Fatwa Haram Nonton TV Jangan Cuma The Master


Fatwa haram bagi The Master juga mengandung konsekuensi bagi penontonnya. Selain tayangan itu, menonton di acara tersebut juga dihukumi haram alias berdosa dan bisa masuk neraka.

“Penonton The Master juga dihukumi haram,” kata juru bicara hasil Bahtsul Masail Wustho, Khorul Rozy, dari LPI Al-Fatimah Bojonegoro kepada http://www.beritajatim.com, Jumat (5/6/2009).

Alasannya, menonton tayangan itu hal itu termasuk Tafarruj Bil Ma’ashi atau merasa senang dengan adanya kemunkaran. Selain itu ada faktor kemaksiatan yang terjadi dalam acara tersebut, yakni bercampurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

Seperti diberitakan, perwakilan puluhan Ponpes mengharamkan tontonan The Master. Hal itu keluar dalam Bahtsul Masail Wustho yang digelar Ponpes Abu Dzarrin, Kendal, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Acara yang baru selesai kemarin malam tersebut diikuti oleh puluhan pesantren di Jatim. Diantaranya adalah Ponpes Sidogiri (Pasuruan), Lirboyo (Kediri), Langitan (Tuban), Al-Khozini (Sidoarjo), PP Tanggir (Tuban), PP Gilang (Babat/Lamongan) dan beberapa pesantren kondang lainnya.

Para peserta pertemuan mempertanyakan hukum atraksi The Master dengan slogan mencari bintang tanpa mantra tersebut. Sebab, kehadiran juara pertama Joe Sandy dan juara putaran kedua Limbad, dalam pertunjukan yang mendebarkan adalah jauh dari jangkauan akal sehat.

Melihat fenomena tersebut, peserta Bahtsul Masail langsung membuka kitab Bughyatul Mustarsyidin. Pada halaman 298-299 diterangkan, kalau pertunjukan tersebut dikategorikan sebagai sihir, maka hukumnya haram.

“Kejadian dalam The Master adalah diluar kebiasaan manusia biasa,” kata Rozy.

Diterangkan, sebenarnya kalau The Master masuk dalam kategori asror atau petunjuk dari Allah maka itu diperbolehkan. Namun, ada catatan jika yang melakukan adalah orang yang teguh memegang agama secara sempurna. (dul/bj0)

Kutipan berikut juga berita tentang fatwa haramnya menonton acara The Master yang dikeluarkan oleh Pondok Pesantren di Jawa timur :

Bojonegoro – Untuk kesekian kalinya, fatwa dikeluarkan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) di Jatim. Kali ini giliran perwakilan puluhan Ponpes mengharamkan tontonan The Master.

Keputusan itu keluar dalam Bahtsul Masail Wustho yang digelar Ponpes Abu Dzarrin, Kendal, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Acara yang baru selesai kemarin malam tersebut diikuti oleh puluhan pesantren di Jatim. Diantaranya adalah Ponpes Sidogiri (Pasuruan), Lirboyo (Kediri), Langitan (Tuban), Al-Khozini (Sidoarjo), PP Tanggir (Tuban), PP Gilang (Babat/Lamongan) dan beberapa pesantren kondang lainnya.

Kepada beritajatim.com, Jumat (5/6/2009), juru bicara hasil Bahtsul Masail Wustho, Khorul Rozy, dari LPI Al-Fatimah Bojonegoro membenarkan hal tersebut.

Para peserta pertemuan mempertanyakan hukum atraksi The Master dengan slogan mencari bintang tanpa mantra tersebut. Sebab, kehadiran juara pertama Joe Sandy dan juara putaran kedua Limbad, dalam pertunjukan yang mendebarkan adalah jauh dari jangkauan akal sehat.

Melihat fenomena tersebut, peserta Bahtsul Masail langsung membuka kitab Bughyatul Mustarsyidin. Pada halaman 298-299 diterangkan, kalau pertunjukan tersebut dikategorikan sebagai sihir, maka hukumnya haram.

“Kejadian dalam The Master adalah diluar kebiasaan manusia biasa,” kata Rozy.

Diterangkan, sebenarnya kalau The Master masuk dalam kategori asror atau petunjuk dari Allah maka itu diperbolehkan. Namun, ada catatan jika yang melakukan adalah orang yang teguh memegang agama secara sempurna.

“Tujuan juga harus sesuai syariat dan tidak membahayakan orang lain,” tegasnya.

Jika tidak sesuai dengan kategori diatas, maka The Master dihukumi haram. Hal itu sesuai dengan Bughyatul Mustarsyidin, AlFatawi Khadisiyah dan beberapa kitab pegangan lainnya.

Sementara itu Bahtsul Masail Wustho tersebut dilakukan dalam rangka Haul KH Dimyati Adnan ke XIX dan KHA Munir Adnan ke VII.(dul/bj0)

Iklan

6 tanggapan untuk “Fatwa Haram Nonton TV Jangan Cuma The Master

  1. kalau menurut saya, sih semua tontonan acara dalam televisi mubah di tonton asal saja sesuai capasities dengan acara dan penonotonya, terkait hal boleh dan larangan itu semua adalah karena syadu aldariyyah lebih pada mencegah menjauhi. kekhawatiran dari insan pendidikan mengenai dunia informasi global yag mudah diakses dan kurangnya filter dari KPI dan juga KEMENKIMINFO yang jelas mengenai acara mistik/ sejenis lainya. dan pandai-pandailah menjaga diri sikap karena anak-anak kita siap merekam dan meniru ulang..tmksh

  2. kalo menurut aku sih tergantung orangnya..sebenarnya diliat dulu banyakan mana madorot dan manfaatnya..jng langsung menvonis haram.walaupun yang buat non musim kita liat dari sisi lainnya..jangan mudah mengatakan haram,,karena hukum tidak hanya dilihat dari satu sisi saja..thaks

  3. hihihihi.. AYA AYA WAE… haram.. halal.. haram.. halal.. terserah saja..
    Salam Sayang

  4. The master tdk pantas untuk ditontoh oleh ummat islam, yg buat acaranya juga org2 kafir, yg tampil jug smua mirif kerjaan syetan suka nipu dgn trik, ini namanya penipuan yg terang2an, pantas untuk diharamkan bagi ummat yg merasa menjadi muslim. Ghibah dlm infotainmen sekarang merajalela, ayo muslimin wal muslimat tdk perlu nonton tv local, coba relay tv brunei atau arab

  5. Aneh aneh…… aja

    semua yang disenangi rakyat indonesia pasti di haram kan

    pindah ke negara lain aja yok !

    di indonesia udah ga aman

    haram semua!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s