Video Porno,Zina,Kemaksiatan dan Kemungkaran,Salah Siapa???


Banyaknya kasus perzinahan yang dipertontonkan secara luas, yang diedarkan melalui video mesum para artis dan juga para pejabat dan pelajar, membuat negeri ini seperti negeri yang tak memiliki norma dan aturan. Negeri yang mayoritas memeluk agaman Islam, menjadi negeri yang tak beradab.

ya, Indonesia sekarang beda dengan Indonesia yang dulu. Indonesia yang katanya sudah berkembang dan maju dibidang ekonomi dan teknologi, ternyata turun dan mundur dibidang akhlak dan moral.

Seharusnya kita malu pada diri kita. pada agama yang kita anut dan bahkan pada Allah.Dimana kita juga ikut andil saat maksiat itu terjadi, banyak maupun sedikit terhadap maksiat yang terjadi di lingkungan kita keluarga kita dan masyarakat kita, bahkan negara dan dunia ini.

Banyak perintah dalam kitab suci kita dan juga hadist Rasulullah agar kita melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar artinya kita harus memerintahkan untuk berbuat baik dan mencegar berbuat mungkar. Minimal kita memerintahkan untuk dir kita sendiri, keluarga kita dan masyarakat lingkungan kita.

Jika kita melihat kemungkaran maka kita wajib mencegahnya jika kita mampu maka dengan tangan atau kekuatan kita, jika tidak mampu maka dengan lisan kita, sedangkan selemah – lemah iman kita benci dengan kemaksiatan itu. Bukan malah mendukung kemaksiatan.

Contoh hal-hal kecil kemaksiatan yang terjadi di depan mata kita :
Ada pelajar yang merokok di depan kita serta mengobrol dengan temannya dengan kata-kata “makian” dan kata-kata “kasar” dan “jorok” saat di kendaraan umum beranikah kita menegurnya? Malah kadang kita hanya cuek berfikiran itu bukan anakku atau saudaraku kenapa aku usil. Atau kita diam saja karena takut pelajar itu akan marah dan khawatir mengeroyok kita bersama teman-temannya.

Seandainya kita melakukan perintah itu niscaya kemaksiatan dan kemungkaran akan berkurang. Tetapi karena banyak dari kita yang melepas tanggung jawab itu maka jangan heran kalau maksiat itu akan meraja lela di depan mata kita bahkan kadang di rumah kita sendiri.

Marilah kita bersama melaksanakan kembali perintah Allah dan RasulNya untuk amar ma’ruf nahi munkar.

Wallahu a’lam bi showab.

Dakwah Setan


Inilah ciri-ciri dakwahnya setan:
1. Berdakwah dengan keyakinan yang sempurna.
2. Nishab dakwahnya 11 bulan dalam satu tahun.

Mereka tidak berdakwah pada bulan Ramadhan. Mereka tidak berdakwah di bulan ini bukan karena keinginan mereka, tetapi dilarang oleh Allah SWT.
3. Satu hati.

Sesama dai kemungkaran tidak ada perpecahan, permusuhan, saling cela-mencela. Mereka bersatu pada agar tujuan mereka tercapai.
4. Berpengalaman dalam berdakwah.

Mursyid dakwah mereka adalah Iblis. Iblis yang berpengalaman menggelincirkan Nabi Adam as. Iblis yang belajar langsung kepada Allah, bagaimana caranya menggoda manusia. Hanya hamba-hamba Allah yang IKHLASH saja yang tidak bisa digoda oleh Iblis dan semua turunannya.
5. Dakwahnya menjadi maksud hidup bukan sambilan dan bukan sarana untuk mencari harta.
Sumber: http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/02/kelebihan-dakwah-syaitan/>

Manfaat dan Keutamaan Istighfar (Mohon Ampun Kepada Allah)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allâh, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasul-Nya yang terpercaya, keluarga, para shahabat serta orang yang mengikuti beliau hingga hari Kiamat, wa ba’du:
Berikut ini kami ketengahkan beberapa bahasan secara ringkas mengenai “Istighfar: keutamaan, waktu dan lafazhnya”. Kami memohon kepada Allâh agar menjadikan tulisan ini bermanfa’at.

Diriwayatkan oleh HR. Bukhori, Nabi SAW bersabda “Istighfar paling utama yaitu engkau akan membaca : Allaahumma anta robbi, laa ilaa haillaa anta … (Syaidul Istighfar)”

Istighfar sendiri berarti memohon ampun atas dosa yang kita lakukan, sengaja atau tidak, kita ketahui atau tidak. Allah sendiri memerintahkan kita untuk selalu beristighfar karena kita senantiasa berbuat dosa.

Istighfar cukup dengan lafadz “Astaghfirullahhal ‘adzim” yang berarti Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung

Namun sesuai dengan Hadist Nabi SAW, Istighfar paling utama adalah Syaidul Istighfar. Adapun keistimewaan Istighfar tersebut selain sebagai Istighfar / Doa Memohon Ampun adalah (diriwayatkan oleh HR. Bukhori) bahwa “… Apabila Istighfar ini (Syaidul Istighfar) dibacanya di waktu sore lalu ia meninggal dunia, niscaya ia masuk surga atau (perawi ragu – ragu) ia tergolong salah satu penghuni surga. Dan apabila ia baca di waktu pagi hari lalu ia meninggal dunia pada hari itu, begitu pula”

I. Manfaat dan Keutamaan Istighfar

1. Istighfar merupakan bentuk keta’atan kepada Allâh ‘Azza Wa Jalla
Hamba yang taat adalah hamba yang selalu mohon ampun kepada Allah “Azza Wa Jalla. Banyanyak perintah Allah dalam Al Qur’an yang menyuruh hambaNya untuk beristighfar.

2. Istighfar merupakan sebab untuk diampuninya dosa
Istighfar merupakan sebab untuk diampuninya dosa, sebab turunnya hujan, mendapatkan harta dan anak serta masuknya manusia ke dalam surga. Nabi Nuh berkata ketika mendakwahi kaumnya, sebagimana firman Allah (artinya): “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Q.,s. Nûh:10-12)

3, Kekuatan menjadi bertambah dengan istighfar
Kekuatan menjadi bertambah dengan istighfar, Allah Ta’ala berfirman (artinya), Dan (Hud berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu tobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”.(Q.,s.Hûd:52)

4. Penyebab Mendapatkan Kesenganan yang Baik
Ia merupakan sebab mendapatkan kesenangan yang baik, serta menjadi sebab masing-masing orang yang memiliki keutamaan berhak mendapatkan keutamaannya. Allah Ta’ala berfirman (artinya), “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (Q.,s.Hûd:3).

5. Terhindar dari Azab Allah
Allah tidak akan mengazab orang yang selalu beristighfar. Dia telah berfirman (artinya), “Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Q.,s.al-Anfâ l:33)

6. Meupakan Kebutuhan Seorang Hamba
Ia dibutuhkan oleh hamba-hamba Allâh karena mereka selalu berbuat kesalahan sepanjang malam dan siang hari. Jadi, bila mereka beristighfar, Allâh pasti mengampuni mereka.

7. Penyebab Turunnya Rahmat Allah
Rahmat akan turun dengan sebab istighfar. Allah Ta’ala berfirman, “Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.”(Q.,s.an-Naml: 46)

8. Kaffarat (Penebus Dosa)
Istighfar merupakan kaffarat (penebus dosa) yang dilakukan dalam suatu majlis.

9.Mengikuti Sunnah Nabi
Melakukannya berarti meneladani Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam sebab beliau beristighfar di dalam satu majlis sebanyak 70 kali. Dalam riwayat yang lain disebutkan, sebanyak 100 kali.

II. Beberapa Ungkapan Mengenai Istighfar

Diriwayatkan dari Luqman ‘alaihissalâm bahwa dia berpesan kepada anaknya, “Wahai anakku! Biasakanlah lisanmu mengucapkan:

“Ya Allâh! ampunilah aku”, sebab Allâh menyediakan waktu-waktu dimana Dia Ta’âla tidak menolak doa orang yang berdoa kepada-Nya.”

‘Aisyah radhiallaahu ‘anha berkata, “Beruntunglah orang yang mendapatkan di dalam shahîfah (lembaran amalnya) istighfar yang banyak.”

Qatâdah berkata, “Sesungguhnya al-Qur’an ini menunjukkan kepada kalian penyakit dan obat; penyakit itu adalah dosa-dosa sedangkan obatnya adalah istighfar.”

Abu al-Minhâl berkata, “Tidak ada tetangga (teman dekat) yang lebih dicintai oleh seorang hamba kelak di kuburnya selain istighfar.”

al-Hasan berkata, “Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah kalian, di hadapan hidangan-hidangan, di jalan-jalan, pasar-pasar serta majlis-majlis sebab kalian tidak tahu kapan ampunan-Nya akan turun.”

Seorang Arab Badui (orang yang biasa hidup di pedalaman gurun pasir) bertutur, “Barangsiapa yang mendiami bumi kami ini, maka hendaklah dia memperbanyak istighfar sebab bersama istighfar itulah terdapat awan tebal yang membawa curahan hujan.” (maksudnya istighfar itu merupakan sebab turunnya hujan-penj., )

III. Waktu-waktu Beristighfar

Istighfar disyari’atkan di dalam setiap waktu, tetapi ia menjadi wajib ketika melakukan dosa-dosa dan menjadi sunnah/sangat dianjurkan seusai melakukan perbuatan-perbuatan baik, seperti beristighfar 3 kali setelah shalat, setelah haji dan lain-lain.

Juga, dianjurkan pada waktu sahur sebab Allâh memuji orang-orang yang beristighfar pada waktu-waktu sahur tersebut.

IV. Lafazh-lafazh Istighfar
Adapun bacaan Syaidul Istighfar adalah sebagai berikut :

Allahumma anta rabbi, laa ilaaha illa anta khalqtani, wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarri ma shona’tu, abu – ulaka bi ni’matika ‘alayya, wa abu – u bi dzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba – Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian – Mu, yang dengan segala kemampuanku, perintah – Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada – Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap – Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat – Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa – dosaku. Sebab tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.

Wabillahi taupiq wal hidayah
Wa’alaikum salam Warahmatullahi wabarakatuh

Ciri-Ciri Lailatul Qadr

Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt : إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾ أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ٥﴾ Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369 ] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5) Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya : تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾ Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5) Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah : 1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani. 2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang- bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya. ” (HR. Ibnu Hibban) 3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani) 4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim) Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri- negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda- tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178) Perbedaan Waktu Antar Negara Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,” Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim). Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan— atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi) Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.” Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi) Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21 , 23 , 25 , 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara— sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir.

Istilah-Istilah Dalam Jamaah Tabligh

A

Adab: Tatacara/tatatertib/aturan /petunjuk pelaksanaan
Ahliyah: penyebutan untuk istri
Amir: orang yang memimpin jamaah baik dalam musyawarah maupun waktu kuruj
Anshor:orang yang bertempat di sekitar mesjid yang kedatangan jamaah dari daerah lain
Awam: Orang kebanyakan

B

Banglawali Masjid: Nama Masjid Markaj dakwan di dunia (di New Delhi,India)
Bayan: Ceramah agama
Bujruk: Orang tua orang yang sudah lama dalam usaha dakwah

C

Cilla: ukuran waktu 1 cilla=40 hari

D

Dalil:Penunjuk jalan saat jaula
Dakwah ilallah : Mengajak hanya kepada Allah
Din: agama
Dinullah: agama Allah

E

Enam Sifat Sahabat: Petunjuk Akhlak para sahabat Rasululullah Salallahu alaihi wasalam

F

Fadhila: Keutamaan
Fadhila Amal: Keutamaan amal (nama kitab pegangan jamaah tabligh)
Fadhilah Sedekah: Kitab keutamaan sedekah
Faisalah: Penanggung jawab markaz propinsi

H

Halaqah: Mesjid pusat musyawarah jamaah di wilayah kabupaten
Hijrah: Pindah
Hadratji: Yang dimuliakan

I

Ilham: fikiran baik yang datang dari Allah
Israf: Mengharap kepada selain Allah
Ijtima’i: perkumpulan (berjamaah)
Infirodhi: Amalan yang dikerjakan sendiri-sendiri (pribadi)
Intiqoli: Amalan pada saat kuruj/keluar
IPB: India Pakistan Bangladesh (keluar/kuruj ke 3 negara tersebut)
Istiqbal: penerima/penyambut tamu

J

Jaula: Berkeliling kampung untuk mengajak orang taat kepad Allah
Jamaah: Kelompok atau rombongan lebih dari 2 orang.
Jihad: Melawan hawa nafsu (berperang atau berjuang membela agama)
Jalan Gajah: Nama Jalan di Medan Tempat Mesjid Jamiatul Islamiah (markaz dakwah Medan)
Jumidar: Penannggung jawab Halqah

K

Karkun: Orang yang sudah pernah kuruj/keluar minimal 3 hari.
Khuruj: Keluar di jalan Allah (melatih diri bejar dakwah selama 3 hari,40 hari atau 4 bulan)
Khidmat: Membantu atau melayani
Khirosah: Petugas keamanan (penjaga keamanan)
Khususi: Bersilaturahmi/mendatangi orang tertentu yang telah dimusyawarahkan
Kebun jeruk: Nama wilayah markaz dakwah di Jakarta

M

Mal: harta/Biaya/dana untuk kuruj atau kegiatan lain
Makmur: orang yang ikut dalam rombongan (anggota jamaah)
Maqomi:Amalan pada saat berada di muhalla masing-masing (tidak kuruj)
Markaz: mesjid pusat musyawarah jamaah tingakat propinsi,negara maupun dunia
Muhallah: mesjid pusat musyawarah di lingkungan desa, atau daerah sekitar mesjid.
Musyawarah: memutuskan keperluan dakwah dan urusan jemaah yang henda kuruj dan masalah lainnya.
Muzakarah: Berdiskusi saling mengingatkan untuk suatu perkara tertentu.
Masturoh: Usaha dakwahdi kalangan wanita jamaah tabligh penyebutan untuk wanita jamaah tabligh
Masyaih:Pemimpin/penanggung jawab markaz dunia.
Mulaqot: ertemuan suami istri untuk membicarakan masalah dakwah pada saat kuruj masturoh.
Mutakalim: juru bicara.
Muzakirin:orang yang berzikir
Muhajirin:Orang yang datang atau kuruj di daerah lain.
Muntakhab Hadist: Kitab kumpulan hadist tentang 6 Sifat Sahabat penyusun Maulana Saad Al Khandalawi rah.

N

Niat; rencana
Nijamuddin: Nama daerah di India tempat markaz dakwah seluruh dunia

P

Petaling: Nama markaz dakwah di Malaysia

R

Rehbar: Penunjuk jalan

S

Suroh: Penanggung jawab markaz negara

T

Taklim wa taklum: Belajar mengajar/membaca dan mendengar kandungan kitab fadhilah amal
Tafaqud: Tabungan untuk kuruj/keluar
Ta’am: makan
Takrir:ceramah pada saat jaula dan temanya tentang kebesaran Allah
Takjim wal I’tirom:Mengagungkan dan memuliyakan Ayat dan hadist yang dibaca atau di dengar
Ta’asur bi qalbi: mengesankan dalam hati