247 juta Dihabiskan untuk Mencukur Rambut

Dasar orang kaya Sultan Hasanal Bolkiah Sekali Cukur, Sultan Bolkiah Habiskan Rp 247 Juta RABU, 26 AGUSTUS 2009 | 09 :17 WIB LONDON, KOMPAS.com — Untuk urusan merapikan rambut, Sultan Brunei Hasanal Bolkiah dengan gampang merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah. Seperti dilansir The Sun , Sultan yang masuk jajaran orang terkaya di dunia itu mengundang tukang cukur favoritnya, Ken Modestu, yang membuka kios di Dorchester Hotel di Mayfair, pusat kota London. Tentu bagi orang sekaya Bolkiah jarak sama sekali bukan masalah. Menurut orang dekat Modestu, George Kadi, tukang cukur itu memang menjadi favorit raja berusia 62 tahun itu. “Ken sudah menangani rambut Sultan Bolkiah selama 16 tahun terakhir,” kata Kadi. Modestu dipanggil ke Brunei tiap 3-4 minggu sekali. Modestu pun dimanja dengan penerbangan kelas satu yang tiket pulang perginya seharga 9.000 poundsterling atau Rp 147 juta. Sampai di darat, Modestu tidak perlu bingung karena hotel dan segala keperluannya sudah disediakan. “Semua keperluan, termasuk hotel, transportasi, sampai makanan mewah, sudah disediakan. Semua tinggal tanda tangan. Itu saja,” kata Kadi kepada The Sun . Setelah selesai menunaikan tugasnya dan Sultan puas, Ken langsung menerima bayaran hingga ribuan poundsterling. ”Pokoknya setelah selesai mencukur, Sultan memberinya amplop tebal, tentu saja isinya uang,” kata Kadi. Wabah flu babi yang sudah menyerang Asia Tenggara membuat Sultan Bolkian lebih berhati-hati mendatangkan Modestu. Modestu pun dibelikan tiket kelas satu yang memungkinkan ia punya kabin sendiri sehingga tidak bercampur dengan penumpang lain. Untuk itu, Sultan Bolkiah dengan enteng mengeluarkan uang 11.000 poundsterling atau Rp 180 juta. ”Kalau ditotal, sultan bisa mengeluarkan uang 15.000 poundsterling (Rp 247 juta) hanya untuk sekali cukur. Padahal, di Inggris, Ken hanya mematok tarif 30 pound (sekitar Rp 490.000) ,” kata Kadi. sun/sas Sent from Indosat BlackBerry powered by  

Kronologi Penangkapan M Jibril

Sebelum Jibril Ditangkap, Arrahmah Sempat Diintai Rabu, 26 Agustus 2009 – 16 :52 wib Fahmi Firdaus – Okezone JAKARTA – Sebelum terjadi hiruk pikuk penangkapan Mohamad Jibril, sekira awal bulan Agustus lalu, kantor redaksi pernah diintai oleh orang-orang tak dikenal yang diduga bagian dari intelijen. Orang-orang yang tak dikenal itu bahkan sempat tertangkap oleh warga yang curiga, dan mengepungnya. “Beberapa minggu yang lalu, kantor kami diintai oleh dua orang yang menggunakan Suzuki APV. Orang tersebut tampak mencurigakan, kemudian disergap oleh warga,” tutur pengawai Arrahmah, Reza, saat berbincang di kantor redaksi Arrahmah, Rabu (26 /8 /2009). Reza menuturkan, ketika diinterogasi warga di kantor Arrahmah, dua orang tersebut mengaku sedang mencari temannya yang bernama Riyanto. Namun saat didesak, keduanya langsung menodongkan pistol dari balik pakaiannya. “Ketika pemred kami menanyakan kepentingannya, keduanya menodongkan senjata. Tapi pemimpin redaksi kami berkata, ‘jika umur saya sampai di sini ya silahkan saja’,” kata Reza menuturkan saat itu. Warga juga saat itu menjadi ciut nyali saat keduanya mengacungkan pistol. “Warga tidak berani dan membiarkan orang tersebut meninggalkan Arrahmah,” katanya. Warga pun tak berani melanjutkan niatnya untuk menanyakan identitas keduanya. Kecuali hanya mencatat nomor polisi kendaraan Suzuki APV yang digunakan keduanya. (hri)