Inilah Isi Surat Pelaku Bom Kalimalang Jakarta

VIVAnews — Sebuah surat ditemukan polisi dari lokasi ledakan di depan Pasar Sumberarta, Kalimalang, Bekasi. Surat tersebut diduga dibawa oleh pria berinisial ‘AH’ yang membawa sepeda kayuh yang diduga membawa bahan peledak.

Ini isi surat terduga pelaku yang diperoleh dari lokasi kejadian: “Ini adalah pembalasan pada kalian, sekutu-sekutu setan. Membunuh, menghukum mati mujahidin. Kami siap mati untuk agama yang mulia ini.”

Surat tersebut menggunakan tulisan tangan dengan tinta berwarna hitam.

Belum ada keterangan dari polisi terkait isi surat ini. Meski demikian, Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar sebelumnya telah mengkonfirmasi keberadaan surat itu.

“Surat itu kita temukan dibawa oleh korban, sudah kami amankan,” kata Kombes Boy, Kamis 30 September 2010.

Selain surat, barang bukti lain yang ditemukan di lokasi kejadian adalah sepeda kayuh, tas hitam, uang Rp 3.000 dan paling atas ditaruh panci.

Juga ditemukan serpihan ledakan seperti paku dan serbuk. Saat ini barang-barang bukti tersebut dibawa ke Polres Metro Bekasi.

Benda diduga bom meledak sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi. Paku-paku berserakan di lokasi ledakan.

Menurut Kepala Densus 88 Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Romano Angesta Yoyol, pelaku di melintas Jalan Kalimalang, tepatnya di Pasar Sumberarta. Lokasi ledakan sekitar 100 meter dari pos polisi. (umi)

TANDA KESYAHIDAN (INSYA ALLAH) AIR SETIAWAN DAN EKO JOKO SARJONO

Jakarta (arrahmah.com) – Pagi ini, Kamis, 13-08-09 sebuah sms masuk ke redaksi Arrahmah.com. Si pengirim sms teryata saksi mata yang baru saja mengikuti proses pemakaman Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono, di Solo, Jawa Tengah.

Si pengirim sms bersaksi bahwa dia dan banyak pelayat lainnya melihat tanda-tanda seseorang yang mati syahid berjuang di jalan Allah. Mereka pun minta agar informasi ini bisa disebarluaskan ke seluruh kaum Muslimin agar menjadi pelajaran!

Pekikan Allahu Akbar Membahana

Gema takbir membahana seketika di saat jenazah Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono tiba di kampungnya, Solo, Kamis, 13-08-09, sekitar pukul 1.30 WIB. Para penyambut jenazah yang sebagian besar para pemuda itu menyambut jenazah kedua syahid (Insya Allah) ini dengan pekikan takbir bersahutan. Pekikan takbir ini semakin syahdu dengan latar belakang spanduk besar berwarna hitam dengan tulisan putih. Selamat Datang Pahlawan Islam. Asy Syahid Air Setiawan, Eko Joko Sarjono. (Jihad Still Continue).

Di saat keranada jenazah memasuki ruangan yang sempit dan pengap, tiba-tiba bau wangi menyebar ke seluruh ruangan dan membuat heran para pelayat. Inilah tanda pertama yang dialami saksi mata tersebut.

Kemudian ketika jenazah dibaringkan dan diperlihatkan, maka terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di tubuh keduanya. Keringat yang terlihat tersebut bagaikan keringat orang yang masih hidup dan sedang kegerahan. Subhanallah!

Yang lebih mencengangkan lagi, para pelayat juga melihat adanya darah yang tetap mengalir dari telinga, hidung dan bekas luka, dan kepala jenazah keduanya, seperti layaknya seseorang yang masih hidup dan terluka. Padahal sebagaimana diketahui mereka berdua sudah berhari-hari terbunuh. Ini menjadi tanda-tanda lainnya atas kesyahidan mereka. Jenazah mereka berdua, dimakamkan berdampingan di pemakaman Muslim Kaliyoso, Sragen, Jawa Tengah, sekitar pukul 10.15 WIB hari ini. Selamat jalan syuhada! Wallahu’alam bis showab! (M.Fachry/POJ/arrahmah.com)

Foto-foto Syuhada” dari situs Muslimdaily:

c39vjqu85qhgd42oo2sd.jpg

93m23rp366t02juhhxbc.jpg

hko37nsmcg2s36beydx7.jpg

7b77tdnr5twnk8sf3j94.jpg

of7l66zueox1eckis4l0.jpg