BERITA LUCU KAIN SARUNG DIAMBIL LAGI KARENA TIDAK DIPILIH

Anak Tidak Dicontreng, Azhari Tarik Sarung Bantuan
Minggu, 12 April 2009 | 20:14 WIB

MEUREUDU, KOMPAS.com – Azhari Sulaiman, ayah seorang calon legislatif (caleg) DPRK Pidie Jaya dari Partai Pembangunan Daerah (PPD) nomor urut 3 Daerah Pemilihan Meureudu, dilaporkan nekat menagih kembali bantuan sarung yang diberikan kepada masyarakat. Pasalnya, para masyarakat dinilai hanya menerima bantuan, tanpa mau mencontreng caleg yang bersangkutan.

Hal itu dibenarkan Azhari Sulaiman, saat ditanyai Serambi di Meureudu, Minggu (12/4). Menurut ayah caleg yang juga pemain seudati grup Syeh Lah Bengguna itu, banyak masyarakat selama masa kampanye bersikap tidak jujur dalam menerima bantuan. “Saat ditanyakan kepada warga, mereka mengaku belum ada dukungan, sehingga saya meminta mereka untuk mendukung anak saya. Padahal, ada warga yang mungkin sudah menerima lima kain sarung dari para caleg, tapi tetap juga menerima dari saya. Itu tidak jujur,” ujar Azhari terus terang.

Dalam hal ini, Azhari saat masa kampanye mengaku telah menyerahkan sedikitnya 40 lembar kain sarung kepada warga Meuraksa Kupula, Kecamatan Meureudu Pidie Jaya. Jumlah yang sama jug a diberikan ke desa Gledah dan Rhieng Mancang kecamatan itu. Namun, di masing-masing desa itu, caleg tersebut hanya memperoleh delapan suara saat perhitungan suara.

“Untuk wilayah Meuraksa Barat, tadi malam saya sudah ambil kembali sembilan lembar sarung. Sisanya akan saya ambil lagi nanti malam (tadi malam, red). Saya akan datang tiap-tiap rumah menanyakan siapa yang dipilih. Diantaranya, ada yang langsung menyerahkan kembali sarung itu karena tidak memang tidak memilih anak saya,” ungkap Azhari.

Sebenarnya, tambah dia, sarung tersebut bukan miliknya maupun anaknya. Ia saat kampanye hanya bertugas menunaikan amanah dari caleg atasan anaknya untuk mencari dukungan suara. Tujuan anaknya menjadi caleg juga semata-mata untuk membantu caleg diatasnya dalam penambahan jumlah suara.

“Amanah sudah saya jalankan dengan memberi sarung kepada warga. Karena warga tidak memilih caleg yang diminta, maka saya terpanggil untuk menagih kembali sarung itu guna saya serahkan kembali kepada pemberi. (M Syukur/Serambi

Itulah jika pemberian tidak didasari atas keikhlasan kepada Allah SWT tapi karena mau dicontreng….