Kekuatan Pikiran Manusia

Dengan izin Allah Sang Maha Pencipta pikiran manusia itu sangat dahsyat. Jika manusia berfkir bagaimana besi yang berat bisa terbang seperti burung, bagaimana besi yang berat bisa mengapung di air. Maka manusia dengan pikirannya membuat kapal terbang dan kapal laut. manusia berfikir agar bisa bepergian ke seluruh dunia dengan cepat dan dapat menyingkat waktu perjalanan di dunia ini.

Demikian juga sekarang manusia berfikir bagaimana kita bisa mengetahui berita disuatu daerah atau dibelahan dunia ini tanpa meninggalkan tempat duduknya dirumah, maka dibuatlah internet dan alat komunikasi lainnya. Itulah dahsyatnya kekuatan pikiran manusia.

Tapi adakah manusia yang berpikir bagaimana supaya manusia ini semua bisa selamat dari azab neraka, bagaimana supaya manusia seluruh dunia ini bisa masuk ke Surga bagaimana supaya manusia di dunia ini bahagia hidupnya di akherat. Adakah manusia yang menggunakan pikirannya untuk memikirkan agar manusia semua taat pada Allah dan RasulNya.

Sesuatu akan maju jika manusia memikirkan hal itu. Seperti contoh diatas manusia maju dalam kendaraan karena manusia berfikir untuk memudahkan berpergian, manusia maju dalam telekomunikasi karena selalu berfikir bagaimana terhubung dengan orang yang jauh tanpa bepergian.

Dunia ini maju karena hampir seluruh manusia memikirkan dunia ini.

Agama Islam ini juga akan maju jika kita berfikir untuk memajukannya, kita berfikir bagaimana cara memperjuangkannya dan kita berfikir bagaimana cara mendakwahkannya.

Islam maju bisa menguasai 2/3 dunia saat para sahabat semua yang berjumlah lebh kurang 124.000 para sahabat nabi semuanya memikirkan kemajuan Islam secara bersungguh-sungguh.

Marilah dari sekarang ubah pola fikir kita dengan memikirkan kemajuan Islam, ikuti contoh Rasulullah dan para sahabatnya bagaimana cara memajukan Islam dan Umatnya. Kita hanya tinggal memikirkan dan memanamkan dalam fikiran kita bagaimana agar semua manusia di dunia ini bisa mengucapkan kalimat Laa illaha ilallah Muhammadur rasulullah… kemudian baru kita bergerak mencontohi Rasulullah dan para sahabatnya dalam mendakwahkan Islam keseluruh penjuru dunia.

Wallahu ‘alam bi showab.

Inilah Surat Terbuka Untuk SBY & Mentri2

lowonganseluruhcpnsdaerahse indonesia1

Assalamualaikum Wr. Wb.
Yth Bapak Presiden Republik Indonesia
Saya adalah seorang bocah laki-laki berumur 10 th, saya mempunyai kakak perempuan berusia 12 th dan adik berusia 5 th.
Kini kami bertiga telah yatim piatu dan sekarang sudah tidak bersekolah lagi, keadaan yang memaksa kami untuk hidup dijalanan, saya berdagang koran, kakak dan adik saya menjadi pengemis dan pengamen jalanan. Bermula dari Lumpur itu
Dahulu sebelum bencana itu datang, keluarga kami masih mempunyai kehidupan normal, meski kami hanya hidup dalam rumah kecil dengan sedikit perabotan seadanya. Ayah seorang anak tunggal bekerja sebagai buruh, kemudian berhenti dan berwiraswasta membuka warung kelontong didepan rumah, sedangkan Ibu bekerja sebagai TKW di Timur tengah dan selalu mengirimkan uang tiap bulan kepada keluarga kami. Kematian Ibu
Enam bulan sebelum lumpur itu menghancurkan rumah kami, musibah terjadi menimpa ibu, Ia hampir diperkosa majikannya tetapi berhasil kabur keluar rumah setelah menusuk majikan nya itu dengan sebuah pisau buah. Tetapi keluarga majikan malah memfitnah ibu dengan fitnah keji, ibu dituduh merayu dan membunuh majikan. Ketika Ibu ditangkap dan didakwa dengan hukuman gantung, Ibu sangat syok, tiada yang membelanya karena semua bukti direkayasa. Pemerintah dalam hal ini KBRI tidak bisa memberikan pertolongan apa-apa, kecuali hanya sekedar simpati. Disana ibu berjuang sendiri, tidak ada yang perduli dengan dirinya yang hanya sebagai korban, dan pertolongan pemerintah sebagai tempat terakhir seakan-akan seperti pungguk merindukan bulan. Para petinggi itu seakan tidak peduli akan nasib ibu, tidak ada usaha untuk membuktikan bahwa ibu difitnah oleh majikannya. Dalam masa penahanannya, ibu mengirim surat-suratnya kepada kami, surat-surat yang membuat kami menangis setiap hari, membuat bapak selalu pingsan dan membuat si bungsu dan kakak perempuanku merintih setiap malam. Hanya aku sebagai anak lelaki yang paling besar yang berusaha tabah dan menyabarkan keluargaku. Hari-hari ceria berubah menjadi kelam, canda tawa kami seketika menghilang dalam gelapnya episode yang akan kami lalui nanti. Sampai suatu ketika dalam surat terakhirnya, ibu menyuruh bapak untuk tabah dan kuat untuk melanjutkan kehidupan keluarga kami, ia memilih jalan yang terhormat ketimbang mati dalam kondisi difitnah. Dua hari setelah itu, kami mendengar ibu tewas bunuh diri didalam penjara. Ternyata jalan terhormat itu yang dimaksud ibu dalam surat terakhirnya adalah gantung diri.
Setelah kematian Ibu, kehidupan berjalan normal kembali dan bapak melaksanakan janjinya, ia tidak terlihat cengeng, bahkan lebih tegar, terbukti dengan niatnya berwiraswasta dengan membuka warung kelontong yang cukup ramai, bahkan bapak nekad meminjam uang untuk menambah modal usahanya. Ia katakan kepadaku kalau ingin besar harus berani mengambil resiko besar pula. Bencana itu
Roda kehidupan berjalan bagai pedati menarik jerami, ia berputar kadang diatas dan kadang dibawah.
Belum lama kami berhasil tersenyum kembali sejak kematian ibu, bencana yang lebih besar datang, kampung halaman kami terendam lumpur yang berasal dari pipa pengeboran perusahaan swasta.Lumpur itu melululantahkan rumah-rumah kami dan terpaksa kami menjadi pengungsi dikampung halaman sendiri. Rumah kami, sekolah kami, surau kami kini hilang ditelan bumi, memang katanya ada penggantian dari perusahaan itu, tapi ternyata penggantian itu hanya berlaku untuk rumah-rumah yang terdaftar di lembaga penanggulangan lumpur milik pemerintah dengan mengajukan surat-surat tanah, sedang rumah kami, rumah kecil warisan dari kakek kami, yang hanya terletak diujung jalan tidak pernah dihitung oleh mereka. Kami berusaha melaporkan kepada Pak RT, tetapi Pak RT sendiri kami tak tahu dimana rimbanya, beliau sudah pergi entah kemana karena rumahnya pun telah hilang. Ayah kami yang lugu tak tahu harus meminta tolong kepada siapa, dan ia bingung harus melakukan apa, bahkan ia sering berteriak-teriak seperti orang gila karena tak sanggup menahan beban derita yang berkepanjangan karena ganti rugi tak jua dibayar-bayar. Sampai pada suatu ketika, ia menyuruh kami untuk ke Jakarta meneruskan sisa-sisa hidup kami untuk menumpang kepada seorang kerabat ibu disana. Dibekali secarik kertas alamat dan sedikit uang kami bertiga pergi ke jakarta menumpang bus malam diantar tetangga kami.
Sesampai di Jakarta, kami tak tahu harus kemana, kami pun tidak mengerti mengapa ayah menyuruh kami pergi ke kota besar ini, selain ia hanya bilang bahwa kita lebih baik tinggal bersama kerabat ibu yang tinggal disini. Ayah akan berjuang mendapatkan haknya untuk menuntut penggantian uang gantirugi atas rumah kami, begitu katanya sambil tertawa terbahak-bahak sambil menangis. Terakhir, kata tetangga kami ayah kami harus meninggal
karena gantung diri sebab tak kuat lagi untuk menahan berat hidup.
Di jakarta, kami luntang-lantung tak tahu harus kemana, sampai akhirnya kami dirazia oleh satpol PP karena disangka kami pengemis dan gelandangan. Dan memang saat itu, tanpa sadar bahwa kami memang telah menjadi gelandangan. Kami tak punya siapa-siapa di kota besar ini, rumah tempat tinggal kami dipaksa untuk hilang dari muka bumi, sekolah kami dan masa depan kami dirampas dengan paksa oleh orang-orang itu yang entah siapa mereka dan apa kesalahan kami. Yang kami tahu kami dan teman-teman kami tercerai berai oleh bencana itu, bencana yang oleh Bapak Presiden dibilang sebagai “Musibah” sedang bagi kami tetaplah sebagai bencana.
Selepas dari pemeriksaan satpol PP, kami ditolong oleh seorang tua penjual koran yang juga tertangkap oleh petugas itu. Ia membawa kami untuk tinggal digubuknya yang sempit seraya berjanji untuk mencari alamat kerabat ibu kami. Digubuk yang terletak disamping rel itu, kami meneruskan sisa-sisa nafas kami, kami tinggalkan masa kanak-kanak kami dengan berjuang untuk bertahan hidup. Saat anak-anak yang lain bercengkerama dengan teman sekolahnya, adik kami yang seharusnya duduk dibangku TK, terpaksa berlari-lari dijalanan untuk mengemis dari satu kendaraan ke kendaraan lain tak peduli kaki mungilnya menghitam dan rambut kritingnya memerah karena sengatan matahari. Setiap ada kendaraan yg lewat dan berhenti, tangan kecilnya tak lupa untuk menengadah berharap ada pengendara yang berbaik hati memberikan sedekahnya. Sedangkan aku, berdiri dan berlari-lari diperempatan jalan sambil meneriakan koran yang aku jajakan sejak subuh tadi, semoga ada pembeli yang mau membaca koranku pagi ini. Dan kakakku, karena ia memiliki suara merdu, ia menjadi pengamen jalanan dengan sebuah kericikan ditangan. Ia yang seharusnya duduk di bangku SMP dengan kecerdasan yang dimilikinya, seharusnya bisa merenda masa depan yang lebih baik. Semua pekerjaan itu kami lakukan dengan terpaksa, dari pagi hingga malam demi menyambung hari esok, demi menggapai impian-impian anak-anak kecil seperti kami. Bapak Presiden yang saya hormati.
Karena seringnya membaca koran, kini aku menjadi tahu tentang siapa dirimu, dan apa saja yang bisa engkau lakukan dengan kekuatan hebat yang engkau miliki. Karena sering membaca koran itu juga aku bisa menulis surat ini untuk mu, Ternyata engkaulah orang yang selama ini aku cari-cari. Engkaulah orang yang bisa merubah nasib kami dengan sekali perintah saja, orang yang memiliki kesanggupan untuk merubah dunia ditangannya. Orang yang bisa merubah nasib Ibuku jika saat itu ia mau tahu dan membantu dengan bantuan hukum, orang yang bisa mengembalikan rumah kami yang hilang terendam lumpur, orang yang bisa menyembuhkan sakit gila ayahku, orang yang bisa menyekolahkan si bungsu adikku, juga aku dan kakakku, orang yang bisa menampung anak-anak seperti kami dalam rumah yg nyaman, orang yang bisa membuat cerah masa depan kami dan ribuan anak-anak jalanan lainnya yang terjebak dalam kondisi ini bukan karena inilah nasib mereka, tetapi karena dipaksa oleh orang dewasa yang tidak berprikemanusiaan. Bapak Presiden, yang aku kagumi,
Pagi ini setelah melihat berita engkau dilantik, aku ingin engkau menggunakan kekuatan hebatmu untuk membantu kami menemukan kembali kebahagiaan kami yang hilang. Mengembalikan keceriaan sibungsu, memuluskan kembali jari-jari tangannya yang terbakar aspal dan memutihkan kembali mukanya yang tertutup debu jalanan. Juga mengembalikan tawa riang kakak kami yang menghilang sejak ayah sakit jiwa dan menyegarkan kembali wajahnya yang cantik dengan untaian senyumnya seperti beberapa tahun lalu. Juga membantuku mewujudkan cita-cita Ibu dan harapan ayah pada diriku untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama. Engkau Juga adalah orang yang bisa melindungi anak-anak seperti kami yang terpaksa mencari nafkah dijalanan, dari jeratan undang-undang ketertiban milik pemda yang senantiasa bisa menjerat kami kedalam penjara. Bapak Presiden yang aku hormati,
Jika engkau tidak bisa menggunakan kekuatan hebatmu untuk kami, tidak mengapa, aku tidak akan marah, begitu juga adik dan kakak ku. Kami terbiasa tidak meminta kepada orang lain, kami terbiasa tidak menggantungkan hidup kepada manusia lain. Keluarga kami terbiasa hidup keras dan tidak lemah. Satu-satunya tempat bergantung kami hanyalah Allah, Tuhan pemilik dunia ini, itulah yang sering almarhum ibu sampaikan kepada kami, untuk menghibur diri kami saat kami jauh darinya.
Jika engkau sulit untuk mewujudkan harapan kami, juga harapan ribuan anak jalanan lainnya, juga harapan jutaan kaum yang senasib dengan kami, kami hanya meminta kepada engkau untuk mengaminkan doa kami saja, semoga kami bisa menggantikan posisi engkau ketika kami dewasa nanti. Karena kami ingin menolong orang yang bernasib seperti ibu kami, kami ingin menolong orang yang senasib dengan keluarga kami, juga keluarga-keluarga lainnya yang kurang beruntung hidup dinegeri
ini.
Sampaikan salam kami untuk para pembantu engkau, agar beliau juga mengamini doa kami, agar kami dapat menggantikan posisi mereka kelak jika kami besar. Agar Si bungsu kelak akan tercapai cita-citanya menjadi orang yg menyayangi orang lain dengan sepenuh hati seperti sayangnya pak tua penjual koran itu kepada kami, setiap pagi ketika hidup mulai bergulir kembali. Bapak Presiden yang kami hormati, semoga engkau membaca surat kami. Wassalamualaikum Wr.Wb.
Dari anak negeri yg terhempas di jalanan karena nasib yang kurang beruntung.
20 Oktober 2009, Tengah malam bertepatan dengan pelantikan Presiden/Wakil Presiden.

VIDEO BUKTI AKIBAT POLIGAMI DILARANG

Ini adalah bukti bahwa jika poligami dilarang atau dilakukan secara diam-diam (nikah sirrih) maka akan terjadi seperti dalam video ini. Dari video ini juga dapat dibuktikan bahwa dunia ini sudah dipenuhi oleh kaum wanita daripada kaum pria. Sehingga terjadilah peristiwa yang mengenaskan di dalam video ini saksikanlah….

LINK VIDEO

Sebagai manusia biasa kita tidak bisa melawan kodrat Sang Maha Pencipta yang telah menciptakan manusia sebaik -baik kejadian dan mempunyai kebutuhan yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta. Jika manusia melanggar hukum Nya maka terimalah akibatnya. Jika dilarang maka jangan dikerjakan jika tidak dilarang atau diperintah maka kerjakan dengan penuh keikhlasan maka kita sebagai manusia akan hidup bahagia di dunia maupun diakhirat. Manusia harus seperti kereta api berjalan pada relnya agar selamat sampai pada tujuannya. Rel manusia adalah agama dari Allah Sang Pencipta seluruh makhluk yang dibawa melalui Nabinya yaitu manusia pilihan. Agar seluruh manusia bahagia sampai tujuannya yaitu kembali kepada Allah di akhirat kelak.

4 AMALAN MESJID YANG HARUS DIHIDUPKAN KEMBALI

Ada 4 amalan mesjid yang harus dihidupkan kembali…karena dewasa ini amalan mesjid-mesjid sudah berkurang dan mesjid cuma dijadikan tempat sholat saja atau tempat pengajian saja….
Sebenarnya mesjid harus ada 4 amalan yang utama sehingga mesjid bisa hidup amalan 24 jam dan bisa melayani umat selama 24 jam. Jadi bukan habis sholat langsung dikunci. Seperti rumah sakit buka 24 jam,SPBU buka 24 jam, apotik buka 24 jam, mesjid kok tidak buka 24 jam…padahal umat ini sudah banak yang sakit imannya dan perlu perawatan dan perobatan di Masjid-masjid.

4 amalan mesjid seperti amalan mesjid nabawi pada jaman Rasulullah dulu adalah:

1. Amalan Dakwah.
Amalan dakwah adalah amalan yang utama dalam masjid. Amalan dakwah ini bukan sekedar pengajian atau ceramah agama saja, tetapi juga nasehat harian untuk umat, targhib (memberi semangat) dan juga mengajak umat untuk dakwah dan berusaha untuk membentuk jamaah-jamaah yang mau berdakwah keliling kampung untuk mengajak orang-orng memakmurkan mesjid dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

2. Amalan Taklim wa taklum (Belajar dan mengajar)
Amalan ini menjadikan mesjid sebagai pusat pendidikan agama dan sebagai pusat madrasah yang murah bagi umat. Sehingga agama dapat tersebar dengan mudah ke seluruh alam. Sekarang berkembang sekolah TK Islam yang mahal sehingga hanya anak orang kaya saja yang bisa sekolah di sana juga SDIT (Sekolah Dasar Islam Termahal) yang banyak menjadi bisnis yang hanya menguntungkan pihak tertentu saja dan hanya sebagai gensi semata.
Dengan mesjid menjadi pusat pendidikan maka mesjid2 akan melahirkan dai dai dan ulama-ulama besar yang akan menyebarkan Islam ke seluruh alam tanpa imbalan yang menjadikan komersialisasi pendidikan agama.

3. Amalan Zikir dan Ibadah, Mesjid sudah pasti menjadi pusat untuk amalan zikir dan ibadah umat Islam jadi jangan jadikan mesjid sebagai pusat politik atau untuk kepentingan golongan tertentu saja.

4. Amalan Hikmat (pelayanan Masyarakat).
Untuk pelayanan sudah hampir hilang di mesjid. Sehingga mesjid lebih banyak terkuncinya daripada terbukanya. Jika pelayanan ini dihidupkan kembali maka tidak akan ada lagi gelandangan dan pengemis yang harus tidur di jalanan. Mesjid bisa sebagai tempat pelayanan untuk orang-orang yang punya masalah di dunia ini baik masalah ekonomi maupun masalah agama. Jika setiap umat jika ada masalah selalu ke mesjid dan di mesjid ada orang yang melayaninya maka umat ini akan bertambah baik dan semakin taat kepada Allah SWT.

Wallahu ‘alam bi showab.

APAKAH BINATANG BISA MASUK SURGA…?

Hal ini termasuk didalam perkara-perkara yang ghaib sehingga diharuskan bagi kita untuk bersandar sepenuh kepada hadits-hadits shohih. Ketika memang terdapat didalam suatu hadits yang shohih maka kita menerimanya dan mengimaninya namun ketika hal itu tidak terdapat didalam hadits yang shohih maka kita berdiam diri dan menyerahkan perkara tersebut kepada Allah swt.

Dari beberapa berita tentang hewan-hewan yang ada di surga maka bisa dibagi menjadi tiga macam :
1. Hewan-hewan yang memang sudah dikhususkan bahwa mereka di surga, seperti : anjing Ashabul kahfi, onta Nabi Sholeh as, dan berita tentang ini tidaklah benar sedikit pun.

2. Binatang-bintang yang disebutkan didalam Al Qur’an dan Sunnah yang memang dipersiapkan Allah swt untuk orang-orang beriman di surga, baik yang secara tegas disebutkan didalam nash seperti : burung-burung yang disebutkan didalam firman-Nya,”Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqi’ah : 56) ataupun penyebutan secara umum, seperti firman Allah swt,”Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (QS. Ath Thuur : 22)

Yang lainnya adalah sapi jantan yang dipersiapkan Allah swt sebagai makanan untuk penduduk surga, sebagaimana yang diriwayatkan dari Tsauban budak Rasulullah saw berkata,”Aku berdiri disisi Rasulullah saw kemudian datang seorang alim dari Yahudi dan berkata,”Assalamu alaika wahai Muhammad.’ kemudian aku mendorongnya dengan satu dorongan karena seakan-akan ia ingin berkelahi… dia berkata,’Apa makanan mereka (penduduk surga) nanti ? beliau saw menjawab,’Akan disembelihkan bagi mereka sapi jantan surga dan mereka makan dari semua bagiannya. “ (HR. Muslim)

3. Apa yang disebutkan didalam sunnah yang shohih dari nash yang berbicara tentang sebagian hewan yang ada di surga, diantaranya :

a. Dari Abu Hurairoh ra berkata,” Rasulullah saw bersabda,’Shalatlah kalian di kandang kambing dan bersihkanlah tanahnya karena ia adalah binatang surga.” (HR. Baihaqi dan telah dishohihkan oleh al Albani dalam “Shohiul Jami’)

b. Dari Abi Mas’ud al Anshori berkata,”Telah datang seorang laki-laki dengan membawa seekor onta yang masih terkekang lehernya dengan pengikat dan berkata,’Ini untuk di jalan Allah.” Maka beliau saw bersabda,”Dikarenakan onta ini maka bagimu pada hari kiamat sebanyak tujuh ratus onta dan seluruhnya telah dikekang lehernyai.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi mengatakan,” .. ada yang menyebutkan : Maknanya bisa berarti pahala sebesar tujuh ratus ekor onta atau juga bisa berarti lahiriyahnya yaitu baginya di surga tujuh ratus yang setiap darinya masih dikekang lehernya, dia bisa mengendarainya kemana saja dia suka untuk membanggakannya, sebagaimana berita tentang kuda surga dan kemuliaannya. Ini kemungkinan yang terbesar. (Syarh an Nawawi 13/38)

c. Onta dan kuda sebagaimana disebutkan Nawawi :

Dari Abi Ayyub dari Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya penduduk surga saling berkunjung dengan mengendarai onta putih yang bagaikan yaqut (batu mulia). Tidak ada di surga sesuatupun dari binatang ternak kecuali onta dan burung.” (HR. Thabrani didalam al Kabir (4/179)

Diriwayatkan dari al Haitsami berkata,”Diriwayatkan oleh Thabarani dan didalamnya terdapat Jabir bin Nuh dan ia termasuk orang yang lemah.” (Majma’ Zawaid (10/413) al Albani juga melemahkannya didalam “Dhoiful Jami (1833)’

Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw dan mengatakan,”Wahai Rasulullah saw apakah di surga ada kuda? Beliau menjawab,’Sesungguhnya Allah swt memasukanmu ke surga dan engkau boleh membawa seekor kuda dari yaqut merah yang terbang bersamamu di surga kemana kamu suka.’ Dia berkata,’Ada seorang laki-laki bertanya,’Wahai Rasulullah apakah di surga ada onta?’dia berkata ,’Dia saw tidak mengatakan kepadanya seperti apa yang dikatakannya kepada temannya.’ Beliau bersabda,’Sesungguhnya Allah memasukkan kamu ke surga yang didalamnya segala yang menyenangkan dirimu dan melezatkan matamu.’ (HR. Tirmidzi (2543) an dihasankan oleh al Albani dalam ‘Shohih at Targhib’ (3/522)

Dan ada yang sejenis itu dari Abu Ayyub didalam riwayat Tirmidzi (2544) yang dishohikan oleh al Albani juga (3/423)

Juga disebutkan didalam hadits shohih bahwa arwah para syuhada berada di tembolok-tembolok seekor burung di surga yang keluar sekehendaknya.

Perlu diketahui bahwa burung-burung, kuda dan onta yang ada di surga tidaklah serupa dengan yang ada di dunia kecuali sebatas namanya saja. Adapun bagaimana sifat yang sebenarnya maka tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah swt. Adapun kita hanya mengetahui sebatas puncak keindahan dan keagunganya dikarenakan ia adalah bagian dari kenikmatan yang disediakan Allah swt untuk para walinya di surga. Untuk itu Nabi saw didalam hadits didepan mengisyaratkan bahwa kuda surga dari yaqut (batu mulia) merah terbang dengan pemiliknya kemana saja dia suka.”

Kita berharap semoga Allah swt memberikan kenikmatan kepada kita dan memasukkan kita semua ke surga dengan rahmat-Nya, sesungguhnya Dia lah Yang Maha Murah Pemberi dan Maha Mulia. (sumber : http://www.islam-qa.com)

Wallahu A’lam

Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hewan-masuk-surga.htm

MANUSIA BERAGAMA TAPI ALERGI AGAMA (ZAMAN JAHILIYAH PART II)

Sungguh mengherankan kehidupan manusia sekarang ini. Mereka mengaku beragama tapi alergi terhadap agama dan segala yang berbau agama. Jika ada komentar ,obrolan, nasehat atau tulisan tentang agama langsung saja mereka alergi dan langsung berkomentar sinis “Sok alem kali loe”, “muna loe”,dll.

Agama hanya dibutuhkan saat manusia mau kawin dan mati baru sibuk cari orang yang tahu agama untuk mengurusi masalah tersebut. Benar kali ya.. 🙂

Gejala apakah ini..?

Sekarang kita telah memasuki zaman jahiliyah part II.

Pada zaman jahiliyah part II ini lebih dasyat dan lebih bejat dari zaman jahiliyah part I. Hal ini dibuktikan dengan peristiwa-peristiwa berikut ini:

Bukti 1.
Pada zaman jahiliyah part 1, manusia menyembah tuhan yang banyak yaitu berhala-berhala,patung-patung emas dan dipajang di rumah-rumah mereka atau tempat-tempat ibadah mereka. Mereka berani mati berperang demi mempertahankan berhala yang dipujanya.
Pada zaman jahiliyah part II. Manusia mengaku menyembah tuhan yang maha esa (tuhan yang satu), tetapi dihati manusia lebih mempertahankan dan berani mati hanya untuk membela harta, jabatan,pangkat dan wanita-wanita yang lebih dicintainya. Sedangkan untuk membela tuhan mereka hanya nato saja.(barangkali karena tuhannya gak nampak ye jadi mereka memang lebih membela dan mempertahankan yang nyata-nyata saja…).

Bukti 2.
Zaman Jahiliyah Part 1, manusia mengagungkan pemimpin dan menuruti semua aturan pemimpin yang dianggapnya Nabi atau wakil tuhannya di dunia. Merka membela mati-matian pemimpin yang diangkat secara turun temurun dan tidak pernah berkelahi untuk mengangkat pemimpin dari sukunya dan pemilihannya berdasarkan turun temurun dan jika keturunannya banyak diuji dengan adu fisik siapa yang paling jago dia jadi pemimpin.
Pada Zaman jahiliyah part II. Tak ada pemimpin yang dihormati rakyatnya, banyak rakyat melecehkan dan menjelek2 para pemimpinnya sendiri tidak patuh kepada aturan pemimpin. Pemimpin pun dipilih siapa yang paling banyak hartanya dan siapa yang bisa menipu rakyatnya. Dengan pemimpin yang nampak dan masih hidup saja mereka tidak mau nuruti aturan dan perintahnya apalagi dengan pemimpin yang tidak kelihatan yaitu nabi yang diakuinya sebagai pesuruh dan wakil tuhan untuk menuntun manusia agar bahagia di dunia dan diakherat. Yah seperti tadi pemimpin yang masih hidup saja berani menghina dan mengejek apalagi pemimpin yang sudah meninggal.

Bersambung….Bukti III