Penyakit Aneh: Perut Rival Membusung bak Ibu Hamil

BATAM, KOMPAS.com — Memilukan! Itulah kesan pertama yang muncul saat Tribun melihat kondisi Rinanda Rival Rinata (2) di rumahnya, Kampung Tengah, RT 2 RW 2 Nomor 69, Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun, Kamis (28/1/2010).

Rival yang baru saja dimandikan neneknya tampak seperti anak-anak lain. Dari bibirnya, ia bisa bicara satu atau dua kata. Ia tak ubahnya anak-anak seusianya yang baru pandai berjalan.

Namun, ada yang berbeda saat melihat perutnya. Membusung. Ukurannya sangat besar, jauh melebihi tubuhnya. Bahkan, balita berkulit putih bersih itu terlihat seperti seorang ibu yang tengah hamil tua.

Namun, bungsu dari tiga bersaudara suami-istri Mazlan (41) dan Efriyana (39) itu tidak mengalami busung lapar seperti layaknya bayi yang mengalami kekurangan energi protein.

Pihak medis mengatakan, Rival mengidap penyakit megacolon atau penyempitan usus yang mengakibatkan proses pencernaan terganggu.

Dalam ilmu kedokteran, megacolon disebut juga dilatasi abnormal pada usus besar. Dilatasi ini mengakibatkan terjadinya kelumpuhan pada gerakan usus.

Kotoran pun menjadi keras dan menumpuk pada usus besar ini sehingga bisa mengakibatkan fecalomas atau disebut juga tumor tinja. (rachta yahya)

Astaghfirullah…62,7 persen siswi SMP tak perawan, 21,2 persen pelajar SMU mengaku pernah aborsi

JANGLI-Para orangtua diimbau untuk mengawasi dan memperhatikan kondisi perkembangan psikologis anak, terutama ketika telah mengenal jatuh cinta.

Pasalnya dalam kondisi ini anak akan mudah terjerumus dalam lembah seks bebas, jika tak mendapatkan pembinaan dan pengetahuan mengenai seksologi yang tepat.

Terlebih dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Komnas Perlindungan Anak terhadap 4.500 pelajar SMP-SMU, menunjukkan 62,7 persen pelajar SMP mengaku sudah tidak perawan, dan 21,2 persen pelajar SMU mengaku pernah aborsi. Data ini terungkap dalam seminar seksologi bertemakan ”Sex : love or lust, the Story of Amnon and Tamar”, yang diselenggarakan oleh Bina Bangsa School di gedung Jangli, Semarang, Jumat (29/1) kemarin.

Seminar tersebut menghadirkan pakar seksologi dan psikologi anak dari Surabaya, Dr Andik Wijaya Mrep Med. Ia mengemukakan disaat anak mulai mengenal jatuh cinta, hormon mereka mulai tumbuh, ini wajar namun perlu diawasi dan diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara cinta, seks, dan nafsu.

’’Perlu diawasi bagaimana pergaulan anak, saat mereka telah mulai jatuh cinta, karena teman mereka selain memberikan hal yang positif, tak jarang mereka juga memberikan dukungan negatif, inilah yang perlu diwaspadai,’’ kata Dr Andik.

Sumber: http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=37332&Itemid=32