Astaghfirullah…62,7 persen siswi SMP tak perawan, 21,2 persen pelajar SMU mengaku pernah aborsi


JANGLI-Para orangtua diimbau untuk mengawasi dan memperhatikan kondisi perkembangan psikologis anak, terutama ketika telah mengenal jatuh cinta.

Pasalnya dalam kondisi ini anak akan mudah terjerumus dalam lembah seks bebas, jika tak mendapatkan pembinaan dan pengetahuan mengenai seksologi yang tepat.

Terlebih dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Komnas Perlindungan Anak terhadap 4.500 pelajar SMP-SMU, menunjukkan 62,7 persen pelajar SMP mengaku sudah tidak perawan, dan 21,2 persen pelajar SMU mengaku pernah aborsi. Data ini terungkap dalam seminar seksologi bertemakan ”Sex : love or lust, the Story of Amnon and Tamar”, yang diselenggarakan oleh Bina Bangsa School di gedung Jangli, Semarang, Jumat (29/1) kemarin.

Seminar tersebut menghadirkan pakar seksologi dan psikologi anak dari Surabaya, Dr Andik Wijaya Mrep Med. Ia mengemukakan disaat anak mulai mengenal jatuh cinta, hormon mereka mulai tumbuh, ini wajar namun perlu diawasi dan diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara cinta, seks, dan nafsu.

’’Perlu diawasi bagaimana pergaulan anak, saat mereka telah mulai jatuh cinta, karena teman mereka selain memberikan hal yang positif, tak jarang mereka juga memberikan dukungan negatif, inilah yang perlu diwaspadai,’’ kata Dr Andik.

Sumber: http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=37332&Itemid=32

2 tanggapan untuk “Astaghfirullah…62,7 persen siswi SMP tak perawan, 21,2 persen pelajar SMU mengaku pernah aborsi

  1. Masya Allah,dunia dah benar benar edan,saya sebagai seorang guru pun sering mengingatkan sex bebas,tapi arus kemajuantehnologi,kesibukanorang tua menjadi faktor utama kesalahan itu,saran ingatkan setiap anak seperti anak kita sendiri dengan kasih sayang

  2. Dampak kemajuan teknologi, baik orang tua, maupun guru sulit mengawasi anak-anak mereka. sehingga mereka banyak yang salah pergaulan.
    Sebaiknya ada komunikasi antara orang tua, guru dan para pejabat (muspika) setempat, untuk mengatasi dan mencegah berbagai permasalahan termasuk krisis moral seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s