• AYO KITA BERDAKWAH MENJADI UMAT TERBAIK

    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran:110)
  • Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS: Muhammad:7)

  • BISNIS YANG TAK PERNAH RUGI

    Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS: ASHAAF 10-12)
  • Berlomba-Lomba dalam Kebaikan dan Taqwa

    1animated183
  • Jangan Sakiti Saudaramu

    movingfunnypenguins
  • free counters
  • Anda Pengunjung ke:

    • 6,419,715
  • MARI KITA MAKMURKAN MASJID….

    Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS: AT TAUBAH:18)
  • Laman

  • Februari 2010
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728

Wow Hebat… Seorang Guru dari Surabaya Bergaji 12 Milyar Sebulan


Raih profesor dan 4 gelar doktor sekaligus

Ken Soetanto, asli Surabaya bergaji Rp 12 miliar per
bulan di Jepang

JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan Prof Ken
Soetanto. Warga Surabaya ini menggondol gelar profesor
dan empat doktor selama bertahun-tahun mengabdikan
hidupnya di Jepang. Hebatnya lagi, prestasi
akademiknya tersebut diakui di Jepang dan AS dengan
menjadi profesor di usia 37 tahun.

Pada 1988-1993, Soetanto yang juga direktur Clinical
Education and Science Research Institute (CERSI) ini
menjadi asosiate professor di Drexel University dan
School Medicine at Thomas Jefferson University,
Philadelphia, USA. Ia juga pernah tercatat sebagai
profesor di Biomedical Engineering Program University
of Yokohama (TUY).

Saat ini pria beristri juga perempuan Surabaya ini
tercatat sebagai prosefor di almameternya, School of
International Liberal Studies (SILS) Waseda
University, dan profesor tamu di Venice International
University, Italia.

Gelar itu dirangkap dengan jabatan wakil dekan di
Waseda University. Kemampuan otak pria kelahiran 1951
ini sungguh brilian karena mampu menggabungkan empat
disiplin ilmu berbeda. Itu terungkap dari empat gelar
doktor yang diperolehnya. Yakni, bidang Applied
Electronic Engineering di Tokyo Institute of
Technology, Medical Science dari Tohoku University,
dan Pharmacy Science di Science University of Tokyo.
Yang terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di
almamater sekaligus tempatnya mengajar Waseda
University.

”Saya sungguh menikmati dengan pekerjaan sebagai
akademisi,” tutur Soetanto dalam wawancara khusus
dengan koran ini di President University, Jababeka
Education Park, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu lalu.
Soetanto kebetulan berada di Indonesia untuk
mendampingi Dr Kotaro Hirasawa (dekan Graduate School
Information Production & System Waseda University) dan
Yukio Kato (general manager of Waseda University)
dalam penandatanganan MoU antara President University
dan Waseda University. President University adalah
institusi perguruan tinggi berbasis kurikulum bertaraf
internasional yang berlokasi di tengah-tengah sekitar
1.040 perusahaan di kawasan industri Jababeka,
Cikarang. Sebagian mahasiswa President University
berasal dari Cina, Vietnam, dan Jepang.

Di luar status kehormatan akademik itu, Soetanto juga
masuk birokrasi di Negeri Sakura. Pria yang pernah
berkawan dengan mantan presiden RI BJ Habibie ini ini
tercatat sebagai komite pengawas (supervisor
committee) di METI (Japanese Ministry of Economy,
Trade, and Industry atau semacam Menko Perekonomian di
RI). Selain itu juga ikut membidani konsep masa depan
Jepang dengan menjadi Japanese Government 21st Century
Vision.

”Pada jabatan tersebut saya berpartisipasi langsung
menyusun GBHN (kebijakan makro)-nya Jepang,” tutur
Soetanto yang masih fasih berbahasa Indonesia dan Jawa
berlogat Suroboyoan ini. Buah pemikiran Soetanto yang
terkenal adalah konsep pendidikan “Soetanto Effect”
dan 31 paten internasional yang tercatat resmi di
pemerintah Jepang.

Dan, mau tahu berapa Soetanto digaji? Jumlahnya
sangat mencengangkan untuk ukuran akademisi bergelar
profesor atau mereka yang pernah menduduki jabatan
tertinggi di perguruan tinggi (rektor). Kementerian
Pendidikan Jepang mengganjar Soetanto dengan gaji US$
15 juta (Rp 144 miliar) per tahun. Sungguh “perhatian”
dari pemerintah yang luar biasa!

Di antara segudang prestasi itu, bisa jadi yang
paling membanggakan, khususnya bagi warga Surabaya,
adalah latar belakang sekolah dasar dan menengahnya
yang ternyata dihabiskan di kota buaya. Soetanto muda
mengenyam pendidikan di SD swasta di Kapasari, SMP
Baliwerti, dan SMA Budiluhur yang dulu menjadi jujugan
sekolahan warga keturunan Tionghoa.

Kritik pendidikan RI
Seusai menandatangani MoU, Soetanto memberikan
ceramah akademik popular di hadapan ratusan mahasiswa
President University. Isi ceramahnya menarik perhatian
mahasiswa bahkan beberapa jajaran direksi PT Jababeka,
termasuk Dirut PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono.
Maklum, Soetanto membeber pengalamannya bisa
“menaklukkan” dunia perguruan tinggi Jepang kendati
dirinya hingga sekarang masih berkewarganegaraan
Indonesia. Apalagi, dirinya berasal dari Kota Surabaya
yang nyaris tak diperhitungkan di dunia akademisi
Jepang.

Selebihnya, Soetanto banyak mengkritisi sistem
pendidikan di Indonesia yang perlu dibenahi untuk
menghasilkan produk berkualitas. ”Sistem pendidikan
di sini (Indonesia) sudah tertinggal jauh bahkan di
bawah Malaysia dan Vietnam,” jelas Soetanto dengan
gaya bicara berapi-api. Yang ironis, penghargaan
terhadap staf pengajar atau guru di Indonesia juga
sangat kurang. Soetanto lantas mencontohkan kecilnya
gaji guru yang memaksa mereka harus bekerja sambilan.
”Dan, karena faktor tersebut jangan heran bila banyak
ilmuwan Indonesia mencari penghasilan di luar
negeri,” pungkas Soetanto. Kendati demikian, pria
berkaca mata ini awalnya belajar ke Jepang bukan untuk
semata-mata untuk mengejar materi alias duit.
Ini Videonya dari kick andy

6 Tanggapan

  1. hi!,I like your writing very so much! proportion we communicate more approximately your post on AOL? I need a specialist in this space to solve my problem. May be that’s you! Having a look ahead to look you.

  2. Ini bukti bhwa tidak semua orang indonesia berotak tempe .
    Salut untuk Bpk Prof. Ken Soetanto. Tapi saya akan lebih salut dan bahagia lagi lagi sekiranya bapak sudi pulang ke Indonesia dan turut membenahi sistem pendidikan di sini atau apapun yang menurut bapak kurang. Meski sudah bisa dipastikan gaji bapak di Indonesia akan (jauh) lebih kecil dibanding gaji bapak di Jepang. Saya harap bapak sudi menghabiskan sisa usia bapak di Indonesia dan mengabdika ilmu bapk untuk kemajuan anak-anak muda negeri ini (Indonesia). Sebab kalau semua orang pintar di Indonesia yang sekolah di luar negeri kemudian enggan pulang, saya pikir indonesia akan sulit maju. Please Bapak !

  3. Bila Bapak berkenan, mohon ditulis kisah perjalanan Bapak sebagai Orang Indonesia yang Sukses. Apa yang telah bapak lakukan jelaskan secara gamblang agar dapat dijadikan pelajaran generasi muda Indonesia.

    Salam,
    Suyono
    suyono.ok@gmail.com

  4. Mudah-mudah lebih banyak yang jenius

  5. tuh buktinya orang indonesia gak semuanya bodoh.

  6. Benar kan ?
    Kalo Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: