Pemuda Miskin dan Gadis Kaya

Suatu hari si pemuda miskin ingin menembak si gadis. Gadis itu berkata”Dengarnya gaji bulananmu sama dengan pengeluaranku sehari,haruskah aku pacaran denganmu? Aku tidak pernah mencintaimu,cari saja gadis lain yang setingkat denganmu” Tapi entah kenapa si pemuda tidak bisa melupakan dirinya. Sepuluh tahun kemudian mereka bertemu dipusat perbelanjaan. Wanita itu berkata”Hei kamu apa kabar?aku sudah menikah lho,kamu tahu gaji suamiku berapa?20 juta lho perbulan,dapat kamu bayangkan,dia jugaa sangat cerdas lho” Mata pemuda itu berlinang airmata mendengar kata kata wanita itu.Beberapa menit kemudia suami wanita itu datang.Sebelum wanita itu mengatakan sesuatu suaminya berkata”Pak! Saya terkejut melihat bapak disini,kenalkan ini istri saya” Lalu dia berkata sama Istrinya”Kenalkan Bosku,beliau masih lajang lho,dia mencintai seorang gadis,tapi gadis itu menolaknya Itu sebabnya beliau belum menikah,sial sekali gadis itu… Bukankah sekarang tidak ada lagi yang mencintai seperti itu?” Wanita itu terkejut dan malu,dia tidak berani memandang wajah si pemuda itu,yang kini telah menjadi Bos suaminya sendiri. “Kadang orang yang kita sakiti dan hina,lebih sukses dari apa yang kita bayangkan,Setelah semuanya terjadi timbullah penyesalan dari dirinya.. Orng yang dihina akan memakai hinaannya untuk mencapai sebuah kesuksesan. Bukan harta yang membuat kita bahagia,namun bersyukur yang membuat kita bahagia.

Subhanallah Ditemukan Kadal Bertuliskan Lafadz Allah di Deli Serdang Sumatera Utara

Warga Dusun Masjid, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara digegerkan dengan penemuan kadal yang berlafalkan “Allah” di badannya.

Sampai saat ini, rumah milik Moelyadi (55) yang bernomor 40 di Dusun Masjid, ramai didatangi warga. Menurut Moelyadi, kadal itu ditemukan oleh anaknya, Dewi (30), Jumat (16/11/2012) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tiba-tiba, kadal jatuh dari pohon beringin yang ditanam di depan halaman rumahnya. “Waktu itu aku baru pulang shalat Jumat. Tiba- tiba anakku dan tetangga heboh. Ku lihat, rupanya memang iya lah betul, ada tulisan Allah,” ujar Moelyadi, Senin (19/11/2012) kemarin.

Sementara, Dewi mengungkapkan, saat itu ia dan tetangga lainnya sedang duduk duduk santai, di dekat dagangan gorengannya. “Kami duduk-duduk kayak biasanya. Rupanya tiba-tiba (kadal) jatuh. Kami pikir kadal biasa aja, rupanya ada bacaan Arab dengan tulisan Allah, ya kami ambil lah,” tutur Dewi.

Kini, Moelyadi menyimpan kadal itu di toples, dan diletakkan di dalam rumah. Sebagai makanan si kadal, ia memberi jangkrik setiap hari.

Kadal itu memang terlihat  berbeda dari kadal biasanya. Warna keseluruhan tubuhnya hijau kehitam-hitaman. Tulisan Allah tampak di bagian tengah badan. Tulisannya tampak jelas, walaupun huruf Alif pada tulisan itu sedikit jauh. Warna tulisan juga tampak hitam, sama seperti warna yang ada di kepala si kadal.

Sumber:http://regional.kompas.com/read/2012/11/20/1051321/Kadal.Berlafal.Allah.Gemparkan.Warga

Pahlawan Zaman Sekarang

Masih adakah pahlawan zaman sekarang? Yah pertanyaan yang sering terlintas dibenak saya. Ternyata jiwa kepahlawanan tidak diwariskan kepada kita dan anak cucu kita. Banyak orang yang sulit untuk berkorban demi orang lain, yang banyak malah orang mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadinya sendiri. Itulah fenomena yang sekarang sedang terjadi.
Contoh kecil saja jika terjadi kecelakaan dijalan berapa banyak orang yang hanya menonton saja tanpa memberikan pertolongan. Alasannya takut dijadikan saksi , takut dituduh sebagai pelaku, dan alasan-alasan yang memang dibuat agar dirinya tidak mau terlibat. Makanya jika ada korban tabrak lari maka jika petugas polisi tidak ada di tempat maka korbasn akan terkapar sampai datang petugas melakukan evakuasi…miris memang.
Maka dihari pahlawan ini mari kita tiru jiwa kepahlawanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan negeri ini dengan darah dan air mata mereka. Cukuplah sekedar kita mau membantu sesama dan mengorbankan sedikit moril maupun materil yang ada pada diri kita untuk orang lain.

Gunawan Abdul Ghofur – Medan 10 Nopember 2012