Kesalahan Dalam Menggunakan Kondom…

Seorang bapak yang punya 9 anak datang ke puskesmas untuk berkonsultasi agar anaknya tidak banyak, karena dia baru lihat di tv ada iklan layanan masyarakat tentang alat kontrasepsi.
Sampai di puskesmas terjadi dialog sbb:

bapak : saya mau supaya anak saya tidak banyak…
petugas: bagus pak,berarti bapak ikut kb aja.
bapak : apa itu kb?
petugas: keluarga berencana pak,bapak menggunakan kondom saja.
bapak : baiklah saya mau…
ipetugas: ini pak pergunakan dengan baik ya (sambil memberikan 1 kotak kondom gratis)

Seminggu kemudian

bapak : terima kasih anak saya sudah berkurang.
petugas: berkurang??? kok bisa…???
bapak : setelah saya makan kondomnya kemudian saya kentut dan ada yang menggelembung di pantat saya kemudian meletus. dor..!!!
petugas: lalu…???
bapak : 5 anak saya mati ketawa gara2 itu…
jadi anak saya tinggal 4 kupegang erat-erat 🙂

(Hot) Menkominfo TIFATUL: Facebooker Dilarang Pake Bahasa Alay Harus Bahasa Sastra…

Waduh2 sampai segitunya mentri kita ini ngususin bahasa..
Padahal urusan yang lain belum kelar tuh Pak Mentri…

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring menganjurkan agar para pengguna internet menggunakan Facebook untuk berbuat hal-hal yang bersifat positif.

“Situs pertemanan seperti Facebook dan Twitter di Indonesia sebaiknya menggunakan untuk kegiataan yang sifatnya untuk hal yang positif,” jelas Tifatul, saat melakukan jumpa pers akhir tahun Depkominfo, di Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Ditambahkan menteri asal Partai Keadialan Sejahtera (PKS) tersebut, selain digunakan untuk sesuatu yang postif, sebaiknya para Facebookers di Indonesia menggunakan tulisan dan bahasa yang bersifat sastra di situs jejaring sosial tersebut.

“Saya masih melihat masih banyak pengguna Facebook yang masih belum menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, saya menganjurkan kepada pengguna tersebut untuk menggunakan bahasa sastra, yang merupakan warisan budaya Indonesia,” tegas pria kelahiran Bukittinggi tersebut.

Selama ini, Tifatul memang salah satu sosok yang gemar mempopulerkan bahasa-bahasa sastra, khususnya pantun. Dalam setiap kegiatan kementriannya, pria ini selalu membuka dan menutup acara dengan berpantun. Bahkan di Twitter, Tifatul yang memperkenalkan istilah Tweetun, untuk setiap tweet yang berisi pantun. (tyo)
http://techno.okezone.com/read/2009/

Tips ML Agar Anak Bisa Jadi Presiden,Mentri,Pejabat dan….

Sepasang suami istri setelah menikah merencanakan ingin mempunyai anak yang sukses dan bisa menjadi orang hebat.
Kemudian mereka browsing sana-sini sampai menemukan tips berikut ini. (Kebetulan mereka berdua sering ngeblog).

“Untuk membentuk jiwa dan kepribadian anak dimulai dari awal penanaman benih, dipengaruhi dengan cara penanamannya dan juga perawatannya.
Agar anak anda bisa jadi presiden maka pada saat ml mr p hanya masuk ujungnya saja.
Agar anak bisa jadi mentri mr p masuk 1/4 saja.
Agar anak bisa jadi pejabat,mr p dimasukan 1/3 saja.
Agar anak bisa jadi pegawai, mr p harus masuk 1/2 saja.
“PERINGATAN” mr p tidak boleh masuk semua karena anak bisa jadi gembel…
“Logikanya Semakin jauh dan sulit perjalanan sperma maka dia semakin berkualitas…” 🙂

Setelah membaca tips tersebut malamnya mereka langsung mempraktekan.
Suami: Dek ujungnya aja ya biar anak kita jadi presiden..
Istri: oke…
1 menit kemudian istri
Istri: bang jadi mentri pun gak apalah masuk kan sikit lagi…
suami: oke..
2 menit kemudian:
istri:jadi pejabat ajalah,masukan sikit lagi…
5 menit kemudian…
istri: (udah horni) bang ahh bang masukan hhsmuahhh ajahhh gemmmhhhbeeellhh pun hgggahhh aphhh apahhh lahhhhhh…..

Markus Award Untuk Anggodo dan Marsilam

Jakarta – Komunitas Cikini memberikan Markus (makelar kasus) Award pada Marsillam Simanjuntak dan Anggodo Widjojo. Pemberian gelar Markus ini didasari spontanitas komunitas yang biasa berkumpul di sekitar Jl Cikini Raya.

“Ini spontanitas saja. Kata teman-teman akhir tahun kita buat award yuk. Kita buat Markus Award. Itu keinginan teman-teman dari hasil mengobrol,” ujar Koordinator acara Markus Award, Zulkifli, usai acara di Galeri Cafe, TIM, Jakarta, Senin (28/12/2009).

Mengapa Anggodo dan Marsillam yang dipilih bukan yang lain? Zulkifli menjelaskan Anggodo dan Marsillam sama-sama membuat bingung masyarakat lewat sepak terjang mereka di kasus yang berbeda.

“Kalau Marsillam itu apa kepentingannya datang ke rapat bailout Bank Century. Anggodo juga bawa-bawa nama presiden tapi kenapa presiden tidak berani menindak. Nah kita kan bingung,” terangnya.

Zulkifli menjelaskan tidak ada kepentingan apa-apa dalam penobatan tersebut. Dirinya pun membantah ada pihak-pihak yang menunggangi penobatan tersebut.

“Ini spontanitas. Kita tidak ingin bawa ke mana-mana, alasannya karena prihatin saja,” terangnya.

Komunitas Cikini merupakan kumpulan seniman, masyarakat lintas suku agama dan budaya yang sering berdiskusi seputar politik dan sosial. Nama komunitas ini diambil dari tempat nongkrongnya di seputaran Cikini, Jakarta Pusat. Tempat kumpulnya bisa di kolong jembatan kereta Gondangdia, di TIM atau warung kopi. Pokoknya masih di seputaran Cikini. (rdf/anw)

Ada ada aja Indonesia ini…markus kok dapat award segala 🙂 🙂 😦

(HOT) Prita Mulyasari Divonis Hari Ini

Detik. Jakarta – Terdakwa pencemaran nama baik RS Omni Internasional, Prita Mulyasari akan menghadapi vonis. Vonis akan dibacakan hari ini di PN Tangerang pukul 09.00 WIB.

“Ibu Prita hari ini akan menghadapi vonis,” ujar kuasa hukum Prita, Slamet Yuwono saat dihubungi detikcom, Selasa (29/12/2009).

Kondisi Prita sendiri, dikatakan Slamet dalam kondisi sangat siap fisik dan mental. Meskipun Prita kini tengah mengandung usia 3 bulan, Slamet memastikan, Prita akan hadir di sidang.

“Prita sudah mempersiapkan kesehatan fisik dan mental. Dia dan keluarganya mendampingi,” tutur pengacara dari OC Kaligis Associates ini.

Dalam sidang sebelumnya, Prita dituntut hukuman kurungan 6 bulan atas dugaan pencemaran nama baik. Ibu 2 anak ini dijerat Pasal 27 UU ITE gara-gara mengirim surat keluhan ke RS Omni.
(Rez/anw)

Makanya hati2 kalo curhat…. di negara ini gak bebas curhat… koruptor baru bebas….

Awas buku Bajakan Membongkar Gurita Cikeas beredar

Ada info baru nich…
Ada buku bajakan Membongkar Gurita Cikeas beredar dan dibandrol dengan harga Rp 300.000,-
Parahnya buku ini isinya ada bagian yang berbeda dengan buku aslinya…mungkin isinya lebih hot.
jadi hati-hati kalo beli bukunya ya…jangan sampai anda membeli buku versi bajakannya ya…
Sumber: Wawancara Metro TV dengan Penerbit Buku Membongkar Gurita Cikeas Tadi malam.

(HOT NEWS} Siapakah Gurita yang Ada di Cikeas…???

Buku ini dilarang terbit…kenapa ya?
Saya juga tidak tahu. Ya mungkin isinya mendeskreditkan orang-orrang yang ada di suatu tempat yag namanya Cikeas.
Inilah beberapa berita Heboh mengenai penerbitan buku tersebut.
« Lihat semua hasil web untuk buku gurita cikeas
ANTARA

Penerbit Niat Cetak Ulang BukuGurita Cikeas

Vivanews – ‎38 menit yang lalu‎
VIVAnews – Setelah jadi kontroversi, buku ‘Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century’ karya George Junus Aditjondro menghilang di pasaran.
Amir Syamsuddin: Buku "Gurita Cikeas" Tak Usah Ditarik KOMPAS.com

Buku Gurita Cikeas sulit didapat BBCIndonesia.com

Buku Gurita Cikeas Laris Manis Media Indonesia

RepublikaLiputan 6 186 artikel berita sekaligus »

Republika

Presiden Diminta Bantah Akurat ‘Gurita Cikeas

Republika – ‎9 jam yang lalu‎
Yudhoyono dan timnya melakukan bantahan terhadap tuduhan dalam buku ‘Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Century’ karya George Junus Aditjondro.

Inilah.com

Akan Dilaporkan ke Polisi, Galang Press Siap

Vivanews – ‎8 jam yang lalu‎
VIVAnews — Penerbit buku Galang Press menegaskan tidak tahu motif dibalik penerbitan buku berjudul "Gurita Cikeas". Karena itu, bila ada pihak yang memang
Gurita Cikeas Heboh Karena Ketakutan Gramedia? Inilah.com

2 artikel berita sekaligus »

Inilah.com

Gurita Cikeas Ditarik: Otoriter!

Inilah.com – ‎13 jam yang lalu‎
COM, Jakarta – Belum lama buku ‘Membongkar Gurita Cikeas diedarkan ke publik, sudah ditarik dari peredaran. Langkah tersebut dinilai tak ubahnya berada

ANTARA

Awas manuver politik menuju ‘impeachment’

Waspada Online – ‎3 jam yang lalu‎
Yang pasti, buku ‘Membongkar Gurita Cikeas‘ sangat laris di pasaran dan tidak mudah menghentikan peredarannya, karena orang dapat dengan mudah mengaksesnya
Pasal Pencemaran Nama Baik Perlu Direvisi Republika

13 artikel berita sekaligus »

MEMBONGKAR GURITA CIKEAS GJA Pertanyakan Kedekatan Ani Yudhoyono

Rakyat Merdeka – ‎16 jam yang lalu‎
Salah satu hal yang dibicarakan George Junus Aditjondro di buku terakhir yang ditulisnya, Membongkar Gurita Cikeas, adalah peranan berbagai yayasan yang
Buronan BLBI Juga Setor Dana ke Yayasan SBY Tribun Timur

GJA: Yayasan Pro SBY Mirip Yayasan Pro Soeharto Rakyat Merdeka

3 artikel berita sekaligus »

Inilah.com

Stafsus SBY Tantang Penulis Gurita Cikeas

Inilah.com – ‎26 Des 2009‎
Kali ini soal buku yang ditulis George Junus Aditjondro, yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Century. Dilihat dari pendalaman materi,
George Aditjondro Hancurkan Kredibilitas Intelektual Media Indonesia

3 artikel berita sekaligus »

MEMBONGKAR GURITA CIKEAS Demokrat Kalap, Aktivis Sebut Biasa

Rakyat Merdeka – ‎16 jam yang lalu‎
thd buku GYA hanya akan menambah maraknya ketertarikan publik terhadap ‘gosip’ sekitar korupsi di lingkaran dalam Cikeas. Reaksi-reaksi yang mulai menuduh

MenkumHAM Timbang Upaya Hukum

Inilah.com – ‎5 jam yang lalu‎
COM, Surabaya – MenkumHAM RI Patrialis Akbar tengah menimbang untuk melakukan upaya hukum terkait isi Buku ‘Membongkar Gurita Cikeas‘ yang ditulis George

George Aditjondro: Tanggapi Buku dengan Buku

Metro TV News – ‎12 jam yang lalu‎
Metrotvnews.com, Yogyakarta: George Junus Aditjondro tak tahu jika bukunya berjudul, "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century",

Kebenaran tentang natal; Sejarah dan tanggal kelahiran Jesus

Kita mewarisi Natal berasal dari Gereja Katolik Roma, dan gereja itu mendapatkannya dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, lalu dari manakah agama kafir itu mendapatkan ajaran itu? Dimana, kapan, dan bagaimana bentuk asli ajaran itu?

Bila kita telusuri mulai dari ayat-ayat Bible (Alkitab) sampai pada sejarah kepercayaan bangsa Babilonia kuno, niscaya akan ditemukan bahwa ajaran itu berasal dari kepercayaan berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia di bawah raja Nimrod (Namrud – di masa inilah nabi Ibrahim lahir). Jelasnya, akar kepercayaan ini tumbuh setelah terjadi banjir besar di masa nabi Nuh.

Nimrod, cucu Ham, anak nabi Nuh, adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia. Sejak itulah terdapat dasar-dasar pemerintahan dan negara, dan sistem ekonomi dengan cara bersaing untuk meraih keuntungan. Nimrod inilah mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Nineweh dan kota-kota lainnya. Dia pula yang pertama membangun kerajan di dunia.Nama “Nimrod” dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya “dia membangkang atau murtad” (Karena bahasa Ibrani serumpun dengan bahasa Arab, silahkan anda membandingkan kata “Marad” dengan kata Arab “Ridda” atau “murtad”. Pen)

Dari catatan-catatan kuno, kita mengetahui perjalanan Nimrod ini, yang mengawali pemurtadan terhadap Tuhan dan menjadi biang manusia pembangkang di dunia sampai saat ini. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya, dia mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Setelah Nimrod meninggal dunia, ibu yang merangkap sebagai istri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Nimrod tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati. Untuk mengenang hari kelahirannya, Nimrod selalu hadir di pohon evergreen ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. 25 Desember itulah hari kelahiran Nimrod. Dan inilah asal usul pohon Natal.

Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Nimrod, Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia. Dengan berbagai julukan, akhirnya Nimrod dipuja sebagai “Anak Suci dari Sorga”. Melalui perjalanan sejarah dan pergantian generasi dari masa ke masa, dari satu bangsa ke bangsa lainnya, penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi Mesiah Palsu yang berupa dewa Baal, anak dewa Matahari. Dalam sistem kepercayaan Babilonia ini, “Ibu dan anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali) menjadi obyek penyembahan. Ajaran penyembahan kepada ibu dan anak ini menyebar luas sampai di luar Babilonia dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda, sesuai dengan bahasa negara-negara yang ditempatinya. Di Mesir dewa-dewi itu bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Dalam agama Pagan Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madonna, jauh sebelum Yesus lahir!

Sampai pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi, ketika dunia pagan (penyembah banyak dewa) Romawi menerima agama baru yang disebut “Kristen,” dengan membawa adat dan kepercayaan pagan mereka yang lama. Akibatnya kepercayaan kepada Dewi Madonna, Ibu dan Anak juga menjadi populer, terutama di waktu hari Natal.

Di setiap musim Natal kita selalu mendengar lagu-lagu atau hymne: “Silent Night” atau “Holy Night” yang sangat akrab dengan tema pemujaan terhadap Ibu dan Anak. Kita yang sejak lahir diwarnai oleh alam budaya Babilonia, telah diajarkan untuk mengagungkan dan memuliakan semua tradisi yang berasal dari jaman jahiliyah kuno itu. Kita tidak pernah bertanya untuk mengetahui dari manakahasal usul adat seperti itu – Apakah ia berasal dari ajaran Bible (Alkitab), ataukah ia berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang sesat?

Kita terperangah seakan-akan tidak mau menerima kebenaran ini, karena seluruh dunia terlanjur telah melakukannya. Lebih aneh lagi, sebagian besar meremehkan dan mencemooh kebenaran ini. Namun Tuhan telah berfirman kepada para utusannya yang setia:
“Katakan dengan lantang,
dan jangan menghiraukan penghinaan mereka!
Kumandangkan suaramu seperti terompet!
Dan tunjukkan di depan umatKu tentang kesesatan mereka!”

Memang kenyataan ini sungguh sangat mengejutkan bagi mereka, meskipun ini adalah fakta sejarah dan berdasarkan kebenaran dari Bibel (Alkitab). Natal adalah acara ritual yang berasal dari masa Babilonia kuno yang belum mengenal agama yang benar. Tradisi ini diwariskan puluhan abad yang lampau sampai kepada kita.

Di Mesir, ia dipercayai bahwa Dewi Isis (Dewi Langit) melahirkan anaknya yang tunggal pada tanggal 25 Desember. Hampir semua orang-orang penyembah berhala (paganis) di dunia waktu itu, merayakan ulang tahun (Natal) anak dewi Isis ini jauh sebelum kelahiran Yesus. Dengan demikian, sudah jelas bagi kita bahwa 25 Desember itu bukanlah hari kelahiran Yesus Kristus. Para murid Yesus dan orang-orang Kristen abad pertama tidak pernah menyelenggarakan Natal, meskipun hanya sekali. Tidak ada ajaran atau pun perintah perayaan Natal di dalam Bibel. Sekali lagi, perayaan Natal atau Christmas itu adalah ulang tahun anak dewa yang dianut oleh para paganis, dan bukan dari ajaran Kristen. Percaya atau tidak, terserah anda!

Upacara ini berasal dari cara-cara pemujaan yang dikenal dengan “Chaldean Mysteries” (Misteri Kaldea) berasal dari ajaran Semiramis, isteri Nimrod. Kemudian adat ini dilestarikan oleh para penyembah berhala secara turun temurun hingga sekarang dengan wajah baru yang disebut Kristen.

YESUS TIDAK LAHIR PADA 25 DESEMBER

Sungguh amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin)
Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut:
“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan Lalukata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”

Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.

Adam Clarke mengatakan:
“It was an ancient custom among Jews of those days to send out their sheep to the field and desert about the Passover (early spring), and bring them home at commencement of the first rain.” (Adam Clarke Commentary, Vol.5, page 370, New York).
“Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk menggiring domba-domba mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh awal musim semi), dan membawanya pulang pada permulaan hujan pertama).”

Adam Clarke melanjutkan:
“During the time they were out, the sepherds watch them night and day. As…the first rain began early in the month of Marchesvan, which answers to part of our October and November (begins sometime in october), we find that the sheep were kept out in the open country during the whole summer. And, as these sepherds had not yet brought home their flocks, it is a presumptive argument that october had not yet commenced, and that, consequently, our Lord
was not born on the 25th of December, when no flock were out in the fields; nor could He have been born later than September, as the flocks were still in the fields by night. On this very ground, the Nativity in December should be given up. The feeding of the flocks by night in the fields is a chronological fact. See the quotation from the Talmudists in Lightfoot.”

“Selama domba-domba berada di luar, para penggembala mengawasinya siang dan malam. Bila. hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan November, ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang terbuka selama musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika tidak ada domba-domba berkeliaran di padang terbuka di malam hari. Juga tidak mungkin dia lahir setelah bulan September, karena di bulan inilah domba domba masih berada di padang waktu malam. Dari berbagai bukti inilah, kemungkinan lahir di bulan Desember itu harus disingkirkan.

Memberi makan ternak di malam hari, adalah fakta sejarah. sebagaimana yang diungkapkan oleh Talmud (kitab suci Yahudi) dalam bab “Ringan Kaki”. Di ensiklopedi mana pun atau juga di kitab suci Kristen sendiri akan mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Catholic Encyclopedia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui fakta ini. Tidak seorang pun yang mengetahui, kapan hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci Kristen sendiri, saya bisa
mengambil kesimpulan bahwa Yesus lahir pada awal musim gugur – yang diperkirakan jatuh pada bulan September – atau sekitar 6 bulan setelah hari Paskah. Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari kelahiran Yesus, niscaya dia tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya.

Sumber: THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS
By Herbert W. Armstrong (seorang Pastur)

MUI Desak Kidung Natal Berbahasa Arab Tidak Tayang

INILAH.COM, Pamekasan – Natal sudah di depan mata. Berbagai persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus nampak terlihat di berbagai tempat. Begitu juga yang dilakukan di berbagai tempat peribadatan Kristiani di Pamekasan.

Namun, ada yang mengagetkan. Yakni tentang desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan yang menginginkan agar penayangan kidung natal berbahasa Arab di salah satu stasiun televisi swasta dibatalkan. MUI Pamekasan beralasan, kidung Natal berbahasa arab bisa memicu protes masyarakat luas.

“Ini kan Indonesia, ya pakai yang semestinya saja. Ngak usah berbahasa arab,” kata Ketua MUI Pamekasan, KH. Lailurrahman, Kamis (24/12).

Diakuinya, ulama tidak habis pikir dengan penayangan tersebut. Sebab, sebagai warga negara Indonesia, sudah semestinya memakai bahasa yang menjadi bahasa yang masyarakat.

“Kalau memang penayangan kidung Natal di negara yang memakai bahasa Arab ya tidak apa-apa. Itu sudah lumrah, sebab bahasanya memang begitu. Tapi di sini kan tidak,” ungkapnya.

Keinginan ulama tersebut, merupakan antisipasi awal dari adanya protes besar-besaran dari masyarakat. “Kami takut penggunaan bahasa Arab akan memunculkan anarkisme dari masyarakat yang tidak menginginkan itu. Sudahlah, hormati saja bahasa dimana tempat kita tinggal,” pungkasnya. [beritajatim.com/bar]