• AYO KITA BERDAKWAH MENJADI UMAT TERBAIK

    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran:110)
  • Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS: Muhammad:7)

  • BISNIS YANG TAK PERNAH RUGI

    Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS: ASHAAF 10-12)
  • Berlomba-Lomba dalam Kebaikan dan Taqwa

    1animated183
  • Jangan Sakiti Saudaramu

    movingfunnypenguins
  • free counters
  • Anda Pengunjung ke:

    • 6,424,698
  • MARI KITA MAKMURKAN MASJID….

    Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS: AT TAUBAH:18)
  • Laman

  • Oktober 2009
    S S R K J S M
    « Sep   Nov »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Ssst Inilah TV Vulgar di Indonesia


Dunia sudah berubah. Dulu, orang sekuat
tenaga membentengi rahasia pribadinya. Sekarang, orang sukarela membukanya melalui televisi. Urusan perjodohan, perselingkuhan, sampai konflik rumah tangga pun mendominasi layar kaca. Nyalakan televisi Anda dan Anda akan menemukan acara-acara yang mengulas urusan pribadi. Infotainment mengabarkan perceraian pesohor. Reality show membeberkan perselingkuhan dan konflik rumah tangga. Talk show lepas tengah malam membahas urusan tempat tidur. Masalah pribadi menjejali layar kaca. Sebuah fenomena yang 5- 10 tahun lalu mungkin tidak terlintas dalam benak sebagian besar orang Indonesia. Gilanya, sebagian orang memublikasikan urusan pribadinya ke layar kaca secara sukarela. Tengoklah acara Masihkah Kamu Mencintaiku di RCTI. Dalam acara ini, sepasang suami istri buka-bukaan persoalan rumah tangganya di depan orangtuanya, mertuanya, penonton di studio, dan jutaan pemirsa televisi. Kadang persoalannya begitu pribadi, misalnya, menyangkut ketidakpuasan suami atas layanan istri. Ada juga Take Me/Him Out Indonesia di Indosiar. Ini semacam acara kontak jodoh produksi Fremantle Media yang lisensinya dibeli Indosiar. Dalam setiap episode Take Me Out , ada 30 perempuan dan 7 laki-laki berusia 20-40 tahun yang mencari jodoh. Untuk Take Him Out , jumlahnya dibalik, 30 laki-laki dan 7 perempuan. Rabu (7 /10) malam, di balik panggung acara Take Me Out , sejumlah perempuan berdandan menor, berpakaian bagus, berparfum wangi, dan bersepatu tumit tinggi tampak agak gugup menanti waktu shooting . Sebagian mengalihkan kegugupannya dengan mengisap rokok. Ketika shooting dimulai, muncullah pria bernama Rian (24) di panggung. “Saya masih muda dan cukup mapan. Sekarang saatnya saya mencari pasangan,” ujar Rian memperkenalkan diri. Laki-laki itu mengaku berprofesi sebagai broker dan pada waktu senggang kerap tampil sebagai disc jockey (DJ) di pesta-pesta pribadi. Perkenalan singkat itu menarik hati Sofie, salah seorang dari 30 peserta perempuan. Tandanya sederhana saja: dia tidak mematikan lampu di mejanya. “Apa yang membuat Anda tertarik kepada Rian?” tanya pemandu acara, Choky Sitohang, kepada Sofie. “Lucu. Hidungnya gede, hokinya pasti gede,” jawab Sofie diikuti senyum. Penonton di studio pun tertawa. Yuanita justru memilih mematikan lampu, tanda tidak tertarik. Alasannya, “Buat jadi pacar enggak deh. DJ itu kan banyak ceweknya.” Begitulah. Pada 5-10 tahun yang lalu kita mungkin tidak berpikir ada orang yang berani mencari jodoh lewat acara televisi dengan risiko cintanya ditolak dan penolakan tersebut disaksikan jutaan orang di Indonesia. Apa yang membuat mereka nekat mengikuti acara seperti ini? Cecile (38) , janda dua anak, mengaku serius mencari pasangan hidup. Karena itu, ia tidak ambil pusing ketika teman- temannya menghujatnya lantaran mengikuti Take Me Out . “Saya enggak malu. Saya ikut acara ini karena didaftarkan anak saya. Mungkin mereka kasihan melihat saya sendirian,” kata Cecile yang malam itu ditemani dua anaknya, Javi (15) dan Erick (13). Wisnu Prasetyo (20) , pelaut, awalnya agak malu mencari jodoh lewat acara televisi. Namun, dorongan untuk mendapatkan pasangan meredam rasa malunya. “Alhamdulillah, saya bisa bertemu Tari melalui acara ini,” kata Wisnu sambil melirik Tari. Tari yang ada di sebelahnya tersipu malu. “Kalau saya, awalnya ikut acara ini karena ingin eksis. Kalau ternyata dapat pasangan, itu bonus,” ujar mahasiswi perguruan tinggi swasta dan penyanyi dangdut yang pernah menembus 26 besar Kontes Dangdut TPI ini. Buat Tari, eksistensi di layar kaca itu penting buat orang yang ingin terjun ke dunia pertunjukan. Jika tampil di televisi, ia akan dilirik orang. Perkiraannya tidak salah. Melalui Take Me Out , ia tidak hanya bertemu Wisnu, tetapi juga mendapat tawaran casting film televisi. Mungkin itu sebabnya sebagian peserta semangat sekali jika diminta tampil nyanyi atau ajojing di atas panggung sebab ini kesempatan langka. Tersembunyi Terlepas dari motif peserta yang beragam, acara itu digemari banyak orang. Public Relation dan Promotion Fremantle Media di Indonesia, Afni Sasmita, mengatakan, setiap minggu sekitar 150 orang mendaftar untuk audisi acara ini. Acara itu juga ditonton rata-rata 30 persen pemirsa televisi. Sukses Take Me/Him Out kian menegaskan, acara yang mengungkap urusan pribadi disuka pemirsa televisi. Infotainment dan reality show model Termehek-mehek ( TransTV) sudah lebih dulu membuktikannya. Mengapa pemirsa suka mengintip urusan pribadi orang lain?
Sumber http://www.kompas.com

10 Tanggapan

  1. sebagian oang berpendapat supaya jadi bahan perenungan buat yang lainnya tapi jika kita pikir justru kita membuka aib sendiri

    padahal menutup aib sendiri itu lebih baik kaena menunjukkan hati kia sebagai seorang hamba Tuhan

  2. trnyta bukan saya aj yg jengah liat acara2 yg mengungkap urusan pribadi, gak malu apa buka aib…
    ud kelewatan emang… ~_~

  3. Jadi inget sama sepotong syair lagunya Mas Ebiet G Ade “…….. dalam Kekalutan, Masih Banyak Tangan Yang Tega Berbuat Nista ……… “

  4. telah tampak kerusakan di bumi dan dilautan akibat dari (kerusakan / kesalahan berfikir / ulah aneh) manusia. (ayat alquran).
    semakin aneh2 yg dilakukan manusia seperti miyabi diidolakan, mengidolkan acara infotainment , take him out dst. itu berarti menambah kesal jagat alam raya kepada kita. Andaikan kuasa kasih Allah tak bercampur tangan dengan urusan manusia , pastinya kita akan sering ketemu dengan kemarahan2 jagat alam raya ini (bencana).

  5. Semoga Allah bimbing kita semua kepada jalan-Nya.
    Di antara yang Allah wajibkan kepada kita terkhusus yang mampu. Ini perkataan ‘ulama mudah-mudahan bermanfaat.

    Ketahuilah, wahai saudaraku semoga Allah melimpahkan taufiqnya kepadaku dan kepada Anda untuk mengenali kebenaran dan mengikutinya, bahwasanya Allah mewajibkan atas para hamba-NYa untuk menunaikan haji ke Baitullah dan Allah menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Baca lanjut

  6. hohohohoo,,,ditambah lagi koq di acara itu ada ustad cinta,, weleh,,weleh,, aneeeh..

  7. Transparasi adalah salah satu bukti peradaban yang maju. Maju dalam hal keburukan…

  8. pada pengen eksis aja,,biar terkenal…

  9. emang jaman dah edan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: