Warisan Rasulullah…

Seorang kakek tua menghampiri segerombolan anak-anak mudah di pinggir jalan sambil berkata, “Kenapa kalian duduk-duduk disini, sedangkan di Masjid sedang dibagikan warisan Rasulullah.” Segera mereka yang duduk-duduk itu berhamburan lari menuju Masjid. Sejurus kemudian mereka kembali lagi dengan kecewa.

“Kenapa kalian kembal?”, tanya kakek itu lagi. “Tak ada warisan yang dibagi di Masjid mereka hanya berkumpul mengaji Al Qur’an dan hadist” . Jawab anak-anak muda itu.

“Itulah warisan Rasulullah.” jawab kakek itu dengan sedih.

 

 

SELAMAT MENYAMBUT MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAW

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi robbil ‘alamin, washollatu wassalamu’alall asrofil anbiyai wal mursallin wa’ala alihi wa ashobihi ajmain. Ama ba’du.

Segala puji dan syukur hanya milik Allah subhanahu wata’ala yang telah memberikan nikmat yang begitu besar kepada kita yaitu nikmat Iman wal Islam. Sholawat dan salam kita panjatkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa salam, karena dengan kelahiran beliau membawa rahmat di seluruh alam dan membawa manusia dari jaman jahiliyah menjadi jaman cahaya hidayah Iman dan Islam.

Sebentar lagi kita akan menyambut dan memperingati hari yang sangat bersejarah untuk umat Islam di seluruh dunia yaitu maulid nabi besar Muhammad sholallahu ‘alaihi wasalam, yaitu tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H atau bertepatan dengan tanggal 15 Pebruari 2011. Sebagai umat beliau sepantasnyalah kita mengenang siroh nabawi atau sejarah perjalanan nabi dan perjuangannya dalam menegakkan dinnul Islam.

Sebagaian orang yang tidak bertanggung jawab menuduh merayakan maulid adalah bid’ah dan sesat sangat – sangat menyakitkan hati umat Islam di dunia khususnya di Indonesia yang mayoritas beragama Islam dan setiap tahun merayakan dan bergembira menyambut maulid nabi dengan sodaqah kepada anak yatim dan mengadakan pengajian dan ceramah agama tentang siroh nabawi di Masjid-masjid, di mushollah-mushollah bahkan di gedung-gedung perkantoran,pesantren-pesantren,kampus-kampus dan sekolah-sekolah.

Tuduhan mereka sangat lucu dan menggunakan dalil yang tidak sesuai dengan konteks dan penuh tuduhan yang tidak berdasar atas peringatan maulid itu. Dengan demikian perlulah diluruskan bahwa maulid nabi itu mempunyai dalil dan juga ada keutamaan – keutamaan dalam peringatan dengan tujuan mengingat kembali perjalanan sejarah rasulullah dalam mendakwahkan Islam sehingga kita bisa mendapatkan nikmat Islam itu sekarang.

Berikut ini adalah dalil-dalil yang menjadi dasar peringatan maulid nabi besar Muhammad sholallahu ‘alaihi wasalam:

1. Abu Bakar ash-Shiddiq

Telah berkata Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq: “Barangsiapa yang menafkahkan satu dirham bagi menggalakkan bacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di dalam syurga.” (sumber …dari kitab anni’matul kubr…o ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

2. Umar bin Khottob al-Furqon

Telah berkata Sayyidina ‘Umar: “Siapa yang membesarkan (memuliakan) majlis maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

3. Utsman bin ‘Affan Dzun-Nuraini

Telah berkata Sayyidina Utsman: “Siapa yang menafkahkan satu dirham untuk majlis membaca maulid Nabi saw. maka seolah-olah ia menyaksikan peperangan Badar dan Hunain” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

4. Ali bin Abi Tholib Karomallahu wajhah

Telah berkata ‘Ali : “Siapa yang membesarkan majlis maulid Nabi saw. dan karenanya diadakan majlis membaca maulid, maka dia tidak akan keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan masuk ke dalam syurga tanpa hisab”. (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

5. Syekh Hasan al-Bashri

Telah berkata Hasan Al-Bashri: “Aku suka seandainya aku mempunyai emas setinggi gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk membaca maulid Nabi saw. (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

6. Syekh Junaid al-Baghdady

Telah berkata Junaid Al-Baghdadi semoga Allah mensucikan rahasianya: “Siapa yang menghadiri majlis maulid Nabi saw. dan membesarkan kedudukannya, maka sesungguhnya ia telah mencapai kekuatan iman”. (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

7. Syekh Ma’ruf al-Karkhy

Telah berkata Ma’ruf Al-Karkhi: “Siapa yang menyediakan makanan untuk majlis membaca maulid Nabi saw. mengumpulkan saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang bau yang wangi dan memakai wangi-wangian karena membesarkan kelahiran Nabi saw, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama kumpulan yang pertama di kalangan nabi-nabi dan dia berada di syurga yang teratas (Illiyyin)” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

8. Fakhruddin ar-Rozi

Telah berkata seorang yang unggul pada zamannya, Imam Fakhruddin Al-Razi: “Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi saw ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan zahir keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka makanan tersebut akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah mengampunkan orang yang memakannya”.

“Sekirannya dibacakan maulid Nabi saw. ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki, penyakit dan tidak mati hati tersebut pada hari dimatikan hati-hati”.

“Siapa yang membaca maulid Nabi saw. pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke atas dirham tersebut keberkatan, pemiliknya tidak akan fakir dan tidak akan kosong tangannya dengan keberkatan Nabi saw.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

9. Imam as-Syafii

Telah berkata Imam Asy-Syafi’i: “Siapa yang menghimpunkan saudaranya (sesama Islam) untuk mengadakan majlis maulid Nabi saw., menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan, dan dia menjadi sebab dibaca maulid Nabi saw. itu, maka dia akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat bersama ahli siddiqin (orang-orang yang benar), syuhada’ dan solihin serta berada di dalam syurga-syurga Na’im.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

10. as-Sary as-Saqothy

Telah berkata As-Sariyy As-Saqothi: “Siapa yang pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah pergi ke satu taman dari taman-taman syurga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan lantaran kerana cintanya kepada Nabi saw. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: “Sesiapa yang mecintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam syurga.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

11. Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar al-Haitami

“Siapa yang hendak membesarkan maulid Nabi saw. maka cukuplah disebutkan sekedar

ini saja akan kelebihannya. Bagi siapa yang tidak ada di hatinya hasrat untuk membesarkan maulid Nabi saw. sekiranya dipenuhi dunia ini dengan pujian ke atasnya, tetap juga hatinya tidak akan tergerak untuk mencintai Nabi saw. Semoga Allah menjadikan kami dan kalian di kalangan orang yang membesarkan dan memuliakannya dan mengetahui kadar kedudukan Baginda saw. serta menjadi orang yang teristimewa di kalangan orang-orang yang teristimewa di dalam mencintai dan mengikutinya. Aamiin, wahai Tuhan sekalian alam. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas penghulu kami Nabi Muhammad saw. keluarganya dan sahabat-sahabatnya sekalian hingga Hari Kemudian.”

(sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

Oleh Group Facebook: 1.000.000 Juta Orang Menolak Wahabi di Indonesia

Bagaimana Menyelamatkan Keluarga dari Siksa Api Neraka…?

Hampir semua lapisan masyarakat berpendapat bahwa “Untuk apa dakwah 3 hari, 40 hari 4 bulan tinggalkan anak istri dan menghabiskan uang yang banyak” yang harus kita perbaiki itu yang paling utama keluarga kita dulu baru orang lain.

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At Tahrim 6)

Nabi Nuh as tidak bisa menyelamatkan istri dan anaknya dari neraka. Nabi Muhammad SAW tidak bisa menyelamatkan pamannya dari apai neraka. Kita hari merasa hebat bisa menyelamatkan keluarga dari apa neraka.

Nabi Ibrahim as tinggalkan anak dan istrinya 13 tahun untuk dakwah. Nabi Ibrahim as tidak sedikit pun pernah mengajarkan anaknya Ismail agama selama 13 tahun.

Seorang Tabiin bernama Al Farooq telah tinggalkan isrti yang hamil selama 27 tahun untuk dakwah kembali maka anaknya jadi Ulama hebat yaitu Rabiah al Farooq dimana Imam Imam besar Maliki, Hasan Basri dll belajar hadits darinya.

Yang memberi hidayah Allah, yang memberi femahaman Allah, yang menyelamatkan keluarga dari api neraka pun Allah.
Setiap manusia baik dia petani, pegawai, pejabat dsb kalau masuk rumah apa yang dia pikirkan…? Hampir semua suami yang masuk kerumah ketika pulang bekerja atau jam istirahat pulang kerumah yang dipikirkannya adalah :

1. Makan
2. Berhubungan suami istri

Jadi, kapan kita berpikir supaya menyelamatkan keluarga dari neraka…?

Supaya ada pikir agama ketika masuk rumah ya keluar 3 hari dulu.

Setelah keluar 3 hari baru nanti anda tahu bagai mana caranya menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka…?

Ketika masuk rumah akan ada pikir bagai mana caranya supaya istriku tutup aurat. Supaya anakku mau shalat. Ini akan langsung kita amalkan bukan hanya dipikirkan dengan menghidupkan taklim dirumah dan mudzakarah agama dirumah. Supaya istri juga ada pikir agama diajak juga keluar 3 hari.

Supaya tetangga kita yang preman itu ada pikir agama dan bisa menyelamatkan diri dan keluarganya dari api neraka ajak juga keluar 3 hari.

Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=190361734322807

Kekuatan Pikiran Manusia

Dengan izin Allah Sang Maha Pencipta pikiran manusia itu sangat dahsyat. Jika manusia berfkir bagaimana besi yang berat bisa terbang seperti burung, bagaimana besi yang berat bisa mengapung di air. Maka manusia dengan pikirannya membuat kapal terbang dan kapal laut. manusia berfikir agar bisa bepergian ke seluruh dunia dengan cepat dan dapat menyingkat waktu perjalanan di dunia ini.

Demikian juga sekarang manusia berfikir bagaimana kita bisa mengetahui berita disuatu daerah atau dibelahan dunia ini tanpa meninggalkan tempat duduknya dirumah, maka dibuatlah internet dan alat komunikasi lainnya. Itulah dahsyatnya kekuatan pikiran manusia.

Tapi adakah manusia yang berpikir bagaimana supaya manusia ini semua bisa selamat dari azab neraka, bagaimana supaya manusia seluruh dunia ini bisa masuk ke Surga bagaimana supaya manusia di dunia ini bahagia hidupnya di akherat. Adakah manusia yang menggunakan pikirannya untuk memikirkan agar manusia semua taat pada Allah dan RasulNya.

Sesuatu akan maju jika manusia memikirkan hal itu. Seperti contoh diatas manusia maju dalam kendaraan karena manusia berfikir untuk memudahkan berpergian, manusia maju dalam telekomunikasi karena selalu berfikir bagaimana terhubung dengan orang yang jauh tanpa bepergian.

Dunia ini maju karena hampir seluruh manusia memikirkan dunia ini.

Agama Islam ini juga akan maju jika kita berfikir untuk memajukannya, kita berfikir bagaimana cara memperjuangkannya dan kita berfikir bagaimana cara mendakwahkannya.

Islam maju bisa menguasai 2/3 dunia saat para sahabat semua yang berjumlah lebh kurang 124.000 para sahabat nabi semuanya memikirkan kemajuan Islam secara bersungguh-sungguh.

Marilah dari sekarang ubah pola fikir kita dengan memikirkan kemajuan Islam, ikuti contoh Rasulullah dan para sahabatnya bagaimana cara memajukan Islam dan Umatnya. Kita hanya tinggal memikirkan dan memanamkan dalam fikiran kita bagaimana agar semua manusia di dunia ini bisa mengucapkan kalimat Laa illaha ilallah Muhammadur rasulullah… kemudian baru kita bergerak mencontohi Rasulullah dan para sahabatnya dalam mendakwahkan Islam keseluruh penjuru dunia.

Wallahu ‘alam bi showab.

Larangan Memakai Cadar di Tempat Umum

Jika manusia membuat hukumnya sendiri maka tunggulah azab Allah…

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS–Senat Prancis akhirnya menyetujui rancangan undang-undang (RUU) larangan mengenakan cadar di negara Eropa tersebut. Rancangan pelarangan itu meraih 246 suara dan hanya satu yang menentangnya, Selasa waktu setempat (14/9).

Selanjutnya pelarangan itu akan ditinjau oleh Dewan Konstitusional Prancis yang akan berlangsung dalam waktu kurang dari satu bulan.

UU itu melarang pemakaian penutup wajah di tempat-tempat umum. Perempuan yang mengenakan cadar di jalan atau di gedung-gedung umum bakal dikenai denda 150 euro. Sementara laki-laki yang memaksa istrinya mengenakan cadar atau burka atau niqab diancam denda sebesar 30 ribu euro.

Sekitar dua ribu perempuan mengenakan penutup wajah dan secara total ada enam juta Muslim Prancis.

Sementara itu, Amnesty International menyatakan pelarangan itu justru menghalangi kebebasan mengeluarkan pendapat. Selanjutnya Lembaga Hak Asasi Manusia itu juga khawatir perempuan yang saat ini mengenakan cadar tidak akan berani lagi ke luar rumah.

Prancis bukan satu-satunya negara Eropa yang sibuk melarang pemakaian cadar. Spanyol dan Belgia juga melakukan hal yang sama.
Red: Endro Yuwanto
Sumber: radio nederland

Gunung Sinabung Meletus Mengapa tepat di Bulan Ramadhan…?


Astaghfirullah…kenapa negeri ini selalu dilanda bencana…
Mengapa tepat pula disaat bulan ramadhan…
Padahal ramadhan adalah bulan penuh ramat yang diberikan Allah kepada seluruh makhlukNya..
Apakah sudah banyak dari kita yang meninggalkan perintahNya….
Hanya diri kita dan Allah saja yang tahu….

Inilah berita yang saya kutip dari kompas tadi pagi tentang bencana itu….
Gunung Sinabung yang berlokasi di Desa Merdinding,Kecamatan Payung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Senin (30/8) sekitar pukul 06.30 WIB, kembali menyemburkan asap tebal hitam, sehingga warga di kaki gunung itu ketakutan.

Seorang warga Kabanjahe Irfin Dian(35) yang memantau perkembangan Gunung Sinabung menyebutkan, sebelum mengeluarkan asap hitam terjadi gempa selama lima menit.

Sebelumnya, Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.640 meter di atas permukaan laut itu meletus dan mengeluarkan asap tebal serta percikan api, Sabtu (28/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

Semburan asap yang terjadi di Gunung Sinabung juga mengeluarkan debu vulkanik dan partikel belerang berwarna putih bercampur keabu-abuan. Partikel belerang itu menutupi areal perkebunan dan pertanian milik warga yang bermukim di bawah kaki Gunung Sinabung.

Dian mengatakan, gempa yang terjadi secara-tiba itu, cukup dirasakan warga di Kota Kabanjahe ibu kota kabupaten Tanah Karo. Gempa itu juga mengagetkan warga setempat yang baru saja melakukan sahur dan melaksanakan Shalat Subuh.

Bahkan, sebahagian warga Kabanjahe itu lari berhamburan ke luar rumah setelah mengetahui adanya gempa tersebut. “Ini mungkin untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini,” kata Dian.

Kisah Nyata Jenazah Mengeluarkan Kotoran dan Ulat dari Mulutnya


Pengalaman seorang Jurumandi Mayat Daerah Gombak, Selangor.
Kisah benar ini diceritakan oleh Ustaz Abu Bakar Abdul Aziz.

Ia berlaku di kawasan daerah Gombak di mana jurumandi memandikan jenazah yang agak kaya orangnya dan berpengaruh. Begini ceritanya :-

Saya telah terlibat dalam pengurusan jenazah lebih daripada 20 tahun. Pelbagai pengalaman telah saya lalui kerana dalam tempoh itu bermacam-macam jenis mayat yang telah saya uruskan. Ada yang meninggal dunia akibat kemalangan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya. Bagaimanapun, pengalaman menguruskan satu jenazah di sebuah tempat di sempadan Selangor dan Wilayah Persekutuan beberapa tahun yang lalu, telah mendedahkan saya kepada satu kes yang cukup ‘istimewa’ sepanjang pengalaman saya menguruskan jenazah. Inilah kali pertama saya bertemu dengan satu jenazah yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekali gus menberikan banyak iktibar.

Peristiwa tersebut berlaku dua hari lagi sebelum pilihanraya di Serkam, Melaka. Nama tempat dan nama orang yang meninggal itu tidaklah dapat saya nyatakan di sini. Ia terjadi secara kebetulan ketika saya diminta oleh anak Allahyarham menguruskan jenazah bapanya. Pada hari itu, saya pergi ke rumah seorang sahabat untuk mengubatkan mata ibunya bagi kali yang terakhir. Niat saya ialah supaya mata ibu tadi sembuh dan boleh membaca Al-Quran. Tetapi apabila saya hendak pulang, anak Allahyarham datang menemui sahabat saya tadi dan bertanya sama ada saya mengurus jenazah atau tidak. Kawan saya kata, “Cubalah tanya dia sendiri.” Kawan saya ada memberitahu saya dua bulan yang lepas bahawa saya sahaja yang mengadakan kursus dalam hal menguruskan jenazah. Anak Allahyarham menemui saya. Saya beritahu dia bahawa jenazah tidak elok dibiarkan lama-lama.

Saya terus pergi ke rumahnya. Tapi bila saya hampir sampai ke rumah Allahyarham, saya bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup pelik dan busuk. Saya telah menguruskan banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini.Bila saya tengok wajah Allahyarham, sekali lagi hati saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti sedang dirundung oleh bermacam-macam perasaaan…takut, cemas, kesal dan bermacam-macam lagi. Wajahnya seperti tidak mendapat nur daripada Allah SWT. Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak Allahyarham dan saya potong-potongkan. Secara kebetulan pula, di situ ada dua orang yang mengikuti kursus pengurusan jenazah yang pernah saya jalankan. Saya ajak mereka membantu saya dan mereka bersetuju. Tetapi semasa memandikan mayat itu, peristiwa pertama berlaku. Untuk makluman pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut urut untuk membolehkan najis keluar. Maka saya pun urut urutkan perut Allahyarham. Tapi apa yang berlaku pada hari itu amatlah mengejutkan. Allah itu Maha Berkuasa kerana pada hari tersebut, najis tidak keluar daripada dubur mayat tadi tetapi melalui mulutnya. “Lain macam saja ni”, fikir saya. Lalu saya ubah sedikit teknik dan posisi mayat itu dan saya urut-urutkan lagi perutnya. Tapi najis itu tetap keluar dari mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang berlaku di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan najis. Saya harap ia tidak akan berulang lagi kerana saya mahu mengurut perutnya bagi kali yang terakhir. Tiba-tiba ketentuan Allah berlaku. Bila saya urut perutnya, keluarlah daripada mulut mayat itu najis bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu adalah seperti ulat najis. Warnanya putih. Dari mana datangnya ulat itu, jangan tanya saya.

Allahyarham meninggal dunia akibat diserang sakit jantung dan waktu kematiannya dengan waktu saya menguruskan mayatnya cuma lima jam setengah sahaja jaraknya. Aneh, bagaimana dalam tempoh yang sebegitu singkat mayatnya boleh menjadi sedemikian rupa? Saya lihat wajah anak Allahyarham. Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada bapa mereka. Saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejutdan panik. Lalu saya bacakan doa untuk mengelakkan badi mayat dan sapukan ke muka mereka. Saya kata kepada mereka, “Inilah ujian Allah kepada kita”. Kemudian saya minta salah seorang daripada pembantu tadi memanggil kesemua anak Allahyarham. Allahyarham pada dasarnya seorang yang beruntung kerana mempunyai tujuh orang anak, dan semuanya lelaki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di sini. Bila semua anak Allahyarham masuk, saya marahi mereka. Saya mengingatkan mereka bahawa tanggungjawab saya hanyalah membantu menguruskan jenazah bapa mereka, bukan menguruskan sepenuhnya tanggungjawab tersebut. Sepatutnya sebagai anak, merekalah yang lebih afdal menguruskan jenazah bapa mereka itu, bukannya tok imam, tok bilal, tok siak. Saya kata, mungkin satu masa dahulu ibu mereka sibuk maka Allahyarham pernah memandikan mereka. Itulah jasa dan pengorbanan seorang bapa. Tetapi saya kesal kerana dalam saat-saat begini anak-anak Allahyarham tidak langsung hendak membalas jasa bapa mereka itu.

Saya kemudiannya meminta izin serta bantuan mereka untuk menonggengkan mayat itu. Takdir Allah, apabila ditonggengkan sahaja mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup. Hampir sebesen banyaknya. Besen itu boleh dianggarkan besar sedikit daripada penutup bilah kipas meja. Subhanallah….suasana menjadi semakin panik. Saya terus bertenang dan berharap tidak berlaku lagi kejadian-kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya mandikan semula mayat tersebut dan saya ambilkan wuduk. Saya minta anak-anaknya mengambil kain kafan. Saya bawa mayat tersebut ke dalam biliknya dan tidak diizinkan seorang pun melihat upacara itu kecuali waris yang terdekat, sebab saya takut perkara-perkara yang lebih aib akan berlaku.

Takdir Allah jua yang menentukan. Apabila mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu cukup-cukup memarasi hujung kepala dan kakinya, tidak ada lebih. Maka saya tak boleh nak ikat kepala dan kakinya. Tidak keterlaluan kalau saya katakan bahawa kain kafan itu seperti tidak mahu menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang silap semasa memotongnya. Lalu saya ambil baki kain, saya potongkan dan tampungkan di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi tidak berapa elok, tetapi apa nak buat Itu sahaja yang boleh saya lakukan. Pada masa yang sama saya berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jangan Kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekadar peringatan kepada hambamu ini”. Selepas itu saya berikan taklimat tentang sembayang jenazah. Tiga kali taklimat diberikan. Yang hadir cuma 13 orang saja.

Selepas menyembahyangkan jenazah tadi, satu lagi masalah timbul. Jenazah itu tidak dapat dihantarkan ke tanah perkuburan kerana tidak ada kereta jenazah. Saya hubungi JAWI, JAIS, Pusat Islam, DBKL, Polis dan sebagainya, tetapi yang peliknya, mereka juga tidak mempunyai kereta jenazah kerana kereta yang ada sedang digunakan. Dalam keadaan itu, seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk membolehkan dia mengeluarkan van dari garaj rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu di kawasan rumah Allahyarham, tiba-tiba isterinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata di khalayak ramai, “Abang, saya tak benarkan kereta saya ini digunakan untuk mengangkat jenazah itu sebab semasa hayatnya dia tidak pernah benarkan kita naik keretanya”. Renungkanlah, kalau tidak ada apa-apa sebab, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan punya van itu membawa vannya balik. Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mendakwa dia adalah anak murid saya. Dia meminta izin daripada saya dalam 10-15 minit untuk membersihkan keretanya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, muncul kereta tersebut. Tetapi dalam keadaan yang basah kuyup. Kereta yang dimaksudkan itu sebenarnya adalah sebuah lori, dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam. Renungkanlah, pernahkan kita melihat satu jenazah dibawa ke kubur dengan lori ayam? Dalam perjalanan menuju ke kawasan perkuburan, saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya ahli masyarakat tidak payah membantu kami menguburkan jenazah tadi. Saya suruh mereka pergi kubur saudara mara dan sahabat mereka, itu lebih baik. Saya tidak mahu mereka melihat apa-apa lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi – takdir Allah yang terakhir amat memilukan. Bila sampai sahaja jenazah tersebut ke kuburnya, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang lahad dan tiga lagi turunkan jenazah. Takdir Allah, apabila jasad jenazah itu mencecah sahaja ke bumi, tiba tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah-celah bumi yang pada asalnya kering. Hari itu tidak hujan, tetapi dari mana datangnya air itu? Sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak Allahyarham supaya sendaikan jenazah bapa mereka dengan kemas. Saya takut nanti ia akan terlangkup….na’uzubillah. Kalau mayat terlangkup, tidak ada harapan untuk mendapat syafaat Nabi saw.

Papan keranda diturunkan dan kami segera kambus kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injakkan tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap. Tapi sungguh menyayukan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becak. Saya tahu, jenazah berkenaan ditenggelamkan oleh air hitam yang busuk itu. Melihatkan keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak Allahyarham supaya berhenti menginjakkan tanah itu. Tinggalkan dalam suku meter, timbus dan bataskan. Ertinya kubur itu tidak dikambus hingga ke permukaan lubangnya, tetapi ia seperti kubur berlubang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak membacakan talkin, saya tengok tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air. Masya-Allah, dalam sejarah hidup saya, inilah julung-julung kalinya peristiwa seperti itu terjadi. Melihatkan keadaan itu, saya mengambil keputusan untuk menyelesaikan pengebumian secepat mungkin. Sejak sekian lama terlibat dalam pengurusan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talkinkan. Saya cuma bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah itu saya pulang ke rumah Allahyarham dan himpunkan keluarganya. Saya bertanya kepada isteri Allahyarham, apakah yang telah dilakukan oleh Allahyarham semasa hayatnya. Adakah dia pernah menzalimi orang alim, mendapat harta secara merampas, menipu rasuah, memakan harta masjid dan anak yatim? Isteri allahyarham tidak dapat memberikan jawapan. Memikirkan mungkin dia malu untuk memberitahu, saya tinggalkan nombor telefon rumah saya. Tetapi sedihnya, sehingga sekarang tidak seorang pun anak-anak Allahyarham menghubungi saya.

Untuk pengetahuan umum, anak-anak Allahyarham merupakan orang-orang yang berpendidikan tinggi sehingga ada seorang yang beristerikan orang Amerika, seorang dapat isteri orang Australia dan seorang lagi isterinya orang Jepun. Saya bertambah sedih apabila dua orang yang membantu saya menguruskan jenazah tadi menelefon saya. Mereka kata mereka menyesal membantu saya menguruskan jenazah Allahyarham kerana anak-anak Allahyarham telah menjadikan mereka sebagai musuh. Saya bertanya, adakah mereka menceritakan kisah itu kepada masyarakat? Mereka kata ‘TIDAK’. Peristiwa ini akan tetap saya ingat sampai bila-bila. Kepada masyarakat, tanyalah diri kita adakah kita mahu peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu bapa kita, anak kita atau kaum keluarga kita? Adakah kita mahu peristiwa ini berlaku berulang-ulang kali sehingga sampai satu masa nanti di mana masyarakat menganggap peristiwa ini sebagai perkara biasa?

Sumber: http://peribadirasulullah.wordpress.com/2009/08/31/mayat-yang-keluar-ulat-hidup-hidup/

Wanita Tua yang Hoby Bersolek dan Jadi Rebutan

Wanita tua yang hoby bersolek dan menjadi rebutan….
Siapakah dia…???
Dia adalah dunia…

Dunia ini digambarkan sebgai wanita tua yang terus bersolek dan mendandani dirinya sehingga menarik dan menjadi rebutan manusia yang mengejar-ngejar dunia dan cinta dunia.

Tahukah kita bahwa dunia ini sudah tua dan menunggu kapan dia kiamat dan binasa.

Seharusnya kita sadar bahwa yang kita kejar dan kita perebutkan ini adalah sia-sia.

Dunia memang perlu tapi untuk sekedar keperluan sebagai sarana untuk ibadah kepada Allah. Bukan sebagai tujuan hidup kita.
Tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah akherat…..

Wallahu ‘alam bishowab.

TV Al Qur’An… Mendengarkan Bacaan Ayat Qur’an On Line dari Internet

Dengarkanlah bacaan-bacaan ayat suci Al Qur’an dari para qori mudah dengan suara yang merdu…
Insya Allah akan menambah kesyahduan dan ketenangan jiwa kita ketika mendengar bacaan mereka.

Klik gambar ini untuk mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an dari internet

15 Siksa bagi yang Meringan-ringankan Sholat

Ada 15 siksa buat orang yang meringan-ringankan sholat (menunda-nunda waktu sholat). enam perkara di dunia, tiga perkara ketika matinya, tiga perkara ketika di dalam kuburnya dan tiga perkara lagi saat menghadap Allah SWT.

Enam Perkara ketika di Dunia :

1. Diambil berkah pada umurnya. (misalnya gelisah dan merasa tidak puas dan sempit waktu)
2. Diambil berkah pada rezekinya (merasa kurang terus sekalipun hartanya banyak)
3. Diambil wajah sholehnya (berkah sholeh pada wajahnya)
4. Tidak terpelihara baginya agama islam (sholatnya tidak terurus dan berantakan)
5. Tiap-tiap amal di dunia yang diamalkannya tidak diberi pahala.
6. Tiada diangkat do’anya oleh malaikat ke langit.

Tiga perkara ketika matinya :

1. Mati dalam keadaan hina
2. Matinya dengan sangat lapar
3. Matinya dalam keadaan dahaga, sekalipun diminumkan untuknya air satu dunia, tetap akan haus terus.

Tiga Perkara ketika di dalam kuburnya :

1. Disempitkan lubang kuburnya.
2. Didatangkan padanya malaikat siksa kubur yang mempunyai kuku-kuku yang panjangnya perjalanan sehari semalam. Kemudian malaikat memukulnya dengan palu dari besi ditangan kanannya hingga kita masuk ke dalam tanah sampai 70 hasta (satu hasta + 100 meter), lalu malaukat itu mengambilnya hanya dengan kuku satu jari telunjuknya, terus disiksa hingga hari Kiamat tiba.
3. Didatangkan padanya binatang-binatang ular yang matanya terbuat dari api neraka, nama ular tersebut “Sujaul Aqro”.

Tiga perkara ketika bertemu Tuhannya:

1. Disuruhnya malaikat menggantungkan rantai panjang 70 hasta di lehernya, kemudian dimasukkan rantai itu melalui mulutnya dan dikeluarkan melalui duburnya.
2. Dipecutkannya rantai itu ke tubuhnya
3. Maka dibawa padanya ke Neraka.

Wallahu bisowaab.