karena terlalu bersemangat dalam berdakwah. Orang ini lolos, karena pemimpin rombongan yang tidak arif. Padahal dalam JT, jemaah yang inging khuruj (pergi berdakwah), harus memiliki kecukupan uang untuk diri sendiri dan juga untuk keluarga. Karena itu, mereka senantiasa disarankan untuk menabung.

Entah apa jadinya, jika orang-orang yang sinis dengan masalah meninggalkan anak istri ini, disodorkan kepadanya kisah Ibrahim dan istrinya Siti Hajar. Ia ditinggalkan Ibrahim AS, di tengah padang tandus, gersang, tidak ada perlindungan dan makan sedikitpun. Siti Hajar lebih menderita, dibanding istri orang JT yang ditinggalkan tanpa bekal. Mereka tinggal di keramaian dan akses mendapat air mudah pula. Sungguh para penuduh, telah membutakan mata dan hatinya dengan kisah ini.

Sungguhpun berbagai tantangan datang menghampiri JT, baik dari kalangan umat Islam dan luar Islam, jemaah ini sukses dan eksis di semua negara. Keberadaannya banyak dicemburui oleh organisasi dan perkumpulan Islam lainnya. Maklum saja, JT berjuang untuk agama dengan harta dan dirinya, alias tidak setengah-setengah. Sementara yang lain, kalau mau berdakwah, menampungkan tangan dulu untuk meminta biaya.

Banyak cara yang telah dilakuan pemerintah Amerika untuk membungkam gerak laju JT di Amerika. Mereka terakhir membawa isu terorisme, untuk menghalangi masuknya jemaah dakwah JT. Mereka tidak punya alasan menangkap jemaah, karena hanya berbekal kompor dan peralatan makan seadanya.

JT telah berhasil menembus dunia, dengan keberhasilannya menyadarkan banyak orang dalam kebenaran. Tidak doktrinisasi dalam JT, kecuali kesatuan tekad untuk berdakwah sampai ke ujung dunia hingga ajal menjemput. Mereka malah menyarankan warga yang telah mengikuti dakwah bersama mereka, untuk mempelajari ilmu fiqih, tajwid dan ilmu-ilmu Islam lainnya ke ulama yang lebih kompeten.

Sementara saat mereka berkumpul dalam markas, mereka diminta menanggalkan baju organisasi, pangkat, jabatan, partai politik dan lainnya. Pikiran harus fokus pada daerah sasaran dakwah dan pembicaraan harus menghindari khilafiyah dan politik. Namun tidak berarti mereka dilarang berpolitik atau berdiskusi. Jika sudah selesai dalam pertemuan, mereka bebas beraktivitas apa saja. Bagi yang suka politik, silahkan berkecimpung dengan dunia politik dan lainnya.

Bagi semua jemaah ditekankan, bahwa kumpulan JT hanya sebagai tempat memperbaiki diri. Mereka juga diminta menyampaikan pada saudara Muslim lainnya, akan pentingnya memperbaiki diri sendiri dan juga orang lain. Mereka juga terbuka terhadap nasehat yang baik. Dan satu hal yang disalutkan, mereka tidak membalas hinaan orang dengan hinaan pula. Mungkin inilah kunci sukses keberadaan mereka, sehingga akhirnya mendunia. Usaha yang ikhlas, tanpa mengharap publikasi, pujian ataupun sanjungan dari orang-orang.

sumber:http://hendrinova.wordpress.com

BID’AH-BID’AH YANG BOLEH DILAKUKAN

Pada postingan ini saya bukan mengeluarkanfatwa tapi hanya mengamati apa yang dilakukan oleh para ulama sunnah yang katanya anti bid’ah tapi mereka juga membuat bid’ah itu. Bid’ah menurut ulama sunnah adalah segala sesuatu pekerjaan atau perbuatan yang tidak dilakukan dan tidak ada di jaman Rasulullah SAW.
Jika menurut definisi diatas maka orang awam yang selalu online di internet berfikir bahwa para ulama sunnah juga membuat bid’ah. Apakah bid’ah itu boleh dibuat dan tidak sesat…?
Untuk menjawab ahlul bid’ah harus dengan sunnah.

Beberapa bid’ah-bid’ah yang dilakukan oleh “ulama sunnah” masa kini:
1. Berdakwah lewat internet blog tau website.
2. Berdakwah melalui tv dan radio.
3. Berdakwah memakai telepon dan SMS
4. Berdakwah dengan menjelek-jelekan lawan politik.
6. Berdakwah dengan meminta imbalan atau upah.
7. Berdakwah dengan undangan dan memakai time schedule.
8. Menulis buku buletin.brosur dan spanduk.
9. membuat yayasan2 yang mengambil keuntungan .
10. membuat sekolah-sekolah Islam Terpadu yang mahal untuk orang islam yang kaya.
11. Berdakwah dengan menjelekan yang tidak sefaham dengan mereka.
12. Mengkafirkan orang lain atau saudaranya sendiri yang tidak mau ikut faham mereka.
13. Memberi label sunnah kepada golongan sendiri dan memberi label bid’ah pada golongan lain.
14. Bersifat Asobiyah terlalu mengagungkan golongannya sendiri.
15. Menjual buku-buku agama dengan mahal dan cetakan yang lux padahal isinya hanya mengutif ayat Allah dan hadist rasulullah dari kitab yang sudah ada.

Postingan ini tidak bermaksud mendeskreditkan kelompok atau golongan lain tapi inilah sekarang yang terjadi dan berkembang di dunia saat ini.
Jika ada komentar atau kritik dan saran mohon dengan arif dan tidak menggunakan bahasa yang kasar.

Wallahu ‘alam bishowab.

4 AMALAN MESJID YANG HARUS DIHIDUPKAN KEMBALI

Ada 4 amalan mesjid yang harus dihidupkan kembali…karena dewasa ini amalan mesjid-mesjid sudah berkurang dan mesjid cuma dijadikan tempat sholat saja atau tempat pengajian saja….
Sebenarnya mesjid harus ada 4 amalan yang utama sehingga mesjid bisa hidup amalan 24 jam dan bisa melayani umat selama 24 jam. Jadi bukan habis sholat langsung dikunci. Seperti rumah sakit buka 24 jam,SPBU buka 24 jam, apotik buka 24 jam, mesjid kok tidak buka 24 jam…padahal umat ini sudah banak yang sakit imannya dan perlu perawatan dan perobatan di Masjid-masjid.

4 amalan mesjid seperti amalan mesjid nabawi pada jaman Rasulullah dulu adalah:

1. Amalan Dakwah.
Amalan dakwah adalah amalan yang utama dalam masjid. Amalan dakwah ini bukan sekedar pengajian atau ceramah agama saja, tetapi juga nasehat harian untuk umat, targhib (memberi semangat) dan juga mengajak umat untuk dakwah dan berusaha untuk membentuk jamaah-jamaah yang mau berdakwah keliling kampung untuk mengajak orang-orng memakmurkan mesjid dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

2. Amalan Taklim wa taklum (Belajar dan mengajar)
Amalan ini menjadikan mesjid sebagai pusat pendidikan agama dan sebagai pusat madrasah yang murah bagi umat. Sehingga agama dapat tersebar dengan mudah ke seluruh alam. Sekarang berkembang sekolah TK Islam yang mahal sehingga hanya anak orang kaya saja yang bisa sekolah di sana juga SDIT (Sekolah Dasar Islam Termahal) yang banyak menjadi bisnis yang hanya menguntungkan pihak tertentu saja dan hanya sebagai gensi semata.
Dengan mesjid menjadi pusat pendidikan maka mesjid2 akan melahirkan dai dai dan ulama-ulama besar yang akan menyebarkan Islam ke seluruh alam tanpa imbalan yang menjadikan komersialisasi pendidikan agama.

3. Amalan Zikir dan Ibadah, Mesjid sudah pasti menjadi pusat untuk amalan zikir dan ibadah umat Islam jadi jangan jadikan mesjid sebagai pusat politik atau untuk kepentingan golongan tertentu saja.

4. Amalan Hikmat (pelayanan Masyarakat).
Untuk pelayanan sudah hampir hilang di mesjid. Sehingga mesjid lebih banyak terkuncinya daripada terbukanya. Jika pelayanan ini dihidupkan kembali maka tidak akan ada lagi gelandangan dan pengemis yang harus tidur di jalanan. Mesjid bisa sebagai tempat pelayanan untuk orang-orang yang punya masalah di dunia ini baik masalah ekonomi maupun masalah agama. Jika setiap umat jika ada masalah selalu ke mesjid dan di mesjid ada orang yang melayaninya maka umat ini akan bertambah baik dan semakin taat kepada Allah SWT.

Wallahu ‘alam bi showab.

DAKWAH JIWA

Apa yang terjadi ketika air di letakan di dalam freezer yang bersuhu 0 derajat celcius, tentu saja air akan membeku, begitu juga mana kala air yang sudah membeku tadi di keluarkan dari dalam freezer dan di taruh di ruangan yang bersuhu mencapai 38 derajat celcius pastinya dalam hitungan menit air yang beku itu akan mencair dan kembali menjadi air seperti semula ketika sebelum di masukan ke dalam freezer. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? karena air sangat tergantung dengan suasana dan keadaan. Begitu pun iman kita hari ini yang masih sangat di pengaruhi oleh suasana dan keadaan layaknya sebuah air.

Penampakan seperti ini akan semakin jelas mana kalau menjelang Ramadhan , dimana kita berbondong-bondong menjadi orang yang mendadak alim. Namun sayangnya ketika cahaya syawal mulai menjelang kita kembali seperti semula sebagaimana air yang membeku di keluarkan dari dalam freezer, lambat laun, perlahan tapi pasti iman kita makin lama semakin menipis baik disadari atau tidak ( tapi sebagian besar dari kita menyadari akan keterkikisan iman kita ).

Iman merupakan perkara yang sangat penting , lebih penting hanya dari sekedar makan dan minum, karena iman lah yang membuat para sahabat ra mulia dan membuat Fir’aun, Qorun, Nambrut menjadi hina, Iman juga dapat membuat hamba menjadi tuan dan tuan menjadi seoarang hamba ( kisah nabi Yusuf dan Zulaikah ) .

Iman bukan perkara yang begitu saja turun dari langit seperti hujan, melainkan iman hanya datang mana kala kita ada usaha atas perkara itu, sebagaimana hari ini kita paham , uang hanya bisa datang kalau kita ada kerja untuk mendapatkannya, maka begitu juga hal nya dengan iman. Dahulu para sahabat nabi berjuang mati-matian untuk perkara ini, Bilal ra rela disiksa dan di tindih batu yang besar di atas terik padang pasir yang panas demi mendapatkan iman, Sumayah Ummu Amar r.ha telah menjadi syahid setelah sebelumnya ditombak kemaluannya olah Abu Jahal demi mempertahankan imannya.

Para sahabat nabi sangat paham atas hal itu , bahwa tiada yang lebih berharga di dunia dan akhirat selain iman. Dunia adalah darul asbab, semua perlu sebab, ingin menghilangkan lapar perlu makan, ingin menghilangkan haus perlu minum, ingin mempunyai anak harus kawin. Begitu juga untuk mendapatkan iman, maka kita perlu usaha atas iman.

Allah swt menghendaki kita untuk bahagia, dan untuk bahagia kita harus mengamalkan agama. Allah swt, menjadikan agama untuk kebahagiaan, bukan untuk menjadikan manusia menderita.

Kalau ada orang yang mengamalkan agama hidupnya menderita berarti mereka mengamalkan agama yang salah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Semua orang ( baik awam maupun ulama ) sepakat bahwa untuk menjayakan kembali umat Islam hanya dengan satu cara back to Islam ( kembali ke Islam ).

Hanya yang menjadi masalah adalah bagaimana mengembalikan ummat kepada Islam?

Ada yang berpendapat untuk mendatangkan agama kepada ummat Islam harus memiliki kekuasaan, ada juga yang mengatakan harus memiliki harta benda yang banyak.

Kekuasaan tidak mendatangkan manusia kepada agama, mengapa?

Kita lihat Shirah Nabawi :

Kepada Rasulullah saw, ditawarkan kekuasaan oleh orang Quraisy, akan diangkat menjadi raja di Makkah bahkan tidak hanya orang Quraisy, tetapi Allah swt, juga menawarkan dengan menurunkan malaikat-Nya dan bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Muhammad apakah engkau ingin menjadi Mulkan Nabiyan ( Nabi yang raja seperti Sulaiman as, Daud as ) atau menjadi Abdan Rasullan ( Nabi yang hamba ).”

Untuk menjawab pertanyaan ini Rasulullah saw memandang ke arah Jibril.

Jibril mengatakan , “Tawadu’ya Muhammad di hadapan Allah.”

Maka Nabi memilih menjadi Abdan Rasullan. Bahkan gelar tertinggi nabi adalah Abdullah.

Nabi mengatakan ,”Aku duduk seperti duduknya hamba dan makan seperti makannya hamba.” Bahkan menurut beberapa riwayat di rumah nabi berbulan-bulan tidak ada makanan selain air dan kurma.

Bayangkan kalau kita ada di posisi nabi sekarang , maka pasti kita akan memilih kekuasaan, lantas kita akan berkata kepada semua orang dengan gaya seperti Abu Jahal dan Abu Lahab, “ Kemarilah kalian, masuk Islamlah, jika tidak , aku penggal kepalamu.” Astaghfirullah.

Harta benda tidak memajukan orang dalam agama. Ada seorang ulama menyampaikan bayan ( ceramah kalau bahasa kitanya ), “Wahai saudara! Uang kamu tidak bisa memajukan kamu dalam agama.”.

Orang kaya protes, mereka berkata , “Wahai syaikh, kami akan buktikan bahwa uang bisa memajukan kami dalam agama!”

Maka orang kaya itu pergi ke masjid dan mereka melihat orang miskin duduk di shaf pertama sedangkan orang kaya di shaf ke dua. Orang kaya itu berkata kepada orang miskin itu, “Wahai saudara! Saya beri kamu uang asalkan tempat kamu saya gantikan.” Orang miskin itu setuju dan uang berpindah tangan, orang kaya di shaf pertama, dan kini orang miskin di shaf kedua.

Orang kaya beranggapan bahwa uangnya mampu memajukan dia dalam agama, “Syaikh! Tuan salah, Tuan mengatakan bahwa harta tak memajukan kami dalam agama, tetapi nyatanya kami maju karena uang yang ada pada kami.”

Syaikh bertanya, “Bagaimana bisa terjadi?”

Orang kaya itu berkata,”Di masjid ada seorang miskin yang duduk pada shaf pertama dan kami ada di shaf kedua, lalu kami beri dia uang agar ia mau mundur dan kami maju. Karena uang kami maka kami maju, itu tanda uang kami bisa memajukan kami dalam agama!”.

Syaikh bertanya, “Wahai Saudaraku, ketika uang ada di kantongmu, kamu berada di shaf ke berapa?”.

Jawabnya, “Di shaf ke dua.”

Syaikh bertanya, “Ketika uang lepas dari kantong kamu maka kamu berada di shaf keberapa?”.

Jawabnya, “Di shaf pertama”.

Syaikh berkata, “Ketahuilah wahai saudara! Ketika uang ada padamu justru kamu berada di shaf kedua ( kamu mundur ), dan ketika kamu ubah menjadi sedekah maka kamu ada di shaf pertama. Jadi bukan uang yang memajukan kamu, tetapi sedekah kamu. Dan orang miskin yang menerima uang kamu jadi mundur, uang menjadikan dia di shaf kedua.”

Kepada Rasulullah ditawarkan kekayaan oleh orang Quraisy, bahkan Allah swt. menawarkan melalui malaikat Jibril, “Ya Muhammad, Jika engkau mau maka akan kujadikan semua gunung di Hama menjadi emas”.

Rasulullah saw menjawab,”Aku lebih suka sehari lapar sehari kenyang, pada saat aku lapar aku bisa bersabar dan pada saat aku kenyang aku bisa bersyukur”.

Coba kalau kita yang ada di posisi nabi sekarang , maka pasti kita akan memilih kekayaan, lantas kita akan berkata kepada semua orang dengan gaya seperti Abu Jahal dan Abu Lahab, “ Nih, satu gunung emas buat kamu, asal kamu masuk Islam.” Astaghfirullah.

Dakwah Nabi tidak mengenal kekuasaan atau benda-benda/kekayaan. Mengapa? Agar manusia murni mengenal Allah, mengenal kehebatan-Nya, kekuasaan-Nya tanpa tercampur dengan apa pun. Karena iman yakin yang demikian akan menjamin keamanan dan hidayah bagi manusia.

Lantas apa yang mesti kita lakukan agar iman kita tetap stabil?.

Sebagaimana layaknya air yang tetap mengeras bila di dalam freezer , maka begitu juga kita, tapi bukan berarti iman kita di masukan ke dalam freezer, melainkan kita mencari komunitas yang bisa membuat iman kita tetap stabil malahan kalau bisa semakin meningkat, seumpama freezer yang membentuh air menjadi es.

Dimulai dengan memilih teman-teman yang mendukung ke arah perbaikan tersebut.dengan tak lupa mendakwahkan dan mempraktekan kebaikan kepada orang lain, Dan dengan sekuat tenaga mengajak diri dan keluarga kita kearah perbaikan.

Abu Hurairah r.a mengatakan bahwa rumah yang di dalamnya dibacakan alqur’an yang mulia, maka berkah dan kebaikan akan memenuhi ahli rumah tersebut. Malaikat akan turun memenuhi rumah tersebut, dan syaitan akan keluar darinya. Sebaliknya bagi rumah yang di dalamnya tidak dibacakan alqur’an, maka kehidupannya akan penuh dengan kesempitan dan ketidak berkahan, malaikat akan keluar dari rumah tersebut, dan syaitan akan masuk memenuhi rumah tersebut. Sekarang pertanyaannya, Sudah kah hari ini kita membaca aqlur’an di rumah kita, atau malah kita sibuk membaca surat kabar.

Ayo lakukan gerakan perubahan dimulai dari diri kita dan keluarga kita, jadi kan rumah-rumah kita seperti freezer yang dapat membentuk generasi yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya diatas segalanya.

UMAT ISLAM BELUM BISA MENGALAHKAN ISRAIL KALO SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DI MASJID BELUM SAMA BANYAKNYA DENGAN SHOLAT JUMAT

Umat Islam di dunia ini hanya sedikit yang benar-benar Islam….
Kalo anda mau lihat umat Islam yang sebenarnya bukan pada saat sholat jum’at atau sholat hari raya…
Tapi lihatlah mereka pada saat sholat subuh berjamaah di Masjid.
Umat Islam saat ini jangankan untuk diajak perang mengangkat senjata….
Mengangkat selimutnya saja yang beratnya tidak samapai 1 kg saja tidak kuat untuk menunaikan panggilan azan sholat subuh berjamaah di Masjid.
Akan kah umat Islam menang melawan Israil yahudi dan antek-anteknya….
Mustahil…
Pertolongan Allah belum datang…
Pertolongan Allah hanya untuk orang yang membantu agama Allah….
Pertolongan Allah hanya untuk orang yang menegakan agama Allah yaitu melalui mendirikan tiang agama yaitu sholat…
Sholat 5 waktu yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah berjamaah di Masjid…
Lafadz adzan Hayya ‘alal falaah…yang artinya Mari mencapai Kemenangan tidak pernah kita tunaikan…bagaimana kita mau menang…

Tidak ada satu hadist nabi pun yang mencontohkan nabi sholat pardhu 5 waktu di rumah…
Tapi sampai menjelang wafatnya ketika nabi sedang sakit pun nabi selalu sholat berjamaah di Masjid dan Abu Bakar Siddik diperintahkan menjadi Imam.
Tapi kenapa kita yang mengaku umat nabi…
tidak mau mencontoh nabinya…
Siapa yang kita contoh….
Ya kita masih banyak mencontoh orang Israil Yahudi dan Nasrani…baik sadar maupun tidak….

JAMAAH TABLIGH BERDAKWAH HANYA UNTUK MENGAJAK UMAT TAAT KEPADA ALLAH DAN KEMBALI MENGHIDUPKAN SUNNAH RASULULLAH

Mereka menghidupkan amalan Nabi secara menyeluruh yakni Dakwah, Taklim wa Ta’allum, dan Tazkiyyah. Sesuai ayat :

Ya Tuhan kami, utuslah seorang Rasul ditengah-tengah mereka yang berasal dari diri mereka sendiri (yang tugasnya) membacakan ayat-ayat Engkau (DAKWAH), mengajarkan kepada mereka ALKITAB dan ALHIKMAH (Taklim wa Ta’allum) dan Tazkiyyah (Dzikir Ibadah dan Khidmat), Sesungguhnya Engkau Maha Gagah dan Maha Bijaksana (AL Baqarah : 129)

Doa di atas adalah doa Nabi Ibrahim ketika selesai membangun Ka’bah sehingga mereka katakan : Inilah amalan masjid yang diinginkan Ibrahim as.

Mereka membagi waktu khuruj dengan tertib sebagai berikut :

4 Jam untuk Dakwah, yang terdiri dari :

1. Jaulah Umumi, yakni jumpa seluruh orang kampung

2. Jaulah Khususi, yakni jumpa orang perorang sebagaimana kedudukan orang yang didatangi, misalnya : ulama atau umara.

3. Jaulah Taklimi, yakni mereka berkeliling untuk ajak orang kampung duduk di majlis taklim fadhilah amal yang mereka buat.

4. Jaulah Tasykili, yakni mereka datang ke tempat orang yang ada simpati setelah mendengar bayan-bayan (penjelasan) mereka.

5. Jaulah Ushuli, yakni mereka datang kepada orang yang niat keluar bersamaan dengan kepindahan mereka ke kampung lain.

4 Jam mereka gunakan untuk Taklim, yang terdiri dari :

1. Taklim Kitabi

2. Taklim Halaqah Al Quran

3. Taklim Enam Sifat

4. Mudzakarah Adab-Adab Sunah Sehari-hari

5. Taklim Infiradi, yakni membaca buku yang mereka bawa di luar amalan ijtima’i

4 Jam Mereka gunakan untuk Dzikir Ibadah, yang terdiri dari :

1. Sholat berjamaah

2. Sholat-sholat sunnah

3. Dzikir Pagi Petang

4. Sholat Tahajud dan Doa Hidayah dimalam hari

5. Tilawah Al Quran

6. Doa-doa masnunah

4 Jam mereka gunakan untuk Khidmat, yang terdiri dari :

1. Khidmat kepada Amir

2. Khidmat kepada Jemaah

3. Khidmat kepada orang kampung

4. Khidmat kepada diri sendiri

Semuanya menyita waktu 16 Jam. Sedangkan sisanya digunakan 6 jam untuk tidur dan 2 jam untuk MCK dan keperluan pribadi lainnya.

Apabila mereka keluar ikut tertib dengan iktu kepada amalan ijtima’I secara full, maka biasanya dengan izin Allah mereka mendapat Ishlah setelah pulang. Bisa jaga shalat berjamaah dan muamalah dan mu’asyarahnya menjadi lebih baik.

Kegagalan orang keluar di jalan Allah disebabkan mereka tidak ikut tertib sehingga tak ada Ishlah dan setelah itu sulit diperbaiki lagi dan jadi HIJAB bagi manusia lain untuk dapat Hidayah.

3 Perkara yang menyebabkan seorang sukses keluar di jalan Allah :

1. Keluar dengan mentaati Amir

2. Keluar dengan tertib di dalam Ijtimaiyyat

3. Keluar semata karena Allah SWT

Apabila orang keluar dengan 3 hal tersebut maka Allah akan beri kepada mereka 2 perkara :

1. Dicabut sifat binatang dari diri mereka

2. Doa mereka akan dikabulkan sebagaimana doa Nabi-Nabi.

Telah banyak bukti perubahan yang terjadi pada orang yang keluar di jalan Allah, mereka yang sebelumnya orang yang rusak agamanya atau sampah masyarakat. Preman, Koruptor, Bandar Narkoba, Artist Pejabat, Anak Menteri, Polisi, Tentara, dsb yang sebelumnya jauh dari agama, mereka kini menjadi Pendakwah, bukan hanya diri mereka baik tapi mereka juga fikir orang lain untuk menjadi baik.

Sehingga ketika Amir mereka Syaikh Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawi Rah A dikritik orang katanya Jemaah Tabligh hanya Amar Makruf saja tak ada Nahi mungkar. Maka Beliau katakan : Hadits yang menyebutkan : “Jika kamu lihat kemungkaran maka ‘Fal Yughayyir’ yakni rubahlah bukan hancurkanlah maka lihatlah oleh kalian !! Perubahan hidup mereka dari maksiat kepada taat.

ENAM SIFAT JEMAAH TABLIGH

Yang menarik dari Enam Sifat Jemaah Tabligh merupakan ciri kas mereka yang tidak dimiliki oleh Harokah lain. Bahkan Enam Sifat seperti kode untuk membedakan mereka dengan yang lain. Untuk masuk Negara Israel misalnya kebanyakan gerakan Islam tidak boleh tetapi Jemaah Tabligh tak bisa dibendung kehadirannya di Israel karena mereka gunakan Jemaah yang berasal dari negeri yang ada hubungan Diplomatik dengan Israel yakni Singpura, Australia, dsb.

Untuk bedakan Jemaah Tabligh atau bukan maka orang Israel uji mereka di Bandara dan Perbatasan dengan SIX POINT / ENAM SIFAT.

Yang menakjubkan banyak ahli Jemaah mereka yang orang-orang Arab, Yordan, Yaman yang sebelumnya menganut WAHABI yakni yang tak mau menerima sesuatu yang tidak ada tuntunan dari AL Quran dan As Sunnah, ketika salah seorang ditanya kenapa terima Enam Sifat ? Mereka katakan bahwa Enam Sifat ada dalam Surat Thaha yakni pesan Allah SWT kepada Nabi Musa as sebelum dakwah kepada Fir’aun, Samiri, Hamman, Baslam, Qorun.

1. Sesungguhnya Aku Allah tiada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku

2. Dirikan Sholat untuk iangat Aku

3. Pergilah kamu dan saudaramu (Harun as) dengan ayat-ayat Ku dan jangan lupa untuk ingat Aku.

4. Berkatalah kepada Firaun dengan lemah lembut

5. Aku pilih engkau untuk diri Ku

6. Pergilah kamu kepada Firaun karena dia telah melampaui batas

ENAM SIFAT

1. Yakin terhadap hakikat kalimah La ilaha illa Allah

2. Shalat Khusyu’ wal Khudu’

3. Ilmu ma’a Dzikir

4. Ikramul Muslimin (Akhlaq terhadap orang Islam dan Adil terhadap orang Kafir seperti ucapan lemah lembut kepada Firaun)

5. Tashhiihunniyah (Amal Semata karena Allah)

6. Dakwah dan Tabligh

Lihatlah tuan-tuan point enam sifat di atas adakah yang ikhtilaf dengan Al Quran dan Hadits.

JEMAAH TABLIGH SELESAIKAN MASALAH UMMAT DENGAN AMALAN MASJID

Dari Surat Al Baqarah 129 terlihat doa Nabi Ibrahim di Ka’bah / di masjid memohon amal Nabi yakni : Dakwah, Taklim, dan Tazkiyyah. Hal ini untuk menghilangkan panyakit asal manusia yakni :

1. Takut kepada selain Allah karena ketika manusia hadir di dunia langsung berhubungan dengan kekuatan makhluk, sedangkan Allah menyempurnakan diri untuk uiji hambaNya.

2. Hidup dengan cara kebiasaan sendiri, karena untuk atasi keadaan hidup yang keras mereka usaha bagaimana bisa bertahan sehingga ketika berhasil maka diyakini sebagai cara hidup yang baik (adat).

3. Memakai hukum selain yang diturunkan Allah SWT, karena berhasil mengatasi persoalan hidup, maka dibuatlah menjadi suatu undang-undang.

Amalan Nabi berfungsi untuk :

1. DAKWAH untuk memasukkan Iman Yakin kepada manusia sehingga keluar kebesaran makhluk dan masuk kebesaran Allah SWT.

2. TAKLIM untuk mengenalkan cara hidup anbiyasehingga merubah cara hidup adat menjadi cara hidup secara Sunnah.

3. TAZKIYAH mensucikan kehidupan manusia dari dosa ketika jumpa dengan Allah. Di zaman Nabi penzina, pencuri, pemabuk datang kepada hukum Islam untuk minta disucikan. Sehingga hukum tegak bukan cari pelaku maksiat tetapi orang datang kepada hukum untuk tazkiyah.

Syaikh Ilyas Rah A katakan amalan masjid / amalan Nabi yakni :

1. Dakwah

2. Taklim wa Ta’allum

3. Dzikir Ibadah

4. Khidmat

4 Penyakit yang menjangkiti Umat :

1. Hubbuddunya (Cinta Dunia)

2. Bodoh dalam agama (Tidak tahu hukum)

3. Maksiat kepada Allah Ijtima’i (bersama-sama)

4. Senang berpecah belah.

Cara Pengobatannya :

1. Jadikan dakwah sebagai maksud hidup umat

2. Taklim wa Ta’allum

3. Dzikir Ibadah (Sholat mencegah Fahsya dan Mungkar)

4. Khidmat kepada orang Islam

PROGRAM JAULAH

Julah adalah tulang punggung Dakwah,karena semua anbiya’ mengadakan jaulah / keliling jumpa manusia. Jaulah merupakan kumpulan usaha / amal Nabi yang dikerjakan dalam waktu bersamaan, yakni : Dakwah, Taklim, Dzikir Ibadah, dan Khidmat.

Jaulah dibagi menjadi 2 bagian yakni : Di luar dan di dalam.

Di dalam masjid hidupkan amalan : Taklim dengan cara taqrir (menulang-ulang pentingnya amal agama dan kerja agama), Dzikir dikerjakan oleh seorang atau lebih mudzakir, dan khidmat dikerjakan oleh seorang atau lebih istiqbal.

Bagian yang di luar : Dalam surat Yasin diceritakan tentang jaulah Habb Annajar dimana beliau disyahidkan saat buat jaulah.

Tatkala Kami utus dua orang (Mutakallim dan Amir) QS Yasin : 14

Maka Kami kuatkan dengan yang ketiga (makmur) QS Yasin : 14

Dan datanglah seseorang dari pinggiran kota dengan tergesa-gesa (Dalil) QS Yasin : 20

Dengan dalil yang kuat serta adab-adab yang tinggi maka jaulah merupakan asbab hidayah bagi manusia, banyak orang yang terkesan dengan cara jaulah ini. Mereka datangi para pemabuk, rumah orang kaya, orang miskin, orang sakit, orang lapar, dll tak kesan dengan keadaan mad’u nya.

Adakah cara dakwah yang lebih haq, lebih hebat dari ini. Suatu cara dakwah yang sudah teruji di Al Quran menghantarkan Habib Annajar menjadi Mukromin. Bukan dakwah uji coba !!

Kebodohan seorang ustadz ketika menghujat Jemaah Tabligh, ia katakan : Maulana Ilyas Rah A kerja dakwah pertama kali di India dimana negeri yang mayoritas Hindu. Pendeta mereka di sana biasa datangi umatnya dengan datang ke rumah-rumah, maka Maulana Ilyas Rah A ikut-ikutan cara pendeta Hindu datangi orang dari rumah ke rumah. Anehkan? Ada ustadz tidak tahu kalau Nabinya Dakwah datangi manusia dari rumah ke rumah.

5 TINGKATAN SUMBER REZEKI MENURUT ISLAM

Dalam Islam ada 5 tingkatan sumber rezeki dari yang tertinggi dan yang paling rendah. Tingkatan ini dikelompokan berdasarkan tingkat keyakinan dan ketakwaan dari orang yang menggantungkan rezekinya dari sumber-sumber tersebut.
Ke-5 tingkatan tersebut adalah:
1. Dakwah
2. Berniaga/pedagang/wiraswasta/pengusaha
3. Petani/Peternak/Nelayan
4. Pegawai/Karyawan/Buruh
5. Pengemis/Peminta-minta Sedekah/Sumbangan

1. Dakwah

Merupakan sumber rezeki yang paling tinggi terutama dakwah yang mengajak manusia untuk taat kepada ALLAH SWT untuk kebutuhan di akhirat. Untuk keperluan dunia teknik dakwah ini diadopsi menjadi teknik MLM dan referal dan pemasaran jaringan yang keuntungannya juga sangat berlimpah tapi hanya untuk kebutuhan di dunia karena hanya mengajak manusia untuk melakukan sesuatu demi point dan bonus-bonus yang sifatnya sementara dan kadang penu tipu daya.

2. Berniaga /pedagang/wiraswasta/pengusaha

Adalah sumber rezeki dengan tingkatan kedua yang menghasilkan rezeki yang juga bergantung kepada keyakinan kepada ALLAH SWT. Karena orang yang berniaga ini kadang untung dan kadang rugi. Bagi pedagang yang jujur dan sholeh selalu beribadah dan mohon kepada ALLAH agar diberikan keuntungan yang besar dan tak lupa berzakat dan bersedekah jika mendapat keuntungan yang berlimpah.
Bagi pedagang yang jahat akan melakukantindakan curang dan menipu timbanagn dan melakukan praktek perdukunan yang musrik dengan alasan penglarisan dll, agar mendapat keuntungan yang banyak dan pelit karena ingin menimbun harta saja.

3. Petani/Peternak/Nelayan,

Menggantungkan keyakinan sepenuhnya dari Allah SWT karena apapun yang dilakukan hanya Allah yang bisa menumbuhkan dan allah yang memperbanyak ternak dan ikan dilautan. Ketakwaan akan terbentuk dan bersyukur jika panen melimpah dan selalu berzakat dan sedekah.
Jika keyakinan salah maka akan menganggap hasil kerja keras dan usahanya yang membuat panen berlimpah dan akhirnya lupa diri dan tidak mau sedekah dan jika gagal akan putus asah dan menyalakan alam dan musim dan lain sebagainya.

4. Pegawai/PNS/Buruh/Karyawan.

Keyakinan tiap bulan gajian akan menyebabkan keyakinan kepada Allah sebagai pemberi rezeki sedikit berkurang, selalu bergantung pada perusahaan atau atasan kurang ada tantangan dalam berusaha meningkatkan diri karena tidak ada tantangan. Jarang berdoa untuk mohon rezeki yang banyak karena sudah tahu gajinya tiap bulan berapa. jarang berzakatkarena tidak pernah ada yang bisa dikumpulkan karena tiap akhir bulan gaji tidak cukup untuk belanja dan keperluan dan membayar cicilan. Dan parahnya tingkatan ini hanya 1 tingkat diatas pengemis/peminta-minta.

5. Pengemis/Peminta sedekah/sumbangan
Profesi ini ada dua jenis ada yang legal dan ilegal. Yang legal ada organisasi dan yayasan serta memiliki donatur tetap maupun tidak tetap, cara menintanya sangat halus hanya dengan menyodorkan proposal kekantor kantor dan pengusaha-pengusaha. Yang ilegal adalah pengemis dijalan-jalan yang memang sangat membutuhkan dan hidup sebagai gelandangan.

Maaf…profesi anda pada tingkatan yang mana…??? 🙂