‘Hacker’ Pendukung Susno Rusak 60 Situs


Cyber-resistence atau perlawanan rakyat di jagat maya terhadap pemenjaraan mantan Kabareskrim, Komjen (Pol) Susno Duadji, semakin masif.

Para pendukung Susno menjadikan putra daerah Pagaralam, Sumatera Selatan, itu sebagai ikon perlawanan terhadap ketidakberesan penegakan hukum di Indonesia. Apa pun motifnya, Susno adalah whistle blower yang membocorkan banyak indikasi ketidakberesan di tubuh Mabes Polri ketika menangani perkara-perkara besar melibatkan uang miliaran rupiah.

Mereka merasa cocok dengan poster Susno Duadji Idolaku dari laman blog seorang bloger, Yosbeda, kemudian memasangnya di situs-situs yang dirusak.

Sedikitnya ada 60 situs yang dirusak hingga Jumat (14/5/2010) petang. Jumlah itu bisa jadi terus bertambah. Namun, sebagian dari 60 situs tersebut sudah ada yang coba diperbaiki sehingga pesan-pesan hacker (peretas) Indonesia tak lagi terbaca. Inilah daftar situs-situs yang dirusak tersebut, sebagaimana beredar di sejumlah mailing list:

http://www.ympshops.co.il/orlyh/index.html
http://www.ymp.co.il/index.htm
http://www.mpchpa.org/index.html
http://physicianschoiceplans.com/index.html
http://www.mvipa.org/index.html
http://www.physicianschoiceadvantage.com/index.html
http://www.luaky.org/index.html
http://www.abcprojects.be/
http://www.vanhovetankbouw.be/index.html
http://www.debeurze.be/
http://www.cnshengrui.cn/index.html
http://www.shengrui.cn/index.html
http://www.thewatergarden.co.uk/
http://nottman.com/index.html
http://myselfish.com/index.html
http://mehrez-law.com/index.html
http://hila-equal-edu.org.il/index.html
http://www.heatinaclick.com/index.html
http://www.globalspa.co.il/index.html
http://www.daroma.org.il/index.html
http://www.daroma-tzafona.org.il/index.html
http://www.caferotshild.com/index.html
http://caferotshild.com/index.html
http://www.atidim.org/index.html
http://offstreamrecords.com/index.html
http://www.tzafona.org.il/index.html
http://www.offstreamrecords.com/index.html
http://www.speedcom.net.ph/index.html
http://beersparadise.com/index.html
http://www.starccs.com/index.html
http://www.automationeng.com/index.html
http://www.gctitle.com/index.html
http://www.ptec101.com/index.htm
http://www.vistabmo.com/index.htm
http://www.tigerrv.net/index.html
http://www.jimmygranier.com/index.html
http://www.crazydrunkenmonkey.com/index.htm
http://www.peacockcommunications.com/
http://www.landbtransport.com/index.html
http://www.iss-br.com/index.html
http://www.sonic-blast.com/index.html
http://www.hghabr.com/index.htm
http://www.didierconsultants.com/index.html
http://www.triconss.com/index.html
http://www.jgwebservices.com/index.html
http://www.navarresfamouskingcakes.com/index.html
http://www.online-shopping-mall-direct.com/index.html
http://www.autohausvrc.com/index.html
http://www.sportsmanfeedandseed.com/index.htm
http://www.corn-field-maze.com/index.htm
http://www.webmofo.com/index.html
http://www.tigeruniforms.net/index.html
http://www.shoppersbin.com/index.html
http://lawinningway.com/index.html
http://www.jmmusicsource.com/index.html
http://www.chuckwagonuv.com/index.html
http://www.tothet.net/index.html
http://www.sweeneylawfirmllc.com/index.html
http://www.shanebroussard.com/index.html
http://www.jordantraditions.com/index.html

Sumber:http://tekno.kompas.com/read/2010/05/14/18132452/Hacker.Pendukung.Susno.Rusak.60.Situs

Kasihan Seorang Guru di Pekanbaru Gajinya Cuma Rp 72.000,-


Malang bener nasib guru itu ya, mudah2an pemerintah memperhatikan nasibnya…
Jauh bener dengan anggota *ewan yang minta dibeliin komputer tercanggih dengan harga $2000 dan minta dibangunkan gedung baru karena penghuninya katanya miring.

Upah Minimun Kota (UMK) Pekanbaru telah mencapai Rp 1.055.000 per bulan tetapi saat ini masih ditemukan guru yang bergaji Rp 72 ribu per bulan.

Guru malang tersebut bernama Imam Maznan Ali, guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Azzahidin di Jalan Hang Tuah Ujung, Tenayan Raya, Pekanbaru. Ia mengaku, sudah mengajar di daerah tersebut sejak enam bulan lalu. Begitu dirinya menerima gaji pertama ia mendapatkan uang sebesar Rp 144.000.

“Gaji ternyata tidak dibayarkan setiap bulan. Biasanya dirapel hingga dua bulan baru dibayarkan. Sehingga gaji pertama saya Rp 144.000, untuk dua bulan mengajar,” ujarnya di Pekanbaru, Senin (10/5).

Guru Alquran dan Hadist ini pada awalnya kaget, tetapi setelah diberitahu pihak yayasan bahwa itu terjadi karena masalah keuangan yayasan, ia pun maklum. Padahal untuk biaya transportasi saja, ia harus merogoh koceknya hingga Rp 250 ribu perbulan. “Saya tinggal di Jalan Kereta Api, sementara sekolah berada di Jalan Hang Tuah Ujung. Kira-kira membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai di sekolah,” katanya.

Mengapa masih bertahan? Ia menjawab karena guru merupakan cita-citanya sejak kecil.

“Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, saya terpaksa cari serabutan termasuk menjadi penyuluh agama di lapas anak” ujarnya.

Ia mengharapkan adanya perhatian pemerintah terhadap guru swasta. Jika dibandingkan dengan gaji guru negeri, gaji guru swasta jauh di bawah guru negeri. Ia juga menginginkan anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Sekretaris Persatuan Guru Swasta Pekanbaru Riau (PGSPR), Sebastian Koti, mengakui gaji guru swasta di Pekanbaru memang jauh di bawah gaji guru negeri. “Kami berharap pemerintah lebih peduli terhadap guru swasta. Beban kerja antara guru swasta dan negeri sama, yakni mendidik muridnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Yuzamri Yakub mengatakan, gaji guru swasta berasal dari yayasan. Sampai saat ini, yang dibantu pemerintah hanya tunjangan fungsional. Tunjangan transportasi yang selama 2007 dan 2008 dinikmati guru swasta terpaksa dihapuskan dikarenakan tak sesuai dengan peraturan pemerintah.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2010/05/11/05121699/Di.Pekanbaru.Ada.Guru.Bergaji.Rp.72.000

Subhanallah… Pohon Kelapa Bercabang 5


Pohon kelapa milik Sohid DJ (71), warga Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan, ini unik juga. Pohon itu punya lima cabang dan tumbuh di areal persawahan di belakang mesin penggilingan padi milik Sohid.

Ceritanya, dulu saat berumur 3 tahun, pohon ini belum mempunyai cabang bahkan nyaris mati. Daunnya mengering. Bagian batangnya kerdil ketika itu. Kini pohon kelapa itu berumur sekitar 9 tahun dan tingginya 8 meter itu.

Anehnya, daun yang keluar muncul dari empat cabang. Lama-kelamaan, cabang itu subur dan membesar, sedangkan bagian batang tetap kecil seakan patah bila menahan keempat cabang kelapa yang besar itu. Nyatanya, batang masih cukup kuat sampai sekarang.

Dari penuturan Sohid, pohon kelapa tumbuh seperti pohon kelapa lainnya sebelum nyaris mati. Bahkan, pohon itu sempat berbuah. Rasa airnya sangat manis bila dibandingkan dengan air kelapa pada umumnya.

Namun, belum ada kejadian aneh selain pertumbuhan kelapa tersebut. Bahkan, Sohid sempat menyampaikan keanehannya kepada dua Pjs Bupati Empatlawang meski dianggap biasa.

Keunikan kemudian bertambah. Sekitar 2 tahun yang lalu di bawah keempat cabang tersebut tumbuh satu cabang lagi. Jumlah cabangnya menjadi lima. Keunikan ini pun belum menyebar ke masyarakat ramai. Hanya sebagian warga yang mendatanginya.

Sohid mengaku tidak begitu peduli walau pohon kelapanya bercabang lima. Namun, ia sempat mengaitkan hal ini dengan perkembangan Kabupaten Empatlawang. Sebelum terbentuknya Kabupaten Empatlawang, pohon kelapa ini sempat hampir mati.

Namun pada tahun 2003, setelah terbentuknya Kabupaten Empatlawang, pohon kelapa kembali tumbuh subur dan mempunyai empat cabang. “Dua tahun terakhir ini, sejak bupati definitif, cabang bertambah satu lagi,” ujar mantan pejuang di Kabupaten Empatlawang itu.

Ia berharap keunikan menjadi pertanda baik untuk Kabupaten Empatlawang yang terus tumbuh dan maju, seiring pertambahan waktu. Baginya, kelapa itu mempunyai kelebihan dari kelapa lainnya, yakni batang yang kecil, tetapi mampu menopang beban yang lebih berat. “Ya, inilah kebesaran Tuhan. Kalau kita kaji dengan akal pikiran, ini hal yang tidak mungkin,” katanya.
Sebelum Kabupaten Empatlawang terbentuk, pohon kelapa itu sempat hampir mati. Namun, pada 2003 setelah kabupaten terbentuk, pohon kelapa kembali tumbuh subur dan mempunyai empat cabang.
Sumber: kompas.com

Subhanallah…Wow! Tokek Raksasa Laku Rp 179 Miliar

/07/1531356620X310.jpg
Luar biasa! Seekor tokek raksasa seberat 64 kilogram yang ditemukan di perbatasan Nunukan-Malaysia di Kalakbakan akhirnya terjual 64 juta ringgit Malaysia atau setara Rp 179,2 miliar (kurs Rp 2.800).

“Tokeknya sudah dijual dengan harga RM 1 juta per kilogramnya,” kata Arbin, yang sempat mengabadikan gambar tokek tersebut saat dihubungi melalui telepon selulernya di Malaysia.

Sejak Harian Tribun Kaltim (Kompas Gramedia Grup) memberitakan penemuan tokek itu, telepon di kantor redaksi ataupun wartawan secara bergantian dihubungi para pengusaha yang mengaku ingin membeli tokek tersebut.

Karena itulah, wartawan Tribun Kaltim di Nunukan menghubungi Arbin yang berada di Tawau, Malaysia, untuk melihat kembali tokek yang berada di Kalakbakan itu. Setelah dicek lagi ternyata sudah dibeli oleh orang Indonesia.

“Tokeknya dibeli orang Indonesia kemudian dibawa keluar negeri, kalau tidak salah ke China,” kata Arbin. Walau sudah terjual, masih banyak penelepon yang mengejar pembeli tokek tersebut untuk dibeli lagi dengan harga yang lebih mahal.

Tidak banyak informasi yang didapatkan Arbin mengenai transaksi tersebut sebab sang pemilik tokek juga sudah berangkat ke Kuala Lumpur. “Saya sudah mencoba mencari informasi siapa yang membeli, namun tidak ada yang tahu. Orang-orang sana cuma menyebutkan ada orang dari Indonesia yang membeli,” ujarnya. (noe)
Sumber: http://www.kompas.com

Inilah Perdebatan Seorang Ilmuan Atheist dan Seorang Ulama Islam


Imam Abu Hanifah pernah bercerita : Ada seorang ilmuwan besar, Atheis dari kalangan bangsa Romawi. Ulama-ulama Islam membiarkan saja, kecuali seorang, yaitu Hammad guru Abu Hanifah, oleh karena itu dia segan bila bertemu dengannya.

Pada suatu hari, manusia berkumpul di masjid, orang atheis itu naik mimbar dan mau mengadakan tukar fikiran dengan sesiapa saja, dia hendak menyerang ulama-ulama Islam. Di antara shaf-shaf masjid ada seorang laki-laki muda, bangkit. Dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat depan mimbar, dia berkata: “Inilah saya, hendak tukar fikiran dengan tuan”. Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usia mudanya. Namun dia pun angkat berkata: “Katakan pendapat tuan!”.
Ilmuwan atheis itu heran akan keberanian Abu Hanifah, lalu bertanya:

Atheis : “Pada tahun berapakah Tuhanmu dilahirkan?”
Abu Hanifah : “Allah berfirman: “Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan”
Atheis : “Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah ada pertama yang tiada apa-apa sebelum-Nya?, Pada tahun berapa Dia ada?”
Abu Hanifah : “Dia berada sebelum adanya sesuatu.”
Atheis : “Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari kenyataan!”
Abu Hanifah : “Tahukah tuan tentang perhitungan?”
Atheis : “Ya”.
Abu Hanifah : “Angka berapa sebelum angka satu?”
Atheis : “Tidak ada angka (nol).”
Abu Hanifah : “Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha Esa yang hakiki tidak ada yang mendahuluiNya?”
Atheis : “Dimanakah Tuhanmu berada sekarang? Sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.”
Abu Hanifah : “Tahukah tuan bagaimana bentuk susu? Apakah di dalam susu itu keju?”
Atheis : “Ya, sudah tentu.”
Abu Hanifah : “Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bahagian mana tempatnya keju itu sekarang?”
Atheis : “Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu diseluruh bahagian.”
Abu Hanifah : “Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta’ala? Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!”
Atheis : “Tunjukkan kepada kami Dzat Tuhanmu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?”
Abu Hanifah : “Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?”
Atheis : “Ya, pernah.”
Abu Hanifah : “Sebelumnya ia berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?”
Atheis : “Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.”
Abu Hanifah : “Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?”
Atheis : “Ya, masih ada.”
Abu Hanifah : “Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seprti gas?”
Atheis : “Entahlah, kami tidak tahu.”
Abu Hanifah : “Kalau tuan tidak mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan Dzat Allah Ta’ala?”
Atheis : “Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahNYA? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?”
Abu Hanifah : “Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?”
Atheis : “Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.
Abu Hanifah : “Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta’ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.”
Atheis : “Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?”
Abu Hanifah : “Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.”
Atheis : “Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?”
Abu Hanifah : “Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.”
Atheis : “Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan?”
Abu Hanifah : “Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.”
“Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?” tanya Atheis .
“Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan”, pinta Abu Hanifah. Ilmuwan atheis itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.
“Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?”. Ilmuwan atheis mengangguk. “Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang atheis yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu”.
Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan orang atheis itu