Astaghfirullah..Ahli Fisika Tidak Percaya Tuhan

Fisikawan Inggris Stephen Hawking yakin bahwa keberadaan manusia dan alam semesta bukan hasil ciptaan Tuhan, melainkan muncul dengan sendirinya. Sebab ada hukum gravitasi, alam semesta bisa menciptakan dirinya sendiri.

Dia mengklaim tidak ada kekuatan ilahiyah yang dapat menjelaskan mengapa alam semesta ini terbentuk.

Dalam buku terakhirnta, The Grand Design, dikutip oleh The Times, Hawking menjelaskan “Sebab di sana ada hukum gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya sendiri.”

Di buku A Brief History of Time, Prof Hawking tidak menafikkan kemungkinan turut campurnya Tuhan dalam penciptan dunia.

Dia menulis di bukunya tahun 1988, “Jika kita menemukan sebuah teori yang lengkap, maka hal tersebut menjadi kemenangan nalar manusia. Oleh sebab itu, kita akan mengenal Tuhan.”

Hawking, dalam buku terbarunya, menolak teori Isaac Newton yang menyatakan bahwa terciptanya alam semesta terbentuk tidak secara spontan namun digerakkan oleh Tuhan.

Stephen William Hawking lahir di Oxford, 8 Januari 1942 adalah seorang ahli teori fisika. Ia putra dari seorang guru besar matematika di Universitas Cambridge.

Dalam kiprah keilmuannya, Hawking terkenal karena sumbangannya di bidang fisika kuantum. Di bidang agama, menurut bekas istrinya, Jane, Hawking adalah seorang atheis. Namun Hawking mengaku bahwa ia “tidak religius secara akal sehat” dan ia percaya bahwa “alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum.” (Tempo) (Photo. Ap/ Kimae Heussner)

Gunung Sinabung Meletus Mengapa tepat di Bulan Ramadhan…?


Astaghfirullah…kenapa negeri ini selalu dilanda bencana…
Mengapa tepat pula disaat bulan ramadhan…
Padahal ramadhan adalah bulan penuh ramat yang diberikan Allah kepada seluruh makhlukNya..
Apakah sudah banyak dari kita yang meninggalkan perintahNya….
Hanya diri kita dan Allah saja yang tahu….

Inilah berita yang saya kutip dari kompas tadi pagi tentang bencana itu….
Gunung Sinabung yang berlokasi di Desa Merdinding,Kecamatan Payung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Senin (30/8) sekitar pukul 06.30 WIB, kembali menyemburkan asap tebal hitam, sehingga warga di kaki gunung itu ketakutan.

Seorang warga Kabanjahe Irfin Dian(35) yang memantau perkembangan Gunung Sinabung menyebutkan, sebelum mengeluarkan asap hitam terjadi gempa selama lima menit.

Sebelumnya, Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.640 meter di atas permukaan laut itu meletus dan mengeluarkan asap tebal serta percikan api, Sabtu (28/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

Semburan asap yang terjadi di Gunung Sinabung juga mengeluarkan debu vulkanik dan partikel belerang berwarna putih bercampur keabu-abuan. Partikel belerang itu menutupi areal perkebunan dan pertanian milik warga yang bermukim di bawah kaki Gunung Sinabung.

Dian mengatakan, gempa yang terjadi secara-tiba itu, cukup dirasakan warga di Kota Kabanjahe ibu kota kabupaten Tanah Karo. Gempa itu juga mengagetkan warga setempat yang baru saja melakukan sahur dan melaksanakan Shalat Subuh.

Bahkan, sebahagian warga Kabanjahe itu lari berhamburan ke luar rumah setelah mengetahui adanya gempa tersebut. “Ini mungkin untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini,” kata Dian.

Tips Tetap Sehat di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah, sudah beberapa hari kita lewati bulan suci Rahmadhan yang penuh berkah ini. Agar dapat menjalankan ibadah puasa kita mestilah sehat jasmani maupun rohani. Sehingga ibadah kita tidak terhalang oleh kondisi tubuh kita yang mungkin kurang sehat.
Berikut penulis akan memberikan tips-tips yang mungkin berguna untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat, sembari memohon kepada Allah SWT, agar tubuh kita tetap sehat agar ibadah puasa kita tidak terganggu, kita mesti berusaha untuk menjaga tubuh kita juga.
Walaupun tips yang penulis sajikan ini kelihatannya umum atau sepele tapi tak ada salahnya jika mengingatkan kembali. Karena kita menyadari bahwa sifat manusia yang penuh lupa dan kadang menganggap sepele hal-hal yang sudah biasa dilakukan yang akhirnya membawa dampak buruk bagi kesehatan kita.
Berikut ini tipsnya:

1. Usahakan selalu makan sahur
Makan sahur walaupun sedikit sangat membantu tubuh dalam menjaga kesehatan di bulan Ramadhan, kadang kita malas atau tidak berselera makan sahur. Untuk itu makanlah makanan yang memang kita sukai dan jika tida berselera juga makanlah qurma atau sepotong roti.
Jika waktu sudah hampir Imsa’ minumlah segelas teh manis hangat atau segelas susu. Hal ini untuk menjaga stamina dan energy kita selama berpuasa di siang hari.

2. Olah Raga Ringan
Sehabis Sholat subuh tidak dianjurkan tidur lagi, karena dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan kepala menjadi pusing. Lakukanlah aktifitas olah raga ringan seperti jalan pagi, joging dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Hal ini akan meningkatkan metabolisme tubuh dan akan meningkatkan stamina di bulan Ramadhan.

3. Tidur Siang Sejenak Sebelum Sholat Zuhur
Tidur Siang sebelum Sholat zuhur dianjurkan sekitar 10 – 15 menit saja.
Tidak dianjurkan tidur siang sampai menjelang Ashar apalagi tidur sampai tertinggal sholat zuhur dan ashar. Laksanakanlah aktifitas seperti biasa, melakukan pekerjaan sehari-hari dikantor maupun ditempat kerja lainnya.

4. Menunggu Berbuka dengan Kegiatan yang Positif
Usahakan sebelum berbuka sudah berada di rumah, berkumpul bersama keluarga sambil menunggu berbuka puasa dengan mengaji A Qur’an, atau mendengar ceramah agama.

5. Berbuka dengan yang Manis
Usahakan makan dan minum makanan yang manis terlebih dahulu saat berbuka puasa, hindari minuman es karena dapat membuat kita menjadi kekenyangan dan masuk angin. Makan dan Minum sekedarnya saja jangan terlalu banyak. kemudian bersiap-siap melaksanakan sholat berjamaah Maghrib. Lebih bagus lagi kita membawa bukaan kita ke Masjid bersama jamaah yang lain berbagi untuk berbuka puasa bersama dan selanjutnya sholat Maghrib berjamaah di Masjid.

6. Makan Malam
Usahakan makan malam setelah sholat maghrib, tapi ingat jangan terlalu kenyang karena akan menyebabkan malas untuk melaksanakan ibadah Sholat Isya dan Terawih di Masjid.

Demikian tips ini semoga bermanfaat bagi para pembaca dan juga saya.

Subhanallah…Video Malaikat diatas Ka’bah, Hoaxkah…???


Jakarta (voa-islam.com) – Siluet putih tampak berputar di langit dan turun di atas Ka’bah. Video ‘malaikat’ turun di atas Ka’bah itu saat ini jadi pembicaraan di Facebook dan populer di YouTube. Video yang menyebar di akun Facebook itu diambil oleh amatiran.

Awalnya, pemilik kamera hanya menyorot gambar seorang pria, namun di belakang pria tersebut muncul semacam sinar putih yang melayang di langit.

Saat diperbesar, siluet putih ini tampak menuju ke arah Ka’bah. Tidak hanya itu, ada beberapa potongan gambar yang memperlihatkan sosok berputar di sekitar Masjidil Haram dan selanjutnya turun di atas Ka’bah. Berikut Tayangannya:

Video ini telah beredar di Facebook dan menjadi pembicaraan masyarakat. YouTube juga menjadi sasaran masyarakat yang ingin melihat.

Untuk kebenaran dan keabsahan video tersebut belum ada komentar dari kalangan ulama dan pakar IT. Wallahu A’lam Bi Showab.

Kisah Nyata Jenazah Mengeluarkan Kotoran dan Ulat dari Mulutnya


Pengalaman seorang Jurumandi Mayat Daerah Gombak, Selangor.
Kisah benar ini diceritakan oleh Ustaz Abu Bakar Abdul Aziz.

Ia berlaku di kawasan daerah Gombak di mana jurumandi memandikan jenazah yang agak kaya orangnya dan berpengaruh. Begini ceritanya :-

Saya telah terlibat dalam pengurusan jenazah lebih daripada 20 tahun. Pelbagai pengalaman telah saya lalui kerana dalam tempoh itu bermacam-macam jenis mayat yang telah saya uruskan. Ada yang meninggal dunia akibat kemalangan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya. Bagaimanapun, pengalaman menguruskan satu jenazah di sebuah tempat di sempadan Selangor dan Wilayah Persekutuan beberapa tahun yang lalu, telah mendedahkan saya kepada satu kes yang cukup ‘istimewa’ sepanjang pengalaman saya menguruskan jenazah. Inilah kali pertama saya bertemu dengan satu jenazah yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekali gus menberikan banyak iktibar.

Peristiwa tersebut berlaku dua hari lagi sebelum pilihanraya di Serkam, Melaka. Nama tempat dan nama orang yang meninggal itu tidaklah dapat saya nyatakan di sini. Ia terjadi secara kebetulan ketika saya diminta oleh anak Allahyarham menguruskan jenazah bapanya. Pada hari itu, saya pergi ke rumah seorang sahabat untuk mengubatkan mata ibunya bagi kali yang terakhir. Niat saya ialah supaya mata ibu tadi sembuh dan boleh membaca Al-Quran. Tetapi apabila saya hendak pulang, anak Allahyarham datang menemui sahabat saya tadi dan bertanya sama ada saya mengurus jenazah atau tidak. Kawan saya kata, “Cubalah tanya dia sendiri.” Kawan saya ada memberitahu saya dua bulan yang lepas bahawa saya sahaja yang mengadakan kursus dalam hal menguruskan jenazah. Anak Allahyarham menemui saya. Saya beritahu dia bahawa jenazah tidak elok dibiarkan lama-lama.

Saya terus pergi ke rumahnya. Tapi bila saya hampir sampai ke rumah Allahyarham, saya bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup pelik dan busuk. Saya telah menguruskan banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini.Bila saya tengok wajah Allahyarham, sekali lagi hati saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti sedang dirundung oleh bermacam-macam perasaaan…takut, cemas, kesal dan bermacam-macam lagi. Wajahnya seperti tidak mendapat nur daripada Allah SWT. Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak Allahyarham dan saya potong-potongkan. Secara kebetulan pula, di situ ada dua orang yang mengikuti kursus pengurusan jenazah yang pernah saya jalankan. Saya ajak mereka membantu saya dan mereka bersetuju. Tetapi semasa memandikan mayat itu, peristiwa pertama berlaku. Untuk makluman pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut urut untuk membolehkan najis keluar. Maka saya pun urut urutkan perut Allahyarham. Tapi apa yang berlaku pada hari itu amatlah mengejutkan. Allah itu Maha Berkuasa kerana pada hari tersebut, najis tidak keluar daripada dubur mayat tadi tetapi melalui mulutnya. “Lain macam saja ni”, fikir saya. Lalu saya ubah sedikit teknik dan posisi mayat itu dan saya urut-urutkan lagi perutnya. Tapi najis itu tetap keluar dari mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang berlaku di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan najis. Saya harap ia tidak akan berulang lagi kerana saya mahu mengurut perutnya bagi kali yang terakhir. Tiba-tiba ketentuan Allah berlaku. Bila saya urut perutnya, keluarlah daripada mulut mayat itu najis bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu adalah seperti ulat najis. Warnanya putih. Dari mana datangnya ulat itu, jangan tanya saya.

Allahyarham meninggal dunia akibat diserang sakit jantung dan waktu kematiannya dengan waktu saya menguruskan mayatnya cuma lima jam setengah sahaja jaraknya. Aneh, bagaimana dalam tempoh yang sebegitu singkat mayatnya boleh menjadi sedemikian rupa? Saya lihat wajah anak Allahyarham. Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada bapa mereka. Saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejutdan panik. Lalu saya bacakan doa untuk mengelakkan badi mayat dan sapukan ke muka mereka. Saya kata kepada mereka, “Inilah ujian Allah kepada kita”. Kemudian saya minta salah seorang daripada pembantu tadi memanggil kesemua anak Allahyarham. Allahyarham pada dasarnya seorang yang beruntung kerana mempunyai tujuh orang anak, dan semuanya lelaki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di sini. Bila semua anak Allahyarham masuk, saya marahi mereka. Saya mengingatkan mereka bahawa tanggungjawab saya hanyalah membantu menguruskan jenazah bapa mereka, bukan menguruskan sepenuhnya tanggungjawab tersebut. Sepatutnya sebagai anak, merekalah yang lebih afdal menguruskan jenazah bapa mereka itu, bukannya tok imam, tok bilal, tok siak. Saya kata, mungkin satu masa dahulu ibu mereka sibuk maka Allahyarham pernah memandikan mereka. Itulah jasa dan pengorbanan seorang bapa. Tetapi saya kesal kerana dalam saat-saat begini anak-anak Allahyarham tidak langsung hendak membalas jasa bapa mereka itu.

Saya kemudiannya meminta izin serta bantuan mereka untuk menonggengkan mayat itu. Takdir Allah, apabila ditonggengkan sahaja mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup. Hampir sebesen banyaknya. Besen itu boleh dianggarkan besar sedikit daripada penutup bilah kipas meja. Subhanallah….suasana menjadi semakin panik. Saya terus bertenang dan berharap tidak berlaku lagi kejadian-kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya mandikan semula mayat tersebut dan saya ambilkan wuduk. Saya minta anak-anaknya mengambil kain kafan. Saya bawa mayat tersebut ke dalam biliknya dan tidak diizinkan seorang pun melihat upacara itu kecuali waris yang terdekat, sebab saya takut perkara-perkara yang lebih aib akan berlaku.

Takdir Allah jua yang menentukan. Apabila mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu cukup-cukup memarasi hujung kepala dan kakinya, tidak ada lebih. Maka saya tak boleh nak ikat kepala dan kakinya. Tidak keterlaluan kalau saya katakan bahawa kain kafan itu seperti tidak mahu menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang silap semasa memotongnya. Lalu saya ambil baki kain, saya potongkan dan tampungkan di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi tidak berapa elok, tetapi apa nak buat Itu sahaja yang boleh saya lakukan. Pada masa yang sama saya berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jangan Kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekadar peringatan kepada hambamu ini”. Selepas itu saya berikan taklimat tentang sembayang jenazah. Tiga kali taklimat diberikan. Yang hadir cuma 13 orang saja.

Selepas menyembahyangkan jenazah tadi, satu lagi masalah timbul. Jenazah itu tidak dapat dihantarkan ke tanah perkuburan kerana tidak ada kereta jenazah. Saya hubungi JAWI, JAIS, Pusat Islam, DBKL, Polis dan sebagainya, tetapi yang peliknya, mereka juga tidak mempunyai kereta jenazah kerana kereta yang ada sedang digunakan. Dalam keadaan itu, seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk membolehkan dia mengeluarkan van dari garaj rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu di kawasan rumah Allahyarham, tiba-tiba isterinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata di khalayak ramai, “Abang, saya tak benarkan kereta saya ini digunakan untuk mengangkat jenazah itu sebab semasa hayatnya dia tidak pernah benarkan kita naik keretanya”. Renungkanlah, kalau tidak ada apa-apa sebab, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan punya van itu membawa vannya balik. Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mendakwa dia adalah anak murid saya. Dia meminta izin daripada saya dalam 10-15 minit untuk membersihkan keretanya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, muncul kereta tersebut. Tetapi dalam keadaan yang basah kuyup. Kereta yang dimaksudkan itu sebenarnya adalah sebuah lori, dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam. Renungkanlah, pernahkan kita melihat satu jenazah dibawa ke kubur dengan lori ayam? Dalam perjalanan menuju ke kawasan perkuburan, saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya ahli masyarakat tidak payah membantu kami menguburkan jenazah tadi. Saya suruh mereka pergi kubur saudara mara dan sahabat mereka, itu lebih baik. Saya tidak mahu mereka melihat apa-apa lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi – takdir Allah yang terakhir amat memilukan. Bila sampai sahaja jenazah tersebut ke kuburnya, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang lahad dan tiga lagi turunkan jenazah. Takdir Allah, apabila jasad jenazah itu mencecah sahaja ke bumi, tiba tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah-celah bumi yang pada asalnya kering. Hari itu tidak hujan, tetapi dari mana datangnya air itu? Sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak Allahyarham supaya sendaikan jenazah bapa mereka dengan kemas. Saya takut nanti ia akan terlangkup….na’uzubillah. Kalau mayat terlangkup, tidak ada harapan untuk mendapat syafaat Nabi saw.

Papan keranda diturunkan dan kami segera kambus kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injakkan tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap. Tapi sungguh menyayukan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becak. Saya tahu, jenazah berkenaan ditenggelamkan oleh air hitam yang busuk itu. Melihatkan keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak Allahyarham supaya berhenti menginjakkan tanah itu. Tinggalkan dalam suku meter, timbus dan bataskan. Ertinya kubur itu tidak dikambus hingga ke permukaan lubangnya, tetapi ia seperti kubur berlubang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak membacakan talkin, saya tengok tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air. Masya-Allah, dalam sejarah hidup saya, inilah julung-julung kalinya peristiwa seperti itu terjadi. Melihatkan keadaan itu, saya mengambil keputusan untuk menyelesaikan pengebumian secepat mungkin. Sejak sekian lama terlibat dalam pengurusan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talkinkan. Saya cuma bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah itu saya pulang ke rumah Allahyarham dan himpunkan keluarganya. Saya bertanya kepada isteri Allahyarham, apakah yang telah dilakukan oleh Allahyarham semasa hayatnya. Adakah dia pernah menzalimi orang alim, mendapat harta secara merampas, menipu rasuah, memakan harta masjid dan anak yatim? Isteri allahyarham tidak dapat memberikan jawapan. Memikirkan mungkin dia malu untuk memberitahu, saya tinggalkan nombor telefon rumah saya. Tetapi sedihnya, sehingga sekarang tidak seorang pun anak-anak Allahyarham menghubungi saya.

Untuk pengetahuan umum, anak-anak Allahyarham merupakan orang-orang yang berpendidikan tinggi sehingga ada seorang yang beristerikan orang Amerika, seorang dapat isteri orang Australia dan seorang lagi isterinya orang Jepun. Saya bertambah sedih apabila dua orang yang membantu saya menguruskan jenazah tadi menelefon saya. Mereka kata mereka menyesal membantu saya menguruskan jenazah Allahyarham kerana anak-anak Allahyarham telah menjadikan mereka sebagai musuh. Saya bertanya, adakah mereka menceritakan kisah itu kepada masyarakat? Mereka kata ‘TIDAK’. Peristiwa ini akan tetap saya ingat sampai bila-bila. Kepada masyarakat, tanyalah diri kita adakah kita mahu peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu bapa kita, anak kita atau kaum keluarga kita? Adakah kita mahu peristiwa ini berlaku berulang-ulang kali sehingga sampai satu masa nanti di mana masyarakat menganggap peristiwa ini sebagai perkara biasa?

Sumber: http://peribadirasulullah.wordpress.com/2009/08/31/mayat-yang-keluar-ulat-hidup-hidup/

Wanita Tua yang Hoby Bersolek dan Jadi Rebutan

Wanita tua yang hoby bersolek dan menjadi rebutan….
Siapakah dia…???
Dia adalah dunia…

Dunia ini digambarkan sebgai wanita tua yang terus bersolek dan mendandani dirinya sehingga menarik dan menjadi rebutan manusia yang mengejar-ngejar dunia dan cinta dunia.

Tahukah kita bahwa dunia ini sudah tua dan menunggu kapan dia kiamat dan binasa.

Seharusnya kita sadar bahwa yang kita kejar dan kita perebutkan ini adalah sia-sia.

Dunia memang perlu tapi untuk sekedar keperluan sebagai sarana untuk ibadah kepada Allah. Bukan sebagai tujuan hidup kita.
Tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah akherat…..

Wallahu ‘alam bishowab.

Ayat-Ayat Tentang Siksa….

Ar Raad:6
Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan[766], padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksanya.

[766]. Orang-orang musyrik dengan cara mengejek meminta kepada Nabi Muhammad s.a.w., supaya disegerakan turunnya siksa, padahal semestinya mereka lebih dahulu meminta rahmat dan keselamatan.

Ali Imran:4
sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan[182]. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

[182]. Al Furqaan ialah kitab yang membedakan antara yang benar dan yang salah.

As Sajadah:14
Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.

Yaasiin:45
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

Ali Imran:56
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

Sadis…Perempuan pun di Bom Seradu Israel

Memang betul-betul sadis kelakuan serdadun Israel ini. Perempuan pun terkena sasaran bom serdadu Israel.


Seorang pria Palestina yang terluka digotong ke rumah sakit, Minggu (4/1). Rudal Israel yang menghantam pusat perbelanjaan utama di Gaza City menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 40 orang yang semuanya adalah warga sipil Palestina.

GAZA, KOMPAS.com – Serangan bom Angkatan Darat Israel menewaskan seorang perempuan Palestina dan melukai dua saudaranya di Jalur Gaza Tengah, Selasa (13/7/2010).

Pembunuhan terhadap warga Palestina di desa Johar a-Deek dekat perbatasan Gaza-Israel itu justru dibela seorang juru bicara militer negara teroris Zionis Israel.

Juru bicara militer itu mengatakan, ketiga warga Palestina itu ditembak karena dicurigai mau menyerang. Kekejian pasukan Israel terhadap warga Palestina tidak berdosa bukan baru kali ini saja terjadi.

Dalam serangannya ke Jalur Gaza yang dikuasai Hamas selama 22 hari pada Desember 2008-Januari 2009, sedikitnya 1.300 orang, termasuk 400 anak Palestina tewas.

Jumlah warga Palestina yang terluka akibat serangan udara negara teroris Israel itu tercatat 5.300 orang.

Selain korban jiwa, ribuan rumah warga, gedung sekolah, rumah sakit, dan gedung PBB juga hancur lebur akibat serangan Israel dengan total nilai kerugian diperkirakan 476 juta dolar Amerika Serikat.

Sebaliknya, Israel mengklaim jumlah korban tewas di pihaknya dalam konflik bersenjata dengan Hamas itu hanya 13 orang.

TV Al Qur’An… Mendengarkan Bacaan Ayat Qur’an On Line dari Internet

Dengarkanlah bacaan-bacaan ayat suci Al Qur’an dari para qori mudah dengan suara yang merdu…
Insya Allah akan menambah kesyahduan dan ketenangan jiwa kita ketika mendengar bacaan mereka.

Klik gambar ini untuk mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an dari internet

15 Siksa bagi yang Meringan-ringankan Sholat

Ada 15 siksa buat orang yang meringan-ringankan sholat (menunda-nunda waktu sholat). enam perkara di dunia, tiga perkara ketika matinya, tiga perkara ketika di dalam kuburnya dan tiga perkara lagi saat menghadap Allah SWT.

Enam Perkara ketika di Dunia :

1. Diambil berkah pada umurnya. (misalnya gelisah dan merasa tidak puas dan sempit waktu)
2. Diambil berkah pada rezekinya (merasa kurang terus sekalipun hartanya banyak)
3. Diambil wajah sholehnya (berkah sholeh pada wajahnya)
4. Tidak terpelihara baginya agama islam (sholatnya tidak terurus dan berantakan)
5. Tiap-tiap amal di dunia yang diamalkannya tidak diberi pahala.
6. Tiada diangkat do’anya oleh malaikat ke langit.

Tiga perkara ketika matinya :

1. Mati dalam keadaan hina
2. Matinya dengan sangat lapar
3. Matinya dalam keadaan dahaga, sekalipun diminumkan untuknya air satu dunia, tetap akan haus terus.

Tiga Perkara ketika di dalam kuburnya :

1. Disempitkan lubang kuburnya.
2. Didatangkan padanya malaikat siksa kubur yang mempunyai kuku-kuku yang panjangnya perjalanan sehari semalam. Kemudian malaikat memukulnya dengan palu dari besi ditangan kanannya hingga kita masuk ke dalam tanah sampai 70 hasta (satu hasta + 100 meter), lalu malaukat itu mengambilnya hanya dengan kuku satu jari telunjuknya, terus disiksa hingga hari Kiamat tiba.
3. Didatangkan padanya binatang-binatang ular yang matanya terbuat dari api neraka, nama ular tersebut “Sujaul Aqro”.

Tiga perkara ketika bertemu Tuhannya:

1. Disuruhnya malaikat menggantungkan rantai panjang 70 hasta di lehernya, kemudian dimasukkan rantai itu melalui mulutnya dan dikeluarkan melalui duburnya.
2. Dipecutkannya rantai itu ke tubuhnya
3. Maka dibawa padanya ke Neraka.

Wallahu bisowaab.