CALON JEMAAH HAJI TAHUN 2009 DISUNTIK ENZIM BABI…???


Wah gawat nich mau ibadah ke tanah suci kok malah divaksin atau disuntik sama vaksin yang mengandung enzim Babi…. Haram… Haram…
Sesutu yang kadar banyaknya haram kadar sedikitnya juga haram donk…Itu yang saya waktu ngaji dulu…
Tapi inilah yang terjadi di Indonesia, para jamaah haji malah disuntik memakai vaksin yang mengandung enzim babi. Padahal kata teman saya yang baru pulang dari Malaysia disana mereka memakai vaksin yang tidak terbuat dari enzim babi walaupun harganya sangat mahal….

Ini mungkin berita lama yang saya kutip dari okezine.com tapi bolehlah saya posting ulang sebagai bahan perenungan.

GVkSuNoE1H.jpg

JAKARTA – Sanggahan keharaman vaksin maningitis dari Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari, menuai reaksi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut MUI, Departemen Kesehatan hanya berhak melakukan kebijakan, bukan penentuan halal dan haram.

"Kita mengatakan haram karena produsennya bilang (vaksin) itu dari babi. Kalau ada enzim babi, itu mutlak haram. Yang berhak menghalalkan atau mengharamkan itu ulama bukan Menkes" tegas Ketua Majelis Fatwa MUI Ma’ruf Amien kepada okezone, Minggu (14/6/2009).

Mengenai keharusan vaksin itu dipakai oleh jamaah haji, lanjutnya, Depkes bisa mencari jalan lain misalnya mencari produsen lain yang membuat vaksin ini. "Harganya lebih mahal enggak masalah yang penting halal, daripada murah tapi haram," jelasnya.

Kendati demikian, Ma’ruf mengaku, MUI juga kini tengah berkoordinasi dengan pihak pemerintah arab saudi mengenai keharusan pemakaian vaksin ini bagi jamaah haji Indonesia.

"Sedang koordinasi dengan pemerintah Arab saudi, bagaimana jalan keluarnya. Apakah pemerintah di sana tetap mewajibkan penggunaan vaksin ini atau bisa diambil dengan cara lain, misalnya yang jamah yang positif menderita penyakit ini tidak diberangkatkan sementara," jelasnya.

Sebelumnya, menkes menyatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak berhak mengeluarkan fatwa halal atau haram vaksin meningitis. Kewenangan menentukan halal atau haram berada di tangan Departemen Kesehatan.

Menurut Menkes, MUI hanya boleh menilai babi itu halal atau haram. Tapi soal vaksin yang berwenang tetap Depkes.(ded)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s